Pelaku Curanmor dan Pemalsu STNK Palsu di Ringkus Polres Metro Tangerang Kota

Laporan : Sumiyati, SH

TANGERANG,Poskota.Net – Hati-hati dan harus waspada untuk membeli kendaraan bermotor di Tangerang jadi rawan STNK palsu.

Hal ini dibuktikan setelah 27 spesialis pencurian sindikat kendaraan bermotor di Tangerang dibekuk Polres Metro Tangerang Kota. Dari 27 tersebut, lima di antaranya adalah penadah motor curian. Sebanyak 52 motor hasil curian para pelaku juga berhasil diamankan.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Komarudin mengatakan, pengungkapan berawal ketika pihaknya mengamankan dua orang pelaku yang hendak beraksi. Saat hendak mengamankan dua pelaku pertama itu, keduanya sempat memberikan perlawanan.

“Dari tangan pelaku diamankan beberapa alat yang biasa digunakan oleh pelaku curanmor di antaranya adalah dua set kunci letter T, satu buah sajam jenis golok,” ungkap Komarudin, Rabu (7/3/2022).

Komaruddin menambahkan pihaknya juga menyita satu buah senjata api mainan yang dibawa kedua orang tersebut. Setelah mengamankan kedua pelaku itu, lalu pihak kepolisian berhasil melakukan pengembangan pada beberapa kasus curanmor lainnya di sejumlah tempat kejadian perkara (TKP).

“Di mana total keseluruhan yang dapat kami amankan sejak dua Minggu kemarin, ada 27 orang pelaku ranmor mulai dari pemetik sampai dengan penadah,” rinci Komarudin.

Berdasarkan hasil pendalaman, beberapa pelaku ini melakukan aksinya di luar wilayah Kota Tangerang. Seperti di Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, dan Jakarta Barat.

“Dari yang kita amankan juga ada lima penadah yang menampung hasil kejahatan dari pemetik,” terangnya.

Bukan hanya rawan pencurian bermotor, Kota Tangerang juga jadi rawan pemalsuan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Sebab, polisi juga mengamankan 70 surat kendaraan alias STNK palsu.

Komaruddin mengatakan, ternyata banyak motor ber-STNK palsu di wilayah hukumnya dan itu berhasil diungkap. Paling menarik dari kasus ini kita dalami kembali kemudian masuk ke proses penerbitan ataupun pembuatan STNK palsu yang kemarin berhasil di ungkap di wilayah hukum Polsek Benda.

Dimana, modus para tersangka menitipkan motor kepada pembuat STNK. Kemudian, dibuka nomor rangka dan nomor mesin.

“Kemudian dilakukan perubahan. Cara yang sangat sederhana dilakukan sangat mudah sekali dengan diubah-ubah menggunakan silet kemudian menggunakan hanya ditambal dengan pensil,”  Tegas Komarudin.

Lalu dimasukkan kembali dan dijual motor hasil curian dengan dilengkapi surat STNK yang sesuai nomor rangka dan nomor mesinnya. Yang menjadi menarik dari permasalahan ini, saat ini sudah banyak beredar ditengah masyarakat motor-motor hasil curian yang dilengkapi dengan STNK.

“Namun, tentunya STNK yang sudah diubah,” kata Komarudin.

Komarudin mengaku, STNK palsu dan asli memang sulit sekali dilihat menggunakan mata telanjang. Artinya, perlu penelitian lebih mendalam mengingat prosesnya pun atau hasil yang dibuat mendekati sempurna

“Untuk masyarakat yang tergiur beli secara online hati-hati, karena kalau dikatakan lengkap dengan surat-surat yang sudah dirubah nomor rangka dan nomor mesinnya,” pintahnya.

Dapat disimpulkan, motor hasil curian ini juga akan memiliki STNK baru hasil duplikasi ataupun hasil buatan tangan dari pelaku BTN.

“STNK yang diperjualbelikan dengan nominal kisaran Rp 500 sampai Rp 700 ribu per STNK,” tutur Kapolres.

Ditambahkan Kapolsek Benda, Kompol Endang Sukmawijaya, berawalnya terungkap STNK palsu ini saat pihaknya meringkus Irwan selaku penadah motor hasil curian melakukan transaksi kendaraan bermotor.

“Setelah didalami, tersangka Irwan mengaku membuat STNK palsu dari tersangka BTN,” ucap Endang.

BTN ini, sebut Endang, telah belajar membuat STNK palsu sejak 2004 dan pengakuannya berpraktik STNK palsu sebanyak 50 buah dirumahnya.

“Namun kami berhasil mengamankan 20 STNK palsu baik bahan maupun sudah jadi,” tandasnya.

 

SMSI Pusat Desak Polisi Usut Kasus Penganiayaan Ketua SMSI Madina Terkait Pemberitaan

Laporan : Hendi

JAKARTA,Poskota.Net – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, mendesak Kepolisian Republik Indonesia, untuk mengusut tuntas dan segera menangkap para pelaku penganiayaan Ketua SMSI Kabupaten Mandailingnatal (Madina) Jeffry Barata Lubis pada Jumat malam (4/3/2022).

Penganiyaan yang dilatarbelakangi pemberitaan dan tugas jurnalistik tersebut, dilakukan oleh sekelompok orang dari elemen salah satu Organisasi Kepemudaan (OKP) setempat.

“Dengan sudah dilaporkannya secara resmi penganiayaan terhadap ketua SMSI Madina ke Polres setempat, maka kami mendesak kepolisian untuk mengusut dan memproses hukum para pelakunya. Apabila sudah cukup alat bukti dan saksi, maka para pelaku harus segera ditangkap untuk diadili,” tegas Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus didampingi Ketua Bidang hukum, Arbitrase dan Legislasi, Makali Kumar SH.

Menurut Firdaus, pihaknya mendesak kepolisian, agar mengusut tuntas kasus kekerasan tersebut. Para pelakunya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, dengan mengadili para pelaku atas perbuatannya melakukan kekerasan terhadap jurnalis.

Makali Kumar menegaskan, para wartawan saat melaksanakan tugas jurnalis dilindungi undang-undang dan mematuhi kode etik jurnalistik. Sehingga, apa yang dilakukan oleh sekelompok orang itu telah melanggar UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan melakukan tindak pidana yang diatur dalam KUHP.

“Dalam UU Pers itu, selain menjamin kebebasan pers di Indonesia, juga mengancam siapapun yang dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi kerja jurnalistik dapat dipidanakan. Apalagi yang dialami Ketua SMSI Madina, selain dihambat tugas jurnalistiknya, juga dianiaya,” tegasnya.

Oleh karena itu, jelas Makali, perbuatan para pelaku penganiayaan Jeffry Barata Lubis (Ketua SMSI Madina), telah mencederai nilai-nilai kebebasan pers, dan telah melukai hak publik untuk memperoleh informasi.

Para pihak yang terlibat dalam penganiayaan ini, merupakan serangan terhadap kebebasan pers dan melanggar KUHP serta Undang Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

“SMSI Pusat mengutuk aksi kekerasan tersebut dan menuntut semua pelakunya diadili serta dijatuhi hukuman sesuai hukum yang berlaku,” tutur Makali.

Firdaus sendiri telah menugaskan secara khusus Bidang hukum, Arbitrase dan Legislasi SMSI Pusat yang diketuai Makali Kumar SH untuk ikut monitor, dan membantu advokasi dalam kasus penganiayaan ketua SMSI Madina tersebut, sampai tuntas.

Makali Kumar SH yang juga berprofesi sebagai Advokat/Pengacara, saat dimintai keteranganya mengatakan, dirinya sebagai Ketua Bidang hukum, Arbitrase dan Legislasi SMSI Pusat, akan menjalankan tugas dari Ketua Umum SMSI.

Makali menilai kekerasan yang dialami Jeffry Barata Lubis (Ketua SMSI Kabupaten Madina), merupakan tindak pidana, yang melanggar setidaknya dua aturan. Yakni pasal 170 KUHP Jo pasal 351 ayat 2 KUHP mengenai penggunaan kekerasan secara bersama-sama terhadap orang dan penganiayaan, dan pasal 18 ayat 1 UU Pers tentang tindakan yang menghambat atau menghalangi kegiatan jurnalistik.

Ancaman hukuman untuk pelanggaran ini adalah seberat-beratnya lima tahun enam bulan penjara.

“Atas peristiwa ini, SMSI Pusat, mendesak pihak kepolisian yang sudah menerima laporan resmi dari korban, untuk menindaklanjuti secara objektif dan profesional,” jelas Makali.

Supaya kasus kekerasan terhadap jurnalis ini mendapatkan atensi serius dengan memeriksa semua pihak yang terlibat sebagai pelaku, baik langsung atau tidak langsung. Setelah semua berkas penyidikan lengkap, kami menuntut pelakunya segera ditangkap untuk diadili, dan mereka menerima hukuman yang setimpal, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Berdasarkan Informasi yang diterima SMSI Pusat menyebutkan, peristiwa penganiayaan yang dialami Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Mandailingnatal (Madina), Jeffry Barata Lubis, terjadi pada hari Jumat malam (4/3/2022). Dia dianiaya oleh sekelompok orang yang diduga kuat dari kalangan OKP setempat.

Penganiayaan itu disinyalir suruhan dari penambang emas ilegal yang tak terima dengan pemberitaan yang menyoroti status tersangka yang ditangani Polda Sumut.

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 20.30 Wib, di Lopo Mandailing Coffe SPBU Aek Galoga, Madina. Akibat penganiayaan tersebut, Jeffry mengalami luka memar di bagian wajah sebelah kanan. Dan peristiwa ini pun telah ditangani Polres Madina.

Kekerasan yang menimpa Jeffry ini diduga terkait dengan pemberitaannya yang membuat salah satu Ketua OKP di kabupaten Madina tersebut gerah, karena merupakan tersangka pada kasus itu.

“Pagi tadi dengan menggunakan nomor telpon rekan saya, Ketua OKP tersebut meminta saya agar berbincang-bincang dengan orang
suruhannya,” kata Jeffry, kepada Pers, Jumat (4/3/2022).

Menurut Jeffry, Ketua OKP itu meminta waktunya untuk bertemu dengan orang suruhannya. Ia sendiri tidak mengerti maksud dan tujuan dari pertemuan itu.

Namun setiba di lokasi yang dimaksud, terangnya, seseorang yang merupakan anggota Ketua OKP itu langsung melakukan penyerangan dan melakukan pengeroyokan bersama rekannya hingga Ia mengalami luka memar di bagian wajah.

AKBP H.M. Reza Chairul, A.S, S.I.K, S.H, M.H “Tak Ada Tempat, Bagi Pelaku Kejahatan Di Madina

Laporan. : Fatah Hidayat

Madina, Poskota.Net – Polres Madina dibawah pimpinan AKBP H.M. Reza Chairul, A.S, S.I.K, S.H, M.H melalui personil SPKT (Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polres Madina Aiptu Budi Darma menerima LP/B / 64 / III / 2022/ SPKT / POLRES MADINA/POLDA SUMUT, tanggal 04 Maret 2022, terkait Tindak Pidana Penganiayaan terhadap seorang wartawan yang terjadi di Lopo Mandailing Kopi Desa Pidoli Lombang Kec. Panyabungan Kab. Madina.

“Jajaran Satuan Fungsi Reserse Kriminal langsung bekerja dengan maksimal, mereka lakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang berada di TKP (Tempat Kejadian Perkara) kemudian Menyita rekaman CCTV dilokasi kejadian dan melakukan gelar perkara agar ungkap kasus berjalan dengan maksimal” pungkas AKBP H.M. Reza Chairul, A.S, S.I.K, S.H, M.H.

“Kasat Reskrim Polres Madina AKP Edi Sukamto, S.H, M.H memimpin langsung kasus ini dibantu personil Ditreskrimum Polda Sumut, para pelaku sudah kami identifikasi (namanya masih kami rahasiakan) dan saat ini kami sedang memburu dan mengejar para pelaku yang berusaha kabur keluar wilayah kabupaten Mandailing Natal” sambung Kapolres Madina.

“Tak Ada Tempat, Bagi Pelaku Kejahatan Di Madina, kami sudah menerima Laporan Polisi dari Sdr. Jefri Bharata Lubis (Korban), pastinya kami akan bekerja dengan Profesinal, sesuai dengan SOP (Standar Operasi Prosedur) Kepolisian Republik Indonesia, percayakan dan serahkan kasus ini kepada kami Polres Madina, kami usut perkara ini sampai tuntas, mohon doa informasi dari rekan media juga masyarakat Mandailing Natal” sebut Kapolres Madina.

 

“Saya himbau kepada para pelaku agar segera menyerahkan diri, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, sebelum kami dilakukan tindakan tegas dan terukur” pesan AKBP H.M. Reza Chairul, A.S, S.I.K, S.H, M.H kepada para pelaku.

Situ Blendung Kembali Memakan Korban

Laporan JUNIARDI

Tangerang,- Poskota.net. Asik berenang bersama dengan teman-teman nya, seorang pemuda tenggelam di Situ Blendung kelurahan batu sari kecamatan batu Ceper Rabu 02/03/2022.

Korban sudah tenggelam sekitar jam 17.30 WIB, hingga saat ini pencarian masih di lakukan Basarnas dan pihak kepolisian.

Menurut warga, korban asik berenang bersama 2 ( dua ) temannya, korban yang berenang menggunakan galon di duga kelelahan hingga merosot dari galon sampai tenggelam, kedua teman yang melihat berusaha menolong tapi tidak berhasil.

Dari keterangan warga, pemuda yang tenggelam itu bernama Zainal Ridho, usia sekitar 20 ( puluhan ),

Ditambahkan keterangan dari warga yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, ini sudah kedua kalinya, namun kejadian pertama korban bisa diselamatkan ( tidak ingat kapan terjadinya – red ).

Akibat dari kejadian ini warga mengharapkan tempat ini ditutup sementara, agar kejadian ini tidak terulang kembali karena keamanan dan pagar penghalang belum maksimal.

Sampai berita ini di turunkan belum ada konfirmasi langsung dari teman- teman korban, Basarnas dan kepolisian setempat, karena pencarian korban tenggelam masih di lakukan pihak yang berwajib.

Pelaku Usaha Obat keras Golongan G Makin Berkembang Diwilayah Kabupaten Serang

Poskota.net

Laporan : Hendi S

SERANG|–Berkedok Toko Kosmetik jual obat keras makin merajalela diwilayah hukum Polres Serang  Polda Banten.
Dari hasil pantauan wartawan dilapangan pada hari kamis,  24/02/2022 pukul 13:00 wib.
Semakin maraknya pelaku usaha Obat keras golongan (G) Ini Berkesan dibiarkan merajalela dan Bebas beredar diwilayah Kabupaten Serang.

Sangat disayangkan kalau sampe pelaku usaha obat keras golongan (G) ini  dibiarkan terus berkembang, pasalnya obat keras merk Excimer dan Tramadol ini termasuk Narkotika golongan G pemakaiannya pun harus  diawasi oleh Dokter ahli dan pembelian obat tersebut harus dengan resep Dokter.

Obat keras merk Excimer dan Tramadol ini sebagai obat penenang yang efeknya  bagi si pengkonsumsi obat ini sama halnya dengan jenis Narkotika lainnya, harganya pun relatif murah dan sangat terjangkau bagi Sipecandu.

Kebanyakan pecandu obat keras merk Excimer dan Tramadol ini dari kalangan remaja-remaja bahkan sampai pelajar sekalipun, kalau ini Dibiarkan berkembang diwilayah kita, masa depan mereka akan hancur.

“Kami atas nama masyarakat kabupaten serang, meminta pada kepolisian polres serang polda banten untuk membasmi peredaran pelaku usaha obat obatan keras tersebut, karna kalau ini dibiarkan merajalela diwilayah kami akan menghancurkan masadepan generasi generasi penerus bangsa, ungkap salah seorang warga tambak yang tidak ingin disebutkan namanya saat dihampiri wartawan ditempatnya

Walaupun beberapa kali anggota kepolisian polres serang polda banten menangkap pelaku usaha obat keras tersebut, bukannya menimbulkan efek jera sipelaku usaha obat keras itu,  malah sekarang makin merajalela makin banyak cabang toko yang mereka buka.

Ditempat terpisah warga yang tak ingin disebutkan namanya  juga mengatakan”
Kalau ini malah makin berkembang diwilayah kabupaten serang,  kami atas nama masyarakat kabupaten serang,  kami sendiri yang akan membasmi toko toko kometik  yang jual narkotika golongan G ini jikalau dari kepolisian tidak mau membasminya, cetus salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan juga namanya saat dikomfirmasi wartawan dilapangan

Red : Jun/Erwin

Setelah Menganiaya dan Membakar Rumah Pelaku Bunuh Diri

Poskota.net

Laporan: Golmen lumbanraja

POSKOTA.NET,Tapanuli Utara–Telah terjadi aksi brutal yang di lakukan Tap Hamonangan Sitompul (42). Warga Dusun Desa Selamat, Kecamatan Purbatua, Kabupaten Tapanuli Utara, Hingga nekat menganiaya empat orang tetangganya sendiri lalu membakar satu rumah korban yang sudah di aniaya Peristiwa tersebut terjadi di Perkirakan Pukul 02.00, Wib, Jumat (25/02/2022)

Empat Korban yang di aniaya ya itu, Kompander Hutagalung (51). Empe Tambunan (69). Tardas Dante Sitompul (61), Hotimiang Panggabean (43). Disusun yang sama, Desa Selamat Kecamatan Purbatua, Kabupaten Tapanuli Utara,


Kapolres Tapanuli Utara, AKBP. Ronald Sipayung SH.Sik MH. Melalui kasi Humas Aiptu w.baringbing Membenarkan atas kejadian tersebut Keterangan yang saat ini di dapatkan dari Pihak Kepolisian Polres Tapanuli Utara, Aiptu w.baringbing menerangkan,

“Dari hasil interogasi yang kita peroleh ditempat kejadian, dini hari tadi, pelaku TSK, pertama mendatangi rumah korban Epi Tambunan dengan menggedor-gedor pintunya. Lalu korban membuka pintu dan langsung di bacok pelaku dengan menggunakan parang/kelewang dan korban pun terluka,
Selanjutnya, pelaku mendatangi rumah yang disebelah nya yaitu Tardas Dante Sitompul, lalu mendobrak pintu rumah nya. Setelah terbuka , lalu pelaku membacok istri korban Hitmiang Panggabean, dan mengalami luka serius di bagian kepala.

Masih kurang puas, pelaku kembali mendobrak pintu rumah sebelanya yaitu milik Kompader Hutagalung, Saat pintu sudah terbuka, lalu Kompader Hutagalung dan Istri Kristina Sitompul, menahan pintu agar pelaku tidak bisa masuk Kerumah. saat terjadi Dorong-mendorong pintu pelaku pun membacok tangan Kompader Sitompul, karena pelaku tidak bisa masuk kerumah korban Kompader Hutagalung, lalu pelaku mengambil Bensin yang sudah di persiapkan Sebelumnya dan menyiramkannya Sehingga rumah korban pun Hangus terbakar,

Saat rumah korban (KS) sudah Terbakar korban bersama istrinya lari dari lewat pintu belakang Sambil menjerit/teriak minta tolong pada akhirnya warga pun berdatangan berusaha untuk memadamkan api agar tidak Menjalar kerumah lainya serta sebagian warga lain membawa korban yang di bacok ke puskesmas untuk pengobatan” terangnya Aiptu w.baringbing.

lajut Aiptu w.baringbing, Begitu pelaku sudah merasa puas melakukan aksinya, pelaku pun melarikan diri ke depan rumahnya lalu meminum racun Insektisida merek SIDABAS 500 EC akhirnya meninggal dunia, dari hasil interogasi tim kita di lapangan, di duga kuat bahwa pelaku sudah mempersiapkan rencana penganiayaan dan pembakaran tersebut kepada tetangga- tetanga nya sendiri .

Sebagai bukti dugaan bahwa peristiwa ini telah direncanakan karena di dalam tas sandang pelaku ditemukan berupa bensin, mancis, parang dan racun hama.

Saat ini ke empat korban penganiayaan masih dalam perawatan di puskesmas Pahae Jae sedangkan jenazah korban sudah di serahkan kepada keluarganya, dan Tim inafis kita dari Polres Tapanuli Utara, saat ini masih melakukan olah TKP di lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan selanjutnya” Aiptu w.baringbing.

Red : Jun/erwin

Polresta serkot berhasil ungkap penimbunan minyak goreng ribuan liter

Poskota.net

Laporan : Hendi s/humas

Serang, poskota.net-
Polresta serkot berhasil ungkap penimbunan minyak goreng sebanyak 9600 liter diwilayah hukum kota serang tepatnya didaerah perumahan BSD kecamatan walantaka kota serang, selasa malam 22/2/2022.
Pasalnya minyak goreng saat ini sedang sulit didapatkan masyarakat walaupun harga minyak goreng melambung tinggi namun keberadaannya sangat langka.

Polres serang kota polda banten berhasil mengungkap penimbunan minyak goreng sebanyak 9600 liter didalam rumah milik pasangan suami istri yang beralokasi diperumahan BSD kecamatan walantaka kota serang pada selasa malam 22/02/2022.

Berawal dari informasi warga kami datangi rumah tersebut dan benar saja didalam rumah pasangan suami istri ini  terdapat tumpukan minyak goreng sebanyak 9600 liter dalam bentuk sachet, dan diduga dengan sengaja menyimpan atau menimbun minyak goreng tersebut disaat masyarakat sangat kesulitan untuk mendapatkannya, ungkap kapolres serang kota AKBP Maruli ahiles hutapea keawak media dihalaman mapolres serang kota rabu 23/02/2022.

Dalam penggerebekan tersebut
Kita amankan pasangan suami istri yang berinisial AH( 40) dan RS(38) pelaku usaha minyak goreng tersebut beserta minyak goreng sebanyak 9600 liter dalam bentuk sachetan dan botol minyak goreng dari berbagai merk sebagai barang bukti dan untuk proses penyelidikan sambung Akbp Maruli.

AH dan RS ini pasangan suami istri yang memang dalam kesehariannya mereka berdagang disuatu pasar dikota serang namun tidak berjumlah besar dan tidak berjualan minyak goreng  dari hasil keterangan warga sekitar, jelas Akbp maruli.

Sementara dugaan polisi pasangan suami istri AH dan RS ini membeli minyak goreng sachetan dan botolan ukuran 1 liter dari berbagai merk dengan cara dicicil sekitar sepekan kebelakang namun masih kita dalami terangnya.

Jika dalam penyidikan pelaku terbukti bersalah, kami akan jerat pelaku dengan pasal 133 undang undang (UU) RI nomor 18 tahun 2012 tentang pangan, dan pasal 107 undang undang (UU) RI nomor 07 tahun 2014 tentang perdagangan dan undang undang nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja. Jelas Akbp maruli.

Pelaku akan kami jerat dengan pasal berlapis yaitu tentang pangan, tentang perdagangan dan perlindungan konsumen dengan ancaman hukumannya 7 tahun penjara dan denda 150 miliar, tutup Akbp maruli

Red : Jun/erwin

“Percuma Tau Polisi”, Judi Las Vegas Kian Subur Di Wilayah Hukum Polresta Deli Serdang

Laporan: Pay

Poskota.Net

DELI SERDANG| – Belum judi togel (tebak angka) dapat dibasmi, muncul judi ketangkasan tembak ikan yang kini menjadi Las Vegas di Negara Kesatuan Republik Indonesi kian subur di wilayah hukum Polresta Deli Serdang Polda Sumatera Utara.

Informasi yang dihimpun di lapangan, banyaknya titik lokasi judi Las Vegas alias judi ketangkasan tembak ikan kian subur di Kabupaten Deli Serdang. Suburnya lokalisasi tempat perjudian Las Vegas di Wilayah hukum Polresta Deli Serdang diduga sudah mendapat signal segar dari penegak hukum setempat sehingga tetap dapat beroperasi di Kabupaten Deli Serdang Negara Republik Indonesia. Sehingga Virus Covid19 dan Omicron terabaikan jika dilihat dari foto dokumentasi yang dikirim tim, Jumat (11/02/2022).

Titik lokasi Judi Las Vegas di Wilayah Hukum Polresta Deli Serdang diduga berada di 12 titik diantaranya jalan Emplasmen Kuala Namu Kecamatan Beringin, jalan Sudarsono, Jalan Perbatasan, Jalan Tengku Fahrudin Kecamatan Lubuk Pakam, Gang Pekong Gang Beringin, Gang Rejo Kecamatan Tanjung Morawa.

Wartawan tim media ini sudah sering memberitakan Judi Ketangkasan Tembak Ikan tersebut namun buka tutup. Diduga kebal hukum bagi bandar – bandar judi ketangkasan tembak ikan tersebut sehingga mampu menciptakan Las Vegas dengan gedung – gedung bangunan besar dan mewah. Seakan-akan menutup sebelah mata, yang membuat kepercayaan masyarakat pudar kembali karena, “Percuma Tau Polisi”.

Tim media ini mengkonfirmasi Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Irsan Sinuhaji mengatakan, “Saya sudah pernah datangi, tutup dan tidak ada aktifitas,” Jumat (11/02/2022).

Menurut narasumber yang tak ingin di sebutkan namanya berinisial SM mengatakan, “yang pasti selalu buka bang,,, semalam saja ramai. Omzet diperkirakan Rp.150 juta perhari. Mana mungkin Kepolisian kita di Deli Serdang ini mampu menutup semua lokasi Las Vegas itu”. Kamis (10/02/2022).

Diharapkan kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo agar menjadikan informasi berita ini menjadi atensi utama membasmi perjudian Las Vegas dan togel di wilayah hukum Polresta Deli Serdang Polda Sumatera Utara.

Red: Jun/Erwin

Kompol Firdaus: Satu Diantara 3 Pelaku Curat Terpaksa Kami Tembak

Laporan: Pay

Poskota.Net

SUMATERA UTARA| – Tim Siluman Sat Reskrim Polrestabes Medan – Polda Sumatera Utara menembak kaki seorang pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat) spesialis bongkar toko, Sabtu, 5 February 2022.

Pelaku yang ditembak kakinya adalah Mhd Danke (23) penduduk Jalan Pembangunan, Desa Purwodadi, Komplek DPR.

Selain itu, Tim Siluman Sat Reskrim Polrestabes Medan, juga meringkus dua pelaku lainnya yang salah satunya adalah penadah barang hasil curian tersebut.

Keduanya adalah Deden Hariwira Kusuma (64) warga Jalan Pembangunan, Desa Purwodadi, Komplek DPR, dan Subur (45) warga Jalan Binjai KM 12, Kompos yang berperan sebagai penadah barang hasil curian tersebut.

Penangkapan ketiga pelaku yang salah satunya ditembak di bagian betisnya ini dibenarkan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Armia Fahmi melalui Kasat Reskrim Kompol Dr. M. Firdaus S.I.K.,M.H, Senin (7/2/2022).
Dikatakan Kasat Reskrim, kedua pelaku (Danke dan Deden) melakukan aksi curatnya di Toko Bintang Jaya, Jalan Binjai KM 12/Jalan Pembangunan No.10 D, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Medan Sunggal pada Senin, 17 Januari 2022 sekira pukul 08.00 WIB.

“Toko Bintang Jaya tersebut adalah milik Suwardi (62) warga Jalan DR FL Tobing No.95 F, Kota Medan. Suwardi melaporkan aksi curat yang dialaminya ke Polrestabes Medan dengan Laporan Polisi Nomor : LP/B/200/I/2022/SPKT/Polrestabes Medan/Polda Sumut,” kata Kompol Firdaus.

Lanjut dikatakan Kasat Reskrim, selain meringkus ketiga pelaku, Polisi juga mengamankan barang bukti satu unit TV hasil pencurian, sepeda motor yang digunakan pelaku, alat bor yang dicuri pelaku, dan baju hasil dari penjualan pencurian.

“Pelaku melakukan pencurian dengan cara menggunting seng Toko Bintang Jaya lalu masuk ke dalam toko dan mengambil barang yang ada di dalamnya,” ujar Kasat Reskrim.

Kompol Firdaus menambahkan bahwa pelaku nekat melakukan aksi curatnya guna mendapatkan uang untuk kebutuhan sehari-hari dan membeli narkoba jenis sabu.

“Atas perbuatannya, ketiga pelaku dipersangkakan melanggar ketentuan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dan Pasal 480 tentang penadah barang hasil curian dengan ancaman hukuman 9 tahun dan di atas lima tahun penjara,” pungkas Kompol Firdaus.

Red: Jun/Erwin 

Residivis Narkoba Kambuh Lagi Akhirnya Ditangkap Satnarkoba Polres Cilegon Polda Banten

Laporan: Ali Hermawan

Poskota.Net

CILEGON| – Residivis kasus narkoba dan kawannya diamankan satuan reserse narkoba Polres Cilegon Polda Banten karena mengedarkan sabu-sabu.

Pada hari Selasa tanggal 01 Februari 2022,Sekira jam 15.00 WIB satuan reserse narkoba polres Cilegon Polda Banten amankan residivis dan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu disebuah rumah kontrakan di Lingkungan Jombang Kali RT. 001/008 Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang Kota Cilegon.

Kapolres Cilegon Polda Banten AKBP Sigit Haryono, S.IK, S.H. diwakilkan oleh Kasat Reserse narkoba polres Cilegon AKP Shilton, S.IK, M.H. membenarkan,  “Telah mengamankan Seorang laki laki DA (36) yang merupakan residivis dalam kasus narkoba yang mengontrak disebuah rumah kontrakan di Lingkungan Jombang Kali RT. 001/008 Kelurahan Masigit Kecamatan Jombang Kota Cilegon, “ujar kasat narkoba.

kasat narkoba polres Cilegon menjelaskan dari penggeledahan didalam kontrakan tersebut didapati barang bukti 1 (satu) paket Kristal warna putih diduga narkotika jenis sabu-sabu,1 (satu) buah pipa kaca yang didalamnya berisikan Kristal warna putih diduga narkotika jenis sabu-sabu sisa pakai, 1 (satu) buah alat hisap (bong) yang terbuat dari kemasan gelas air mineral, 1 (satu) buah timbangan digital, 5 (lima) bungkus plastic klip kecil, 5 (lima) buah doubletape warna merah.

“Setelah diinterogasi Saudara DA (36) menjelaskan bahwa barang jenis sabu sabu tersebut didapat atas suruhan seseorang bernama Saudara DD (DPO) sebanyak 1 (satu) paket seberat 5 (lima) Gram, kemudian oleh tersangka dipecah/dibagi menjadi 20 (dua puluh) paket kecil dengan dibungkus tisu dan plastic merah, setelah itu tersangka mengedarkan dengan cara menyimpan di titik lokasi sebanyak 12 (dua belas) paket didaerah damkar cilegon, 2 (dua) paket didaerah Cikerut Kelurahan Karanganyar Kecamatan Cibeber kota Cilegon dan 6 (enam) paket diserahkan kepada temannya Sudara AR (31) untuk ditebar/diedarkan, dimana 1 (satu) paket berhasil ditemukan oleh pihak kepolisian dilokasi tersangka menyimpan narkotika di didaerah Cikerut Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon setelah ditunjukan oleh tersangka DA (36),” ujarnya.

Kemudian dilakukan pengembangan dan pada Hari Selasa 01 Februari 2022 sekira Jam 20.00 WIB dilakukan penangkapan terhadap Saudara AR (31) dipinggir Jalan Raya Yumaga Benggala RT. 002 / 009 Kelurahan Cipare Kecamatan Serang Kota Serang saat dilakukan penggeladahan didapati 5 (lima) paket narkotika jenis sabu-sabu didalam saku jaket warna merah yang dipakainya, kemudian tersangka dan barang bukti diamankan ke Polres Cilegon untuk penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut.

Barang bukti yang diamankan dari tersangka Saudara DA (36) adalah 1 (satu) paket Kristal warna putih diduga narkotika jenis sabu-sabu brutto 0,14 Gram, 1 (satu) bungkus Kristal warna putih diduga narkotika jenis sabu-sabu brutto 0,45 Gram, 1 (satu) buah pipa kaca yang didalamnya berisikan Kristal warna putih diduga narkotika jenis sabu-sabu sisa pakai, 1 (satu) buah alat hisap (bong) yang terbuat dari kemasan gelas air mineral, 1 (satu) buah timbangan digital, 4 (empat) bungkus plastic klip kecil, 5 (lima) buah doubletape warna merah, 1 (satu) Unit handphone Vivo dan uang Rp.100.000,- (seratus ribu rupiah).

“Sedangkan dari tersangka AR (31) barang bukti yang disita yakni 5 (lima) bungkus plastik bening berisikan Kristal warna putih diduga Narkotika jenis sabu-sabu brutto 2.23 Gram, 1 (satu) potong jaket warna merah dan 1 (satu) Unit handphone merk VIVO,” tegasnya.

Kasat Narkoba Polres Cilegon mengatakan, “bahwa tersangka DA (36) dan tersangka AR (31) dipersangkakan sesuai dengan _*Pasal 114 (1) dan atau Pasal 112 (1) UU RI No.35 tahun 2009Tentang Narkotika,*_ dengan ancaman hukuman Paling singkat 5 tahun paling lama 20 tahun dan seumur hidup,” tutupnya.