Wakapolda Kalteng Drs. Indro Wiyono. Msi mewakili Alumni AKABRI 1989 Bagikan Bansos Bakti Sosial Polri Peduli Covid-19.

Laporan : Johannes Hutagaol

JAKARTA,poskota.net- Drs. Indro Wiyono. Msi adalah alumni Akabri bagian Kepolisian 1989 yang bertugas dan menjabat sebagai Wakapolda Kalimantan Tengah mendukung terselenggaranya program Solidaritas Sosial Alumni AKABRI 1989 dengan cara turun langsung kelokasi membagi bagikan sembako sebanyak 400 paket kepada masyarakat diwilayah desa tertinggal, Minggu (31/05/20).

Paket sembako yang masing masing berisi : beras 5 kg, minyak 1 liter, kecap 1 botol, gula pasir 1 kg, Teh 1 box kecil dan sarden 1 kaleng. yang dibagikan jumlahnya belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sepanjang hari namun yang diharapkan oleh Drs. Indro Wiyono Msi agar tidak menilai dari jumlah isi paket sembako.

Namun yang diharapkan adalah selain ingin membantu meringankan beban warganya, keberadaan aparat yang memang harus ada ditengah tengah masyarakat, serta untuk mewujudkan bentuk kepedulian sosial para alumni AKABRI 1989 kepada warga masyarakat yang terkena dampak covid-19.

Pada kesempatan tersebut diatas dimanfaatkan juga oleh Drs. Indro Wiyono Msi untuk memberikan pesan kamtibmas kepada warga masyarakat menjelang diberlakukan New Normal agar masyarakat lebih disiplin dalam menjalani tatanan kehidupan yang baru dg mematuhi aturan Pemerintah seperti patuhi protokoler sebelum masuk rumah/gedung/pertokoan dll.

Cuci tangan yg bersih dg sabun, tidak keluar rumah kalau tdk penting, tunda mudik, pakailah masker, jaga jarak, physical distancing.

Tidak ada cara lain kecuali patuh dan taat terhadap aturan pemerintah untuk memutus mata rantai penyerabaran virus Covid(19) serta harus bisa meningkatkan kesabaran, tawakal dan perbanyak dzikir dan doa”, jelas Drs. Indro Wiyono, Msi.

Pihaknya merasa nyaman dan tenteram dengan kehadiran bapak bapak polisi yang datang kekampung kami dengan membawa makanan pokok dan barang barang yang kami butuhkan saat ini, jujur kami merasa terharu melihat bapak bapak polisi ternyata ikut merasakan kesedihan kami.

“Setahu kami tugas polisi menangkap pelaku kejahatan ternyata hari ini datang ketempat tinggal kami untuk memberikan bantuan makanan dan barang barang yang benar benar kami butuhkan disaat saat kondisi seperti ini, ” ungkap bpk Kamil salah satu warga penerima bantuan.

Program Solidaritas Sosial Alumni AKABRI 1989 selain diwilayah Kalimantan Tengah nanti akan dilaksanakan diseluruh wilayah Indonesia, sedangkan penanggung jawab pelaksanaannya adalah alumni AKABRI 1989 yang tersebar dan bertugas diseluruh wilayah Indonesia.

Program Solidaritas Sosial Alumni AKABRI 1989 sudah dibentuk dan akan di Launching oleh Ketua Panitia Pelaksana Baksos Solidaritas Sosial AKABRI 1989, Bapak Brigadir Jenderal Polisi Drs. Andhi Hartoyo SH.MH pada hari Kamis, 11 juni 2020 jam 09.00 wib di halaman Kantor Baharkam Polri.

Untuk wilayah Kalimantan Tengah kegiatan program Solidaritas Sosial Akabri angkatan 89 sudah dilaksanakan karena menyesuaikan dengan tugas tugas dinas yang sudah terjadwal di Polda Kalimantan Tengah.

Jumlah paket sembako yang akan dibagikan keseluruh wilayah Indonesia diperkirakan sebanyak 24.000 paket.

“Pendistribusian sembako ke wilayah wilayah akan ditunjuk masing masing LO yang bertanggung jawab sampai ketempat tujuan yang sudah ditentukan kemudian dikoordinasikan dengan wilayah yg akan menerima sembako,” jelas Ketua Panitia Baksos Brigjen pol Drs. Andhi Hartoyo, Msi.

Kapolres Takalar Beri Penghargaan keBhabinkamtibmas polsek – polsek

Laporan : Fatma

TAKALAR,poskota net -Polres Takalar AKBP. Budi wahyono. Memberikan penghargaan kepada Bripka erwin saputra. Dilapangan apel mapolres takalar jalan daeng manjarungi Jumat. 29/5/2020.

Kapolres takalar menyampaikan bahwa pola penilaiyan polisi teladan bukan pada saat nilai lomba, tetapi mencari polisi yang mempunyai lnovasi dan berdedikasi tinggi. Brika erwin saputra bhabinkamtibmas desa lantang serta polsek – polsek Takalar diberi penghargaan oleh kapolres takalar.

Setelah berhasil meraih peringkat ketiga polisi teladan polda sulsel. Kali ini yang mendapat penilain bhabinkamtibmas tapi pada funsi yang lain tidak menutup kemungkinan apalagi ada lnovasi yang baik dalam melaksanakan tugas bisa mendapat perhatian dari pempinan.

“Saya sebagai kapolres Takalar dan pribadi mengucapkan terima kasih dan setingginya. Baru empat bulan saya disini sejumlah prestasi telah kita raih dan telah mendapat pengakuan oleh polda sulsel,” ungkap AKBP Budi Wahyono

“Tentunya ini bukan karna saya tetapi ini merupakan hasil dari kerja keras kita semua,” tandasnya.

Jelang”New Normal,”Bupati:Tinjau Kesiapan Gereja HKBP Pearaja-Tarutung, Ibadah Tetap Terapkan Protokol Kesehatan Covid19

Laporan:Amir Hutabarat

TARUTUNG,poskota.net-Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M. Si bersama Dandim 0210/TU Rony Agus Widodo, Kajari Tatang Darmi, Wakapolres Taput Mukmin Rambe, didampingi beberapa pimpinan OPD meninjau kesiapan Gereja HKBP Pearaja Tarutung sebagai percontohan awal pembukaan fasilitas umum menjelang ‘New Normal’, Tarutung (Sabtu, 30/05/2020)

“Menjelang Tatanan Baru ‘New Normal’ satu persatu fasilitas umum akan dibuka kembali, salah satunya adalah tempat Ibadah. Kita berharap dengan peninjauan saat ini, pelaksanaan Ibadah besok berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Pelaksanaan Ibadah kebaktian di Gereja HKBP Pearaja ini akan menjadi ‘rule model’ bagi tempat ibadah lainnya. Selanjutnya Gereja lain juga akan dibuka minggu depan termasuk Ibadah di Mesjid,” ucap Bupati mengawali peninjauan tersebut.

“Dalam peninjauan Bupati bersama Forkopimda memberikan arahan dan masukan agar pelaksanaan Ibadah dapat mengikuti aturan Prosedur Standar Tatanan Baru.

Bupati dan rombongan dalam peninjauan diterima oleh Pdt. Saor Hutagaol, STh selaku Pendeta Resort bersama para Pengurus Gereja menganjurkan agar pihak gereja harus menyepakati beberapa ketentuan dalam pelaksanaan tata cara beribadah yang berpedoman pada protokoler kesehatan Covid-19.

“Saat proses pelaksanaan ibadah gereja di harapkan agar tetap mengikuti prosedur protokol kesehatan,semua wajib pakai masker, ada tempat cuci tangan atau hand sanitizer, antrian sebelum Jemaat masuk Gereja harus diatur jaraknya, tidak bisa duduk rapat-rapat, hanya diperbolehkan mengisi tempat duduk dengan sistem 1-2.

Diminta secara khusus pihak Gereja harus membuat jadwal dengan baik agar Jemaat yang datang tidak membludak. Besok akan kita pantau pelaksanaannya, semoga jadi contoh yang baik.

Untuk itu mari semua pihak diharapkan dapat memaklumi kondisi sekarang karena ini dilakukan untuk keselamatan bersama dan semua harus disiplin,” jelas Bupati.

Peduli Warga Dampak Covid-19, Dapur Umum Kasih Bhayangkari Polres Metro Bekasi Kota Siapkan 1000 Nasi Kotak Gratis.

Laporan : Johannes Hutagaol

BEKASI,poskota.net- Kepedulian Polres Metro Bekasi dalam upaya meringankan beban warga dan menunjang konsumsi kegiatan anggota Polres yang melakukan kegiatan PSBB dan Pengamanan operasi Ketupat Jaya 2020 , Ibu – Ibu Bhayangkari dan Polwan melalui Dapur umum kasih Bhayangkari melaksanakan kegiatan memasak ditengah pandemi Covid-19.

“Dapur umum kasih Bhayangkari selama ini melakukan kegiatan memasak untuk nasi kotak yang dibagikan ke warga dampak virus Covid-19 dan untuk anggota yang lakukan kegiatan PAM Ketupat Jaya 2020,” kata kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kompol Erna Ruswing Andari, Minggu (31/05/2020).

Pelaksanaan dapur umum hari ini, katanya untuk makan malam bagi warga khususnya mayoritas dari mereka warga masyarakat yang berekonomi rendah yang menjadi sasaran melalui Polsek Bekasi selatan dan Pos PAM Operasi Ketupat Jaya 2020 sebanyak 1000 nasi kotak.

“Nantinya 1000 nasi kotak itu akan dibagi bagikan oleh anggota Polsek Bekasi Selatan, Anggota Sabhara dan Binmas Polres Metro Bekasi Kota dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan,” tutupnya.

Polsek Cibarusah dan Koramil Gencarkan Sosialisasi Adaptasi Kehidupan Baru ( ATB

Laporan Patupa Pakpahan.

BEKASI,poskota.net- Dalam pelaksanaan protokol tatanan kehidupan baru (New Normal) di Pasar Cibarusah, Kp. Baru, Desa. Cibarusah Kota, Kec. Cibarusah, Kab. Bekasi. TNI POLRI gencarkan giat sosialisasi, Sabtu (30/05/2020) pukul 09.00 WIB.

Puluhan personil gabungan TNI POLRI dari Polsek Cibarusah dan Kodim 0509 Kabupaten Bekasi. Dan juga Satpol PP, UPTD Pasar Cibarusah dan PKM dilakukan sosialisasi kepada personil (PAM), petugas pasar dan juga kepada pengunjung pasar.

Kapolsek Cibarusah, AKP Sukarman, SH mengatakan,”Giat sosialisasi ini untuk mengkapanyekan perihal tatanan kehidupan baru (New Normal),”ujarnya, Sabtu (30/05/2020).

“Dengan dikendorkanya PSBB, Namun PSBB tetap berjalan sesuai dengan protokol kesehatan yang ada,”tambahnya.

TNI POLRI dan juga petugas kesehatan memeriksa para pengunjung pasar dengan cara di cek suhu tubuhnya dan juga himbauan tegas untuk selalu memakai masker ketika keluar rumah.

Untuk itu TNI POLRI menegaskan dalam pelaksanaan (New Normal) warga masyarakat harus tetap disiplin dalam mengikuti aturan kesehatan, selalu menggunakan masker dan jaga jarak.

“Untuk mengingatkan masyarakat agar lebih aware lagi dalam mengikuti aturan protokoler ini,”katanya.

Waktu Belajar Dirumah Diperpanjang Hingga 4 Juni 2020

Laporan : Johannes Hutagaol

BEKASI,poskota.net- Pemerintah Kota Bekasi , melalui Dinas Pendidikan resmi memperpanjang masa belajar di rumah bagi siswa jenjang pendidikan usia dini dan sekolah tingkat menengah pertama hingga 4 Juni 2020. Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Dr. Inayatullah menyampaikan perpanjangan berlaku karena kasus virus corona terus meningkat.

“Pelaksanaan PBM di rumah (Home Learning) diperpanjang sampai dengan tanggal 4 Juni 2020 ,” ujar Inayatullah.

Perpanjangan proses belajar mengajar dari rumah diputuskan lewat Surat Edaran Nomor: 421/3453/ Disdik, tentang Perpanjangan Belajar dari Rumah (Home Learning) Ke Tujuh Pada Masa Darurat Corona (Covid 19) di Kota Bekasi.

Inayatullah juga menyatakan, waktu perpanjangan tersebut akan terus disesuaikan dengan kondisi dan situasi pada masa Darurat Covid 19 di Kota Bekasi.

” Ini terus disesuaikan dengan kondisi dan situasi pada masa Darurat Covid 19,” kata Inayatullah

Pihaknya meminta jajaran pengurus sekolah dapat menjalin komunikasi dengan para wali siswa dan siswa untuk selama masa tersebut.

Lanjut Inayatullah turut mengimbau, wali siswa (orangtua siswa) dapat membimbing serta memberikan perhatian penuh kepada anak-anaknya saat pemberlakuan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dari rumah.

” Diharapkan para orangtua dapat membimbing serta memberikan perhatian penuh kepada anak-anaknya, dan diharapkan anak menjadi fokus saat belajar dari rumah,” jelas Inayatullah

Ia juga berpesan supaya orangtua siswa dapat juga mengajarkan anak-anak nya dirumah untuk menerapkan hidup bersih dan sehat.

Dipimpin Perwira Pengendali Dari Polwan, Polsek Bekasi Timur Giat Disiplin PSBB Secara Humanis, persiapan New Normal Life

Laporan : Johannes Hutagaol

BEKASI,poskota.net- Polsek Bekasi Timur melaksanakan kegiatan Penerapan PSBB tahap IV yang sudah diperpanjang Pemkot Bekasi dari tanggal tanggal 27 Mei 2020 sampai 29 Mei 2020.

Kegiatan dalam rangka Penyekatan Pembatasan Berpergian (PBB) untuk memutus mata rantai penyebaran dan disiplin mencegah virus Covid-19 di kota Bekasi saat PSBB tahap IV untuk menuju new normal life.

Bertempat di Blue Mall Jalan Chairil Anwar Kelurahan Margahayu Kecamatan Bekasi Timur Kota Bekasi, kegiatan monitoring dan Binluh PSBB dipimpin Perwira Pengendali ( Padal ) Iptu Yayu Yudhawati, Iptu Yayu Yudhawati bersama anggota Polsek Bekasi Timur Aiptu Ari Abiday, Bripka Siregar dan Bripka Bagus dengan 4 anggota satuan pengamanan Blue Mall,Minggu, Pagi (31/05/2020).

“Giat kali ini saya sebagai Pamdal untuk melaksanakan Penyekatan Pembatasan Berpergian (PBB) di Pusat perbelanjaan Blue Mall untuk memutus rantai penyebaran Virus Covid-19 agar lebih disilplin,” Kata Iptu Yayu Yudhawati, Perwira Polwan yang juga Kasie Humas Polsek Bekasi Timur.

“Dalam PBB ini saya bersama anggota dibantu Satuan pengamanan Pimpinan pak Sukirman keliling memberikan himbauan dan teguran dengan santun kepada pegawai atau pengunjung yang tidak melaksanakan protokol kesehatan.” Ucap Yayu

Selain Himbauan protokol kesehatan lanjutnya, seperti wajib memakai masker, cuci tangan dengan air mengalir atau pakai hand Sanitizer dan jaga jarak memang kami himbau jika tidak penting untuk keluar rumah, seperti belanja bahan pokok seperti ke blue mall cukup dirumah saja.

Polwan yang biasa mendampingi Kapolsek menghadapi awak media menambahkan, saat penyebaran virus Covid-19, masyarakat agar lebih disiplin terutama melaksanakan PHBS ( Perilaku hidup bersih dan sehat ) dan kalau bisa konsumsi vitamin penambah daya tahan tubuh.

 

lanjutnya, sehubungan PSBB kota Bekasi, Tenant saat ini hanya buka Swalayan Carrefour yang buka yang menyediakan sembako dan bahan pokok serta KFC, beberapa Counter Department Store belum buka. Manajemen Pengelolah sudah melengkapi tempat cuci tangan yang terpasang di Pintu masuk Basment serta PIntu Masuk Blu Mall (pintu masuk Lt 1).

“Protokol kesehatan oleh Blue Mall sudah berjalan dilaksanakan dari membuat tempat cuci tangan dan petugas keamanan melakukan pengukuran suhu tubuh yang mau masuk atau berkunjung ke Bali mall wajib dilakukan,” tutupnya.

Pemkab Bekasi Bersiap Terapkan Adaptasi Kebiasaan Baru( New Normal)

Laporan Patupa Pakpahan.

CIKARANG,poskota.net- Pemerintah Kabupaten Bekasi bersiap untuk menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru atau AKB sebagai penerapan sesuai kebijakan pemerintah pusat ( New Normal). Persiapan yang dilakukan diantaranya dengan merancang draft Peraturan Bupati terkait penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru atau AKB di Kabupaten Bekasi.

Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja mengatakan, setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini selesai pada 4 Juni 2020 mendatang,

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi direncanakan akan mulai melakukan pemberlakuan Adaptasi Kebiasaan Baru.

“Sebagaimana hasil rapat dengan Gubernur Jawa Barat, kami pun telah sepakat bersama sama Forkopimda untuk mempersiapkan pemberlakuan Adaptasi Kebiasaan Baru di Wilayah Kabupaten Bekasi,” ucap Bupati saat diwawancarai media di Gedung Command Center, Diskominfosantik Jumat (29/5).

Ditambahkan nya bahwa pemberlakukan PSBB akan dilakukan parsial bukan berdasarkan wilayah, dimana nanti akan dibagi ke dalam beberapa sektor diantaranya diantaranya sektor industri, sektor pemukiman, dan sektor pariwisata.

“Ini kan nanti akan diatur kebeberapa sektor ya, jadi AKB nya juga kita lakukan secara bertahap misalnya sektor industri terlebih dulu lalu kedepannya lagi sektor pemukiman dan sebagainya, tidak hanya itu mungkin nanti juga akan dibentuk tim gugus tugas dimasing-masing sektor,” jelasnya

Dirinya menjelaskan, ketika PSBB dinyatakan selesai pada 4 Juni mendatang, maka selanjutnya akan mulai disosialisasikan penerapan Adaptasi Kehidupan Baru.

Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga akan memastikan kedepannya apakah AKB ini dapat berjalan dengan baik atau tidak dengan cara melakukan upaya yang sistematis, terkoordinasi dan konsisten dalam melakukan pengawasan publik, termasuk memperbesar kapasitas sektor kesehatan untuk mengantisipasi lonjakan penderita Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi dr Alamsyah menjelaskan, Adaptasi Kebiasaan Baru ini merupakan tahapan baru setelah kebijakan PSBB diberlakukan guna mencegah penyebaran massif Covid-19.

“AKB ini ya utamanya agar warga yang memerlukan aktivitas diluar rumah dapat bekerja tentunya dengan standar protokol kesehatan yang ditetapkan dan tidak asal berkerumun,” ucapnya

Alamsyah juga mengingatkan, bahwa ketika AKB dilakukan masyarakat harus sadar penuh bahwa wabah Covid-19 masih ada di sekitar, jadi aktifitas ekonomi maupun publik diperbolehkan namun dengan syarat menggunakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Diakhir penjelasannya ia mengatakan penerapan AKB nantinya diharapkan dapat menjadikan masyarakat menjadi pribadi, atau kelompok yang lebih disiplin, dan taat pada tatanan hidup sehat.

Walikota Bekasi Rapat Kordinasi Dengan Jajaran Forkopimda Kota Bekasi

Laporan : Johannes Hutagaol

BEKASI,poskota.net- Wali Kota Bekasi, DR Rahmat Effendi bersama Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Wijonarko dan Dandim 0507 Bekasi, Kolonel Inf. Rama Pratama dan Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Reny Hendrawati dalam pembahasan mengenai startegi startegi tahapan New Normal yang akan diterapkan di Kota Bekasi yang juga dihadiri oleh para Camat dan Kepala OPD, di kantor Gugus Tugas Covid-19 stadion Patriot Chandrabaga , Sabtu (30/05/2020)

Walikota Bekasi DR Rahmat Effendi menjelaskan bahwa ada beberapa fase yang akan diberlakukan di Kota Bekasi terkait penerapan Tatanan Hidup Baru Masyarakat Produktif (New Normal), yaitu:

Pra Fase Normal: yang ditetapkan sampai 1 Juni 2020 merupakan tahap pertama perencanaan dimana akan dilakukan identifikasi dan pemantauan terhadap indikator physical distancing dan sosial distancing pada masing – masing sektor, seperti pengelola tempat kerja Pemerintah, Swasta, BUMN dan BUMD termasuk juga kendaraan pribadi atau tranportasi umum, warung makan, restoran, penjual tradisional dan sarana ritel serta tempat berpotensi pengumpulan massa.

Dilakukan juga sosialisasi aktif dan pasif kepada sektor dan memberikan saluran komunikasi atau pengaduan, mendistribusikan alat peraga dan memberikan lembar penilaian mandiri, juga pengamatan kondisi di lapangan, dan dilakukan evaluasi untuk menindaklanjuti hasil tersebut.

Lalu, dilakukan juga monitoring dan evaluasi melakukan pengujian ekfektivitas  terhadap indikator efektivitas PSBB, indikator penerapan protokol, indikator kesehatan masyarakat berbasis data, dan indikator safety plan checklist.

Fase I – (Preparasi) 1 Juni 2020 sampai 7 Juni 2020: untuk membangun ketaatan protokol kesehetan yang menjadi output kesadaran masyarakat dalam menyikapi ketegasan protokol kesehatan. Fase ini juga termasuk tahapan monitoring dan evaluasi untuk melakukan pengujian efektivitas indikator yang disebutkan pada tahapan pra fase normal.

Fase II – (Recovery) 8 Juni 2020 sampai 14 Juni 2020: untuk membangun kepercayaan masyarakat dengan melakukan penguatan jaringan pengamanan sosial untuk meredakan konflik sosial dan ekonomi dan juga membangun aktivitas perekonomian.

Fase III – (Perubahan Struktur) 15 Juni 2020 sampai 30 Juni 2020: untuk melakukan perubahan struktur sosial dan ekonomi dengan mempertajam normalitas sektor di bidang kesehatan, dunia usaha dan jasa, perdagangan,pendidikan, pariwisata, dan transportasi dengan penerapan sistim baru beserta protokol kesehatan yang ketat

Kota Bekasi Perpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) tahap IV

Laporan : Johannes Hutagaol

BEKASI,poskota.net- Melalui Surat Keputusan Wali Kota Bekasi Nomor 300/Kep.339-BPBD/V/2020 yang telah di tanda tangani Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengenai perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bekasi yang sudah masuk tahap IV telah resmi diberlakukan kembali.

Selama perpanjangan PSBB tahap III yang diberlakukan dari tanggal 27 Mei 2020 sampai 29 Mei 2020 masih dapat ditemukan pelanggaran pelanggaran yang tidak mematuhi peraturan yang telah ada, sehingga perlu perpanjangan sampai tahap IV dalam rangka adaptasi tatanan hidup baru masyarakat produktif (New Normal) dalam pencegahan penyebaran mata rantai Covid 19 di Kota Bekasi.

PSBB tahap IV yang dimaksud dengan diisi perlawanan wabah virus Covid 19 melalui tatanan hidup baru masyarakat produktif (New Normal) menyesuaikan dengan daerah perbatasan antara Provinsi DKI Jakarta yang juga sampai tanggal 4 Juni 2020 kedepan.

Masyarakat yang berdomisili atau melakikan aktivitas di wilayah Kota Bekasi diwajibkan atas pemberlakuan tersebut dengan ketentuan perundang undangan yang berlaku dan juga adanya peraturan protokol kesehatan yang akan lebih ketat dari sebelumnya.

Sejalan dengan penerapan new normal di Kota Bekasi, para pelayanan publik di bidang perizinan atau non perizinan tetap diberlakukan dengan protokol kesehatan baik dengan menjaga jarak dan penggunaan wajib masker.

Wali Kota Bekasi mengimbau dengan adanya pemberlakuan tersebut mengenai PSBB tahap IV dengan tatanan kehidupan baru (New normal) untuk memahami protokol kesehatan yang telah di perketat. Dengan maksud agar tidak adanya lagi penyebaran virus Covid 19 di Kota Bekasi dan memutus penyebarannya.