Pusdokkes: Dua ruang operasi disediakan tangani korban patah tulang akibat gempa Cianjur

Laporan: Anton

Cianjur//Poskota.net – Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri telah menerjunkan 247 personel tenaga medis untuk membantu seluruh korban gempa Cianjur, Jawa Barat (Jabar).

Kepala Pusdokkes Polri Irjen Polisi dr. Asep Hendradiana menjelaskan, ratusan tenaga medis yang diterjunkan tersebut terdiri dari tim dokter spesialis, dokter umum, perawat mahir, dan tenaga kesehatan lainnya.

Menurutnya, Pusdokkes Polri mendapat dukungan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan berbagai stakeholder terkait lainnya untuk membantu para korban gempa Cianjur Jawa Barat.

“Jadi atas instruksi Bapak Presiden dan Bapak Kapolri, kami telah menerjunkan 247 personel dokter. Kita juga mendapatkan dukungan dari banyak pihak termasuk dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI),” tuturnya di lokasi gempa Cianjur, Sabtu (26/11/2022).

Dia juga menjelaskan bahwa saat ini Pusdokkes Polri sudah menyiapkan dua tempat operasi untuk warga yang mengalami luka ringan maupun berat setelah peristiwa gempa Cianjur. Dua lokasi itu tidak jauh dari titik gempa yang terjadi pada Senin (21/11) itu.

“Alhamdulilah saat ini sudah ada dua ruangan operasi yang disiapkan. Sebelumnya hanya ada satu ruang operasi,” katanya.

Menurut Asep, sejauh ini total sudah ada 31 orang korban yang dioperasi di kedua ruangan operasi tersebut.

Dia berharap ruang operasi sekaligus perawatan korban itu bisa dimanfaatkan secara maksimal agar pasien tidak dirujuk ke rumah sakit di luar wilayah Cianjur.

“Kita berharap pasien tidak dirujuk ke luar Cianjur untuk berobat. Kita dekatkan rumah sakitnya ini, untuk memudahkan perawatan dan memudahkan keluarga untuk berkunjung,” ujarnya.

Asep juga menegaskan seluruh obat-obatan dan biaya perawatan terhadap warga korban gempa Cianjur tidak dikenakan biaya apapun alias gratis.

“100 persen gratis, tidak ada yang dikenakan biaya apapun. Ini bentuk dukungan pemerintah dan Polri terhadap korban gempa Cianjur,” tuturnya.

Upaya Polri Kembalikan Senyum Anak-anak dan Ibu-ibu Korban Gempa Cianjur

Laporan: Anton

Cianjur//Poskota.net – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus turun dalam penanganan bencana alam gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat. Selain membantu melakukan evakuasi dan pendistribusian bantuan untuk korban, Polri juga menggelar trauma healing bagi para pengungsi.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, trauma healing diberikan di beberapa titik pengungsian, salah satunya di Lapangan Sepak Bola Binaraga, Kampung Panyaweuyan RT.02 RW.01 Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, yang merupakan Posko Resimen 4 Paspelopor Korbrimob Polri.

“Kegiatan trauma healing ini diselenggarakan atas kerjasama Biro Psikologi SSDM Polri, Korbrimob Polri, Bagian Psikologi Biro SDM Polda Jabar, Bhabinkamtibmas Polres Cianjur dan Unicef,” kata Dedi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (26/11/2022).

Adapun subjek sasaran trauma healing diberikan kepada 40 anak-anak dan 33 ibu-ibu. Terlihat mereka tertawa dan tersenyum lepas dengan kegiatan trauma healing yang diberikan anggota Polri.

Adapun Metode yang digunakan adalah bermain, bernyanyi, makan snack besama untuk anak-anak. Serta relaksasi, mindful activity, konseling individu dan konseling kelompok untuk para ibu-ibu.

“Para anak-anak dan ibu-ibu terlihat bahagia dan hal ini untuk mengobati trauma para pengungsi pasca gempa,” ujarnya.

Selain memberikan trauma healing, Polri juga memberikan bantuan seperti snack, mainan, pakaian, pakaian dalam, beras, minyak goreng, pembalut, mie, dan minuman.

“Semoga semua yang dilakukan Polri bisa meringankan beban para korban dan berharap semuanya segera pulih kembali,” katanya.

Kapolda Papua Tunjuk Tiga PJU Polda Papua Sebagai LO di Provinsi DOB

Laporan: Anton

Papua//Poskota.net – Kepala Kepolisian Daerah Papua menujuk tiga Pejabat Utama Polda Papua yang bertugas sebagai Perwira Penghubung atau Liaison Officer (LO) di 3 Daerah Otonomi Baru (DOB) yakni Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Selatan, Sabtu (26/11/2022).

Hal ini berdasarkan Surat Perintah Kapolda Papua Nomor : Sprin/1059 S.D 1061/XI/KEP./2022 Tanggal 24 November 2022.

“Penunjukan tersebut bertujuan agar para PJU bisa berkoordinasi dengan 3 penjabat Gubernur untuk mempersiapkan mulai segi keamanan dan mengakomodir semua Kapolres di wilayah masing-masing, sesuai daerah Otonomi baru yang sudah dibentuk,” ucap Kapolda Papua.

Lanjutnya, para Kapolres akan tetap berada di wilayah masing-masing, sedangkan tugas-tugas di tingkat provinsi baru akan diperankan oleh LO.

“Nanti LO akan berkoordinasi dengan Pj Gubernur di masing-masing wilayah baru sambil menyiapkan bagaimana persiapan pembangunan infrastruktur menuju pembentukan tiga Polda baru,” bebernya.

Adapun untuk tiga PJU Polda Papua yang ditunjuk sebagai LO yakni Kabid TIK Polda Papua Kombes Pol Erick Kadir Sully, S.I.K (Papua Selatan), Dir Pamobvit Polda Papua Kombes Pol Nicholas A. Lilipaly, S.I.K, M.H., M.Si (Papua Pegunungan) dan Kabid Propam Polda Papua Kombes Pol Gustav R. Urbinas, S.H, S.I.K., M.Pd (Papua Tengah).

“Para PJU tersebut akan didampingi masing-masing 3 personel untuk membantu pelaksanaan tugas penghubung/LO,” tutup Kapolda Papua.

 

Hujan rintik sejak pagi tak halangi evakuasi 5 korban gempa Cianjur

Laporan: Anton

Cianjur//Poskota.net – Tim gabungan K9 Polri, Basarnas, dan TNI berhasil mengevakuasi korban hilang yang tertimbun tanah usai gempa Cianjur, Jawa Barat (Jabar). Kali ini, evakuasi menemukan lima jenazah di wilayah Kecamatan Cugenang.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan, evakuasi korban kali ini harus melewati medan yang cukup menantang. Selain karena gundukan tanah licin karena hujan turun rintik-rintik sejak pagi, tetapi area pemukiman yang tidak luas juga harus dilewati.

“Jadi karena cuaca hari ini di Cianjur sudah hujan rintik-rintik sejak pagi, medan pencariannya sangat perlu kehati-hatian karena licin. Begitu juga saat evakuasi jenazah setelah ditemukan, harus melewati gang sangat sempit dan itu anggota estafet kantong jenazahnya agar bisa sampai ke ambulans,” kata Dedi dalam keterangan resminya, Sabtu (25/11).

Dedi merinci, penemuan pertama pukul 08.00 WIB, berjenis kelamin laki-laki di Desa Cijendil, Kecamatan Cugenang. Ditemukan di longsoran bawah dekat kali.

Kemudian, penemuan kedua pukul 09.20 WIB di longsoran atas Desa Cijendil, Kec.Cugenang, Kab. Cianjur. Ditemukan dua jenazah, yakni laki-laki dan satu balita perempuan berusia sekitar dua tahun.

Lalu, penemuan ketiga pukul 09.30 WIB di longsoran atas dekat kali Desa Cijendil, Kec.Cugenang, Kab. Cianjur. Ditemukan jenazah seorang laki-laki.

Terakhir, pada pukul 10.55 WIB di pinggir kali longsoran atas Jalan Cariu, Desa Cijendil, Kec. Cugenang, Kab. Cianjur. Ditemukan satu jenazah laki-laki dewasa.

“Selanjutnya, seluruh jenazah dibawa ke RSU Sayang untuk proses identifikasi oleh DVI,” tuturnya.

Dedi memastikan, evakuasi korban masih akan dilakukan dengan berkoordinasi bersama stakeholder lainnya. Meski demikian, diakuinya, cuaca dan medan yang tak mudah masih menjadi tantangan bagi tim gabungan menemukan korban hilang akibat gempa Cianjur.

Tim medis Brimob Polri jemput bola beri pelayanan kesehatan pengungsi gempa Cianjur

Laporan: Anton

Cianjur//Poskota.net – Pelayanan kesehatan dari Brimob Polri dilakukan kepada korban pengungsian gempa Cianjur di tiap poskonya. Pelayanan kesehatan itu berkeliling dari posko ke posko demi memastikan bantuan medis didapatkan para pengungsi tanpa harus bepergian ke ruma sakit.

Tim pelayanan kesehatan Brimob, kali ini menyambangi posko pengungsian korban gempa Cianjur di Kampung Panyaweuyan, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet. Kegitan itu sudah dimulai sejak pagi hari.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan, banyak pengungsi yang mengantre untuk mendapatkan pelayanan medis saat tim kesehatan Brimob datang ke sana. Di sana, obat-obatan juga diberikan secara gratis sesuai dengan keluhan para pengungsi.

“Mereka mengantre untuk mendapatkan pelayanan medis. Ini tandanya memang kebutuhan medis mereka perlukan, tetapi untuk menjangkau sentra pelayanan medis mungkin saja kesulitan karena faktor kendaraan atau jarak yang jauh. Oleh karenanya, upaya jemput bola dari tim medis Brimob ini seperti ditunggu-tunggu,” kata Dedi dalam keterangan resminya, Sabtu (26/11).

Pelayanan ini, kata Dedi, dipimpin oleh Iptu Haikal selaku dokter di tim medis Brimob Polri. Setiap kunjungan, dikerahkan 10 personel untuk memberikan pelayanan medis tersebut.

Menurut Dedi, dengan adanya upaya jemput bola ini, dapat mempermudah juga pertolongan bagi pengungsi yang memang penting dan harus dibawa ke rumah sakit.

“Ini pasien didominasi Lansia, Ibu, dan Anak,” tuturnya.

Lebih lanjut Dedi mengungkapkan, tim Brimob Polri akan berupaya menjangkau semua lokasi, bahkan desa terisolir. Karena tak dipungkiri, hingga kemarin (25/11), masih terdapat pengungsi yang ternyata kondisinya semakin parah dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Untuk diketahui, data BNPB hingga Jumat (25/11) sore mencatat, ada 110 titik pengungsian yang tersebar di 15 kecamatan terdampak gempa, perinciannya yakni 57 titik pengungsi terpusat dan 53 titik pengungsian mandiri. Lokasi pengungsian dibagi dalam kapasitas besar yang mencakup 200-500 orang atau kapasitas kecil dengan menampung 5-10 orang.

Aparat Gubungan Gelar Patroli dan Buka Palang Jalan di Distrik Kamu Selatan, Dogiyai

Laporan: Anton

Papua//Poskota.net – Pasca kerusuhan di Kabupaten Dogiyai, apparat gabungan menggelar patroli di seputaran kota dan membuka palang jalan menuju Distrik Kamu Selatan dan juga jalan Kampung Mawa. selasa (15/11).

Patroli tersebut dipimpin langsung oleh Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal, didampingi Kapolres Dogiyai Kompol Samuel D. Tatiratu, dan anggota gabungan.

Kapolres Dogiyai Kompol Samuel D. Tatiratu saat dihubungi Selasa sore mengatakan, pihaknya sengaja melakukan patroli dan membuka palang untuk menstabilkan lagi aktivitas masyarakat, yang beberapa waktu lalu tehenti akibat kerusuhan tanggal 12 November lalu.

“Jadi hari ini kita buka supaya masyarakat bisa berbaur lagi, dengan masyarakat asli yang ada di sini baik dari Distrik Kamu Selatan maupun Kampung Mawa,” kata Kompol Samuel.

Menurut Kompol Samuel, situasi Kamtibmas Kembali berjalan normal. Namun masih ada palang yang sengaja diletakan di jalan, masyarakat juga masih merasa ketegangan dan juga merasa bahwa masih ada pembatasan-pembatasan diareal tertentu dan kegiatan masyarakat pun untuk aktivitas perekonomian tentunya akan terhambat.

“Jadi hari ini saya selaku Kapolres Dogiyai dan beberapa rekan perwira serta anggota kita membuka palang hari ini, agar aktivitas mulai normal,” ungkapnya.
Dikitakan bahwa saat melakukan patrol jalan kaki anggota mengecek pos-pos pengaman dari Personil TNI dan Polri, dan mengecek TKP Perkantoran yang dibakar oleh Masa.

“Kami juga meninjau jualan mama-mama di Pasar Kampung Ikebo, ini menjadi buti bahwa situasi kamtibmas di Kabupaten Dogiyai mulai membaik,” pungkasnya.

Kapolri: Sampai Saat Ini Pengamanan KTT G20 Berjalan Lancar dan Tak Ada Gangguan

Laporan: Anton

Bali//Poskota.net – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan sejauh ini pengamanan penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali berjalan aman dan lancar. Semenjak operasi kepolisian dengan nama Operasi Pura Agung digelar pada 8 November, ia menyatakan bahwa semuanya sudah sesuai rencana pengamanan.

Kapolri mengatakan, proses pengamanan KTT G20 dimulai dengan geladi gabungan personel TNI-Polri, apel gelar pasukan hingga saat ini semua personel sudah ditempatkan di titiknya masing-masing.

“Sampai hari ini berjalan aman. Delegasi sudah banyak berdatangan, negara besar seperti Amerika sudah datang, China sudah datang, Rusia kemarin datang. Korea dan Jepang sudah datang sampai saat ini sudah sesuai rencana tidak ada gangguan,” ujar Sigit di Command Center 91, Nusa Dua, Bali, Senin (14/11/2022).

Lebih lanjut, mantan Kabareskrim Polri menuturkan semuanya sudah sesuai jadwalnya dari mulai kedatangan delegasi di Bandara, lalu diantar sampai lokasi akomodasi. Bahkan beberapa negara sudah menggelar rapat bilateral.

“Mudah-mudahan ini bisa kita pertahankan sampai selesainya kegiatan KTT G20 nanti,” katanya.

Dalam proses pengamanan, Kapolri menyampaikan bahwa Polri berada di ring 3 yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Untuk itu, Polri melibatkan peran kearifan lokal dalam ini pecalang.

“Jadi sistem keamanan dengan mempertahankan dan menghargai kearifan lokal. Sampai saat ini semua berjalan dengan baik kita lihat bagaimana Polri dan pecalang melakukan kegiatan pengaturan di jalan,” ujarnya.

Terhadap potensi adanya aksi unjuk rasa, mantan Kapolda Banten ini menuturkan Polri bersama pecalang selalu memberikan imbauan. Namun, pihaknya tetap mempersiapkan penanganan jika aksi unjuk rasa terjadi.

“Kita mempersiapkan lapangan renon untuk menyampaikan pendapat namun mudah-mudahan bersama kita bisa jaga seluruh kegiatan lancar tanpa ada gangguan,” katanya.

Bhayangkari Daerah Papua Berikan Bantuan Kepada Korban Kebakaran Dok IX, Jayapura

Laporan: Anton

Papua//Poskota.net – Pengurus Daerah Bhayangkari Papua berikan bantuan kepada warga yang menjadi korban kebakaran di Dok IX, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Selasa (15/11).

Bantuan tersebut diberikan langsung oleh Ketua Bhayangkari Daerah Papua Ny. Eva Mathius Fakhiri yang didampingi Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Papua Ny. Yuli Ramdani Hidayat bersama seluruh Pengurus yang hadir dan diterima langsung oleh para korban.

Ny. Eva Mathius Fakhiri pada kesempatannya mengatakan bahwa dirinya bersama pengurus setelah melihat peristiwa yang terjadi pada hari Jumat (11/11) lalu tersebut, terketuk hatinya untuk membantu para warga yang menjadi korban.

Ia menyampaikan, pihaknya merasa prihatin dengan peristiwa yang ada sehingga muncul keinginan untuk meringankan beban korban koebakaran.

“Kami Pengurus Bhayangkari memberikan beberapa sembako dan juga beberapa bantuan lainnya. Semoga apa yang kami berikan dapat bermanfaat dan bisa sedikit meringankan beban masyarakat yang terkena musibah ini,” ucapnya.

Ketua Bhayangkari Daerah Papua juga turut berduka atas peristiwa kebakaran yang menimpa warga masyarakat Dok IX ini. Ia berharap, meski bantuan yang diberikan tidak seberapa nilainya, tetapi dapat sedikit bermanfaat untuk masyarakat.

“Semoga para korban dapat diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi musibah ini, mari kita sama-sama berdoa agar semua ini dapat cepat terlewati dan masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas seperti biasanya,” harap Ny. Eva Mathius Fakhiri.

Pada kesempatan yang sama, Bapak Teguh selaku perwakilan dari para korban mengucapkan terimakasih kepada Pengurus Daerah Bhayangkari Papua atas bantuan yang diberikan.

Bapak teguh mengatakan, ini merupakan kepedulian dari pihak Bhayangkari kepada masyarakat yang terkena musibah, dalam hal ini korban kebakaran di Dok IX.

“Saya mewakili masyarakat korban kebakaran, menyampaikan terima kasih kepada Bhayangkari Polda Papua yang telah menyalurkan bantuan berupa sembako untuk meringankan beban kami. Saya juga berterimakasih karena sudah melihat kedaan kami disini,” ujar Bapak Teguh.

 

Polri Lakukan Penebalan Pengamanan KTT G20 Di Kuta, Seminyak dan Legian

Laporan: Anton

Bali//Poskota.net – Pihak kepolisian memperluas penebalan kegiatan pengamanan pada saat puncak berlangsungnya kegiatan KTT G20 di Bali pada 15 dan 16 November 2022. Ada tiga lokasi yang menjadi sasaran patroli berskala sedang yakni, Seminyak, Legian dan Kuta.

Dari hasil evaluasi pengamanan KTT G20 oleh Mabes Polri pada Senin (14/11/2022) malam kemarin, perlu dilakukan upaya preventif di tiga lokasi tersebut yang menjadi tempat keramaian publik. Asisten Operasi (Asops) Kapolri, Irjen Agung Setya mengatakan kegiatan penebalan keamanan dengan menempatkan personel di tempat-tempat yang memerlukan layanan kepolisian.

“Sebanyak 60 personel Samapta Mabes Polri dan 40 personel Samapta Polda Bali serta 80 personel berpatroli di klaster Seminyak dan Legian serta Kuta,” kata Agung dalam keterangannya, Selasa (15/11).

Agung mengungkapkan bahwa selama lima hari terakhir ini, penerbangan ke Bali cukup padat. Setidaknya ada 20.000 orang terbang ke Pulau Dewata.

“Kita ingin menjaga kondusifitas dan perluasan keamanan di sekitar lokasi tersebut. Selain itu agar para delegasi bisa aman dan nyaman untuk melaksanakan KTT G20 20, begitu juga dengan mereka yang berlibur ke Bali,” tandasnya.

Untuk diketahui pada KTT G20 ini, Polri dalam operasi dengan sandi Puri Agung 2022, bertanggung jawab keamanan berlapis di ring tiga, yang merupakan lapisan terluar berhubungan langsung dengan masyarakat.

“Polri dituntut untuk menampilkan sosok pengamanan yang humanis, ramah, namun tegas ketika dibutuhkan, sehingga mampu mereduksi potensi ancaman keamanan yang mengganggu jalannya KTT G20,” tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ketika memberikan sambutan Apel Gelar Pasukan Operasi Puri Agung 2022, dalam Rangka Pengamanan KTT G20, di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala, Denpasar Bali, Senin (7/11/22).

Selama berlangsungnya rangkaian kegiatan KTT G20 hingga hari ini, aktivitas masyarakat di Bali berjalan normal dan tidak merasa terganggu dengan pengamanan yang dilakukan oleh TNI-Polri. Meski ada kebijakan seperti ganjil-genap, buka tutup di setiap ruas jalan yang dilalui oleh para delegasi dan pimpinan negara.

Melihat Lebih Dekat Strategi Polri Amankan KTT G20

Laporan: Anton

Bali//Poskota.net – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menggelar operasi Puri Agung 2022 guna mengamankan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali. Melalui command center yang dibuat di wilayah Nusa Dua Bali, Polri pun memantau semua pengamanan KTT G20.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, dalam command center ini, ada 16 fitur yang tersambung. Mulai dari pengaman jalur, serangan siber, pengamanan unjuk rasa dan teror hingga kontijensi bencana alam.

“Terkait dengan peringatan gempa. Jadi apabila ada gempa ada alert ataupun peringatan sehingga personel kita mengikuti karena memang kita sudah persiapan kontijensi plan apabila terjadi bencana,” kata Kapolri.

Selain itu, dalam command center ini juga bisa mengetahui kecepatan angin. Hal ini penting jika ada delegasi dan tamu VVIP melintas di jalan tol. Selanjutnya, ada kamera yang tersambung dengan CCTV yang tersambung di semua sudut baik di bandara hingga pelabuhan baik di Banyuwangi, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Kamera ini dilengkapi dengan face recognition yang kita sambungkan dengan data-data dari Dukcapil dan Imigrasi. Jadi setiap masyarakat atau tamu yang turun melintasi CCTV atau kamera yang kita pasang akan muncul data-data,” katanya.

Lebih lanjut, mantan Kabareskrim Polri ini menyampaikan bahwa pihaknya sudah menyiapkan database terkait dengan orang-orang yang masuk daftar kepolisian, baik dalam kasus kriminal maupun teror yang bisa mengganggu jalannya KTT G20.

“Itu semua jika terekam kamera kita akan ada notifikasi dan dari situ kita sudah siapkan anggota melakukan langkah lanjut pengamanan,” katanya.

Kemudian, ada juga monitor yang melakukan pemantauan terhadap anggota yang berjaga. Mulai dari anggota lalu lintas, sabhara, brimob dan lainnya. Hal ini penting agar jika ada kendala dalam pengamanan bisa termonitor dan mengetahui langkah selanjutnya.

“Seperti contoh personel kita yang ada di salah satu titik ini bisa terlihat dan nanti kita hubungi. Semua kegiatan personel kita bisa kita kendalikan kemudian kita bisa gerakan melalui perintah-perintah yamg akan dilaksanakan petugas yang berjaga di sini selama 24 jam memonitor semua pergerakan termasuk peristiwa-peristiwa di lapangan sehingga bisa mengambil langkah-langkah,” katanya.

Mantan Kapolda Banten ini menyebut pergelaran KTT G20 merupakan pertaruhan untuk Indonesia, khususnya masyarakat Bali. Jika semua pengamanan KTT G20 berjalan lancar, maka ke depan Indonesia bisa melaksanakan event internasional dengan baik juga.

Untuk itu, pada KTT G20 kali ini, pemerintah tetap memberikan kenyamanan bagi turis baik lokal dan internasional yang hadir di Bali, di tengah penyelenggaraan KTT G20.

Ia menuturkan, para turis tetap datang namun kegiatan delegasi tetap berjalan. Jika nantinya delegasi datang dan melintas maka jalur wisatawan kita atur melalui jalur lain. Jadi di satu sisi kegiatan rangkaian berjalan baik, di sisi lain kegiatan wisatawan terutama mancanegara bisa berjalan.

“Dua hal itu harus kita jaga. Justru disinilah ujian bagi kita mampu tidak kita menyelenggarakan. Disatu sisi ada satu perhelatan besar KTT G20 yang menjadi pertaruhan bagi bangsa indonesia, namun disisi lain ini dapat menimbulkan multi player effect yang tentunya akan mengangkat Indonesia atau Bali menjadi kota yang dikenal dunia sebagai tempat sangat ramah dan tentunya menjadi tujuan wisata yang digemari masyarakat internasional,” katanya.