BUKAN FOGGING, INI CARA SATGAS PAMTAS YONIF 312/KH CEGAH PENYEBARAN MALARIA DI PAPUA

Laporan : Erwin Silitonga

KEEROM,poskota.net – Dalam rangka mencegah penyebaran Malaria, Pos Kout Satgas Pamtas Yonif 312/KH melakukan penyemprotan cairan insektisida anti nyamuk terhadap seluruh bangunan Pos Kout di Kampung Workwana, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Papua. Senin (07/09/2020)

Hal tersebut disampaikan Dantonkes Satgas Yonif 312/KH Lettu Ckm Fauzi End Mulia dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Keerom, Papua. Selasa (08/09/2020).

Diungkapkan Fauzi Malaria merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapat menyebabkan kematian dan masih merupakan endemis di sebagian besar wilayah Indonesia salah satunya adalah Provinsi Papua, dimana keterbatasan pengetahuan tentang epidemiologi malaria menjadi hambatan dalam menanggulangi malaria

“Untuk itu kami bekerjasama dengan Dinkes Kabupaten Keerom untuk pencegahan malaria ini, salah satunya adalah dengan upaya penyemprotan larutan insektisida pengendali vektor nyamuk Anophles penyebab penyakit Malaria” Ucap Fauzi.

Bahan yang digunakan berupa bubuk konsentrat yang merupakan insektisida residual untuk mengendalikan nyamuk vektor malaria, bahan ini juga merupakan satu-satunya insektisida residual yang dapat digunakan untuk mencegah terjadinya resistensi pada nyamuk.

Adapun cakupan yang disemprot adalah rumah atau bangunan meliputi permukaan dinding, baik dinding yang terbuat dari bata, anyaman bambu, kayu/triplek, maupun bahan dasar lainnya.

“Tentu saja nyamuk yang menempel pada permukaan yang disemprot tersebut akan mati, sehingga diharapkan cara ini lebih efektif untuk mencegah penyebaran malaria, perkiraan ketahanannya lebih kurang 3 bulan” tambah Fauzi.

Tentu saja untuk mencegah penyebaran malaria tidak cukup hanya dengan penyemprotan insektisida anti nyamuk tersebut, namun juga diperlukan pola hidup bersih baik kebersihan badan maupun kebersihan lingkungan.

 

Pimpin Rapat Virtual , Pangdam XII/Tpr : Intensifkan Satgas Penegakan Disiplin dan Protokol Kesehatan

Laporan : Erwin Silitonga

KUBU RAYA,poskota.net – Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad selaku Pangkoopsdam XII/Tpr memimpin Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 di wilayah Kodam XII/Tpr secara virtual bertempat di Ruang Rapat Puskodalops, Makodam XII/Tpr.

Rapat diikuti oleh para Komandan Satuan Jajaran Kodam dan TNI yang ada di wilayah Kodam XII/Tpr.

Dalam pengantarnya, Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad mengucapkan terima kasih kepada para Dansat yang telah berupaya semaksimal mungkin dalam penanganan Covid-19 di wilayah satgas masing-masing.

Selanjutnya Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad menyampaikan, terkait dengan perkembangan Covid-19 bahwa umumnya mengalami trend peningkatan baik di daerah maupun secara nasional. Muncul klaster-klaster baru di lingkungan keluarga. Ini harus menjadi perhatian bersama.

“Agar satuan mengintensifkan Satgas Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan di internal masing-masing. Untuk itu agar para Dansat memberikan arahan kepada gugus tugas di satuannya,” tegas Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad.

Selain itu juga kata Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad, agar mengecek kembali alat perlengkapan protokol kesehatan di satuan masing-masing. Untuk yang masih kurang agar segera dilengkapi sesuai dengan standar protokol kesehatan. Kemudian kegiatan di satuan agar mempedomani protokol kesehatan.

“Agar hal ini terus disosialisasikan di satuan dan dapat diterapkan, sehingga lingkungan kita aman dari Covid-19,” tegas Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad.

Disampaikan juga oleh Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad bahwa saat ini juga terjadi klaster-klaster baru di lingkungan perusahaan. Ada beberapa karyawan yang sudah mulai terkena.

“Kepada satuan-satuan yang ada di Koopsdam XII/Tpr agar segera bergerak untuk melaksanakan langkah-langkah pencegahan,” pinta Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad.

INI YANG DILAKUKAN SATGAS YONIF 413 BREMORO CEGAH MALARIA DI KAMPUNG KIBAY

Laporan : Erwin Silitonga

KEEROM,poskota.net -Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Pos Kaliasin melaksanakan kegiatan pencegahan penyakit Malaria dengan menggelar pengasapan _(Fogging)_ dan Pengecekan Rapid Diagnistic Test (RDT) pada Warga Kampung Kibay Distrik Arso Timur Kabupaten Keerom.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto S.H., M.Han dalam rilis tertulisnya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura.

Dansatgas menyebutkan Pos pimpinan Letda inf Ravio Mourbas tersebut sebelumnya sudah berkoordinasi dengan Kepala Kampung Bapak Charles Lumbun (45).

“Ini wujud kepedulian kita untuk menjamin kesehatan masyarakat Kampung Kibay, khususnya dalam pencegahan Malaria. Puji Syukur Kepala Kampung sangat mendukung.” Ujar Mayor Anggun.

Ditambahkan Danpos bahwa kegiatan tersebut akan digelar secara rutin dan berkelanjutan mengingat keterbatasan jumlah alat RDT dihadapkan dengan jumlah masyarakat Kampung Kibay. “Hari ini kita sudah melaksanakan Fogging di seluruh rumah warga, namun untuk pengecekan RDT Malaria, kita baru selesaikan di Warga RT 01 masih tersisa RT 02 dan RT 03, kita lakukan bergantian.” Ujar Ravio.

Upaya Pos Satgas Kaliasin merupakan wujud nyata pengabdian TNI kepada masyarakat di Perbatasan dalam penanganan kesehatan. Satgas Yonif MR 413 Kostrad akan selalu bersinergi dengan seluruh komponen dan Instansi dalam kesungguhannya memberikan yang terbaik kepada masyarakat Papua.

 

Tingkatkan Kebersamaan, Satgas Yonif 125 Laksanakan Gotong Royong Dengan Warga Kampung Kondo

Laporan : Erwin Silitonga

MERAUKE,poskota.net- Tingkatkan kekompakkan dan kebersamaan dengan warga di wilayah perbatasan, Satgas Yonif 125/Simbisa yang berada di bawah Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) Korem 174/ATW melaksanakan gotong royong bersama warga Kampung Kondo, Distrik Naukenjerai, Kabupaten Merauke.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif 125/Simbisa, Letkol Inf Anjuanda Pardosi dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Merauke, Papua, Selasa (8/9/2020).

Diungkapkan Dansatgas, sasaran kegiatan gotong royong bakti kali ini adalah pembersihan Kantor Kampung, pembersihan jalan dan sekitar panel surya (solar cell) di Kampung Kondo. “Dipimpin Sertu Martin Telaumbanua beserta tujuh orang personel Satgas dari Pos Kondo bahu-membahu bersama warga Kampung Kondo melaksanakan kerja bakti dengan penuh semangat,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, dengan adanya kegiatan gotong royong ini, Kampung Kondo kini tampak lebih rapi dan indah. “Kita berharap agar warga lebih peduli dan selalu menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari berbagai penyakit,” ucapnya.

Menurut Dansatgas, gotong-royong bersama warga perbatasan ini juga sebagai momentum untuk meningkatkan kebersamaan antara Satgas dengan warga, yang selama ini telah berjalan dengan baik di Kampung Kondo ini. “Dengan bergotong-royong seperti ini, kita juga turut melestarikan budaya bangsa ini agar selalu hidup rukun dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, Kepala Kampung Kondo, Elisa Mbanggu (47 th) mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan partisipasi Satgas Yonif 125/Simbisa yang telah membantu pelaksanaan gotong-royong di kampungnya. “Kampung kami sekarang terlihat lebih bersih, indah, dan rapi. Semoga kegiatan bersama warga seperti ini tetap berlanjut dan ditingkatkan di kemudian hari,” tuturnya.

“Semoga keakraban dan kebersamaan seperti ini selalu ada di Kondo, terima kasih Pak TNI atas kepedulian dan partisipasinya, sehingga warga pun semangat untuk ikut bersama-sama membersihkan kampung ini,” pungkasnya senang.

 

Satgas Pamtas Yonif 413 Kostrad Gelar Pelayanan Kesehatan Kepada Warga Kampung Sangke

Laporan : Erwin Silitonga

PAPUA,poskota.net-  Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413/Bremoro Kostrad menggelar kegiatan sosial berupa pengobatan gratis dan membagikan baju kaos layak pakai kepada warga Kampung Sangke, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Papua, Selasa (8/9/2020).

Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413/Bremoro Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto S.H., M.Han mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan Satgas Pos Pitewi sebagai upaya dalam rangka membantu kesulitan masyarat Kampung Sangke, khususnya pelayanan kesehatan.

“Mereka sulit untuk mendapat pelayanan kesehatan, faktor utamanya adalah jarak jangkau dari Kampung ke Puskesmas kurang lebih 10 kilometer yang harus mereka tempuh dengan berjalan kaki selama tiga jam, jadi kita yang harus mendekatkan diri dengan mereka,” terangnya.

Dansatgas juga mengatakan bahwa agenda kegiatan sosial seperti ini akan terus dilanjutkan, mengingat pelayanan kesehatan yang banyak dibutuhkan. “Kita akan berupaya semaksimal mungkin memberikan apa yang kita miliki,” ujarnya.

Sementara itu, Kapten Inf Rum Patria selaku pimpinan pos mengungkapkan kebahagiaannya dapat membantu masyarakat Kampung Sangke dengan memberikan bantuan pelayanan kesehatan dan kaos layak pakai. “Mereka saling berebut saat kita berikan kaos, dan kami sangat senang melihat wajah ceria mereka,” ucapnya.

 

Polresta Banyuwangi Ungkap 50 Kasus Penyalahgunaan Narkoba

Laporan: Ahmad Sahroni

BANYUWANGI,poskota.net – Sebanyak 44 paket sabu seberat 25,81 gram berhasil diamankan Kepolisian Polresta Banyuwangi. Dalam Operasi Tumpas Narkoba Semeru, sejak 24  Agustus sampai 4 September 2020.

“Dari hasil kita melakukan operasi, kami berhasil mengungkap 50 kasus dan mengamankan 55 orang tersangka,” ucap Wakapolresta Banyuwangi AKBP Kusumo Wahyu Bintoro, (8/9/2020).

Menurut Kusumo, dari 50 kasus itu terdiri dari 9 kasus sabu-sabu dan 41 kasus peredaran obat daftar G. Jumla tersangkanya sebanyak 55 orang terdiri dari 51 orang laki-laki dan 4 orang perempuan.

Sementara barang bukti yang berhasil disita antaralain, 44 paket sabu seberat 25,81 gram, 22.770 butir trilhexypenidyl, 5 buah timbangan elektrik, 40 unit handphone berbagai merk, 8 unit sepeda motor berbagai merk, 3 bendel plastik klip, 3 buah bong, 2 pipet kaca, serta uang tunai sebanyak Rp. 8 juta lebih.

AKBP Kusumo menegaskan, Polresta Banyuwangi berkomitmen memerangi penyalahgunaan narkoba. Dan tidak akan memberikan toleransi maupun kompromi sedikitpun terhadap peredaran barang haram tersebut.

“Ini wujud komitmen Polresta Banyuwangi bahwa kita tidak akan ada kompromi terhadap penyalahgunaan narkoba. Ini juga wujud komitmen kami kepada masyarakat. Meski operasi berakhir, kami akan tancap gas terus memerangi narkoba,” tegasnya.

Sementara itu, pengakuan salah satu tersangka berinsial F, dia yang bekerja sebagai sopir tersebut disuruh oleh seseorang untuk mengambil barang paketan. Disitu dia dijanjikan akan mendapat uang bensin setelah mengbil barang.

“Saya tidak tahu nominalnya berapa, karena saya belum dikasih. Saya hanya dijanjikan uang bensin saja,” katanya.
Dengan dijanjika mendapat upah setelah mengambil pesanan, F malah tertangkap lebih dulu oleh aparat kepolisian lantaran kedapatan membawa paket sabu seberat 4 gram.

“Saya baru pertama kali ini disuruh oleh seseorang. Barang itu kurang lebih sekitar 4 gram. Dan itupun mengambilnya dengan sistem ranjau,” pungkasnya.

DPC PDI Perjuangan Labuhanbatu Hantarkan Bapaslon “ERA” Mendaftar Ke KPUD

Laporan: JB Gultom

LABUHANBATU,-Memasuki tahapan pendaftaran pasangan calon Pilkada serentak Tahun 2020 momentum penentuan dan pemilihan kepala daerah dan wakil Kepala Daerah yang diselenggarakan secara serentak oleh Pemerintah pusat melalui Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD).

Kabupaten Labuhanbatu salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Utara yang ikut serta dalam pemilihan serentak untuk Bupati/Wakil Bupati tahun 2020.

Dalam hal ini DPC PDI Perjuangan Kabupaten Labuhanbatu selaku sebuah partai politik juga turut serta dalam kontes perhelatan pemilihan calon Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu yang akan dilaksanakan pada tanggal 09 Desember nanti.

DPC PDI Perjuangan Labuhanbatu siap untuk memenangkan paslon yang diusung oleh partai sesuai keputusan DPP PDI Perjuangan, yang memberikan Rekomendasi Calon Kepala Daerah Labuhanbatu kepada bapaslon “ERA”
dr. Erik Adtrada Ritonga, MKM dan Ellya Rosa Siregar, S.Pd., M.M.

“Tentunya sebagai partai pengusung dan partai yang selalu komitmen dengan instruksi dan keputusan partai, kami segenap Pengurus DPC dan simpatisan PDI Perjuangan yang ada di Labuhanbatu siap untuk memenangkan paslon yang diusung oleh Partai,” Jelas Dahlan Bukhari ketua DPC PDI Perjuangan Labuhanbatu.

Hal itu dikatakan Dahlan disela-sela pendaftaran bapaslon “ERA” ke KPUD Labuhanbatu hari ini, Sabtu (05/09/2020).

Dahlan Bukhari mengatakan bahwa perhelatan pilkada ini adalah bagian dari kita sebagai partai politik untuk kepentingan Labuhanbatu kedepan. Mesin partai mulai dari pengurus DPC, PAC, Ranting dan Anak Ranting siap bekerja untuk mewujudkannya

“Sebagai partai politik tentunya kita akan melakukan yang terbaik untuk kepentingan orang banyak yang ada di Labuhanbatu ini, bukan kepentingan pribadi dan kelompok, mesin partai siap bekerja, kita kerahkan mulai dari pengurus DPC, PAC, Ranting dan Anak Ranting”, Pungkasnya.

Keikutsertaan pengurus DPC, PAC, Ranting dan Anak Ranting, Fraksi yang ada di DPRD menghantarkan bapaslon membuktikan solidnya pengurus hingga ketingkat bawah dan merupakan kewajiban untuk mengikuti instruksi partai dalam memenangkan bapaslon.

Dialog Publik Bersama KPK, Ajak Masyarakat Banyuwangi Perangi Korupsi

Laporan: Ahmad Sahroni

BANYUWANGI,poskota.net – Dialog publik tentang peran masyarakat dalam mencegah dan memberantas korupsi bersama Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Dr. Nurul Ghufron, SH, MH. di kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyuwangi.

Wakil Ketua KPK, Dr. Nurul Ghufron, SH, MH, menegaskan, korupsi adalah tindakan seseorang yang menyalahgunakan kepercayaan dalam suatu masalah atau organisasi untuk memperoleh keuntungan.

Korupsi sendiri tentunya sangat merugikan rakyat. Untuk itu, masyarakat sudah semestinya ikut berperan melakukan pencegahan dan pemberantasan korupsi.

“Infokan atau laporkan ke KPK jika ada indikasi tindak pidana korupsi. Masyarakat tidak perlu khawatir, karena masyarakat atau pelapor terlindungi,” kata Nurul Ghufron saat menjadi narasumber di Kantor PCNU Banyuwangi, (8/9/2020).

Menurut Gufron, jaminan hukum warga negara yang berperan dalam memberantas korupsi itu sudah jelas tercantum pada Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 2000 tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat dan Pemberian Penghargaan dalam Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan juga dijelaskan di Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK pada Pasal 15 tentang Perlindungan Saksi dan Pelapor.

Sementara itu, supaya kasus korupsi ini tidak merajalela. Gufron juga menyampaikan, harus ada langkah-langkah yang bisa dilakukan.

Selebihnya, melaporkan dan menangkap pelaku korupsi, sistem dibatasi dengan memanfaatkan sitem IT atau digitaliasi, moralitas penyelenggara negara harus diperbaiki, serta menerapkan managemen anti suap.

“Mungkin korupsi sampai saat ini di Indonesia masih biasa-biasa, tapi paling tidak mari kita habiskan kebiasan itu untuk anak cucu kita,” ujarnya.

Tampak hadir dalam acara tersebut yakni Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin, Ketua Pengadilan Negeri Banyuwangi Saiful Arif, Ketua PCNU Ali Maki Zaini, pengurus PCNU, ISNU, mahasiswa, dan tokoh masyarakat.

Dinilai Merugikan Buruh Aplikasi EDABU BPJS menuai Kritik

Laporan Patupa Pakpahan

CIKARANG PUSAT,poskota.net- Aplikasi Edabu buatan BPJS Kesehatan diprotes serikat buruh. Pasalnya, aplikasi tersebut merugikan para pekerja yang berada dikawasan industri Kabupaten Bekasi.

Seperti dikatakan aktivis Jamkeswatch Fachruroji. Menurutnya, aplikasi Elektronik Data Badan Usaha itu ditujukan mempermudah para penggunanya.

“Khususnya perusahaan atau badan usaha yang memiliki pekerja dalam jumlah yang cukup besar, kami setuju dengan sistem edabu karena salah satunya mempermudah bagi perusahaan mendaftarkan pekerjanya mendapatkan jaminan kesehatannya,” ujar Fachruroji.

Pria yang biasa disapa Oji menyayangkan adanya kelemahan dari system’ Edabu tersebut. Katanya, system’ itu sangat merugikan pekerja.

“Yaitu perusahaan dengan mudah memutus jaminan kesehatan si pekerja tanpa mengkonfirmasi ke si pekerja terlebih dahulu,” jelasnya.

Oji memaparkan jika banyak sekali pekerja yang sedang melakukan proses perselisihan (sesuai amanah UU No. 2 tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial ) di putus jaminan kesehatannya oleh perusahaan dan di amini oleh Bpjs Kesehatan. Walaupun, belum ada putusan yang ingkrac (mengikat).

Mantan caleg Gerindra Kabupaten Bekasi itu, berdasarkan amanah UU No.13 tahun 2003 ttg Ketenagakerjaan pasal 155 ayat (2), Peraturan Presiden No. 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan Nasional dan Peraturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan No.06 tahun 2018 ttg Administrasi Kepesertaan pasal 50 menyatakan, selama belum ada putusan yang mengikat ( inkrah ) maka baik pengusaha maupun Pekerja harus tetap membayar iuran BPJS Kesehatan.

“Tapi karena sistem Edabu pengusaha bisa mengabaikan regulasi tersebut.
Maka dari itu kami berharap kepada pihak BPJS Kesehatan bisa memperbaiki sistem edabu tersebut agar ada keadilan tenaga jaminan kesehatan bagi pekerja,” harapnya.

“Karena yang mengiur bukan hanya pengusaha tapi pekerjanya pun ikut bayar iuran,” tambahnya.

Bahkan data dari BPJS Kesehatan bahwa dari tingkat kesiapan dari semua peserta BPJS Kesehatan adalah PPU (Pekerja Penerina Upah).

“Buruh belum menerima upah sudah di potong upahnya untuk iuran BPJS Kesehatan tapi ketika di PHK BPJS kesehatan tidak bisa membantu,” sesalnya.

Sekda Banyuwangi Positif Covid-19

Laporan: Ahmad Sahroni

BANYUWANGI,poskota.net – Semakin tak terkendali coronavirus disease Covid-19 di Kabupaten Banyuwangi. Bahkan kini, Sekertaris Daerah (Sekda) Banyuwangi, Ir H Mujiono M Si, kedapatan positif Covid-19.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi, dr Wiji Lestariono, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, saat ini Mujiono sudah menjalani perawatan dan diisolasi.

“Sekarang sudah di isolasi,” ucap pria yang juga Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi tersebut, Jumat (4/9/2020).

Dijelaskan, sebagai tindak lanjut dalam menekan penyebaran, kini Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi, langsung mengeluarkan rekomendasi penutupan sementara sejumlah ruang kerja dilingkungan Sektretariat Daerah Kabupaten Banyuwangi. Khususnya ruang kerja Sekda dan para Asisten.

“Yang kita minta untuk menutup sementara ruang Pak Sekda dan para Asisten,” ungkap Rio.

Selain Sekda Banyuwangi, Ir Mujiono, sebelumnya Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Wawan Yatmadi, juga sempat terpapar Covid-19. Setelah menjalani perawatan, dia pulih dan kini kembali beraktivitas.

Untuk diketahui, di Kabupaten Banyuwangi, terhitung hingga 3 September 2020, telah ditemukan 830 kasus Covid-19. Dengan rincian, 103 orang telah dinyatakan sembuh, 13 orang meninggal dunia dan 714 sedang menjalani perawatan.