Pemerintah Diminta Segera Bangun Jaringan Saluran Irigasi Skunder,Kiri Sebelah Timur Bendungan Sungai Aek Sigeaon

Daerah1,337 views

Laporan : Amir Hutabarat

TARUTUNG,poskota.net- Masyarakat petani sawah di dua kecamatan Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara kembali meminta kepada pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten agar segera membangunan jaringan saluran irigasi skunder,kiri sebelah timur yang terkendala dari bendungan aek Sigeaon di Sipoholon yang direncanakan dapat mengairi lahan pertanian persawahan seluas 1.650 hektare.

“Selama ini,tutur S Hutauruk masyarakat desa hutauruk kec sipoholon mengatakan ke poskot.net warga sudah lama mengharapkan dengan menunggu tindak lanjut realisasi pembangunan jaringan saluran irigasi skunder,kiri sebelah timur yang belum dibangun sampai saat ini.
Masih kata warga desa yang sama” Sebelumnya pembangunan jaringan saluran irigai skunder,kiri sebelah timur bendungan sungai aek sigeaon diperkirakan akan mampu mengatasi permasalahan untuk segera mengairi lahan persawahan seluas, 900 ha yang hamparan lahannya berada di beberapa desa di dua kec di kab taput saat ini,” ungkap warga.

“Dengan tegas masyarakat juga menyampaikan kekesalannya selama ini” kami sudah puluhan tahun petani sawah dibeberapa desa di dua kecamatan sangat merasakan krisis air yang berkepanjangan dengan mengalami kekeringan lahan atas sulitnya ditribusi pasokan air yang didapat.

“Selanjutnya di tempat yang berbeda, dihari yang sama.Ketua Bpd Bintang Beresman Hutabarat,desa hutabarat parbaju julu saat dimintai tanggapannya oleh poskota dirumah,beliau mengatakan “terjadi sulitnya kebutuhan air yang dibutuhkan oleh petani diperkirakan dipengaruhi karena sumber volume debit air selama ini sudah sangat jauh menurun dari permukaan sungai aek sigeaon yang tidak lagi seperti dahulu kala,normal(red) Dengan akhirnya sepanjang saluran air irigasi yang ada sebelumnya pun sudah tidak lagi dapat berpungsi”melainkan jadi areal tempat tumbuhan rumput semak belukar dan tempat pembuangan air limbah kotoran rumah warga,yang selalu menimbul bau busuk menyengat,”ucap ketua BPD.

Ketua BPD juga menerangkan sementara jaringan saluran irigasi skunder sebelah barat sudah langsung pungsi sudah dapat dimanfaatkan masyarakat ratusan pemilik lahan persawahan warga di Kecamatan Sipoholon.

Sebelumnya badan Wilayah Sungai Sumatera II Kementerian PUPR yang sudah mengalokasikan anggaran kemudian menganulir pembangunan di titik timur bendungan pada tahun 2017 lalu.
“Disebabkan adanya keberatan warga di hulu membuat kelanjutan pembangunan jaringan sebelah timur terkendala. Tetapi dengan harapan ketua BPD meminta kepada pemeritah pusat maupun provinsi agar segera merealisasikan tindak lanjut pembangunan pintu bendung saluran agar lahan seluas,900 ha tidak lagi mengalami kekeringan dan sulit diolah.

“Besar Harapan kami jika kelak jaringan saluran irigasi skunder sebelah kiri terbangun pola indeks penanaman dua kali satu tahun bisa dilakukan petani dengan berbudi daya ikan mas(tawar,” dengan mengembalikan sejarah desa hutabarat menjadi aikon lumbung produksi ternak budi daya ikan mas yang lebih dikenal kedepan.jelasnya.

Pantauan poskota pasca berpungsinya jaringan pengairan di sebelah barat bendungan Sigeaon, ratusan hektare lahan persawahan warga Desa Simanungkalit Sipoholon, petani kembali menuai hasil panen raya berlimpah sejak dua setengah tahun terakhir.
Akhirnya kami bisa kembali bertanam padi di lahan yang sempat kritis akibat kekeringan beberapa tahun silam. Bahkan bercocok tanam dua kali setahun sebenarnya sudah bisa kami lakukan,” kata warga desa simanungkalit mengapresiasi fasilitas yang sudah terbangun,berpungsi dengan lancar,”tuturnya masyarakat.

Ketika media poskota.net ingin konfirmasi dikantor UPT sumber daya air dan cipta karya batang toru yang bisa ditemui hanya salah seorang pegawai staf yang bertugas dikantor tersebut.

Ditanya soal keberadaan KUPT pegawai tersebut mengatakan sedang tugas luar kota. Saat awak media menanyakan sekaitan tindak lanjut realisasi rencana pembangunan jaringan kiri saluran irigasi skunder sebelah timur bendungan sungai aek sigeaon

“Belum dapat memastikan pembangunannya yang mengetahui kepastiannya hanyalah pimpinan, tapi Pimpinan Pimpinan Pimpinan disini,” jelasnya.

Tapi mudah-mudahan kedepan tidak ada lagi kendala karena sosialisasi tahun 2019 sudah dilaksanakan dikantor Kecamatan Sipoholon bersama masyarakat dan pihak-pihak terkait hal pembebasan lahan sepanjang mulai dari pintu bendungan saluran air irigasi skunder sebelah kiri yang pembangunannya sedang direncanakan untuk dilanjutkan.

“Supaya dapat segera tersambung ke daerah irigasi bondar panaharan, daerah irigasi panganan lombu, hutabanginda maupun desa lainnya dikecamatan tarutung yang sudah lama tidak berpungsi,”pungkasnya.

Kepala Dinas PUPR Tapanuli Utara Ir Anggiat Rajagukguk.MM, menyebut Balai Wilayah Sungai Sumut II sudah merencanakan kembali kelanjutan pembangunan jaringan saluran irigasi dengan harapan kita bersama jika tidak ada kendala dalam hal pembebasan kemasyarakat kemungkinan tahapan lelang akan dijadwalkan tahun 2020.

“Di program akan membangun jaringan saluran irigasi skunder sebelah kiri hingga bisa mengakomodir pengairan persawahan seluas, 1.650 hektare di Sipoholon dan Tarutung,” tandas Anggiat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed