by

Prodi S1 Arsitektur ITB Ahmad Dahlan, Adakan Open House Virtual

-Berita-96 views

Laporan : Aries sundoro

TANGERANG,poskota- Kampus Institut Teknologi Bisnis Ahmad Dahlan (ITB AD) saat ini telah memiliki 9 Program studi (Prodi) yaitu Prodi S2 Keuangan Syariah, S1 Akuntansi, S1 Manajemen, S1 Teknologi Informasi, S1 Sistem Informasi, S1 Desain Komunikasi Visual, S1 Arsitektur, D3 Akuntansi dan D3 Keuangan Perbankan.

Saat ini Kampus ITB AD telah memiliki 2 gedung yaitu di Jalan raya Ciputat Cirendeu Jakarta Selatan dan di Kampus Karawaci Jalan raya Panunggangan Kota Tangerang. Setelah libur panjang semester ganjil, maka pada bulan Maret 2021 perkuliahan semester genap tahun ajaran 2020/2021 secara daring/online dimulai kembali.

Tak terkecuali Prodi S1 Arsitektur yang mengadakan kegiatan open house. Hal ini disampaikan Ketua Prodi (Kaprodi) S1 Arsitektur ITB AD, Puji Widjanarko, ST, M.Si kepada media, Senin (05/04/2021), mengatakan, “Alhamdulillah Prodi Arsitektur ITB Ahmad Dahlan baru saja melaksanakan kegiatan Open House, pada hari Sabtu (03/04/2021) untuk mengenalkan tentang profil Prodi Arsitektur, menjelaskan tentang kelas yang ada di Prodi Arsitektur serta mengajak untuk melihat lebih jauh kegiatan dan fasilitas fasilitas yang dimiliki dalam menjalankan perkuliahan. Terimakasih diucapkan kepada pimpinan yang telah memfasilitasi kegiatan ini, rekan rekan biro yang ada dilingkungan institusi, dosen dosen Prodi Arsitektur terutama ibu ibu dosen yang luar biasa energik dan mahasiswa mahasiswi yang saya banggakan”, ucapnya.

Hal yang sama disampaikan Rektor Institut Teknologi Bisnis Ahmad Dahlan Dr.Mukhaer Pakkana SE,MM mengatakan, “Sejatinya tradisi membangun pada arsitektur di Tanah Air, idealnya merujuk sejumlah aturan, tatanan, dan norma yang hidup di masyarakat. Memang diakui, aturan dan norma itu begitu kompleks. Bahkan, ada ihwal yang dapat dinarasikan secara ilmiah dan rasional, tetapi ada pula yang bersifat metafisik yang terasa sulit dijelaskan dengan rasio. Dalam konteks itu, muncullah arsitektur yang berdasar pada kearifan lokal (local wisdom).

Namun demikian, arsitektur yang berbasis kearifan lokal, tentu banyak dipengaruhi oleh narasi-narasi global, maka perlu upaya untuk mencari solusi yang datangnya dari khasanah daerah atau wilayah, guna memecahkan permasalahan sosio-budaya, sosio-ekonomi dan sosio-ekologi yang muncul di masyarakat.

Local wisdom pada dasarnya merupakan salah satu jawaban (solusi) sebagai bentuk kebijakan atau kearifan lokal guna mengimbangi atau menanggulangi derasnya dampak globalisasi. Maka, dalam bidang arsitektur, upaya penggalian local wisdom yang dimiliki dan dijalankan oleh suatu kelompok masyarakat, lebih mengarah pada bentuk-bentuk kebijakan dan kearifan.

Arsitektur berbasis kearifan lokal, sesungguhnya banyak mengandung nilai-nilai religiusitas. Namun demikian, religiusitas yang dimaksud harus mengandung makna kemampuan merespon perkembangan zaman. Khasanah Islam yang religius dan berkemajuan harus mampu berkontribusi mengadopsi kearifan-kearifan lokal itu.

Dalam konteks inilah, kehadiran Program Studi (Prodi) S1 Arsitektur ITB Ahmad Dahlan Jakarta menjadi keniscayaan dalam melahirkan arsitektur yang dimaksud. Melihat kemampuan atau kapasitas tim Prodi S1 Arsitektur ITB Ahmad Dahlan, saya yakin, mereka akan cepat mengadopsi nilai-nilai yang dimaksud dan dikontekstulisasi dengan perkembangan modern saat ini”, ungkapnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed