Daerah1,509 views

Laporan : Amir Hutabarat.

TARUTUNG,poskota.net- Masyarakat Petani di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara meminta kepada Pemerintah Daerah dan Provinsi agar dapat segera membangun jaringan saluran Irigasi Skunder, karena saat ini sangat di butuhkan oleh Masyarakat saluran Skunder Bendungan Aek Sigeaon di Sipoholon yang dapat mengaliri air ke persawahan petani seluas 1.650 Hektar.

Saat di temui Masyarakat Desa bernama S.Hutauruk mengatakan, bahwa masyarakat sudah lama mengharapkan irigasi Skunder, karena kelanjutannya dan realisasi Pembangunan jaringan saluran Irigasi Skunder disebelah Timur sampai saat ini belum juga dibangun,” ujarnya.

” Karena Pembangunan jaringan saluran Irigai Skunder sebelah Timur Bendungan Sungai Aek Sigeaon diperkirakan akan dapat mengatasi permasalahan para Petani untuk mengaliri lahan persawahan seluas 900 Ha yang hamparan lahannya berada di beberapa Desa, Kabupaten Tapanuli,” ungkap warga.

S.Hutahuruk sebagai Masyarakat Desa, Kecamatan Sipoholon menyampaikan rasa kekesalannya, bahwa selama ini kami sudah puluhan tahun sebagai petani, namun dibeberapa Desa di Kecamatan Sipoholon sangat merasakan krisis air yang berkepanjangan dan mengalami kekeringan, karena sulitnya ditribusi pasokan air,” ungkap warga.

Ketua BPD Bintang Beresman Hutabarat mengatakan, dengan sulitnya masyarakat membutuhkan air, maka para petani sangat kesulitan air untuk mengaliri persawahan mereka, karena debit volume permukaan Sungai Aek Sigeaon tidak lagi seperti dahulu,” kata Beresman.

“Karena sepanjang saluran air Irigasi yang ada sebelumnya sudah tidak lagi dapat berpungsi, melainkan jadi areal tempat tumbuhan rumput dan semak belukar serta tempat pembuangan air limbah kotoran rumah warga.

Beresman Hutabarat menjelaskan,
karena jaringan saluran Irigasi Skunder sebelah Barat sudah berpungsi dan dapat dimanfaatkan masyarakat,” jelas Beresman.

“Sebelumnya Badan Wilayah Sungai Sumatera II Kementerian PUPR sudah mengalokasikan Anggaran untuk pembangunan di titik Timur Bendungan pada tahun 2017 lalu, karena warga ada yang keberatan di hulu membuat pembangunan jaringan sebelah Timur maka terkendala.

Ketua BPD Beresman Hutabarat
mengharapkan, agar Pemerintah Daerah dan Provinsi dapat segera merealisasikan Pembangunan pintu Bendung Saluran Irigasi kepada para Petani agar lahan seluas 900 Ha tidak lagi mengalami kekeringan,” papar Beresman.

Kepala Dinas PUPR Tapanuli Utara Ir. Anggiat Rajagukguk.MM, mengatakan, mengenai Balai Wilayah Sungai Sumut II akan direncanakan kembali dilanjutankan Pembangunan jaringan saluran irigasi dengan harapan kita bersama, jika tidak ada kendala pada masyarakat, kemungkinan tahapan lelang akan dijadwalkan tahun 2020 akan direalisasikan dalan Pembangun jaringan saluran irigasi skunder sebelah kiri hingga dapat mengakomodir pengairan persawahan petani seluas, 1.650.Ha di wilayah Sipoholon dan Tarutung,” kata Anggiat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed