Metode Interaktif Bripka Fadli Asah Kemampuan Berhitung Anak di Dogiyai

Daerah345 views

Laporan: Anton

PAPUA, POSKOTA.net – Binmas Ops Rasaka Cartenz-2023 melaksanakan Program Polisi Pi Ajar (Si-Ipar) untuk membantu anak-anak di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, mengasah kemampuan berhitung. Kegiatan ini bertempat di ruang Binmas Polres Dogiyai.

Seorang anak berusia 10 tahun bernama Riko Mehuwe menjadi peserta program tersebut, yang dipimpin oleh Personel Satgas Binmas Ops Rasaka Cartenz-2023, Bripda Fadli Disastra Pada Jumat (26/5/2023).

Pada sesi kali ini, Fadli Disastra mengambil peran sebagai guru untuk mengajarkan Riko Mehuwe berhitung. Dengan pendekatan yang ramah dan interaktif, Fadli menjelaskan konsep-konsep dasar dalam matematika dan memberikan contoh-contoh yang mudah dipahami oleh Riko.

Kegiatan tersebut dilakukan secara rutin oleh Polisi di Kabupaten Dogiyai. Dengan tujuan untuk memberikan pendidikan tambahan kepada anak-anak dengan latar belakang putus sekolah dan tidak mendapatkan akses pendidikan yang memadai.

“Program ini sangat bermanfaat bagi anak-anak di Dogiyai. Banyak dari mereka tidak mendapatkan akses pendidikan yang memadai, dan program Si-Ipar ini memberikan kesempatan kepada mereka untuk belajar dengan cara yang menarik dan menyenangkan,” kata Fadli Disastra.

Selain itu, lanjut Fadli program ini juga menjadi sarana bagi personel Polri untuk menjalin hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat, khususnya anak-anak. “Dengan pendekatan yang akrab dan peduli, Polri berharap dapat menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi anak-anak untuk berkembang,” tutur Fadli.

Dari data Badan Pusat Statistik pada Tahun 2022, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Dogiyai tercatat masih berada di zona rendah yakni dibawah 60. Adapun salah satu indikator dari Indeks Pembangunan Manusia yakni pendidikan bagi masyarakat.

Sementara berdasarkan data peneliti demografi Universitas Papua, Agus Sumule pada tahun 2022 menunjukkan angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS) di Kabupaten Dogiyai untuk tingkat sekolah dasar hanya 4,92. Angka ini berarti tidak tamat enam tahun masa belajar di sekolah dasar.

Program Si-Ipar ini terus berjalan dengan harapan dapat memberikan kontribusi positif dalam pendidikan anak-anak di Kabupaten Dogiyai. Melalui upaya yang terus menerus, diharapkan anak-anak seperti Riko Mehuwe dapat meningkatkan kemampuan berhitung mereka dan meraih kesuksesan di masa depan.

Selaras dengan tujuan itu, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim Pada momen Hardiknas 2023 juga pernah menggarisbawahi peran kolaboratif seluruh elemen dalam ekosistem pendidikan yang bergotong royong mewujudkan cita-cita luhur Ki Hadjar Dewantara untuk mewujudkan generasi emas Indonesia pada tahun 2045.

Ia memaparkan, proses belajar yang menyenangkan dan memerdekakan akan melahirkan pembelajar sepanjang hayat dengan profil Pelajar Pancasila; yang berujung pada lahirnya generasi baru SDM unggul yang siap membangun Indonesia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed