Kakorlantas Polri Dan Kapolda Metro Jaya Tinjau Pos Pengamanan Operasi Ketupat Jaya 2020 Kota Bekasi

Laporan : Johannes Hutagaol

BEKASI,poskota.net- Kepala Korps Lalu Lintas Polisi Republik Indonesia (Kakorlantas Polri) Irjen Pol Istiono, dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana melakukan tinjauan ke Pos Pengamanan Operasi Ketupat Jaya 2020 di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, pada Selasa (28/4/2020) sore.

Kakorlantas Polri, Irjen Pol Istiono datang lebih dahulu langsung masuk ke dalam pos pengamanan tersebut. Tak lama menyusul Kapolda Metro Jaya.

Di dalam pos ada Kapolres Metro Bekasi Kota, Dandim 0507 Kota Bekasi dan Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto beserta jajarannya, mereka membahas evaluasi pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Kota Bekasi dan juga titik penyekatan larangan mudik.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono dalam keterangannya mengatakan secara nasional, sebanyak 9.333 kendaraan mudik putar balik selama operasi Ketupat Jaya 2020.

Diketahui, data ribuan kendaraan hendak mudik putar balik tersebut terhitung selama empat hari pemberlakuan penyekatan mudik secara nasional.

Kegiatan penyekatan mudik nasional ini, diketahui diberlakukan dari wilayah Palembang hingga Jawa Timur, baik roda empat maupun roda dua.

“Secara nasional keseluruhan dari Lampung hingga Jawa Timur sampai hari ke empat 9.333 yang sudah diputar balik,” ujar Istiono, ke awak media

Istiono mengungkapkan upaya penyekatan mudik yang dilakukan berjalan efektif, hal itu dikarenakan kendaraan yang kedapatan hendak mudik mulai berkurang tak seperti pada hari pertama dan kedua.

“Cek poin yang sudah dibangun semua berjalan efektif. Indikasi mereka yang mudik ini dari hari ke hari sudah mulai menurun,” imbuh dia.

Kata Istiono belum ada sanksi yang diberikan bagi mereka yang nekat mudik.Bahkan kemungkinan besar para pengendara hanya disuruh putar balik saja, apalagi, penyekatan larangan mudik ini masuk dalam Operasi Ketupat yang penegakkan hukumnya dilakukan secara persuasif.

“Itu sudah sanksi (putar balik) karena jauh-jauh berangkat diputar balikkan, kalau bandel lagi malah kena sanksi sosial dari masyarakat, makanya saya harap kesadaran masyarakat untuk mencegah Covid-19 secara patuhi aturan tidak mudik,” bebernya.

Istiono pun menanggapi mengenai banyaknya alasan pemudik, baik itu beralasan tak ada pekerjaan hingga takut kelaparan.

Namun Istiono menegaskan, kepolisian menyisir dan mendatanya agar mereka mendapatkan bantuan sosial.

Selain semua kepala daerah wajib memastikan warganya baik ber KTP setempat maupu luar daerah agar mendapatkan bantuan.

“Semua lagi disisir, masyarakat yang tidak punya pekerjaan mapun yang tak dapat bantuan sosial, Polri menyisir, di wilayah-wilayah paling ujung, di Polres Polri menyiapkan 25 ton beras di sana bagi masyarakat yang kelaparan Polri akan aktif memberikan bantuan,” tutur dia.

Istiono juga memberikan apresiasi terhadap jajaran Kepolisian, TNI dan pemerintah daerah yang telah kerja keras menjalankan PSBB maupun peyekatan mudik ini.

Diharapkan, semua aparat dibarengi dengan kepatuhan dan kedisiplinan warga terhadap aturan pemerintah dalam upaya memutus mata rantai Covid-19.” Tutup dia.

Cegah Adanya Pemudik yang Menyusup, Ditpolairud Polda Banten Gelar Patroli di Kapal TB Trans Power 207

Laporan : Erwin Silitonga

MERAK,poskota.net – Antisipasi adanya pemudik yang menyusup di kapal, Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten gelar patroli di kapal TB Trans Power 207. Selasa (28/04/2020)

Direktur Kepolisian Air dan Udara (Dirpolairud) Polda Banten Kombes Pol Heri Sulistya Budi Santosa, Sik mengatakan patroli ini tujuannya untuk mencegah adanya pemudik yang menyusup ke kapal.

“Kali ini kita melakukan pemeriksaan di kapal TB Trans power 207 dan sekaligus mengecek penumpang kapal, antisipasi adanya pemudik yg mencoba menyusup di kapal”, katanya.

Heri Sulistya Budi Santosa juga menambahkan bahwa Ditpolairud Polda Banten juga melaksanakan operasi ketupat kalimaya 2020 di perairan Merak.

“Dan kita juga melaksanakan patroli operasi ketupat kalimaya 2020 di perairan merak dan sekitarnya yang bertujuan untuk menjaga situasi tetap aman”, tambahnya.

“Serta melaksanakan deteksi dini dalam mencegah tindak pidana perairan yang berpotensi mengganggu sitkamtibmas selama bulan puasa ini”, lanjutnya.

Ditempat yang terpisah, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan mudik dulu.

“Terkait adanya pandemi covid-19 ini, saya menghimbau kepada masyarakat agar menunda mudiknya, mari kita ikuti arahan dari pemerintah, supaya kita bisa memutus mata rantai penyebaran covid-19 ini”, ujarnya.

“Dan jangan sampai virus Corona ini bisa menular kepada saudara-saudara kita yang ada di kampung halaman”, lanjut Edy Sumardi.

FWJ Tawarkan Gugus Tugas Covid 19 Hotline Centre dan IWMT

Laporan: Erwin Silitonga

JAKARTA,poskota.net – Wabah pandemi convid 19 telah menjadi bencana dunia. Hampir 240 negara saat ini resmi menyatakan warganya telah terpapar Covid 19, termasuk Indonesia.

Tiongkok, Amerika, Italia, Iran, Korea menjadi negara terbesar korban Convid 19. Melalui catatan resmi yang setiap hari diinformasikan Juru Bicara Satuan Tugas Gugus Penanggulangan wabah covid-19, penyebaran virus ini terus bertambah.

Saat ini yang terpapar virus secara nasional sudah menyentuh angka 8882 orang dengan sebanyak 740 orang dinyatakan sembuh dan 650 orang dinyatakan meninggal. Jakarta sebagai ibukota menjadi episentrum penyebaran virus dengan korban terbesar dan terluas (red zone area) memiliki beban tertinggi dalam hal penanggulangan dibanding wilayah lain di seluruh Indonesia.

Selain memiliki jumlah penduduk yang padat, masalah kependudukan dan banyaknya pekerja pendatang yang berdomisili diluar DKI menjadi permasalahan yang kian komplek.

Hal itu mendorong Forum Wartawan Jakarta (FWJ) berinisiatif berikan solusi dalam penerapan Hotline pengaduan warga dampak Covid-19 sekaligus menyarankan ke Gugus Tugas Cegas Covid-19, pemerintah, TNI dan Polri dengan mengusulkan adanya Isolasi Wilayah Mandiri Terpadu (IWMT). Usulan tersebut muncul atas dasar keprihatinan bersama yang digagasi oleh Ketua Dewan Pembina FWJ, Habib Abdul Qadir.

Menurutnya, rentetan panjang kembali memasung warga DKI setelah Anies Baswedan melaksankan penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) sejak 19 Maret 2020 dan kemudian diperpanjang hingga 23 Mei 2020, belum ada tanda-tanda atau kepastian bagaimana wabah covid-19 akan berakhir.

“Sebaliknya, kebijakan dan tata cara pemerintah pemprov DKI dalam menangani Covid-19 dianggap tidak sistematis dan kurang profesional hingga menjadi pertanyaan semua pihak,” terangnya.

Utamanya terkait pemberian bantuan sosial bagi masyarakat pasca diterapkannya PSBB dengan penerapan masyarakat tetap stay at home, menjadi amburadul. Namun kami tidak menyalahkan pemerintah.

“Setidaknya kami hadir memberikan solusi untuk meringankan beban Gubernur DKI Jakarta. “Beber Abdu Qadir melalui Video Call siaran persnya dari Kalimantan, Selasa (28/4/2020) pagi.

Ia merinci, Hotline Service atau Call Centre sebagai salah satu solusi yang harus diakui atas dampak sosial akibat kebijakan diterapkannya PSBB, sehingga berakibat pola dan skema bantuan sosial yang diharapkan masyarakat tidak sesuai harapan yang dijanjikan pemerintah.

Baik terkait jumlah dan besaran bantuan sosial, maupun persoalan pendistribusian berdasarakan data base statistik warga yang berhak menerima atau tidak di lima wilayah DKI, Pusat, Timur, Barat, Utara dan Selatan.

“Akibatnyakan penerapan kebijakan PSBB menjadi tidak efektif dan banyak warga tidak lagi mengindahkan kebijakan yang diberlakukan untuk dipatuhi. Dengan alasan persoalan perut, hingga sosial distancing tidak lagi diperhatikan. Tentunya bisa dibayangkan, pemutusan mata rantai penyebaran virus Convid 19 yang menjadi tujuan, kian jauh dari harapan. “Ulasnya.

Abdul Qadir juga mengulas tahapan semua unsur dalam mencegah wabah Covid-19 dibutuhkan kepatuhan terhadap protokol antisipasi, serta pencegahan seperti telah dijelaskan dalam instruksi-instansi kesehatan. “Masyarakat dalam hal ini dapat mengajukan isolasi wilayah mandiri terpadu dengan ketentuan:

1). Masyarakat telah bersepakat secara keseluruhan untuk mengisolasi lingkungannya atau wilayahnya yang dipimpin oleh ketua RT, dan kemudian disampaikan kepada gugus tugas covid-19 di daerah masing-masing.

2). Kepekaan instansi terkait sangat dibutuhkan untuk melakukan chek kesehatan menyeluruh;

3). Dalam pelaksanaan isolasi mandiri, warga bersama aparat terkait menjaga secara disiplin alur keluar masuk warga secara ketat, artinya tidakk ada warga yang keluar masuk diwilayah tersebut dengan batas waktu paling lama 15 hari;

4). Jika program tersebut berjalan efektif secara bersamaan antar wilayah dengan catatan tidak adanya suspect, odp, diwilayah itu, maka batas antar lingkungan dapat dibuka untuk masing-masing wilayah isolasi mandiri;

5). Untuk lingkungan yang terdpat suspect covid, masyarakat akan menyediakan kebutuhan pokok dari warganya yang menjadi korban, artinya mereka tetap diam dirumah masing-masing, warga yang akan berpartisipasi membantu kebutuhan pokoknya.

“Keseluruhan prgram diatas, dapat berjalan efektif dengan prioritas komunikasi intensif, testruktur, dan aplikatif, memudahkan database kongkrit serta menjauhkan depresi diurat nadi kehidupan masyarakat. Tugas ini dapat meringankan beban pemerintah dalam pencegahan wabah Covid-19. “Jelas Abdul Qadir.

Sebagai pondasi pilar ke 4 demokrasi, Forum Wartawan Jakarta menginisiasi adanya kebijakan dan keputusan cerdas, cermat, responbilitif, terencana dan terukur semua pihak agar wabah virus covid-19 dapat ditanggulangi sehingga korban lebih besar dapat diminimalisir.

Hal itu dikatakan kordinator pelaksana Hotline Centre cegah wabah Covid-19 Forum Wartawan Jakarta yang juga sebagai wakil 1 bidang organisasi, Esa Tjatur Setiawan ketika diminta tanggapannya soal bentukan Hotline Centre pengaduan warga yang akan dibangun Forum Wartawan Jakarta, dengan bantuan fasilitas maupun sumber pendanaan yang ditanggung bersama Gugus Tugas cegah Covid-19, Pemerintah, TNI dan Polri.

Esa mengulas salah satu solusi yang bisa diambil oleh pemerintah Hotline Service atau Call Centre Pengaduan yang dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat/ publik. Secara fungsional, melalui Call Centre ini publik dapat dengan mudah memperoleh informasi secara sistematis, cepat dan akurat serta terukur terkait wabah Covid-19 dan penanggulangannya.

“Nantinya kita akan menerapkan didalamnya termasuk menyangkut data dan agenda pendistribusian bantuan sosial secara serentak terhadap kantong-kantong warga yang terdampak wabah Corona. Dengan adanya Hotline Service atau Call Centre ini menjadi aset yang dapat memberikan kontribusi signifikan diberbagai aspek. “Pungkasnya.

Bengkok Desa Tambong Banyuwangi Tidak Disewakan, Namun Dikelola Kades

Laporan: Ahmad Sahroni

BANYUWANGI,poskota.net – Penjelasan Kepala Desa (Kades) Tambong, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Agus Hermawan, tentang Tanah Kas Desa (TKD) atau bengkok diwilayahnya tidak disewakan.

Kades Tambong mengklaim prosedur pengelolaan bengkok diwilayahnya sudah sesuai aturan. Khususnya Permendagri Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Aset Desa dan Peraturan Bupati (Perbup) Banyuwangi Nomor 17 Tahun 2019 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa.

Namun Kepala Desa Tambong Agus Herwanan, mengakui bahwa pengelolaan bengkok seluas 6,9 hektar tersebut dilakukan belum atau tanpa didasari dengan Peraturan Desa (Perdes).

“Sedang Pak Mirso itu hanya pekerja saya, kebutuhan sehari-hari yang mencukupi saya, sejak dulu disini pengelolaan bengkok memang tidak ada Perdes nya,” ucapnya, Selasa (28/4/2020).

Agus juga menyebutkan, karena bengkok Desa Tambong dikelola sendiri oleh dirinya selaku kades, maka tidak membutuhkan persetujuan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

“BPD cukup mengetahui saja,” ungkapnya, diamini oleh Ketua dan Sekretaris BPD Desa Tambong, Kholid dan Ta’in serta Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) setempat.

Ketua BPD Desa Tambong, Khalid menambahkan, pihaknya punya alasan kenapa tenaga pengelola tanah bengkok dipilih dari luar desa. Yakni guna menghindari kesan pilih kasih.

“Karena pernah ada beberapa warga yang usul untuk mengelola bengkok, kalau dikasihkan kesalah satu, nanti yang lain iri, dan bisa jadi gesekan. Makanya pengelola kita ambil dari warga luar Tambong,” katanya.

Sementara itu, dalam Pasal 3 Permendagri Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Aset Desa, disebutkan bahwa Pengelolaan aset desa dilaksanakan berdasarkan asas fungsional, kepastian hukum, transparansi dan keterbukaan,
efisiensi, akuntabilitas, dan kepastian nilai.

Dan pada Pasal 11 ayat 3, ditegaskan bahwa pemanfaatan aset desa ditetapkan dalam Peraturan Desa (Perdes).

Pada Pasal 11 ayat 3 Perbup Banyuwangi Nomor 17 Tahun 2019 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa, disitu juga ditegaskan bahwa pemanfaatan aset desa ditetapkan dalam Peraturan Desa (Perdes). Dimana disitu tertuang mulai perencanaan, pembiayaan hingga keuntungan.

Dan baik pada Permendagri Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Aset Desa dan Perbup Banyuwangi Nomor 17 Tahun 2019 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa, tidak satu pun menyebut adanya pemanfaatan TKD atau bengkok oleh Kades pribadi. Yang ada adalah pemanfaatan secara sewa, pinjam pakai, kerja sama pemanfaatan, dan bangun guna serah atau bangun serah guna. Itu pun harus didasari dengan Perdes.

Masuki Bulan Suci Ramadhan, Polda Banten Kembali Gelar Dapur Lapangan Brimob Banten

Laporan: Erwin Silitonga

SERANG,poskota.net – Memasuki bulan suci Ramadhan dan peduli dampak dari pandemi virus Corona (Covid-19), Kepolisian Daerah (Polda) Banten dan TNI melalui Sat Brimob Polda Banten mendirikan dapur umum bersama di Alun-alun Barat Kota Serang, Selasa (28/04/2020).

Dalam kegiatan ini, personil yang diturunkan dari TNI-Polri, 30 Personel Satbrimob Polda Banten, 10 Personel Polda Banten, 35 personel Polres Serang Kota, 6 Personel Koramil 0201 Serang. Bakti sosial TNI – Polri ini dilakukan dengan membagikan makanan untuk berbuka puasa bagi para ojol, tukang becak, pemulung dan masyarakat terdampak lainnya.

Kapolda Banten Irjen Pol Drs. Agung Sabar Santoso,S.H,M.H melalui Karo Ops Polda Banten Kombes Pol Aminuddin Roemtaat mengatakan upaya yang di lakukan oleh pihak Kepolisian sebagai wujud empati Polri kepada masyarakat yang sangat membutuhkan adanya bantuan bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari penghasilan harian seperti tukang ojek, becak, sopir angkutan umum, dan pemulung.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan bakti sosial yang dilakukan oleh Polda Banten, dimana Brimobda Banten menggelar dapur lapangan untuk memasak makanan dan membagikannya kepada masyarakat yang ada di sekitar lokasi yang terdampak Covid-19”, ucap Aminuddin Roemtaat.

Komandan Satuan Brimob Polda Banten AKBP Dwi Yanto Nugroho menjelaskan Brimob Polda Banten diturunkan untuk membuka dapur lapangan untuk melaksanakan bakti sosial berupa pembagian makanan gratis.

“Disini kami dari Satuan Brimob Polda Banten ditugaskan Bapak Kapolda Banten untuk membuka dapur lapangan, dan dimana personil Brimob ditugaskan untuk memasak makanan, dan ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat yang terdampak pandemi covid-19 ini”, terang Dwi Yanto.

“Kegiatan ini dilaksanakan dengan profesional dan bahan makanan yang di olah merupakan bahan yang berkualitas (tidak basi atau busuk) serta makanan yang dimasak secara higienis”, ungkap Dwi Yanto.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi menambahkan adanya kegiatan pemberian bantuan makanan siap saji hasil dari adanya dapur umum yang didirikan oleh Sat Brimob Polda Banten berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat di masa pandemi covid-19.

“Dengan didirikannya dapur umum ini bertujuan untuk memberikan bantuan dengan membagikan sejumlah 500 nasi bungkus kepada masyarakat yang membutuhkannya di wilayah hukum Polres Serang Kota”, terang Edy Sumardi.

Selain itu Edy Sumardi pun terus memberikan himbauan kepada seluruh elemen masyarakat agar dapat bekerja sama dan ikut serta mengantisipasi penyebaran pandemi Covid-19 dengan mematuhi adanya kebijakan pemerintah dan maklumat Kapolri.

Tampak hadir dalam kegiatan ini Dirbinmas Polda Banten, Kapolres Serang Kota dan PJU, Kasubagrenmin Sat Brimob Polda Banten, Danramil 0201/Serang dan personil TNI Polri lainnya.

Polda Banten : Peserta Bakomsus Perawat Dan Bidan Polri, Test Psikologi Tahap II

Laporan: Erwin Silitonga

SERANG,poskota.net – Biro SDM Polda Banten menggelar pemeriksaan psikologi tahap II terhadap peserta Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) Perawat dan Bidan Polri TA 2020 di Aula serba guna Mapolda Banten. Selasa (28/4/2020)

Hal tersebut dibenarkan oleh Dirbinmas Polda Banten Kombes Pol Riki Yanuarfi, S.Sos.I., S.H., M.Si. yang mewakili
Karo SDM Polda Banten Kombes Pol Tommy Wibisono, S.I.K, saat dikonfirmasi oleh wartawan di tengah-tengah pelaksanaan pemeriksaan psikologi.

Tahapan tes pemeriksaan Psikologi tahap II dilaksanakan sesuai jadwal yang sudah ditentukan oleh Panitia “saat ini dilaksanakan test wawancara psikologi tahap II terhadap 11 peserta yang masih mengikuti seleksi” ujar Riki

Dalam pelaksanaannya, kata Riki, kami tetap mengacu pada Surat Kapolri Nomor : B/2297/IV/DIK.2.1./2020/SSDM tanggal 6 April 2020 perihal petunjuk dan arahan dalam pelaksanaan seleksi rekrutmen Bakomsus Perawat dan Bidan Polri T.A. 2020. Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa tata cara pengujian yang disesuaikan dengan keadaan atau situasi wabah virus corona (Covid-19).

“Kami selaku panitia daerah mencegah dan meminimalisir penyebaran covid-19 dengan menerapkan aturan sesuai protokol kesehatan dan physical distancing” katanya

Walaupun dalam situasi wabah Pandemik Covid-19 saat ini, lanjut Riki, Biro SDM Polda Banten tetap mengedepankan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis)

Buka Dapur Umum, Polresta Tangerang dan TNI Bagikan Makan Sahur

Laporan : Erwin Silitonga

TANGERANG,poskota.net – Polresta Tangerang bersama TNI menggelar dapur umum dan bagikan makan sahur kepada masyarakat yang melintas di depan Pos Pam Balaraja Timur

Kegiatan dapur umum Gabungan TNI Polri dilaksanakan di Pos Pengamanan Lebaran 2020 Balaraja Timur. Dihadiri oleh Kapolres Kota Tangerang dan para PJU Polres kota Tangerang. Selasa (28/04/2020), Pukul 03.00 WIB dini hari.

Kapolda Banten Irjen Pol Agung Sabar Santoso melalui Kapolresta Tangerang Kombes. Pol. H. Ade Ary Syam Indradi., S.H. S.I.K., M.H. mengatakan kegiatan ini diawali dengan memasak bersama dan membagikan 200 paket nasi box untuk makan sahur.

Ade Ary menjelaskan, “Tujuan kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian polri terhadap masyarakat yang terdampak wabah covid-19”, jelasnya.

Terkait pembagian makanan sahur ini, Ade Ary berharap agar masyarakat yang terdampak pandemi covid-19 ini dapat terbantu dan meringankan beban hidupnya,”ungkapnya

Ditempat terpisah, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi berikan apresiasi kepada Polresta Tangerang yang telah menggelar dapur umum bersinergi dengan TNI dan membagikanya kepada masyarakat untuk makan sahur.

Edy Sumardi menambahkan bahwa kegiatan ini sesuai dengan program prioritas Kapolri no 2 dan no 5 yaitu Pemantapan Harkamtibmas dan Penguatan sinergi polisional

Dan terkait penyebaran covid-19 ini, Edy Sumardi mengajak masyarakat agar menjaga kesehatan.

“Selalu mengunakan masker saat diluar rumah, rajin mencuci tangan dengan sabun dan selalu menerapkan Phycsical Distancing atau jaga jarak dengan org lain. Semua itu kita lakukan agar tidak tertular dan agas bisa memutus mata rantai penyebaran covid-19 ini”, ujarnya.

30 Tahun Mengabdi Batalyon Dhira Brata /Akpol 1990 Sumbang APD Ke RS Brimob Dan Setukpa Polri Sukabumi

Laporan: Erwin Silitonga

JAKARTA,poskota.net- Dalam rangka 30 tahun pengabdian, lulusan Akademi Kepolisian ( Akpol ) tahun 1990 atau batalyon Dhira Brata memberikan bantuan berupa Alat Pelindung Diri (APD).

Bantuan ini diserahkan langsung oleh Dirbinpotmas Korbinmas Barhakam Polri
Brigjen Edy Mubowo di Gedung TNCC, Mabes Polri, Jakarta, Senin (27/4).

Edy mengatakan, guna membantu pencegahan dan penanganan wabah Covid-19 bantuan ini berupa 200 set APD lengkap untuk RS Brimob dan RS Setukpa Sukabumi.

“Bantuan APD dan tentunya barang-barang ini akan sangat berguna untuk pengamanan petugas saat membantu menangani pasien Covid-19,” kata Edy dalam keteranganya, Senin (27/4).

Bantuan ini, sambung Edy, sebagai bentuk keprihatinan atas kelangkaan alat pelindung diri standar medis di beberapa rumah sakit. Apalagi saat ini tenaga medis sangat membutuhkan alat pelindung diri untuk mencegah penularan virus saat menangani pasien.

“Juga merupakan bentuk dukungan kami bagi para tenaga medis yang sedang berjuang menangani wabah Covid-19,” pungkas Edy.

Kegiatan tersebut dikomandoi oleh Komjen Pol Firli Bahuri sebagai ketua alumni angkatan Batalyon Dhira Brata Akpol Angkatan 1990.

Sat Brimob Polda Banten Gelar Dapur Lapangan dan Bagikan Makanan Sahur

Laporan: Erwin Silitonga

SERANG,poskota.net – Memasuki hari ke-5 bulan suci Ramadhan 1441 H, Kepolisian Daerah (Polda) Banten melalui Brimob Banten dirikan dapur lapangan yang digelar di Jl. Ahmad Yani, Kota Serang, Selasa (28/04/2020) pukul 02.30 wib.

Kapolda Banten Irjen Pol Agung Sabar Santoso melalui Komandan Satuan Brimob Polda Banten AKBP Dwi Yanto Nugroho menjelaskan bahwa dapur lapangan milik Brimob Banten kembali diterjunkan untuk menyajikan makanan sahur dan dibagikan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Ya, pagi ini dapur lapangan Brimob Banten kembali beraksi. Dengan chef andalan kami, kami menyiapkan 150 paket nasi untuk makan sahur dan dibagikan kepada masyarakat yang Terdampak Covid-19, tukang ojek online, tukang ojek pangkalan, tukang becak, pemulung, supir angkutan umum dan masyarakat lainnya yang membutuhkan,” terang Dwi Yanto.

Lanjut Dwi Yanto, “Ini merupakan bhakti Brimob kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 di Banten”.

Dwi Yanto juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini dilakukan dengan profesional dan bahan makanan yang disiapkan juga dengan kualitas yang baik.

“Kegiatan ini dilaksanakan dengan profesional dan bahan makanan yang di olah merupakan bahan yang berkualitas, serta makanan yang dimasak pun diolah secara higienis dan pada saat memasak juga tetap memperhatikan jarak minimal (physical distancing)”, ungkap Dwi Yanto.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Dansat Brimob ini didampingi oleh Wadansatbrimob Polda Banten AKBP Elvianus Laoli, Danyon A Pelopor Satbrimob Polda Banten Kompol Norhayat, Kasubbagrenmin Satbrimobda Banten AKP Asep Renggana, Kasubsi Palang Si Log Satbrimobda Banten Iptu Abudin dan diikuti oleh 30 personil Brimob Banten lainnya.

Di tempat Terpisah, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi Menyampaikan bahwa kegiatan operasi kemanusiaan ini merupakan Implementasi dari Perintah Kapolri saat Vidcon beberapa hari yang lalu.

Agar seluruh polda dan Polres, selain Membagikan sembako dan makanan untuk berbuka puasa, Juga memerintahkan Polri Menggelar Dapur Umum Lapangan untuk memberikan makanan sahur bagi masyarakat di sekitar kesatuan yang Terdampak Covid-19, baik di Polda maupun Polres Polres seluruh jajaran.

“Polri Hadir ditengah masyarakat sebagai wakil pemerintahan sehingga bakti polri ini hanya untuk masyarakat indonesia,” Demikian Ujar Edy Sumardi.

Hari Ke-4 Ops Ketupat Kalimaya, 612 Unit Kendaraan Mudik Di Putarbalikan

Laporan: Erwin Silitonga

SERANG,poskota.net – Di hari ke-4 pelaksanaan operasi ketupat kalimaya 2020 di wilayah hukum Polda Banten, tercatat sebanyak 612 unit kendaraan mudik telah di putarbalikan oleh petugas gabungan yang berada di beberapa titik lokasi pos check point

Hal tersebut di ungkapkan oleh Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Wibowo saat di konfirmasi, Senin (27/4/2020). Wibowo menjelaskan upaya yang dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah atas larangan tidak mudik di masa pandemi covid-19

“Kami akan terus mengedukasi kepada masyarakat tentang anjuran pemerintah yang melarang mudik jelang hari raya idul fitri 1441 H, diharapkan masyarakat tidak nekat mudik, dipastikan pemudik akan diberhentikan dan dilakukan pemeriksaan oleh pihak kami dari Kepolisian dan petugas gabungan lainnya di lokasi check point” ucap Wibowo

Sesuai dengan pendataan yang kami lakukan, kata Wibowo, adanya penurunan jumlah kendaraan mudik dibandingkan dihari pertama berlangsungnya Ops Ketupat Kalimaya, yang mana untuk hari pertama (24/4/2020) tercatat sebanyak *257 unit*, di hari ke-2 *186 unit (turun 27%)* hari ke-3 *112 unit (turun 40%)* dan untuk hari ke-4 *57 unit (turun 50%)*

“Dengan adanya penurunan jumlah kendaraan, berarti ada peningkatan kesadaran masyarakat akan anjuran Pemerintah yang melarang untuk tidak mudik” katanya

Dilokasi berbeda Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi menambahkan Operasi Ketupat Kalimaya 2020 merupakan operasi kemanusiaan yang lebih mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif sebagai upaya Polri dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait adanya larangan untuk tidak mudik serta pemberlakuan PSBB guna mencegah penyebaran virus corona

“Operasi Ketupat Kalimaya di tahun ini sangat berbeda dibanding tahun sebelumnya, karena lebih awal dilaksanakan dan lebih spesifik berdasarkan sasaran operasi di tengah kondisi Pandemi Covid-19” Jelas Edy Sumardi.

Edy Sumardi berharap, seluruh elemen masyarakat dapat bekerjasama dalam mendukung kebijakan pemerintah tentang larangan mudik, hal tersebut bertujuan untuk menjaga keselamatan warga dan keluarga di kampung halaman “Mari sayangi keluarga anda, jangan bawa potensi virus ke kampung halaman dan lebih baik untuk tetap di rumah” pungkasnya