by

NTT Berduka Ini Jumlah Sementara Korban Jiwa Banjir Bandang Versi BNPB

-Nasional-63 views

Laporan : Sumurung S

JAKARTA,poskota – Jumlah korban jiwa akibat banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkat menjadi 68 orang. Ini berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Senin (5/4), pukul 14.00 WIB.

Korban jiwa terbanyak ada di Kabupaten Flores Timur dengan 44 orang, disusul Lembata dan Alor masing-masing 11 orang, serta Ende 2 orang. “Ini adalah kumulatif dari berbagai wilayah yang ada,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, dalam telekonferensi, beberapa saat lalu.

“Data meninggal dunia masih dalam proses pendataan. Jadi, ini akan sangat dinamis sekali, yang kami himpun dari semua wilayah yang terdampak,” imbuh dia.

Secara keseluruhan, banjir bandang menerjang 11 daerah di NTT. Perinciannya, Kota Kupang, Flores Timur, Malaka Tengah, Lembata, Ngada, Alor, Sumba Timur, Rote Ndao, Sabu Raijua, Timor Tengah Selatan (TTS), dan Ende.

Selain itu, BNPB juga menyebutkan, sebanyak 70 orang masih dinyatakan hilang. Detailnya, Flores Timur 26 orang, Alor 28 orang, dan Lembata 16 orang,

Sebanyak 15 orang terluka, penjabarannya Flores Timur 9 orang, Alor 5 orang, dan Ngada 1 orang. Kemudian, 938 kepala keluarga (KK) atau 2.655 jiwa terdampak banjir bandang.

Adapun kerugian materiel yang telah terdata meliputi 25 rumah rusak berat, 114 rumah rusak sedang, 17 rumah hanyut, 60 rumah tenggelam, dan 743 rumah terdampak. Sebanyak 40 titik akses jalan pun tertutup pohon tumbang, 5 jembatan terputus, 1 fasilitas umum terdampak, dan 1 kapal tenggelam.

Kepala BNPB, Letjen Doni Monardo, sebelumnya mengaku, terhambat berangkat ke NTT untuk memimpin penanganan pascabanjir bandang akibat cuaca belum kondusif. Jika cuaca tidak memungkinkan, rombongan tim yang juga diikuti perwakilan Kementerian Sosial (Kemensos), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) akan menggunakan jalur darat menuju Larantuka.

“Penyeberangan (jalur darat) akan melihat situasi, masih bisa menyeberang hari ini atau tidak. Kalau tidak, kami akan menunggu sampai cuaca stabil bersama dengan pesawat (yang) juga ada logistik yang dibutuhkan,” ucapnya saat transit di Bandara Frans Seda, Sikka, NTT, beberapa saat lalu.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed