Polresta Tangerang Gelar Rekonstruksi, Ini Detik-detik Sopir dan Kernet Angkot Perkosa dan Buang Karyawati ke Sungai

Laporan: Ayu Yunengsih

Poskota.Net

KABUPATEN TANGERANG| – Satreskrim Polresta Tangerang Polda Banten menggelar rekonstruksi kasus pemerkosaan dan percobaan pembunuhan terhadap seorang karyawati yang melibatkan sopir dan kernet berinisial IS (22) dan GG (24). Rekonstruksi digelar di tempat kejadian perkara, Jumat (04/02/2022).

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Zain Dwi Nugroho menerangkan, kedua tersangka menjalani rekonstruksi sebanyak 22 adegan. Kedua tersangka menjalani semua adegan rekonstruksi tanpa peran pengganti. Untuk korban, kata Zain, menggunakan pemeran pengganti.

“Kedua tersangka menjalani 22 adegan mulai dari Pasar Gembong saat mengangkut penumpang yang kemudian jadi korban, hingga membuang korban ke Kali Ciujung,” kata Zain.

Dikatakan Zain, pada rekonstruksi itu terungkap bahwa tersangka IS yang merupakan sopir merupakan inisiator aksi keji itu. IS mengajak tersangka GG untuk membantunya melakukan perampokan.

“Ini juga menjadi bukti bahwa kedua tersangka telah merencanakan aksi pidana itu,” terang Zain.

Zain melanjutkan, setelah mengisi bensin di SPBU Gembong, kendaraan melaju ke kawasan Pergudangan Surya Balaraja. Di lokasi inilah, tersangka GG menutup pintu kendaraan penumpang dan mematikan lampu angkot.

Pada saat itulah, ujar Zain, tersangka GG menyerang korban dengan membekap korban dan memukuli korban hingga korban tak sadarkan diri. Tidak hanya itu, tersangka GG juga masih melakukan penganiayaan dengan menginjak-injak tubuh korban, mencekik korban, bahkan memukul korban menggunakan ban serep.

“Pada saat itu tersangka IS memberitahu tersangka GG agar korban tidak langsung dibunuh, karena tersangka IS hendak memperkosa korban terlebih dahulu,” ujar Zain menerangkan kronologis rekonstruksi.

Tersangka IS kemudian menghentikan laju kendaraan dan memberikan kemudi ke tersangka GG. Setelahnya, tersangka IS menganiaya korban dengan menginjak-injak dan memukuli korban dengan kursi kayu. Bahkan tersangka IS memperkosa korban saat posisi ban serep masih di atas kepala korban.

“Hal itu terungkap pada rekonstruksi di adegan ke-15 dari 22 adegan,” tutur Zain.

Usai memperkosa korban, kendali setir kembali dipegang tersangka IS. Saat itu, korban sempat bergerak yang membuat kedua tersangka kembali menganiaya korban. Kedua tersangka kemudian mengira korban sudah meninggal dan hendak membuangnya di persawahan.

“Namun niat membuang korban di persawahan diurungkan karena kedua tersangka khawatir diketahui warga,” ucap orang nomor satu di Polresta Tangerang Polda Banten ini.

Kendaraan terus melaju hingga Jembatan Jongjing. Kedua tersangka menyeret tubuh korban ke luar lalu melemparkannya ke Kali Ciujung. Setelah itu, kedua tersangka berpisah. Mobil kemudian dibawa oleh tersangka IS. Esok harinya, tersangka IS meninggalkan kendaraan begitu saja di pinggir jalan.

“Rekonstruksi itu dilaksanakan untuk menyesuaikan fakta di lapangan dengan keterangan yang disampaikan para tersangka dalam berita acara pemeriksaan,” kata Zain.

Zain juga menjelaskan, dalam pemeriksaan terungkap bahwa tersangka IS merupakan residivis dan sudah pernah 2 kali ditahan untuk kasus pemerkosaan anak di bawah umur dan kasus pencurian dengan pemberatan. Demikian juga tersangka GG yang merupkan residivis kasus curanmor.

“Kedua tersangka yerancam hukuman mati karena dijerat Pasal 365 KUHP dan Pasal 285 KUHP dan/atau Pasal 340 juncto 53 KUHP dan/atau Pasal 338 juncto 53 KUHP,” pungkasnya.

Red: Jun/Erwin 

Percobaan Pembunuhan Sadis Sopir Angkot Penumpang Wanita, Dihukum Mati

Laporan: Erwin Silitonga

Poskota.Net

TANGERANG| – Sadis perbuatan sopir angkot dan kernetnya, demi mendapatkan harta korban penumpang nya, keduanya rela melakukan tindakan kekeraan serta pemerkosaan serta percobaan pembunuhan.

Akibat perbuatan biadab oleh pelaku IS (22) dan GG (24) korban SP (24) mengalami trauma dan takut ketemu dengan orang lain dan selalu bengong. Selain trauma korban juga mendapat lurah memar di kepala, leher, badan serta paha.

Perbuatan pelaku terhadap korban begitu sadis, selain melakukan kekerasan fisik, korban juga di perkosa berkali-kali, setelah itu, agar menghilangkan jejak korban di buang dari jembatan sungai ciujung Kabupaten Serang.

Menanggapi hal ini Kapolresta Tangerang Kombes.Pol.Zain Dwi Nugroho, SH,S.IK,M.SI dalam konfersi pers, di halaman Polres Tigaraksa mengatakan Satreskrim Polresta Tangerang dalam 2 hari berhasil meringkus pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan dan pemerkosaan serta percobaan pembunuhan tersebut.

Penangkapan pelaku IS dan GG dilakukan di dua tempat berbeda. Penangkapan berdasarkan Laporan dan pengembangan Satreskrim Polresta Tangerang. Dipaparkan Kapolres Kombes Zein Dwi Nugroho korban SP (24), kamis (20/01/2022) pukul 00.30 wib naik angkot jurusan Serang Balaraja untuk menjenguk orang tuanya yang datang dari Lampung, didalam angkot hanya ada 3 orang, yaitu korban, kedua pelaku yang merupakan supir dan kernek.

“Didalam perjalanan kernek menutup pintu angkot dan korban dipukuli dan ditendang serta dicekik lehernya dan menimpahkan ban serep, kemudian pelaku memperkosa korban didalam angkot,” ucapnya.

Ditambahkan Kapolres Kombes Zein pelaku memastikan korban sudah mati, kemudian oleh supir dan kernek korban dibuang ke sungai ciujung Kabupaten Serang, setelah korban dilempar ke sungai, korban sadar dan menyelamatkan diri dengan cara berenang ketepi dan meminta bantian kepada masyarakat sekitar.

Korban dibawa warga untuk melaporkan ke Polsek Ciujung,dan dilangsunh dilakukan pengembangan dari Satreskrim Polresta Tangerang, dalam waktu singkat berhasil menangkap pelaku yaitu IS dan GG. Kedua Pelaku berhasil ditangkap ditempat berbeda.

“Pelaku merupakan residivis pemerkosaan yakni IS dan GG residivis Curanmor, yang berhasil dilumpuhkan dengan timah panas karena mencoba melawan petugas saat akan ditangkap,” ujarnya.

Dalam perbuatan yang cukup keji ini Pelaku dijerat dengan Pasal berlapis,yaitu 365 KUHPidana dan Pasal 285 KUHPidana dan atau Pasal 340 jo 53 KUHPidana dan Pasal 338 jo 53 KUHPidana dengan ancaman hukuman mati.

Red: Jun/Erwin

Antisipasi Jam besuk tahanan Ka SPKT I Polres Serang cek ruang tahanan

Laporan: ALi Hermawan

Poskota.Net

SERANG| – KA SPKT I Polres Serang Bripka Elias Pikal mengecek ruang tahanan Polres Serang, Selasa (04/01/2022).

Pikal mengatakan pengecekan ruang tahanan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada benda-benda berbahaya didalam ruang tahanan.

Pikal juga menghimbau kepada tahanan agar selalu menjaga kebersihan ruang tahanan agar terhindar dari penularan penyakit.

Lebih lanjut Pikal mengingatkan kepada piket jaga tahanan agar teliti memeriksa barang bawaan penjenguk tahanan untuk mengantisipasi benda-benda berbahaya lolos kedalam tahanan ungkap pikal.

Pikal juga berpesan kepada piket jaga tahanan agar tetap menerapkan protokol kesehatan kepada setiap pengunjung dan pastikan yang membesuk tahanan agar mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak tutupnya.

Red: Jun/Erwin

Bidan Desa Yang Mendapat Ancaman Telah di “Upah-Upah”

Laporan: Golmen Lumbanraja

Poskota.Net

TAPUT| – Satu tenaga kesehatan di Desa Manalu Dolok yang bertugas di Dusun Sisoding,Desa Manalu Dolok,Kecamatan Parmonangan mendapat pengancaman dari salah seorang Cakades di tempat kerjanya.

Bidan yang bernama ika (37) merasa ketakutan dan heran, kekalahan oknum Cakades tersebut pada Rabu, (24/11/2021) diluapkan pada dirinya.

Kandidat yang kalah bersama warga mendatangi pos kesehatan Desa tempat bidan tersebut bekerja dan memaksanya untuk meninggalkan tempat tinggal tersebut. Akibat dari kejadian itu bidan desa mengalami ketakutan dan trauma sehingga untuk sementara waktu bidan desa menumpang di rumah masyarakat di dusun Lumbantobing desa Manalu Dolok kecamatan Parmonangan yg disediakan oleh warga lainnya.

Setelah mengetahui peristiwa tersebut, Jumat, (26/11/2021) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Utara Alexander Gultom bersama kepala UPT Puskesmas Parmonangan dr.Donda Purba mendatangi ke rumah warga untuk mangupaupa bidan desa Ika Marpaung. Dari perbincangan kadis kesehatan dgn warga ternyata warga juga sangat menyayangkan peristiwa tersebut dan akhirnya bersepakat untuk menyediakan tempat sementara untuk bidan dimaksud.

Mangupaupa adalah  budaya suku batak yang dilakukan oleh orangtua kepada anak. Budaya ini sudah diwariskan oleh nenek moyang kita sejak dahulu kala.

Kepala dinas kesehatan mangupaupa bidan desa tersebut dan memohon keapda Tuhan agar rasa trauma yang dialami bidan desa tersebut dapat berkurang.  Dimana kadis kesehatan merupakan bapak dari nakes yang ada dibawah naungan dinas kesehatan kabupaten Tapanuli utara.

Kadis kesehatan menyampaikan mudah-mudahan kejadian kepada bidan ini tidak terulang lagi di seluruh Indonesia, terkhusus di wilayah kerja dinas kesehatan kabupaten Tapanuli Utara.

” Saya turut prihatin atas kejadian yang dialami bidan kami yang bertugas didesa Manalu Dolok, mudah – mudahan kejadian ini tidak akan terjadi lagi. Untuk proses hukum tetap berjalan dan kita serahkan kepada pihak yang berwajib,” Tegasnya

Bidan Desa Yang Mendapat Ancaman Telah di “Upah-Upah”tandas Kesehatan Taput.

Red: Jun/Erwin

Polres Sumedang Gelar Konferensi Pers Kasus Pidana Penyebaran Berita Bohong Cadas Pangeran

Laporan: M. A. Rahmat Setiawan

Poskota.Net

SUMEDANG| – Bertempat di aula tribrata Polres sumedang digelar konferensi pers pengungkapan kasus pidana menyebarkan berita bohong di Cadas Pangeran Sumedang dengan tersangka YS (40) warga Desa Sukajaya, Sumedang, Senin (22/11/2021)

Dipimpin Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Erdi Adrimulan Chaniago didampingi Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto, Kasat Reskrim AKP M Ade Rizky F S.I.K., M.A, Danramil Sumedang Kota Kapten Inf Dede Baharudin, Kanit Satwa Dir Samapta Polda Jabar Iptu Novian Yuga P dan Perwakilan BPBD Kabupaten Sumedang.
Kegiatan konferensi pers tersebut memaparkan fakta sesungguhnya tentang misteri menghilangnya YS yang sempat membuat heboh beberapa hari yang lalu.

Kombes Pol Erdi A chaniago menerangkan bahwa YS pada Selasa (16/11/21) mengirimkan pesan suara kepada istrinya bahwasanya dirinya mengalami tindak kekerasan oleh orang tidak dikenal hingga terjun ke dalam jurang Cadas Pangeran.

“Pada tanggal 16 November 2021 YS dikabarkan menghilang melalui pesan suara yang dikirmkan kepada istrinya, yang bersangkutan berniat hendak bunuh diri akibat berbagai permasalahan di tempat kerja dan juga permasalahan keluarga, namun niat tersebut urung dilakukan dan memutuskan untuk pergi dari sumedang, awalnya YS akan ke Jakarta namun dialihkan ke Cirebon” tutur Kombes Pol Erdi.

Pesan suara yang diterima istri YS kemudian tersebar luas melalui aplikasi pesan dan media sosial sehingga menimbulkan kecemasan pihak keluarga maupun warga Sumedang.

Setelah dilakukan pencarian selama dua hari dan melibatkan berbagai Instansi dan relawan di wilayah Cadas Pangeran Sumedang, pencarian YS diakhiri dengan penemuan YS di daerah Kadipaten Majalengka oleh anggota satuan reserse kriminal Polres Sumedang.

Pada saat dilakukan pemeriksaan, YS ternyata sengaja mengirimkan pesan kepada Istri, keluarga dan rekan kerjanya jika dirinya telah dicelakai di wilayah Cadas Pengeran, dikarenakan YS mempunyai banyak permasalahan di lingkungan keluarga dan di tempat kerjanya yang berkaitan dengan masalah keuangan.

YS menyusun rencana untuk melarikan diri dari semua masalahnya dengan membuat skenario seolah-olah YS telah dilukai dan dibuang di jurang Cadas Pengeran dengan harapan tidak ditagih masalah keuangan tersebut dan mencari pekerjaan baru di Cirebon.

Pada Konferensi Pers tersebut diperlihatkan barang bukti yang diamankan antara lain; satu buah Handphone Samsung Galaxy Grand Prime warna Putih, Empat lembar Screenshot bukti percakapan Tersangka kepada pihak keluarga. Satu unit kendaraan sepeda motor merk Honda Supra X warna Hitam Nopol Z-2333-AB, dan satu buah helm.

Atas perbuatannya membuat gaduh dengan penyebaran berita bohong tentang dirinya, YS dijerat pasal 14 ayat (2) UU RI No. 1 tahun 1946 yang berisi diduga tindak pidana barangsiapa menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, sedangkan ia patut dapat menyangka bahwa berita atau pemberitahuan itu adalah bohong, dihukum dengan penjara setinggi-tingginya 3 (tiga) tahun.

Red: Jun/Erwin

Suami Tega Habisi Istri Karena Kesal Sering Ditolak Saat Diajak Hubungan Intim

Laporan: JB Gultom

Poskota.Net

LABUHANBATU| – Masyarakat Dusun Pondok Indomie, Desa Bandar Tinggi, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, dihebohkan dengan adanya penemuan mayat perempuan paruh baya, Selasa (16/11/2021) 10.00 WIB.

Korban tindak pidana tersebut di ketahui bernama Halimah Br Rambe (58) warga Pondok Indomie Desa Bandar Tinggi Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu.

Mengetahui hal itu, Personil Polres Labuhanbatu langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk olah TKP, dan segera mengevakuasi korban serta melakukan penyidikan dengan menggali Informasi dari para saksi.

Tim yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim AKP Parikhesit,SIK.SH.MH, dalam hitung jam berhasil mengamankan pelaku yang bersembunyi di dalam sebuah pondok ladang di Dusun Talun, Desa Bandar Tinggi, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Sumatera pada Rabu (17/11/2021) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Anhar Arlia Rangkuti, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Parikhesit,SH.SIK.MH menyampaikan, Kamis (18/11/2021) bahwa unit Reskrim telah mengamankan seorang pria AS (L/59) alias Dullah warga Dusun Talun, Desa Bandar Tinggi, Kecamatan Bilah Hulu yang juga merupakan suami dari Korban.

Dijelaskan Kasat, motif dari tersangka karena kesal dengan korban yang selalu menolak ajakannya untuk berhubungan intim dan korban sering mengancam akan meninggalkan tersangka jika saat cekcok mulut terjadi.

Kasat Reskrim Polres AKP Parikhesit,SIK.SH.MH memaparkan kronologis kejadian, pada hari Selasa tgl 16 November 2021 sekitar pukul 07.00 korban dan pelaku berangkat berboncengan mengendarai sepeda motor menuju ladang yang berjarak kurang lebih 5 km dari rumahnya.

Setibanya di ladang, pelaku menderes karet dan korban mengimas/ membersihkan rumput.

Sekitar pukul 11.00 WIB pada saat korban sedang mengimas menggunakan parang, Pelaku meminta parang dengan berkata “Mari dulu parang itu”, lalu korban menyerahkan parangnya kepada tersangka.

Pelaku dari arah depan berhadapan dengan korban kemudian mendorong dada korban hingga terjatuh telentang.

Lalu pelaku bergeser ke sisi kiri korban. Karena korban menggunakan tangan kirinya untuk menghalau pelaku, pelaku memegangi tangan kiri korban dengan tangan kirinya. Dan sambil menunduk, pelaku membacok ke arah leher korban sebanyak 3 kali. Pada saat itu korban berusaha menangkis dengan tangan kanannya sehingga terdapat juga bekas luka robek terbuka pada tangan kanan korban.

Pelaku menunggui sampai korban meninggal kurang lebih selama 10 menit. Setelah korban meninggal, kemudian pelaku menutupi tubuh korban dengan potongan rumput yang berada di sekitar tubuh korban. Lalu pelaku membuang parang dengan cara melemparkannya ke arah bawah jurang.

Selanjutnya pelaku mengendarai sepeda motor pulang ke rumah, berganti baju. Dan keluar kembali mengendarai sepeda motornya untuk bersembunyi.

Dari tindak pidana ini, lanjut Kasat, petugas berhasil mendapatkan barang bukti 1 (satu) bilah parang gagang kayu, Pakaian korban dengan bercak darah, Celana pelaku warna hijau yang dipakai pelaku, 1 unit sepeda motor supra x125 warna merah.

Saat ini pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polres Labuhanbatu untuk proses penyidikan.

Red: Jun/Erwin

Curi Dua HP, Tiga Pelaku Ditangkap Satreskrim Polres Serang Kota Polda Banten

Laporan: Samsudin (Jordi)

Poskota.Net

KOTA SERANG| – Satreskrim Polres Serang Kota Polda Banten menangkap tiga pelaku pencuri dan penadah 1 (satu) Unit Hanphone Realme Warna Putih Kabut dan 1 (satu) Unit Hanphone Vivo warna Crown Gold berikut beras sebanyak 25 Kg. Senin (25/10/2021).

Kapolres Serang Kota AKBP Maruli Ahiles Hutapea, S.IK., MH., melalui Kasat Reskrim Polres Serang Kota AKP M. Nandar, S.IK., mengatakan, Satreskrim Polres Serang Kota berhasil mengamankan pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan.

“Laporan Polisi Nomor : LP/ 29 / X /2021/ Banten/Res. serang Kota Sek. Kasemen Tanggal 08 Oktober 2021. TKP di Kp. Ciwedus Kelurahan Bendung Kecamatan Serang Kota Serang,” kata AKP M. Nandar, S.IK., saat dikonfirmasi, Rabu (27/10/2021).

AKP Nandar, mengungkapkan, ketiga pelaku berinisial M alias A (30 tahun), KH alias A (29 tahun) sebagai pencuri dan AH (39 tahun) merupakan penadah.

“Berawal pada Jumat 8 Oktober 2021 sekira jam 05.00 wib d Di dalam Rumah Korban di kp Ciwedus Kelurahan Bendung Kecamatan Serang, Kota Serang, korban Irodatul Aliyah binti Hedar telah hilang
1 (satu) Unit Hanphone Realme Warna Putih Kabut dan 1 (satu) Unit Hanphone Vivo warna Crown Gold berikut beras sebanyak 25 Kg, dengan adanya kejadian ini korban mengalami kerugian sebesar Rp. 7.500.000,- (Tujuh Juta Lima Ratus Ribu Rupiah),” jelas AKP Nandar.

Barang Bukti (Poskota.Net/Dok Ist)

“Pelaku diduga mengambil barang milik korban Irodatul Aliyah binti Hedar dengan cara merusak pintu belakang rumah korban, kemudian masuk ke dalam rumah korban dan mengambil barang milik korban yaitu 1 (satu) Unit Hanphone Realme Warna Putih Kabut dan 1 (satu) Unit Hanphone Vivo warna Crown Gold berikut beras sebanyak 25 Kg.

AKP Nandar, menjelaskan, Selanjutnya 2 unit Handphone tersebut di jual ke AH.

“Kedua pelaku M alias A dan KH alias A mengakui bahwa telah melakukan pencurian 2 handphone tersebut di daerah Ciwadas Kecamatan Serang Kota Serang bersama seorang pria berinisial B (DPO) uang sampai saat ini masih dalam pengejaran,” ungkap AKP Nandar.

Pelaku berikut barang bukti diamankan di Satreskrim Polres Serang Kota untuk penyidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, Pelaku dijerat pasal 363 KUHPidana dan 480 KUHPidana dengan ancaman penjara minimal 5 tahun penjara.

Red: Jun/Erwin

Korupsi Dana Desa, Kepala Desa Sodong Pandeglang dan Anaknya Diamankan Polres Pandeglang

Laporan: Edy Junaedy

Poskota.Net

PANDEGLANG| – SJ (54 tahun) Kepala Desa (Kades) Sodong, dan anaknya YP (29 tahun) Kaur Keuangan atau Operator Desa Sodong diamankan Satreskrim Polres Pandeglang Polda Banten Karena Korupsi pada program Dana Desa (DD) TA. 2019.

Penangkapan bermula SJ (54 tahun) Kepala Desa Sodong pada tanggal 22 April 2020 melakukan korupsi dana desa sebesar Rp. 418.134.664,43.- dan penyidik melakukan pemeriksaan terhadap 25 saksi termasuk saksi ahli yang mengaudit tentang spesifikasi bangunan, hasil pemeriksaan tersebut YP (29 tahun) Kaur Keuangan atau Operator Desa Sodong yang merupakan anaknya pada tanggal 21 Juli 2021 ditetapkan menjadi tersangka korupsi dana desa tersebut.

Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga didampingi Kapolres Pandeglang AKBP Belny Warlansyah saat menggelar konferensi pers di Polres Pandeglang, Rabu (27/10) menjelaskan awalnya Desa Sodong Kecamatan Saketi menerima Dana Desa (DD) dari APBN Melalui APBD Kabupaten Pandeglang TA. 2019 sebesar Rp. 772.834.000,-. diperuntukan untuk pembangunan Desa, selanjutnya YP Kaur Keuangan atau Operator Desa Sodong melakukan pengajuan proposal pengajuan dana tersebut.

“Dana sesuai proposal pengajuan Dana Desa (DD) TA. 2019 yang digunakan atau Realisasi pengajuan dana desa hanya sebesar Rp. 354.413.135,57, untuk sisanya tidak digunakan sesuai Proposal dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa TA. 2019 sebesar Rp.418.134.664,43,-,” kata Shinto Silitonga.

Shinto Silitonga menyampaikan Uang Negara untuk pembangunan desa tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi.

“Uang dari hasil Korupsi sebesar Rp. 418.134.664,43,- pelaku mengatakan digunakan untuk Keperluan didesa yang bukan peruntukannya dan untuk kepentingan pribadi Tersangka,” imbuh Shinto Silitonga.

Shinto menyatakan modus operandi kejahatan tindak pidana korupsi dilakukan dengan cara melakukan pembangunan fisik tidak sesuai dengan spesifikasinya, hal ini sesuai dengan keterangan ahli audit bangunan dari akademisi.

Selanjutnya Shinto Silitonga menyatakan selain itu ada penyalahgunaan anggaran negara lainnya.

“Tersangka bahkan mengalihkan penggunaan anggaran untuk program pemberdayaan desa, pembinaan desa dan modal Badan Usaha Milik Desa (BUM Des),” ujar Shinto.

Adapun barang bukti penangkapan, Shinto Silitonga menjelaskan yaitu berupa Surat Perintah Tugas melaksanakan fasilitas proposal pengajuan Dana Desa, Dokumen Realisasi Pelaksanaan APBD Pemerintah Desa Sodong TA. 2019, dan Laporan Realisasi Anggaran.

Selanjutnya Shinto Silitonga menyampaikan saat ini para tersangka dan barang bukti sudah masuk tahap P21 dan akan diserahkan ke kejaksaan negeri pandeglang.

“Akibat perbuatan tersangka, ia dikenakan hukuman sesuai dalam Atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 3 Jo pasal 18 UURI No. 31 tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo UURI No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UURI No. 31 tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Dengan ancaman pidana maksimal selama 20 (dua puluh tahun),” jelas Shinto Silitonga.

Kabidhumas memberikan peringatan kepada kepala desa untuk mengelola uang di rekening desa dengan baik karena uang tersebut adalah uang negara, bukan uang milik kepala desa.

“Warning bagi kepala desa, gunakan uang negara untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat, itu bukan uang kepala desa tapi uang negara, menyalahgunakan uang negara pasti akan ditindak tegas oleh Polda Banten,” tegas Shinto.

Selanjutnya Shinto Silitonga mengapresiasi pengungkapan kasus yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Pandeglang.

“Saya mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Satreskrim Polres Pandeglang Polda Banten yang telah berhasil mengungkap kasus korupsi dana desa ini. Saya berharap Polres jajaran Polda Banten terus melakukan pengungkapan kasus seperti ini, mari kita jaga uang negara agar tidak digunakan oleh oknum tertentu guna kepentingan pribadi,” tegas Shinto Silitonga.

Terakhir Shinto Silitonga juga mengimbau, “Kepada seluruh Kepala Desa yang ada di wilayah hukum Polda Banten agar menggunakan dana desa dengan sebaik-baiknya, jangan coba-coba korupsi,” tutup Shinto Silitonga.

Red: Jun/Erwin

Tidak Ada Kepastian Hukum Oleh BPN, Ahli Waris dan Element Masyarakat “ancam” Gelar Aksi di Gedung BPN Kota Tangerang

Laporan : Team 7

TANGERANG, Poskota.Net – Setelah bertahun ditunggu oleh pihak ahli waris pemilik lahan yang terkena pembebasan JORR Kunciran-Batu ceper di daerah kunciran-kota Tangerang dan kasus Konyinasi Run Way III Bandara Soekarno -Hatta, karena tidak ada kepastian hukum yang di berikan oleh pihak BPN, ahli waris bersama element masyarakat “ancam” akan melakukan aksi di gedung BPN dan PN kota Tangerang dalam waktu dekat ini.

Aksi demo akan dilakukan, bentuk protes atas kekecewaan oleh pihak ahli waris kepada pelayanan BPN, kata ‘Jacksany’ team kuasa hukum ahli waris(Alm)BIRU SENA baru baru ini, saat menyampaikan keterangan pers di ruang kerja nya. Menurut kuasa hukum ahli waris Jacksany &Partner, Pihak nya menjadi Korban kejahatan aksi Mafia Tanah, dan di duga ada keterlibatan oknum pejabat di tubuh BPN Kota Tangerang.

Masalah sengketa tanah tersebut sepertinya menjadi rumit, di duga akibat ulah mafia tanah dan di duga oknum pejabat BPN ikut berkolaborasi atau terlibat. Hingga saat ini sedang berproses di pengadilan kota Tangerang dan belum ada kepastian hukum, bahkan salah satu Ahli waris sampai meninggal dunia tidak bisa menerima hak nya.

Di jelaskan oleh Kuasa hukum Ahli waris (Alm) Biru Sena,” ada pihak yang melakukan klaim di lahan milik klien nya, yang terletak di Kunciran Kota Tangerang, dengan berdasarkan AJB. No. 1280/2006. C 798 Atas Nama, Agus Elia Darius terhadap tanah bidang No.116. atas nama BIRUSENA Nomor: C 864 Persil 42. S.II. Persil 42. S. III. aneh nya, pihak BPN Langsung menanggapi.

Padahal, objek di sengketa atau yang di klaim, ternyata salah bidang. Dan tanpa melalui proses penyesuaian atau pemeriksaan oleh Team pembebasan Jalan Tol yang telah dibentuk.

Sedangkan tanah bidang No. 116. Atas nama Biru Sena atas dasar identifikasi, baik terhadap obyek bidang maupun subyek hukum oleh Team pembebasan Jalan Tol CBK. Seharusnya dari pihak BPN – Kota Tangerang menolak adanya Klaim tersebut karena berdasarkan UU No. 2 Tahun 2012, sudah cukup jelas diatur dalam tata cara melakukan pengklaiman terhadap bidang tanah yang telah ditetapkan oleh Team panitia pembebasan.

“Rawan nya tindak kejahatan Mafia tanah yang bekerjasama dengan oknum pejabat BPN sangat meresahkan masyarakat atau ahli waris. Mereka dengan sengaja melakukan modus ‘Klaim’ dan oknum BPN menerima atau memfasilitasi klaim dari mafia tanah itu. Iya untuk merampas uang ganti rugi,” kata Jacksany’. (22\10\2021)

Dari proses yang di tempuh oleh mafia tanah tersebut, menurut Jacksany’, selalu menggiring permasalahan klaim untuk berakhir damai di Pengadilan. Terbukti, salah satu kasus yang saat ini sedang dilaporkan di polres metro Tangerang kota. Yaitu’ salinan putusan Akte perdamaian No.85\Pdt G\2020.PN Tangerang, antara Hendrik Candra Wiranto melakukan klaim dengan alas hak AJB Ajb : 208 tahun 2012 Hendri Candra Wiratno. Padahal AJB tersebut (208) tidak tercatat dan tidak terdaftar di PPAT Kecamatan Kosambi Kabupaten Tangerang Banten.

“Sudah kita laporkan ke polres Metro kota Tangerang, dengan nomor polisi LP\B\677\VI\2021 dengan Pasal 263 KUHP\264 KUHP. Jadi demi keadilan, semua keturunan ahli waris dan pemilik tanah dan organisasi masyarakat akan mengadakan aksi waktu dekat ini, apabila pihak BPN tidak memberikan solusi. Semoga nanti menjadi momen bersejarah perjuangan masyarakat untuk memberantas mafia tanah khususnya di kota Tangerang,” ucap Jacksany’ mengakhiri siaran pers nya.

Sementara itu, hingga berita ini di muat belum ada penjelasan dari pihak pihak terkait seperti yang disampaikan oleh kuasa hukum ahli waris, yakni pihak BPN, serta Polres Metro kota Tangerang.

Informasi terakhir sekitar satu bulan yang lalu, dari unit penyidik Harda polres Metro Kota Tangerang, kalau proses penyeledikan sedang berjalan dan untuk keterangan lebih lanjut, di sarankan supaya awak media mengkonfirmasi langsung ke Bagian Humas.

Menyikapi Maraknya Mafia Tanah di Tangerang, Ini di Katakan Mahfud MD

Laporan: Team 7

Poskota.Net

TANGERANG – Masalah sengketa lahan di Indonesia khusus nya di kota Tangerang sepertinya menjadi rumit, di duga akibat ulah para mafia tanah yang kerap meresahkan masyarakat. Bahkan mendapat reaksi dari Mentri Polhukam Mahfud MD, dengan blak-blakan mengatakan,” kalau mafia tanah tidak bermain sendirian. Bahkan Tidak sedikit oknum di pengadilan juga terlibat main mata dengan para mafia. Hal itu dikatakan nya dalam seminar secara virtual, seperti yang dikutip dari laman metroonlinentt.com (07\10\2021)


Di kota Tangerang dan kabupaten Tangerang, baru baru ini jadi perbincangan masyarakat dan ramai di sorot media online dan cetak, tentang dugaan keterlibatan oknum pejabat BPN yang ikut membantu komplotan mafia tanah untuk menguasai lahan masyarakat secara hukum di lakukan dengan berbagai cara koruptif, seperti yang di sampaikan oleh Mahfud MD, “Mereka tidak bermain sendirian”.

Seperti penjelasan kuasa hukum ahli waris INDARTI,SH,& Rekan, Salah satu kasus yang saat ini sedang bergulir di BPN kabupaten Tangerang, yaitu’ ahli waris A\N Marin Bin Konboy di gugat dengan perkara klaim dengan mengadopsi alas hak dari SHM No: 05 tahun 1969. Atas nama Yo Tiang Kwi, sedangkan anak Alm Yo Tiang Kwi sendiri tidak pernah tau tentang klaim tersebut, hal itu di sampaikan saat team melakukan klarifikasi di kediaman anak Alm ahli waris, baru baru ini.

Selain itu, kasus sengketa lahan yang tidak jauh berbeda di wilayah kunciran kota Tangerang, di duga oknum pejabat BPN dan mafia yang sama berkolaborasi, dan saat ini sedang berproses di pengadilan kota Tangerang. Pihak yang melakukan klaim lahan tanah di wilayah kunciran kota Tangerang, dengan berdasarkan AJB. No. 1280/2006. C 798 A\N Agus Elia Darius terhadap tanah bidang No.116. atas nama BIRUSENA C 864 Persil 42. S.II. Persil 42. S. III. pihak BPN Langsung menanggapi padahal objek di sengketa salah bidang,tanpa melalui proses oleh Team pembebasan Jalan Tol yang telah dibentuk .

Sedangkan tanah bidang No. 116. Atas nama Birusena atas dasar identifikasi, baik terhadap obyek bidang maupun subyek hukum oleh Team pembebasan Jalan Tol CBK. Seharusnya dari pihak BPN – Kota Tangerang menolak adanya Klaim tersebut karena berdasarkan UU No. 2 Tahun 2012, sudah cukup jelas diatur dalam tata cara melakukan pengklaiman terhadap bidang tanah yang telah ditetapkan oleh Team panitia pembebasan.

“Tolong teman teman wartawan sampaikan dalam pemberitaan supaya Kepala BPN – Kota Tangerang mengetahuinya, dan insyaallah minggu depan kami akan melaporkan serta mengadukan hal ini, Kepada Bapak Presiden RI. , Menteri PUPR, BPN Kanwil, ke Ombudsman,” ujar Jacsany (team kuasa hukum ahli waris).(09\10\2021)


Baru baru ini, saat awak media melakukan konfirmasi ke pihak pengadilan, kepada salah satu hakim mediasi yang menangani nya, Joni Wijaya Sinaga,SH menyarankan wartawan agar mengkonfirmasi langsung ke bagian humas atau panitera pengadilan untuk mendapatkan keterangan.

“Kalau menanyakan tentang itu, tanyakan para pihak dari kami tidak bisa. Dan ini kordinasi kami kepada pihak pengadilan dan saya tidak berbicara apapun, kalaupun ingin mengambil keterangan silahkan ke humas atau panitera dan para pihak” ucap Toni Wijaya, saat di konfirmasi wartawan lewat telepon.


Dari penyampaian Mahfud MD, Praktik praktik mafia tanah telah menggurita dari hulu hingga hilir termasuk oknum lembaga pengadilan. menyebabkan masyarakat terkena dampak nya. Untuk itu, dirinya meminta komisi yudisial ikut mencegah sekaligus memberantas para mafia tanah ini, sehingga kedepannya tidak meresahkan masyarakat lagi.