oleh

Kepala SMP 1 Buahdua Sunat Dana PIP, Untuk Bangun Studio

Laporan : Her / Mars

Sumedang, Poskota.net – Budaya potong memotong atau sunat menyunat dana bantuan seolah sudah mendarah daging dan sulit diberantas, anehnya lagi pihak dinas terkait seolah tutup mata tanpa ada tindakan atau sangsi yang bisa membuat efek jera bagi para pelakunya.

Salah satu contohnya terjadi di SMPN 1 Buahdua dimana 125 siswa yg mendapatkan bantuan PIP aspirasi harus gigit jari tanpa bisa berbuat apa-apa karena hak yg seharusnya diterima sebesar 750 ribu ternyata hanya diterima 550 ribu atau di potong 200 ribu dengan dalih untuk pembangunan studio sesuai arahan dari Kadisdik supaya tiap Sekolah jenjang SLTP memiliki studio.

Saat masalah ini dikonfirmasikan ke guru BP Resmiati selaku pengelola dana PIP, Rabu (19/01/2022) mengaku hanya menjalankan tugas dari Kepala Sekolah atas aturan main bantuan tersebut “Silahkan bapak temui Kepala Sekolah karena saya hanya pelaksana yang menyampaikan kepada orang tua itu pun atas perintah pimpinan bahwa bantuan tidak akan utuh keterima” Katanya

Sementara Kepala Sekolah SMPN 1 Buahdua dediD saat di mintai komentar mengakui atas adanya pemotongan dana tersebut, tapi dirinya berdalih bukan untuk kepentingan pribadi melainkan untuk pembangunan studio atas arahan Kadisdik, Tandasnya

Dilain pihak Kadis Pendidikan Kabupaten Sumedang Agus Wahidin saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp menjelaskan Studio bukan kewajiban, hanya anjuran dan harapan agar proses pendidikan & pengajaran serta kualitas peserta didik dapat seiring dengan tuntutan jaman/keadaan, SMP yang membuat studio bagus, yang belum atau yang tidak membuat juga tidak ada paksaan dan tidak ada sanksi.

Pembuatan studio adalah memaksimalkan / peningkatan pemanfaatan semua peralatan elektronik yang sudah tersedia di sekolah dari DAK, Sedangkan untuk penataan ruangan bervariasi sesuai dengan kemampuan Sekolah dari berbagai sumber : BOS, Bantuan Alumni, Sumbangan Masyarakat melalui komite sekolah.
“Untuk lebih jelasnya anda dapat mengkonfirmasi kepada ketua forum MKKS” Papar Kadis.

Diakhir pembicaraan Kadis menyampaikan “Alloh saja tdk pernah menuntut kesempurnaan. Pasti dlm setiap ikhtiar baik ada hal yg kurang baiknya. Silakan selesaikan/komunikasikan baik baik”, Ujarnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed