by

*Berkedok Ustadz, Hobinya Cabul Akhirnya Di Laporkan Ke Polres Metro Tangerang Kota

-Daerah-391 views

Laporan : Erwin Silitonga

TANGERANG,poskot.net- Polres metro kota Tangerang kembali menerima laporan atas dugaan pencabulan, oleh seorang pelaku yang berkedok Ustadz dengan inisial AS yang tinggal di daerah Kp. Lontar, Desa Kalibaru, Kec. Paku Haji, kabupaten Tangerang provinsi Banten.

Diduga telah melakukan pencabulan pada beberapa wanita, diketahui dugaan tersebut berawal dari salah satu korban, (inisial red-CS) yang menjadi korban pencabulan.

CS bercerita kepada awak media bahwa pada tanggal 29 Januari 2021 dia ditelpon oleh istri ustadz AS untuk membantu menjaga anak ustadz AS yang sedang sakit. Diketahui bahwa anak ustadz AS yang sedang sakit tersebut memiliki riwayat penyakit kejang-kejang, diketahui pula bahwa CS merupakan mantan profesi Perawat, sehingga keluarga ustadz AS memerlukan bantuan CS untuk menjaga anaknya ustadz AS yang sedang sakit tersebut.

Singkat cerita, ketika selesai menjaga anak ustadz AS, sekitar sore harinya CS izin untuk pulang. Namun CS tidak diizinkan pulang oleh istri ustadz AS dan diminta menginap untuk menjaga anaknya yang dikhawatirkan akan kambuh penyakit kejangnya. Melihat kondisi anak ustadz AS tersebut, CS tidak tega. Akhirnya CS menerima tawaran istri ustadz AS untuk menginap.

Keesokan pagi harinya, ketika CS bersiap untuk pulang, CS diajak menemani ustadz AS untuk mengobrol. Tidak lama kemudian CS diminta oleh ustadz AS untuk masuk ke kamar ustadz AS. Di dalam kamar tersebut ternyata CS dipeluk dan payudara CS diremas-remas. Kemudian CS berontak dan berhasil keluar kamar.

Ternyata saat CS masuk ke kamar ustadz AS, salah satu dari Asisten Rumah Tangga (ART) dengan inisial JN melihat CS diajak masuk kamar.
Mengalami kejadian tersebut, sepulang dari rumah ustadz AS, CS menceritakan kepada suami nya, bahwa ia dipelakukan tidak senonoh di rumah tepatnya di dalam kamar ustadz AS ketika menjaga anaknya yang sakit kejang tersebut.

Kemudian suami CS menanyakan saksi yang melihat CS masuk kamar ustadz AS. Dijawablah oleh CS bahwa ada ART berinisial JN yang melihatnya.
Pada malam harinya suami CS menyambangi rumah ART berinisial JN untuk menanyakan kebenaran dari cerita CS. Lalu JN membenarkan bahwa ia melihat CS masuk ke kamar ustadz AS. Tidak sampai di situ, JN juga bercerita bahwa dirinya juga pernah menjadi korban pelecehan seksual dari ustadz AS dan JN mengatakan ada korban lainnya selain JN yang juga menjadi korban pelecehan dari ustdz AS yang mereka notabene sebagai ART di rumah ustadz AS.

Dari keterangan itu, terkuak ternyata ada Korban lainnya berinisial IS dan SN. Tidak percaya sampai di situ, akhirnya suami CS mengajak ketiga ART yang menjadi korban pelecehan ustadz AS untuk dimintai keterangannya di sebuah rumah makan. Sesampainya di rumah makan, pertama IS bercerita bahwa benar IS pernah menjadi korban pelecehan seksual. Ketika itu ia diminta oleh ustadz AS untuk mengerik badannya ustadz AS yang pada saat itu ustadz AS beralasan sedang tidak enak badan. Kemudian IS mengerik badan ustadz AS. Namun ktika IS mengerik badan ustadz AS, tiba-tiba ustadz AS memegang paha IS tanpa izin. Diperlakukan seperti itu, lantas IS menepis tangan ustadz AS. Lalu ustadz AS membujuk IS untuk melayani dirinya dengan bayaran Rp. 300.000,. IS pun menolak tawaran tersebut. Lalu ustadz AS meremas payudara dari IS. Diperlakukan demikian IS akhirnya bangkit dan ingin keluar kamar. Namun ustadz menarik tangan IS lalu IS melakukan perlawanan dengan menendang ustadz AS dan akhirnya IS berhasil keluar dari kamar ustadz AS.

Cerita kedua disampaikan oleh ART berinisial SN yang juga diketahui bahwa ia merupakan keponakan dari ustadz AS yang bekerja sebagai ART di rumah ustadz AS. SN bercerita bahwa pada saat itu SN sedang mencuci piring di dapur. Lalu datang ustadz AS memeluk SN dari belakang dan meremas payudara SN. Diperlakukan demikian oleh ustadz AS, lantas SN kaget dan memerintah ustadz AS untuk beristigfar. Ustadz AS menjawabnya dengan jawaban, “gak apa atuh ke keponakan kayak gitu mah,” tirunya.

Setelah suami CS mendengar keterangan dari para ART yang menjadi korban pelecehan seksual tersebut, suami CS pun meminta mereka untuk bersumpah di atas al-Qur’an dan menyatakan bahwa keterangan yang mereka katakan adalah benar. Akhirnya mereka mengikuti suami CS untuk bersumpah di atas al-Quran bahwa keterangan yang mereka sampaikan adalah keterangan yang benar.

Setelah selesai melalukan sumpah di atas al-Qur’an, suami CS kemudian mengantarkan para ART tersebut ke rumah mereka masing-masing.

Saat di konfirmasi ke salah satu kuasa hukum korban, “Lis Sugianto,” membenarkan nya. “Saat ini sudah ditangani unit PPA Polres Metro Tangerang kota, dengan no laporan polisi LP/B/123/ll/2021/PMJ/restro,tng kota dengan pasal 289 perbuatan cabul, ancaman hukuman 9 tahun penjara,” terang Lis Sugianto, saat di konfirmasi awak media.(14/02/2021)

Selain itu kasus tersebut juga sudah di laporkan ke Komnas Perlindungan perempuan, hingga berita ini dimuat, belum ada keterangan yang bisa di kutip dari pihak penyidik polres metro kota Tangerang.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed