2.000 Kuota Bintara Polri untuk Anak Papua, Kapolri Dapat Pujian dari KNPI dan Tokoh Masyarakat Yapen

Laporan : Anton

Papua, Poskota.net – Minggu (19/05), Ketua KNPI Kabupaten Kepulauan Yapen, Bapak Yehut Ataruri, dan Tokoh Masyarakat Serui, Dani Pihahei, menyatakan dukungan mereka terhadap program Polri melalui Polda Papua yang menyediakan kuota khusus bagi anak-anak Papua dalam penerimaan calon bintara Polri tahun 2024.

Dalam kesempatannya, Ketua KNPI Kabupaten Kepulauan Yapen, Bapak Yehut Ataruri, mengucapkan terima kasih dan rasa hormat kepada Kepolisian Republik Indonesia, khususnya kepada Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo.

“Kami sangat berterima kasih kepada Kapolri yang telah memberikan kesempatan kepada pemuda-pemudi Orang Asli Papua (OAP) untuk menjadi anggota Polri. Ini adalah langkah positif yang sangat kami apresiasi,” ujar Yehut Ataruri.

Polda Papua telah membuka penerimaan personel bintara Polri dengan kuota sebanyak 2.000 bagi anak-anak muda di Tanah Papua. Yehut Ataruri menambahkan bahwa kemudahan syarat dan ketentuan yang berlaku berkat kebijakan dari pimpinan Kepolisian, terutama Kapolri.

“Kemudahan ini sangat membantu kami, dan kami juga berterima kasih kepada Kapolres Kepulauan Yapen AKBP Herzoni Saragih yang telah banyak membantu putra-putri Papua melalui sosialisasi yang intensif,” lanjutnya.

Dani Pihahei, tokoh masyarakat Kabupaten Kepulauan Yapen, juga menyambut baik program tersebut.

“Program ini menunjukkan penghormatan dan perhatian instansi Kepolisian terhadap anak-anak Papua. Kami sangat berterima kasih kepada Kapolri dan Kapolda Papua atas tambahan kuota ini,” kata Dani Pihahei.

Dani Pihahei juga menyampaikan apresiasinya kepada Polres Kepulauan Yapen yang telah memberikan pelayanan, kemudahan, serta bantuan kepada anak-anak dalam proses pendaftaran penerimaan Polri.

“Polres Kepulauan Yapen telah memfasilitasi keberangkatan anak-anak kami untuk mengikuti tes di Jayapura. Ini adalah upaya yang sangat kami hargai,” tambahnya.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi dan keterlibatan anak-anak asli Papua dalam kepolisian, serta mendorong lebih banyak generasi muda untuk berkontribusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah mereka.

“Ini adalah langkah penting menuju masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Papua,” pungkas Yehut Ataruri.

Ucapan Terimakasih dari Unsur Masyarakat Asmat Untuk kapolri Atas Penambahan Kuota 2.000 Bintara Polri

Laporan : Anton

Papua, Poskota.net – Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Asmat dan Ketua Suku Ikatan Keluarga Besar Kati Wanbon menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., atas penambahan kuota 2.000 Bintara Polri khusus untuk Polda Papua.

Sekretaris LMA Kabupaten Asmat, Kaspar Mamat, dalam pernyataannya mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam kepada Kapolri, Minggu (19/05).

“Saya selaku sekretaris LMA Kabupaten Asmat mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolri yang telah memberikan kuota 2.000 Bintara Polri untuk Polda Papua. Semoga beliau diberikan umur panjang dan kesehatan,” kata Kaspar Mamat.

Ungkapan syukur serupa juga disampaikan oleh Ketua Suku Kati Wanbon, Norbertus Kamona.

“Saya mewakili masyarakat Muyu Mandobo mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolri yang telah memberikan kuota Bintara Polri khusus Polda Papua sebanyak 2.000. Semoga dengan diberikan kuota tambahan, anak-anak kami yang berada di Papua Selatan semuanya dapat lulus dan terpilih,” ujar Norbertus Kamona.

Penambahan kuota ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan representasi Orang Asli Papua (OAP) dalam jajaran kepolisian, serta memperkuat keamanan dan ketertiban di wilayah Papua. Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., mendapat apresiasi yang tinggi dari berbagai kalangan masyarakat di Papua atas kebijakannya yang dinilai sangat positif dan inklusif.

Masyarakat berharap langkah ini dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi putra-putri Papua untuk berkontribusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di daerah mereka. Selain itu, penambahan kuota ini diharapkan dapat mendorong semangat dan motivasi generasi muda Papua untuk mengejar karir di kepolisian.

Dalam kesempatan ini, Sekretaris LMA Kaspar Mamat juga menyampaikan harapannya agar program ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat Papua.

“Kami berharap program ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi terus berlanjut dan memberikan peluang bagi generasi muda Papua untuk berkembang dan berkontribusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di daerah mereka,” tambah Kaspar.

Norbertus Kamona menambahkan bahwa dukungan penuh dari masyarakat akan selalu ada untuk kepolisian dalam menjalankan tugasnya.

“Kami akan selalu mendukung kepolisian dalam setiap langkah mereka untuk menciptakan keamanan dan ketertiban. Semoga anak-anak kami yang terpilih nantinya dapat menjalankan tugas mereka dengan baik dan menjadi teladan bagi masyarakat,” pungkas Norbertus.

Ucapan terima kasih dan apresiasi ini mencerminkan dukungan dan harapan besar dari masyarakat Papua terhadap kebijakan Kapolri yang berfokus pada inklusivitas dan pengembangan potensi lokal dalam tubuh kepolisian.

Kapolri Dapat Apresiasi dari Masyarakat Pegunungan Bintang atas Program Bintara Polri

Laporan : Anton

Papua, Poskota.net – Dukungan dan apresiasi terus mengalir kepada Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., atas kebijakannya dalam menambah kuota Bintara Polri khusus untuk Polda Papua menjadi 2.000 orang. Kebijakan ini disambut baik oleh berbagai elemen masyarakat di Papua, termasuk tokoh adat dan tokoh agama di Kabupaten Pegunungan Bintang.

Dalam sebuah pernyataan, Engelbertus Uropmabin, Ketua Dewan Adat Aplim Apom Sibilki Kabupaten Pegunungan Bintang, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Kapolri.

“Saya, Engelbertus Uropmabin, selaku Ketua Dewan Adat Aplim Apom Sibilki Kabupaten Pegunungan Bintang, mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolri Republik Indonesia atas bantuan dan penerimaan kuota Bintara sebanyak 2.000 orang untuk masyarakat kami. Bapak telah memperpanjang kesempatan dan umur bagi anak-anak kami untuk bergabung dengan Polri. Terima kasih banyak,” ungkap Engelbertus dengan penuh syukur.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Ketua FKUB Kabupaten Pegunungan Bintang, Pendeta Anselmus Taplo, S.T. Dalam ucapannya, Pendeta Anselmus menekankan pentingnya kebijakan tersebut bagi keamanan dan kesejahteraan masyarakat Papua.

“Puji Tuhan, bersyukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa atas kuasa dan pertolongan-Nya, kita ada di sini malam ini. Saya, atas nama Pendeta Anselmus Taplo, S.T., Ketua FKUB Kabupaten Pegunungan Bintang, mengucapkan terima kasih kepada Kapolri atas penambahan kuota calon Bintara Polri di Polda Papua menjadi 2.000 orang dan penambahan usia bagi Orang Asli Papua,” tuturnya.

Menurutnya, kebijakan ini sangat dibutuhkan di Papua untuk meningkatkan keamanan dan kedamaian di wilayah ini. Oleh karena itu, ucapan Terima kasih banyak ia berikan, kiranya Tuhan yang Maha Kuasa menolong dan memberkati tugas dan tanggung jawab Bapak Kapolri.

Dengan penambahan kuota ini, diharapkan semakin banyak putra-putri Papua yang dapat bergabung dengan Polri, sehingga dapat berkontribusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Papua. Kebijakan ini tidak hanya memberikan kesempatan lebih luas bagi pemuda Papua, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memastikan keamanan dan stabilitas di wilayah yang sering dihadapkan pada berbagai tantangan keamanan.

Tokoh-tokoh masyarakat dan agama di Pegunungan Bintang berharap agar kebijakan ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat Papua.

“Kami sangat berharap bahwa penambahan kuota ini akan membawa manfaat besar bagi Papua dan menjadi langkah awal menuju masa depan yang lebih aman dan sejahtera,” tambah Engelbertus Uropmabin.

Dengan dukungan dari berbagai elemen masyarakat, kebijakan penambahan kuota Bintara Polri ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi seluruh masyarakat Papua, serta memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat setempat.

Penerimaan Bintara Polri 2024, Suara Terimakasih dari Kabupaten Nduga untuk Kapolri

Laporan : Anton

Papua, Poskota.net – Suara terima kasih terdengar dari Namia Gwijangge, Sekda Kabupaten Nduga, dan Ibu Bertha Kogoya, seorang tokoh gereja dan perempuan berpengaruh di Kabupaten Nduga terkait dengan penerimaan Bintara Polri tahun 2024.

Keduanya menyampaikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo atas kesempatan yang sangat luas yang diberikan kepada generasi Papua untuk bergabung dalam Kepolisian Republik Indonesia.

Dengan pemberian kuota 2.000 Bintara Polri khusus untuk Polda Papua, Namia Gwijangge berharap agar kesempatan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para pemuda asli Papua, terutama yang berada di Kabupaten Nduga.

“Ini merupakan kebijakan yang sangat luar biasa yang telah diberikan kepada kami. Ini merupakan bukti bahwa generasi kami juga dibutuhkan dan diperhatikan oleh pimpinan Polri,” kata Namia Gwijangge.

Dia juga menambahkan harapannya agar kesempatan ini terus berlanjut, sehingga di masa depan, generasi Papua juga memiliki kesempatan yang sama.

Berbicara dalam konteks yang sama, Ibu Bertha juga menyatakan bahwa banyak potensi dan keinginan dari anak muda Papua untuk menjadi bagian dari keamanan negara, khususnya dalam Polri.

“Kami sebagai tokoh agama tidak bisa membalas apapun, namun kami mengucapkan terima kasih kepada Kapolri beserta jajarannya yang sudah memberikan kuota yang begitu besar sehingga banyak pemuda dan pemudi Papua yang berkesempatan untuk menjadi bagian dari Polri,” ucapnya.

Kedua tokoh tersebut berharap bahwa Tuhan akan membalas segala kebaikan dan ketulusan yang telah diberikan kepada anak-anak Papua melalui kesempatan ini.

Wakil Bupati Merauke Apresiasi Kebijakan Penerimaan Anggota Polri di Papua

Laporan : Anton

Papua, Poskota.net – Wakil Bupati Merauke, Bapak H. Riduwan, S.Sos, M.Pd, secara resmi mengungkapkan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, atas kebijakannya yang memprioritaskan putra-putri asli Papua dalam seleksi penerimaan anggota Polri di Jayapura.

Dalam pernyataannya di kediamannya di Jalan Trikora Merauke, Minggu (19/5/2024), Wakil Bupati menyampaikan penghargaan yang tulus terhadap kebijakan Kapolri terkait penerimaan anggota Polri di wilayah Polda Papua, yang mencapai 2.000 personil.

“Kami memberikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang tulus kepada Bapak Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo atas kebijakan penerimaan anggota Polri,” ungkapnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut memberikan kemudahan bagi peserta asli Papua dengan memperbolehkan penggunaan ijazah paket dan tidak memerlukan surat keterangan domisili. Selain itu, toleransi tinggi badan dan batas usia hingga 25 tahun memungkinkan anak-anak asli Papua dapat berpartisipasi aktif.

“Dengan terbentuknya 4 daerah otonom baru di wilayah Papua, dibutuhkan personil Polri yang memadai untuk menjaga wilayah perbatasan RI-PNG, daerah terpencil, dan pulau terluar di wilayah Papua,” jelasnya.

Wakil Bupati berharap bahwa dengan kebijakan Kapolri dan program penerimaan anggota Polri, wilayah Merauke di Provinsi Papua Selatan dapat semakin maju, aman, dan damai.

Apresiasi ini merupakan refleksi dari keinginan masyarakat dan pemerintah daerah untuk melihat partisipasi aktif anak-anak Papua dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah mereka sendiri, serta diharapkan dapat memberikan manfaat bagi perkembangan Papua yang lebih baik ke depannya.

Tokoh Masyarakat Kab. Puncak Jaya Berikan Apresiasi Kepada Bapak Kapolri Terkait Penerimaan 2000 Bintara Polri pada Polda Papua

Laporan : Anton

Papua, Poskota.net – Sebagai bentuk dukungan dan apresiasi atas kebijakan Bapak Kapolri Jenderal Pol. Drs. Lystio Sigit Prabowo, M.Si terkait penerimaan 2.000 Bintara Polri pada Polda Papua, Tokoh Masyarakat Kab. Puncak Jaya Yotinus Wonda mengucapkan banyak terimakasih atas kemudahan yang telah diberikan.

Hal itu disampaikan di kediaman Bapak Yotinus Wonda yang terletak di Kampung Pagaleme Kota Baru Mulia, Minggu (19 Mei 2024).

Dikatakan Yotinus Wonda, saya turut mengapresiasi kebijakan Bapak Kapolri khususnya kepada Polda Papua dalam hal penerimaan 2000 Bintara Polri yang direkrut khususnya Orang Asli Papua sehingga dapat memberikan kesempatan kepada anak-anak kami di Kabupaten Puncak Jaya untuk mengabdi sebagai anggota Polri.

” Kami juga mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak Kapolri, Bapak Kapolda Papua dan Kapolres Puncak Jaya yang sudah membantu dan memberikan berbagai kemudahan bagi anak-anak kami para Casis Bintara Polri seperti batas umur yang ditambahkan kemudian berbagai pelatihan-pelatihan yang diberikan sebelum menghadapi seleksi tingkat Polda ” ucap Yotinus Wonda.

Harapan kami kiranya ada anak-anak kami dari Kabupaten Puncak Jaya yang diberikan kesempatan untuk menjadi anggota Polri dan mengabdi kepada nusa dan bangsa terutamanya di Kab. Puncak Jaya.(hp/rd)

Frits B. Ramandey. Berikan Apresiasi Kepada Kapolri Dalam Penerimaan Bintara Polri di Polda Papua

Laporan : Anton

Papua , Poskota.net – Kepala Kantor Komnas HAM Provinsi Papua juga selaku Tim Pengawas Eksternal Rekrutmen Polri Polda Papua , Frit B. Ramandey. S.Sos., M.H menyampaikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. yang memberikan kebijakan dalam penerimaan Bintara Polri dengan kuota 10.000.

Dalam kesempatannya, Frits Ramandey menyampaikan beberapa hal terkait rekrutmen Polisi Tahun 2024 yang mengalami inovasi dengan beberapa kemudahan.

“Polda Papua telah membuka Sub Panda di Timika sebagai sebuah terobosan untuk mempermudah anak-anak Papua Dalam proses rekrutmen di Jayapura maupun yang berada di Timika,” ucap Frits Ramandey, (18/05/2024).

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa hal yang lain adalah ada kebijakan afirmatif dimana penurunan dari usia 21 tahun menjadi 25 tahun adalah sebuah kebijakan afirmatif Mabes Polri untuk merekrut anak-anak Papua.

“Selain itu darii seluruh tahapan seleksi Polda Papua telah melibatkan unsur eksternal dalam rangka memastikan seluruh tahapan-tahapan seleksi berjalan transparan dan Humanis sebagai sebuah bentuk keterbukaan terhadap proses rekrutmen itu sendiri,” ungkapnya.

Sebagai Komnas HAM yang memiliki momentum of understanding (Mou) dengan Mabes Polri, ia berharap bahwa seluruh upaya inovasi-inovasi terus dilakukan dalam rangka perekrutan Polisi yang Presisi.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada bapak Kapolri yang memiliki Kebijaksanaan kearifan yang memberikan kuota 10. 000 untuk Polda Papua yang tahapannya setiap tahun 2000 Bintara Polri sebagai sebuah keberpihakan bagi orang Papua,” pungkasnya.(hp/rd)

Polri Terima 2.000 Putra Putri Papua Jadi Anggota, FKUB Mimika Berikan Apresiasi

Laporan : Anton

Papua, Poskota.net – Drs. Ignatius Robertus Adii, M.M.Pd., Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika, menyampaikan terima kasih kepada Kapolri atas penerimaan 2.000 anggota Polri dari putra-putri Papua pada tahun 2024. Seleksi penerimaan ini sedang berlangsung di polres Mimika dan Polda Papua.

Dalam pernyataannya, pada sabtu, 18 mei 2024, Drs. Ignatius Robertus Adii menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kebaikan Kapolri.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Kapolri atas penerimaan 2.000 anggota Polri dari putra-putri Papua,” ucapnya.

“Sekali lagi saya menyampaikan terima kasih atas kebaikan Bapak Kapolri dan semoga jasa baik ini selalu diberkati oleh Tuhan. Atas nama masyarakat Papua, khususnya dari Kabupaten Mimika, kami mengucapkan terima kasih.”

Ignatius Robertus Adii juga menyampaikan apresiasi dan harapan masyarakat Papua terhadap upaya Polri dalam memberdayakan putra-putri Papua pada Institusi Kepolisian untuk mengabdi kepada masyarakat dan negara Indonesia.(hp/rd)

Balon Bupati Taput Satika Simamora Lapor Akun Facebook atas nama Rambo Hutasoit

Laporan : H Charles Pardede

Tapanuli Utara, Poskota.net.-Merasa namanya di sebut memiliki Video sur beredar di Taput, yang di posting di dinding halaman facebook milik Rambo Hutasoit.

Satika Simamora seorang mantan Ketua Tim PKK Tapanuli Utara dan yang cukup di kenal sebagai anggota DPRD terpilih Provinsi Sumatera Utara dan yang juga saat ini diketahui bakal calon Bupati Tapanuli Utara periode 2024-2029.

Satika Simamora melaporkan pemilik aku facebook atas nama Rambo Hutasoit warga Kecamatan Siborongborong ke Polres Taput pada Jumat (17/5/2024).Laporan tertulis itu atas unggahan postingan status ‘video Goyangan Satika Adu Hai beredar di Taput’.

Tapi dalam laporan tertulis atas nama Satika Simamora itu sah-sah saja pada hal di unggahan FB Rambo hanya nama Satika makanya laporan tersebut dinilai masyarakat Taput keliru dan salah alamat.

Rambo Hutasoit yang diminta tanggapannya menyebutkan,”nama Satika itu bukanlah satu orang saja yang ada didunia ini dan dasar apa Satika Simamora melaporkan saya secara tertulis ke Polres Taput, saya tidak pernah menyinggung privasi saudari Satika Simamora dalam postingan didinding facebook saya,  lah kok malah istri dari mantan Bupati Taput itu melaporkan saya ke Polres dalam kasus Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik, pengadun itu terlalu di politisir dan menurut saya salah alamat, dimana dalam postingan di akun FB saya Video Goyangan Satika Adu hai berdedar di Taput.kalau saya amati sudah ada perbedaan dimana pelapor tertulis atas nama Satika Simamora pada hal dalam unggahan dalam postingan Rambo hanya nama Satika artinya tidak ketemu laporan yang tertulis dalam akun FB saya,” kata Rambo Hutasoit kepada Poskota pada Sabtu (18/5/2024) melalui ponsel genggamnya.

Hutasoit Lebih lanjut dikatakan Rambo,” laporan itu sah-sah saja tapi dugaan saya ada orang  hebat yang saat ini mengikuti bursa pencalonan Gubernur Sumatera Utara memberikan masukan yang tidak berdasar sehingga laporan itu saya anggap keliru dan salah alamat,” ucapnya.

Sementara atas nama pelapor Satika Simamora ketika dihubungi teman awak media dari Mistar seputar laporan tertulisnya ke Polres Taput kepada akun FB Rambo Hutasoit tidak berhasil dihubungi.

Secara terpisah, Humas Polres Taput.W Baringbing saat dihubungi sejumlah awak media atas adanya laporan tertulis atas nama Satika Simamora, dan hal itu  di benarkan ada laporan tertulis atas nama Satika Simamora atas akun FB Rambo Hutasoit.

W.Baringbing menjelaskan, setiap laporan baik itu bentuk LP dan pengaduan masyarakat secara tertulis akan dilakukan gelar awal.Artinya, gelar perkara awal itu untuk menentukan apakan pengaduan itu terpenuhi unsur pidananya atau tidak.

Nantinya  akan kita undang kedua belah pihak yang tertuang didalam laporan itu baik itu pelapor maupun terlapor, pukasnya.(HP).

Polres Asmat Sosialisasi Tertib Lalu Lintas kepada Siswa TK dan SD

Laporan : Anton

Papua, Poskota.net – Kasat Lantas Polres Asmat, Ipda Osmon Dimara, bersama KBO Sat Lantas, Aiptu Sudirman, melaksanakan sosialisasi tertib berlalu lintas kepada siswa-siswi TK Negeri 1 Mbait dan SD Negeri Mbait.(17-05-2024),

Acara ini digelar di Aula Wira Pratama Polres Asmat dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan keamanan berlalu lintas di kalangan pelajar TK dan SD.

Dalam sosialisasi ini, beberapa poin penting disampaikan kepada para siswa, termasuk penjelasan mengenai STNK, BPKB, dan SIM. Ipda Osmon Dimara menjelaskan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas dan menghindari mengendarai motor secara ugal-ugalan. Ia juga menginformasikan bahwa dalam waktu dekat akan dibuka kantor Samsat di Kabupaten Asmat.

“Kehadiran kantor Samsat nantinya akan mempermudah masyarakat dalam mengurus surat-surat kendaraan. Namun, perlu diingat bahwa adik-adik sekalian tidak boleh menggunakan motor ke sekolah karena masih di bawah umur dan belum memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi),” ujar Ipda Osmon Dimara.

Selain itu, ia menekankan pentingnya penegakan hukum terkait tata tertib berlalu lintas. “Penggunaan helm, memiliki plat kendaraan, serta memiliki surat-surat kendaraan seperti STNK dan BPKB adalah hal yang wajib dipatuhi demi keselamatan di jalan,” tambahnya.

KBO Sat Lantas, Aiptu Sudirman, menambahkan bahwa kegiatan sosialisasi ini sangat penting untuk menanamkan mindset kepada anak-anak sejak dini tentang pentingnya tertib berlalu lintas.

“Ketaatan hukum dalam berlalu lintas bukan hanya untuk mematuhi aturan, tetapi juga untuk mencegah kecelakaan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain,” katanya.

Selain mendapatkan materi sosialisasi, anak-anak juga diajak berkeliling di Kantor Polres Asmat untuk mengenal beberapa tugas pelayanan kepolisian. Ini bertujuan agar anak-anak lebih memahami peran polisi dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.

Kasat Lantas Ipda Osmon Dimara berharap melalui sosialisasi ini, kesadaran akan pentingnya tertib berlalu lintas dapat tertanam sejak dini pada anak-anak. “Dengan pemahaman yang baik, diharapkan mereka dapat menjadi generasi yang patuh dan tertib di jalan raya, serta mampu menjadi contoh bagi lingkungan sekitarnya,” tutupnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polres Asmat untuk menciptakan budaya tertib berlalu lintas di masyarakat. Dengan edukasi yang kontinu dan melibatkan berbagai elemen masyarakat, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan dan keselamatan di jalan dapat terjamin.(hp/rd)