Tim Penilaian Pemkab Banyuwangi cek Persiapan Stand Kuliner Untuk Lounching Pasar Kuliner Kopi Lanang Malangsari

Laporan: I.G Purwadi

BANYUWANGI – Tim gabungan Pemerintah Kabupaten (pemkab) Banyuwangi yang di hadiri dari Kepala Dinas Koperasi dan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), Kepala Bagian Ekonomi, Kepala Dinas Pertanian beserta Jajaran Forum Pimpinan (Forpimka) Kecamatan Kalibaru di dampingi Manager PT PTPN Malangsari lakukan pengecekan stan kuliner Kopi Lanang guna persiapan lounching tanggal 29 mendatang di areal Pos 1 Kebun Malangsari Desa Kebun Rejo Kecamatan Kalibaru setempat.Minggu,(22/12/2019).

Guna meningkatkan progam agrowisata dan menonjolkan kuliner khas daerah, Pemkab Banyuwangi bekerja sama dengan pihak perkebunan Malangsari sudah melakukan persiapan persiapan mulai dari perencanaan tempat dan bangunan.

Destinasi wisata itu di harapkan bisa melibatkan serta menyentuh langsung ke masyarakat sebagai pelaku usaha di wilayah wisata setempat.

Alhasil berkat antusias warga, hanya dalam hitungan empat hari saja puluhan stand basar sudah tertata apik.
Pekerjaan pembangunan warung – warung kuliner itu terbuat dari berbagai bahan pohon alami seperti bambu -bambu dan sebagainya. Potongan -potongan bambu itu di design berbagai tatananan serta anyaman.

Ada yang di buat lantai, tembok maupun atap adapun sebagai pengikat rangka bangunan semua dari bahan rotan. Yang kelihatan etnik adalah atap atap sebagian besar dari welit (atap dari daun tebu,red) dan serabut aren.

Sehingga keindahan serta kebersihan stan bangunan dan klasifikasi berbagai makanan dan jajanan khas daerah itu,di berikan beberapa hadiah dari pemkab Banyuwangi. Puluhan kelompok stand dari afdeling – afdeling kebun di Malangsari tersebut mendapatkan bonus jutaan rupiah untuk pemenang lomba dan sejumlah dana pembinaan yang di berikan tim penilaian.

Sanuri, Manager Perkebunan Malangsari mengatakan adanya bazar kuliner itu dia berharap pihak management Malangsari bisa membangun sinergi dengan warga Pemerintah Desa Kebunrejo beserta warganya.

“Kita ingin membantu meningkatkan perekonimian dan kesejahteraan masyarakat desa sekitar wisata.” Ujarnya.

Lonjakan Penumpang Bandara Soetta Terjadi H-6 Natal 2019

Laporan : Erwin  Silitonga

JAKARTA,poskota.net- Arus pemudik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang terus mengalami peningkatan dibanding hari biasanya. Lonjakan penumpang mulai terjadi pada Kamis (19/12/2019) lalu atau N-6 Natal 2019.

Hingga N-4 Natal 2019 atau Sabtu (21/12) kemarin , penumpang dari dan ke Bandara Soetta mencapai 564.535 penumpang. Chief Of Officer in Charge Bandara Soetta, Achmad Haerul mengatakan, puncak pergerakan penumpang pada libur natal 2019 akan terjadi pada hari ini.

“Saat ini ada pada N-3 dari hari Natal 2019 yang diprediksi adalah hari ini puncak dari pergerakan penumpang maupun pesawat,” kata Haerul saat ditemui di Posko Terpadu Nataru Terminal 1B Bandara Soetta, Tangerang, Minggu (22/12/2019).

Berdasarkan data yang diperoleh, hari ini hingga pukul 10.00 WIB, pergerakan penumpang mencapai 39. 957 penumpang dari dan ke Bandara Soetta.

“Pada awal priode angkutan nataru 2020, terjadi kenaikan untuk pesawat udara 3 sampai 5 persen dibanding hari biasanya. Kemudian begitupun dengan jumlah penumpang itu berkisar kenikan terjadi 7 sampai 9 persen dibanding dengan hari biasanya,” tutur Haerul.

Priode angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru) mulai tanggal 19 Desember 2019 sampai dengan 6 Januari 2020. Sementara untuk pergerakan pesawat rata-rata diatas 1.200 pergerakan. Hari ini diperkirakan pergerakan mencapai 1.300 pesawat.

Adapun tujuan penerbangan yang paling banyak adalah domestik antara lain Surabaya, Denpasar, Kualanamu, Makassar dan Pontianak. Sementara rute Internasional didominasi tujuan Singapura, Kuala Lumpur, Jeddah, Penang dan Hongkong.

Hingga pukul 12.00 WIB, sebanyak 134 penerbangan mengalami keterlambatan (delay). Namun keterlambatan masih dikategorikan normal, yakni dibawah 60 menit.

“Delay berkaitan dengan penerbangan, terutama domestik tidak terlalu signifikan, artinya masih dalam batas normal. Terkait dalam pelayanan Nataru ini kondusif. Tidak ada delay yang lama yang mengakibatkan kekecewaan penumpang,” ujarnya.

“Batas normalnya itu masih di bawah 30 menit. Masih normal dan toleransi,” tandas Haerul.

Januari 2020 PDIP Perjuangan Umumkan 44 Calon Kepala Daerah

Laporan : Erwin Silitonga

JAKARTA,poskota.net- Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada awal Januari 2020 akan mengumumkan 44 calon kepala daerah yang akan diusung dari 270 penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak.

“Kami targetkan bahwa pada awal Januari itu sudah ada beberapa daerah yang bisa diputuskan, sekitar 44 (calon kepala daerah),” kata Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Jakarta, Sabtu (22/12/2019).

Menurut Hasto, pada Januari tersebut Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDIP bisa saja mengurangi atau menambah calon kepala daerah yang akan diumumkan karena partai politik juga memperhatikan momentum yang pas untuk pengumuman.

Untuk sisa daerah yang belum diumumkan di Januari 2020 itu akan diperkenalkan ke publik pada tahapan selanjutnya, usai seluruh proses penetapan calon kepala daerah dirampungkan oleh DPP PDIP.

Proses tahapan seleksi calon kepala daerah di PDIP dimulai dari pendaftaran bakal calon lewat Dewan Pengurus Cabang (DPC), Dewan Pengurus Daerah (DPD) atau DPP.

“Setelah itu ada pemetaan politik, ada usulan dari daerah, hasil psikotes, ini juga berlaku buat semua,” katanya.

Kemudian, DPP partai akan mengkaji hasil survei terhadap sosok calon, begitu juga soal komitmen calon terhadap kerakyatan, kebangsaan untuk kemajuan Indonesa.

“Dari situ akan diputuskan pertimbangan-pertimbangan, Ibu Megawati (Soekarnoputri) yang akan memutuskan,” tandasnya.

Pestival Seni Budaya dan Syiar Nusantara PJBN Sejawa Barat

Laporan: Julham Harahap

KABUPATEN BEKASI,poskota.net- Dalam rangka Dekelarasi Paguron Jalak Banten Nusantara (PJBN) dan Padepokan Pencak Silat Tjimande Asy-Syaifa Kabupaten Bekasi telah melaksanakan Seni Budaya dan Syair Nusantara di halaman Stadion Mini Desa Setia Mekar Sabtu (21/12/2019).

Acara tersebut dihadiri Bupati Bekasi H.Eka Supria Atmaja dan Ketua Umum DPP Paguron Jalak Banten Nusantara (PJBN), Prof. KH.TB. Sangadiyah, MA dan Panglima Komando Pusat PJBN, Arya Banda Yuda serta Ketua DPP Banten Padepokan Asy-Syifa KH. Abdul Patah dan Panglima Komando DPW-PJBN DKI, H.Darma Wintara serta Ketua Umum DPW-DKI PJBN, H.Ade Rudi berserta para Undangan ikut hadir dalam acara tersebut.

Saat dikonfirmasi Abah Gimbal Sangputra Alam dalam acara kegiatan Pestival Seni Budaya mengatakan, Saya sangat mendukung acara seperti ini, karena acara-acara Seni dan Budaya tersebut bukan hanya untuk kelompok tertentu saja, melainkan untuk seluruh Masyarakat yang ada di Indonesia agar dapat mengangkat Seni dan Budaya, sehingga Seni dan budaya tidak pudar,” kata Abah Gimbal.

Abah Gimbal Sangputra Alam
menjelaskan, bahwa dalam acara tersebut banyak Seni dan Budaya Nusantara yang berpariasi, karena apa yang akan di tampilkan oleh masayarakat tergantung dari Seni apakah itu Seni Debus atau Tarian serta Budaya yang lain, sebab setiap masing-masing Daerah mempunyai karakter dan karestik yang berbeda-beda,” papar Abah Gimbal .

Abah Gimbal mengharapkan, agar Bangsa ini jangan ada lagi saling menyikut dan saling menjelekan, karena kita satu Bangsa dan Agama yaitu Bangsa Indonesia dan juga satu kanjeng Nabi,” ungkapnya.

Ketua Umum Jajaka, H.Damin Sada mengatakan, dengan adanya acara Seni dan Budaya tersebut agar dapat memberikan yang terbaik buat Bangsa dan Agama serta Negara khusunya buat Masyarakat Kabupaten Bekasi, dan mari kita menjaga Persaudaraan dan jangan ada berpecah belah,” kata H.Damin.

H. Damin Sada sebagai Ketua Jajaka Nusatara menegaskan, mari kita semua menjaga Saudara dan Kampung, karena kita di Bekasi semua Saudara dan siapaun yang tinggal di Bekasi itu adalah Saudara kita, harus kita jaga dan mari kita menjaga Agama, karena menjaga Agama bukan hanya hak dan kewajiban Ulama atau kewajiban Albaid, tetapi kewajiban kita semua Umat Islam dan kita semua harus dapat menjaga Negara, karena kita sebagai warga Negara berhak wajib menjaga Negara dan bukan saja tugas TNI dan Polri maupn Pemerintah,” tegas H.Damin.

Roy selaku Tokoh Agama dan juga Tokoh Masyarakat Sesepuh Kabupaten Bekasi mengatakan, jika Pemerintah tidak benar silahkan tegor dan jangan marah apabila Pemerintah di tegor oleh Legislatif, karena kontroling itu adanya dilegislatif sebab peroses peraturan per Undang -undangan atau Perda yang ada di Kabupaten dan Kota Bekasi dirancang melalui Dewan untuk mendapatkan legalisasi atau pengesahan,” ujar Roy.

Arya Banda Yuda sebagai Panglima Komando Pusat BJBN mengatakan, bahwa Jalak artinya Jamiatul Ahklak bertujuan adalah merajuk kebersamaan dan Kebinekaan serta Persatuan seluruh komponen dan Masyarakat baik Lembaga serta Organisasi lintas Suku dan Agama, Budaya yang ada di Nusantara, karena Jalak Banten memiliki 360 Perguruan, Jalak artinya
(Jamiatul Ahklak ) yang dapat menjalankan leluhur Nusantara yang ada masing-masing Suku dan Agama,” kata Arya.

Arya Banda Yuda Panglima Komando Pusat BJBN menjelaskan, bahwa Jalak Banten Bukanlah Ormas tetapi suatu Wadah Syiar Seni dan Budaya yang dapat menyiarkan Seni dan Budaya yang terdiri dari 360 lintas Perguruan Seni Bela Diri,” jelasnya.

Arya Banda Yuda mengharapkan, dengan adanya acara Seni Budaya tersebut semoga kita sebagai Bangsa Indonesia dapat menyiarkan, bukan hanya melalui Dakwah tetapi juga harus melalui Seni dan Budaya,” paparnya.

Gandeng Ratusan Media PT BSI Gelar Gathering Media Banyuwangi

Laporan: IG Purwadi

BANYUWANGI – Bekerjasama dengan ratusan media online, cetak, dan TV, PT. Bumi Suksesindo (BSI) menggelar acara Media Gathering. Acara digelar di Wisata Pinus Desa Sumberbuluh, Kecamatan Songgon. Sabtu (21/12/2019).

Acara silaturahmi yang bertema “Bersama kita bisa” dengan ratusan wartawan tersebut, tepatnya di geber dipinggir areal Sungai Badeng setempat.

Dalam sambutanya mewakili jajaran PT BSI,Sudarmono, Senior Manager eksternal affairs mengatakan, acara tersebut merupakan hari yang special buat BSI karena bisa kumpul awak media.

Menurutnya, tanpa munafik bahwa peran media merupakan hal yang luar biasa. Di jelaskan saat ini di era keterbukaan publik, di tengah uporia kecanggihan medsos, masyarakat bisa dengan mudah mengakses dan memberikan informasi. “Sehingga warga menjadi pewarta juga bagaimana setiap infomasi bisa di share di medsos, berarti media ini milik masyarakat bersama.”Ujarnya.

Ada hal yang mendasar acara itu di bikin. Menurut Sudarmono warga asal Lamongan ini yakni keluarga besar ingin saling kenal dengan wartawan.

Karena sejauh ini, BSI belum pernah adakan pertermuan, dikatakan bagaimana BSI berhubungan baik dengan stake holder, terutama dengan Komunitas jurnalis.

“Media adalah kawan terbaik kami, lha lek konco (teman,red) jika kami salah pasti akan di kasih tau tidak langsung di saduk,(tendang,red) heeeeee….”Katanya lagi sambil berkelakar.

Lebih lanjut, Sudarmono menerangkan dalam membangun kemitraan bukan hanya dalam periklanan saja, tapi media bisa untuk bantu mengkritik. Dengan sikap dewasa BSI, ketika ada hal yang ditulis dengan fakta yang ada dengan sesuai kaedah agen pemberitaan yang seimbang.

“Silahkan kita di kritik,
di beritakan apa adanya, agar kita beri info yang benar. Dengan melaksanakan fungsi beri informasi yang real ke  masyarakat, namun harus obyektif.”Katanya lagi.

Selain acara santai, acara di lanjutkan dengan pemberian door prize ke sejumlah wartawan yang telah di undi serta dilanjutkan “outbound” di Kawasan Perhutani.

Masyarakat Tersenyum Sambut Bakti Sosial

Laporan : Julham Harahap

JAKARTA,poskota.net- Masyarakat Pulau Untung, Kepulauan Seribu telah kembali tersenyum menyambut kegiatan Bakti Sosial yang diadakan oleh Korps Binmas Baharkam Polri, pada hari Sabtu (21/12/2019) di Kepulauan Seribu.

Acara Baksos tersebut di hadiri oleh Kakorpolairud, Irjen Pol. Lotharia Latif, Bupati Kepulauan Seribu Husein Murad dan Kapolres Metro Kepulauan Seribu Sandy Hermawan beserta Pejabat Utama Korps Binmas Baharkam Polri lainya ikut menghadiri acara Baksos tersebut.

Kabaharkam Polri Irjen Pol. Agus Andrianto yang didampingi oleh Kakorbinmas, Irjen Pol. Herry Wibowo mengatakan, pihak Polri akan mendukung kebijakan Pemerintah dalam mewujudkan Masyarakat Indonesia yang Sehat dan Sejahtera, karena kegiatan ini rutin dilaksanakan Korps Binmas Baharkam Polri, sekaligus dalam rangka memperingati HUT Satpam,” kata Irjen Pol. Agus Andrianto.

Irjen Pol. Agus Andrianto
menjelaskan, dengan adanya kegiatan Baksos tersebut bisa memberikan kontribusi nyata guna terwujudnya Kesehatan Nasyarakat di Pulau Untung,” papar Agus Andrianto .

“ Mari kita bersama sama bergandengan tangan untuk menciptakan Masyarakat yang Sehat dan Sejahtera, kalau Kita bersama-sama bergandengan tangan akan lebih mudah menyelesaikan suatu masalah yang terjadi pada Masyarakat.

Mantan Kapolda Sumatera Utara itu juga mengatakan bahwa di wilayah Kepulauan Seribu sangat berpotensi, tapi ada hal yang perlu diperhatikan, yaitu pengamanan Tsunami ke depan harus kita rencanakan untuk menanam pohon secepatnya, akan Saya Koordinasikan dengan Instansi terkait,” ungkapnya.

Dengan diadakannya Baksos di Pulau Untung, Kepulauan Seribu agar Masyarakat dapat diberikan Kesehatan dan Kesejatrahan untuk dapat tersenyum menyambut kegiatan Bakti Sosial tersebut.

Irjen Kemdikbud Periksa Rektor Unima Terkait Rekomendasi Ombudsman

Laporan : Daniel Apollo Hutabarat

JAKARTA,poskota.net- Inspektorat Jenderal Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia langsung bergerak cepat menindak-lanjuti Rekomendasi Ombudsman Republik Indonesia

Nomor : 0001/REK/0834.2016/V/2018 tangal 31 Mei 2018 tentang maladministrasi yang dilakukan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dalam penyetaraan ijazah doctor (S3) luar negeri dan kenaikan jabatan fungsional dosen menjadi guru besar atas nama Julyeta Paulina Amelia Runtuwene.

Sejumlah pejabat Universitas Negeri Manado atau Unima diperiksa secara maraton oleh tim dari Kemendikbud yang dipimpin langsung Inspektur Jenderal Muchlis Luddin.

Tak terkecuali Rektor Unima Paulina Runtuwene ikut diperiksa langsung oleh Muchlis Cs. Tim dari Kemendikbud terlihat serius memeriksa sejumlah pejabat teras Unima sejak Selasa (17/12) lalu.

Kasus dugaan ijazah palsu yang dilaporkan Ketua Umum Pelopor Angkatan Muda Indonesia Romy Fredi John Rumengan ini ke Ombudsman RI berhasil menelorkan rekomendasi yang mewajibkan Menristek Dikti mencabut gelar doktor dan jabatan guru besar yang disandang Rektor Unima Julyeta Paulina Amelia Runtuwene.

Mendikbud Nadiem Makarim sendiri pada Senin (16/12) lalu sudah berjanji kepada pihak Ombudsman bakal segera melaksanakan rekomendasi Ombudsman terkait pencabutan gelar doktor dan jabatan guru besar Rektor Unima.

Sepi pemberitaan.
Pemeriksaan Rektor Unima Paulina Runtuwene dan jajarannya oleh Irjen Kemdikbud di Manado sepi dari pemberitaan media lokal. Kasus yang sudah viral di seluruh Indonesia ini luput dari pemberitaan pers lokal.

Menanggapi hal itu, Ketum PAMI Romy Rumengan mengaku tidak akan mempersoalkannya. “Itu kan berita besar seorang rektor diperiksa oleh Inspektur Jenderal Kemdikbud terkait dugaan ijazah palsu harusnya diketahui publik bahwa ada persoalan serius di kampus Unima,” kata Rumengan saat dimintai komentarnya di Manado Jumat (20/12).

Menurut Rumengan, meskipun kasus ini berusaha ditutup-tutupi oleh pihak tertentu tapi kebenaran tidak akan pernah bisa dibungkam. “Saya yakin Menteri akan berani mencopot sejumlah rektor bermasalah termasuk rektor Unima,” pungkasnya.

Rumengan juga meyakini Mendikbud Nadiem adalah tokoh yang bersih dan siap membantu Presiden RI Joko Widodo untuk melakukan pembenahan dan pembersihan di jajaran Kemdikbud dari praktek mafia pendidikan.

Wacana Hukuman Mati Bagi Para Koruptor Didukung Penuh Advokad Satu Ini

Laporan : Erwin Silitonga

JAKARTA,poskota.net- Advokat dan juga Pegiat Anti Korupsi, Anggi Tanjung mendukung wacana Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait hukuman mati bagi para koruptor.

Dukungan tersebut ia sampaikan lantaran wacana tersebut sudah lama diinginkan masyarakat.

“Pernyataan Jokowi tersebut mungkin mengisi pengharapan lebih dalam benak rakyat, bahwa pemerintah bersungguh-sungguh dalam upaya melakukan pemberantasan terhadap tindakan pidana korupsi,” kata dia di Jakarta, Sabtu (21/12/19).

Menurutnya, korupsi adalah salah satu penyakit yang sudah sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup masyarakat. Hampir seluruh masyarakat, kata dia, sudah kehilangan kepercayaan terhadap negara akibat maraknya kasus korupsi.

Sebagai sebuah ucapan politik tentulah kalimat tersebut menjadi bahan agitasi yang cukup luar biasa. Ia akan mampu memberikan efek pada sebagian rakyat untuk menumbuhkan kembali kepercayaan terhadap Negara (dalam hal ini pemerintah)

“Terhadap luka yang cukup menganga akibat dari praktek brutal korupsi yang terus berlangsung di Negara ini,” katanya.

Ia juga menilai selama ini pemerintah tidak serius dalam melakukan pemberantasan korupsi. Bahkan, Jokowi sendiri sendiri selaku presiden dinilai tidak konsisten dengan apa yang disampaikannya.

Sebut saja satu langkah yang diambil Jokowi berkaitan dengan pemberian grasi terhadap koruptor dalam kasus Anas makmun (mantan Gubernur Riau) dalam kasus alih fungsi lahan. Rentang waktu yang tidak cukup satu bulan tersebut, setelah pemberian grasi, muncullah ucapan tentang hukum mati koruptor.

Dua fakta yang secara diametral saling berhadap-hadapan antara satu dengan lainnya. Dengan bahasa lain bisa disebutkan antara pengharapan yang diberikan dan kenyataan menjadi suatu paradoksial.

“Meskipun demikian, tetaplah harus dilihat alur dan sistem yang berlaku terhadap upaya pemberian grasi tersebut,” jelasnya.

Sebagai Kepala Negara, ia menyayangkan sikap Jokowi yang tidak konsisten dengan ucapannya. Menurutnya, seharusnya Jokowi menimbang terlebih dahulu sebelum berucap.

Namun demikian, dirinya tetap mendukung penuh wacana hukuman mati tersebut agar korupsi yang mendarah daging ini bisa dicegah sampai ke akarnya.

“Dalam posisi sebagai kepala Negara dan sekaligus kepala pemerintahan, tentu menjadi penting pertimbangan yang matang dalam melemparkan wacana pada publik. Termasuk dalam hal ini, wacana tentang “hukuman mati untuk koruptor”, tandasnya

Secara terpisah, Ketua Umum Barisan Relawan Nusantara (Adi Kurniawan) juga menyampaikan hal yang sama. Adi yang juga relawan Jokowi ini menyatakan mendukung penuh Jokowi yang ingin menerapkan hukuman mati bagi para koruptor.

Bahkan, ia juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia agar beramai-ramai menyatakan sikap bersama untuk mendukung Jokowi agar hukuman tersebut segera diterapkan.

“Kami dukung penuh presiden jika hukuman mati bagi para koruptor ingin diterapkan. Kami juga siap mengajak seluruh relawan dan rakyat Indonesia untuk bersama-sama mendukungnya. Karena korupsi adalah musuh bersama yang tidak boleh diberi ruang sedikitpun,” tegasnya.

Habisi Pergantian Tahun di Puncak, Ingat Jadwal One Way Biar Tidak Kena Macet Panjang

Laporan : Erwin Silitonga / Patupa Pakpahan

JAKARTA,poskota.net- Bagi anda yang akan merayakan pergantian tahun baru 2020 di puncak Bogor sebaiknya perhatikan jadwal buka tutup jalur ini, dihimbau pengedara puncak Datang pagi hari

Pada Car Free Night (CFN) tersebut, Polres Bogor akan menutup Jalan Raya Puncak dengan pemasangan road barrier sebanyak 6 lapis yaitu di Pos Interchange 1 B, SPBU Patung Ayam dari arah Ciawi, RM Cimory, SPBU Ussu, Simpang Taman Safari, dan Gunung Mas. Setelah itu menjelang siang akan diberlakukan one way dari atas ke bawah,” jelas Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi.

Budi menjelaskan CFN akan dilaksanakan Selasa (31/12) sampai Rabu (1/1/2020), mulai dari pukul 18.00 WIB sampai pukul 06.00 WIB. Berdasarkan informasi yang diperolehnya dari Polres Bogor, bahwa penutupan arus lalu lintas di jalur puncak adalah salah satu upaya dari Satlantas Polres Bogor untuk menghindari kelebihan beban kendaraan yang akan merayakan Tahun baru di jalur Puncak.

“Pada masa liburan panjang seperti Natal dan Tahun Baru, terjadi lonjakan arus lalu lintas,” ungkapnya.

Oleh karena itu rekayasa lalu lintas yang tepat adalah dengan rekayasa one way. Dengan one way maka kapasitas jalan menjadi lebih besar guna menampung arus kendaraan dari bawah maupun dari atas.

‘Sistem ini sudah beberapa kali dilakukan oleh Polres Bogor dan terbukti efektif, hanya saja perlu diperhatikan sosialisasinya agar masyarakat tahu dan siap melaksanakan jadwal buka tutup tersebut,” paparnya.

Meski demikian Dirjen Budi mengimbau bagi Polres Bogor untuk mempersiapkan skema evakuasi jika terjadi kepadatan di jalur puncak dan harus mengalihkan kendaraan ke rute lain.

Mendayuh Babak Baru Tahun 2020 Bagi Masyarakat

Laporan : M Jafar Siddiq.

MAKASSAR,poskota.net Meninggalkan 2019 sisa menghitung hari, perjalanan setahun lamanya terasa sehari,

Pencapaian setahun lamanya ibarat melihat Batu besar dihadapan mata, hampir jalan ditempat.

Perubahan yg senantiasa menghiasi alam pikir, ternyata tinggallah sebuah harapan, jauh dari nalar.

Dari tahun ke tahun masyarakat berada pada tatanan kehidupan yg jauh dari melebihi harapannya, cukup saja untuk bertahan hidup.
Ironis memang, karena jika kita menelaah apa yg dilakukan pengambil kebijakan selalu dengan alasan DEMI RAKYAT, untuk Rakyat.

Tapi tak dapat dipungkiri bahwa disetiap dusun, disetiap kampung, malah diemperang kota, masih saja tak mampu dicarikan SOLUSI buat mereka yang butuh kerja untuk hidup, tak mampu DIJAMIN OLEH NEGARA.

Pertanyaannya NEGARA yg mana, apakah yg dimaksud dengan NEGARA,
NEGARA ibaratnya seorang AYAH dalam sebuah rumah tangga.
Ketika berbicara Kelurahan maka Kep KELURAHAN adalah sosok yg mewakili KEBIJAKAN NEGARA.

Ketika bicara KABUPATEN maka BUPATI adalah MANDAT NEGARA yang wajib menciptakan KESINAMBUNGAN Warganya untuk jaminan kehidupannya.
Sesuai amanah UU menjamin penghidupan RAKYAT dengan melengkapi kebutuhan lapangan kerja dan itu WAJIB.
jika tidak dilakukan maka secara Hukum Rakyat bisa BERTERIAK.

NEGERI ini sudah 74 tahun MERDEKA.
MERDEKA sebuah bahasa yang sangat luar biasa, dulu berteriak MERDEKA dijaman penjajahan meneteskan AIR MATA.

Saking DAHSYATNYA kata MERDEKA, tapi hari ini, mengucapkan MERDEKA ibarat tidak ada semangat.

Apakah Rakyat sudah gak percaya keampuhan bahasa MERDEKA, atau RAKYAT sudah tidak mengerti bahasa MERDEKA, Jawabnya sederhana, ternyata MERDEKA hanya karena para PENJAJAH meninggalkan NEGERI ini, hari ini sejak 74 tahun silam KEMERDEKAAN ikut bersama sang PENJAJAH.

NEGERIKU, INDONESIA KU, MAKMUR di segala aspek, sekali lagi IRONIS karena kami para RAKYAT hanyalah sebuah perhelatan KEPENTINGAN.

JAYALAH NEGERIKU.
INDONESIA TERCINTA.
Kami hanya seorang RAKYAT kecil, berteriak MERDEKA pun kami MALU.

NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA Harga Mati.