by

Apes! Cicilan Motor Belum Lunas, Malah Terciduk Polisi Saat Adu Ayam

-Kriminal-47 views

Laporan: Ahmad Sahroni

BANYUWANGI,poskota.net – Nasib apes menimpa 2 orang asal Kabupaten Banyuwangi. Alih-alih beradu keberuntungan dengan berjudi sabung ayam, malah harus terciduk Polisi. Tidak hanya itu, polisi pun terpaksa mengangkut belasan motor yang diantaranya masih berstatus kredit alias belum lunas cicilan.

Dari penggrebekan arena sabung ayam di Dusun Guwuk, Desa Grogol, Kecamatan Giri, Kabupaten Banyuwangi ini, polisi berhasil mengamankan 2 orang tersangka dan 16 unit motor yang ditinggalkan begitu saja.

Selain 2 orang tersangka ini, puluhan penjudi lainnya ngibrit terlebih dahulu. Mereka lari tunggang langgang menghindari penggrebekan polisi. Saking kagetnya, mereka kabur melintasi persawahan dan lupa membawa motor hasil kredit yang masih belum lunas cicilannya.

Dua orang yang diamankan itu yakni Barori (55) warga Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro dan El Wiyono (42) warga Desa Jambesari, Kecamatan Giri. Salah satu tersangka ini adalah pemilik arena sabung ayam tersebut.

Untuk mengendus lokasi ini pun, polisi membutuhkan waktu yang cukup lama. Ini karena, lokasinya yang sangat tersembunyi dengan medan yang menyulitkan. Bertempat di sebuah lembah, maka tidak heran lokasi arena ini menjadi favorit bagi para penjudi.

Untuk menuju lokasi, polisi harus bergerak cepat melintasi pematang sawah. Sebab, dari jarak 300 meter dari arena, kehadiran polisi sudah pasti dapat diketahui.

Lahan lokasi perjudian sendiri merupakan sebuah tanah kering. Mirip pekarangan dengan ditumbuhi pepohonan. Di sana, sudah dibangun tenda dan lengkap dengan ring aduan ayam.

“Medan menuju lokasi sangat sulit ditempuh. Butuh waktu lama sekitar setengah jam,” kata Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, Sabtu (10/10/2020).

Secara geografis, arena ini sangat strategis. Betapa tidak, secara kasat mata jika dilihat dari tepi jalan tidak akan terlihat. Jika sekilas melintas, maka hanya akan nampak persawahan dan pepohonan.

“Rupanya lokasi ini dipilih sebagai lokasi aman. Mereka sudah mendesain sedemikian rupa, kalau ada penggerebekan mereka cepat bisa lari. Karena petugas akan kelihatan ketika saat berada di sawah,” tambahnya.

Untuk mengelabuhi polisi, para penjudi ini juga terbilang mawas diri. Hanya di hari-hari tertentu saja arena ini dibuka. Biasanya, untuk membuka arena tersebut, pemilik menggunakan perhitungan hari berdasarkan hitungan Weton kalender Jawa.

Untuk memprediksi hitungan tersebut, maka polisi terpaksa menunggu hingga 2 Minggu lamanya penyelidikan. Hingga akhirnya dipilih hari ini. Kejelian penyelidikan polisi membuahkan hasil, puluhan penjudi nampak memadati arena tersebut sejak pagi tadi.

“Makanya kita tunggu momen dan waktu yang tepat. Dan penggerebekan dilakukan petugas atas informasi yang kita terima dari masyarakat,” katanya.

Pada saat penggerebekan, kehadiran petugas rupanya sudah terendus oleh para penjudi. Dari jauh, tim pengintai dari penjudi melihat polisi sedang melintasi persawahan. Sontak, puluhan orang segera membubarkan diri.

Polisi juga mengamankan barang bukti lainnya berupa dua buah karpet, dua terpal tenda, satu buah jam dinding, enam ekor ayam petarung, dua arena sabung ayam atau kleber, tiga buah ember, satu buku catatan taruhan, tiga buah ponsel, dan uang tunai Rp. 3.890.000.

“Dua tersangka perjudian sabung ayam kita amankan. Sementara untuk kendaraan kita bawa ke Polresta Banyuwangi sebagai barang bukti. Tersangka dijerat pasal 303 KUHP tentang perjudian,” katanya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed