oleh

SDN 2. Bakauheni Memperingati Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS)

Laporan;Nasuki

Bakauheni, Poskota.net – SDN2 Bakauheni memperingati Hari Pendidikan Nasional di lapangan SDN2 Bakauheni Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan dengan penuh semangat dan gembira, jumat 13/05/2022

Dalam acara peringatan Hari pendidikan Nasional (HARDIKNAS) seluruh murid dan dewan guru masing masing memakai pakaian adat yang ada di Indonesia,dan di hadiri juga orang tua wali murid

Kepala Sekolah SDN2 Bakauheni, Hj.Non Badariyah Spd.MM. dalam pidato nya menyampaikan Peringatan Hari. Pendidikan Nasional harusnya pada 02/05/2022 yang mana bertepatan pada hari Raya Idul Fitri 1443H,dan hari libur

Dan setiap individu memiliki hak untuk mendapatkan dan mengembangkan dalam hal pendidikan
Ki Hajar Dewantara atau yang memiliki nama Suwardi Suryaningrat,beliau merupakan pemimpin serta tokoh mempelopori pendidikan di Indonesia

Ki Hajar Dewantara juga membuat semboyan sebagai bentuk mewujudkan serta kemerdekaan dunia pendidikan di Indonesia,semboyan yang di gunakan yaitu, Ing Ngarsa Sung Tukadha,yang memiliki arti,Seorang pemipin harus memiliki suritaladan untuk orang orang di sekeliling nya,dan Ing Madya Mangun Rasa, mempunyai arti,meningkatkan semangat,sedangkan Tut Wuri Handayani,mempunyai arti seseorang yang menberikan semangat dari belakang dan nemberikan dorongan moral

Semboyan utu memiliki makna yang sangat baik untuk seorang pemimpin dan makna yang sangat baik bagi pendidikan kita,bayangkan jika setiap guru dan siswa yang sudah mengerti dunia teknologi di manfaatkan dengan baik oleh setiap siswa dan masyarakat itu sendiri,maka akan menciptakan orang-orang yang kreatif,cerdas,dan berwawasan luas.

Marilah di Hari Pendidikan Nasiobal ini kita renungkan dan mengheningkan cipta untuk para pejuang dan guru-guru kita yang sudah nendahului kita
Betapa berharga nya ilmu yang di ajarkan kepada kita semua yang awal nya kita gk. tau menjadi lebih tau.

Dan marilah kita jadikan HARDIKNAS tahun ini sebagai awal yang baru, untuk diri kita sendiri dalam belajar dan mengajar agar tidak ada lagi kebodohan dan serta ketidak tahuan akan pendidikan,Tuturnya

Dan pada akhirnya seluruh rangkaian di akhiru dengan do’a,Tutup

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed