by

Ketua DPD ICON Labuhanbatu, Pertanyakan Perbedaan Informasi Kepala Dinas Hanpang dengan PPTK

-Daerah-504 views

Laporan: JB Gultom

LABUHANBATU, poskota.net,-Perbedaan informasi atau keterangan kepala Dinas (Kadis) Hanpang Labuhanbatu Syarifuddin Harahap dengan PPTK Deny Siregar terkait keberangkatan pelatihan budi daya ikan tawar Tahun Anggaran (T.A) 2019 menimbulkan polemik dimasyarakat.

Kepala Dinas syarifuddin Harahap kepada awak media, Kamis (3/9/2020) ketika dipertanyakan tentang keberangkatan pelatihan budi daya ikan tawar bagi kelompok tani, menjelaskan bahwa pada tahun 2019 lalu Dinas Pangan telah memberangkatkan 2 bus untuk 60 orang peserta pelatihan terhadap sejumlah kelompok tani dari 9 kecamatan labuhanbatu ke Bogor Jawa Barat, dan mengenai anggaran dananya agar dipertanyakan kepada Kabid Penyuluhan, Deny Siregar selaku PPTK.

“Benar tahun 2019 kita telah berangkatkan 2 bus 60 orang, pesertanya kelompok tani dari 9 kecamatan kab labuhanbatu, guna mengikuti pelatihan budi daya ikan air tawar ke Bogor Jawa Barat. Mengenai jumlah besaran dana anggaran langsung aja pertanyakan pada Kabid penyuluhan Deny Siregar yang juga selalu PPTK Program ini,” ucapnya.

Melanjutkan penjelasan Kadis Pangan tersebut, Deny Siregar selaku Kabid Penyuluhan dan PPTK kepada awak media ini di ruang kerjanya, Kamis (10/9/2020) membenarkan bahwa dinas Pangan Labuhanbatu telah melakukan kegiatan pelatihan budi daya ikan air tawar ke Bogor Jawa Barat pada tahun 2019 lalu.

“Benar pak, sekitar bulan Maret 2019 dinas pangan telah melakukan kegiatan pelatihan budi daya ikan air tawar ke Bogor, Jawa Barat ,” terang Deni.

Lebih lanjut dijelaskannya, bahwa ada 30 peserta anggota kelompok tani dari 9 kecamatan se Kabupaten Labuhanbatu serta 3 orang pendamping dari Dinas Pangan dengan menggunakan Satu unit bus pariwisata selama 5 hari perjalanan pulang pergi serta 5 hari mengikuti pelatihan. Pelatihan tersebut menghabiskan dana sekitar 129 juta.

“Yang berangkat 30 orang menggunakan Satu unit bus pariwisata, pesertanya kelompok tani dari 9 Kecamatan Kabupaten Labuhanbatu ke Bogor, Jawa Barat. Ada 3 pendamping di dalam bus itu termasuk saya sendiri. Dan ada 6 orang peninjau, berangkat dengan menggunakan pesawat. Perjalanan bus itu 5 hari dan pelatihan 5 hari total 10 hari dengan dana 129 jutaan saja,” terangnya, sembari meminta awak media menanyakan bendahara terkait pertanggung jawaban dana atas kegiatan tersebut karna disana jelas catatannya,” tandas Deni Siregar.

Kemudian awak media melanjutkan konfirmasi ke Bendahara diruangan lainnya. Bendahara dinas pangan didampingi para stafnya menjelaskan bahwa anggaran yang diajukan sebesar Rp 312.050.000 namun terpakai Rp 310.000.000.

“Ini pak terkait pelatihan tahun 2019 senilai Rp 312.050.000 namun terpakai hanya 310.000.000”, jelasnya.

Dan ketika dipertanyakan ada perbedaan penjelasan jumlah peserta yang disampaikan kadis pangan dengan Kabid penyuluhan, mengaku tidak paham.

“Terkait ada perbedaan jumlah yang disampaikan pak kadis dengan pak Kabid saya tidak faham karna saya tidak ikut Keberangkatan itu,” ucapnya.

Perbedaan informasi tersebut menjadi pertanyaan besar ditengah-tengah masyarakat. Ketua DPD LSM ICON RI Rahmat Fajar Sitorus meminta kepada Inspektorat selaku Badan Pengawas Kabupaten Labuhanbatu (Bawaskab) agar melakukan pemeriksaan guna keabsahan penggunaan dana pelatihan dinas pangan tersebut.

“Dalam pelaksanaan satu kegiatan kedinasan, Kepala Dinas dan PPTK tidak seharusnya terdapat perbedaan, apalagi itu hanya menyangkut jumlah Bus dan peserta yang diberangkatkan. Jika jawaban kadis yang berangkat 2 bus dan 60 orang, sementara jawaban PPTK hanya 1 bus dan 30 orang, ini sudah selisih dan pastinya anggaran sudah beda antara 1 bus dengan 30 orang peserta dan 2 bus dengan 60 peserta, ada apa ini?”, tanyanya.

Lanjut Fajar Sitorus, “Maka ini (perbedaan) harus ditindaklanjuti keabsahannya biar tidak simpang siur dimasyarakat. Terkait perbedaan tersebut diharapkan Inspektorat selaku Bawaskab Labuhanbatu untuk melakukan pemeriksaan pelaksanaan kegiatan pelatihan Dinas Pangan Labuhanbatu tersebut,” pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed