by

Kadis DPMPT Taput: Gudang Wajib Memiliki IMB,”dan TDG,Jika Tidak Di daftarkan Pemilik Akan Diberi Sanksi

-Daerah-159 views

Laporan: Amir Hutabarat

TARUTUNG,poskota.net-Gudang merupakan unit yang tidak bisa dipisahkan dari pelaku usaha. Hal ini karena gudang merupakan sarana penting untuk kegiatan distribusi. Sesuai ketentuan Pasal 15 ayat (2) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan Gudang wajib didaftarkan oleh setiap pemilik Gudang kepada Pemerintah.

“Pengertian Gudang yang diatur oleh Pemerintah dijelaskan dalam Ketentuan Umum Undang-Undag tersebut, yaitu Gudang adalah suatu ruangan tidak bergerak yang tertutup dan/atau terbuka dengan tujuan tidak untuk dikunjungi oleh umum, tetapi untuk dipakai khusus sebagai tempat penyimpanan Barang yang dapat diperdagangkan dan tidak untuk kebutuhan sendiri.

Ketentuan teknis yang mengatur tentang Gudang tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 90/M-DAG/PER/12/2014 tentang Penataan dan Pembinaan Gudang.

Gudang terdiri dari Gudang Tertutup dan Gudang Terbuka. Gudang Tertutup adalah Gudang yang merupakan bangunan tertutup yang menggunakan pendingin atau tidak menggunakan pendingin. Gudang Terbuka adalah Gudang yang merupakan lahan terbuka dengan batas-batas tertentu.

Gudang tertutup yang wajib didaftarkan adalah yang memiliki luas minimal 100 m2 (seratus meter pesegi). Sedangkan untuk Gudang Terbuka yang wajib didaftarkan adalah yang luasnya minimal 1.000 m2 (seribu meter pesegi).

“Sesuai Pasal 15 ayat (3) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan Setiap pemilik Gudang yang memenuhi ketentuan tersebut, namun tidak melakukan pendaftaran Gudang dikenai sanksi administratif berupa penutupan Gudang untuk jangka waktu tertentu dan/atau denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah). Bukti pendaftaran Gudang adalah TDG (Tanda Daftar Gudang)

Persyaratan untuk mendapatkan TDG tidak lah sulit. Untuk mendapatkan TDG, Pemilik Gudang harus mengajukan permohonan secara tertulis kepada penerbit TDG. Untuk Kabupaten tapanuli utara instasi penerbit TDG adalah Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT), yang beralamat di Jl. D.I. Panjaitan kec tarutung

“Pemohon hanya perlu mengisi blangko permohonan yang telah disediakan dan menyiapkan berkas-berkas sebagai berikut:

Fotocopi KTP Pemilik atau penanggung jawab perusahaan, Fotocopi Akta Pendirian Perseroan Tebatas dan pengesahan badan hukum, bagi Pemilik Gudang badan usaha yang berbentu Perseroan Terbatas, Fotocopi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang menyatakan sebagai Gudang
Pas Foto Pemilik/Penanggung Jawab sebanyak 2 lembar ukuran 4 x 6.

Fotocopi Izin Prinsip Penanaman Modal untuk Gudang bagai perusahaan Penanaman Modal Asing.

Jika dikuasakan surat kuasa di atas kertas bermaterai Rp6.000 dan KTP orang yang diberi kuasa untuk tanah/bangunan disewa perjanjian sewa tanah/bangunan dan surat pernyataan tidak keberatan,KTP pemilik tanah/bangunan TDG dapat diterbitkan paling lambat 5 (lima) hari kerja terhitung sejak penyerahan surat peromohonan TDG secara lengkap dan benar.

Dalam pembuatan TDG tidak dikenakan biaya alias gratis.

Pantauan media dilapangan berdirinya sejumlah gudang diwilayah taput yang dibangun oleh pemiliknya diduga masih banyak yang belum memiliki IMB dan TDG menyatakan gudang,salah satunya seperti pendirian gudang penyimpanan barang yang seakan seluman dan sudah digunakan didesa sipahutar kec sipoholon, Senin (21-9-2020)

Terpisah sebaliknya Ketika Kadis DPMPT dikonfirmasi Terkait adanya pendirian gudang yang diduga belum memiliki IMB dan sudah digunakan sebagai tempat penyimpanan barang di desa sipahutar kec sipoholon tersebut, Kadis menjawab tidak mengetahui tentang pendirian dan keberadaan gudang penyimpanan yang sudah digunakan oleh pemilik.

Namun dikatakan Kadis, sesuai informasi yang diterima dari warga dan wartawan terkait dugaan adannya keberadaan gudang yang seakan siluman, belum memiliki IMB dan TDG,dalam hal ini Dinas DPMPT taput akan segera turun kelokasi memonitoring dengan meninjau gudang yang sudah digunakan sebagai tempat penyimpanan barang.

Bahkan jika nantinya ditemukan dilapangan bahwa bangunan gudang sudah digunakan sebagai penyimpanan barang yang belum memiliki IMB dan TDG, untuk sementara dinas perizinan akan menghimbau kepada pemilik gudang, agar segera mengurusnya.

“Tetapi jika sebaliknya pemilik gudang,masih tetap membandal tidak segera mengurus IMB dan DTG”dinas perizinan akan menyurati dan melakukan tindakan tegas dengan menerapkan sanksi administrasi sesuai UU dan peraturan yang berlaku,” tegasnya.

Ditambahkan menindak lanjuti informasi dari masyarakat dan konfirmasi media, Kadis DPMPT menerangkan bahwa kita melalui bidang monitoring dan pengendalian sudah turun mengecek ke lokasi dan didapat informasi dari pemilik lahan, bahwa gudang tersebut digunakan oleh PT.Partogi.

“Kami sudah menghimbau dengan surat ke pihak PT.Partogi agar segera mengurus IMB dan Tanda Daftar Gudang (TDG),” tutup Kadis.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed