Payakumbuh Wujudkan Layanan Prima Melalui Mal Pelayanan Publik

Laporan : Sumurung Silitonga

PAYAKUMBUH,poskota.net-  Pemerintah Kota Payakumbuh, Sumatra Barat, baru saja melakukan _soft launching_ Mal Pelayanan Publik (MPP).

Berdirinya MPP di Kota Payakumbuh menandakan komitmen pemkot untuk mewujudkan pelayanan prima, yang seiring dengan perkembangan digital. Beroperasinya pusat pelayanan modern ini bertepatan dengan hari ulang tahun Kota Payakumbuh ke-49.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi (Birokrasi) selaku salah satu pembuat kebijakan pelayanan publik, mengapresiasi langkah Pemkot Payakumbuh atas berdirinya MPP ini.

“Masyarakat Kota Payakumbuh memiliki alternatif baru untuk mendapatkan pelayanan dengan cara yang berbeda, yaitu pelayanan yang lebih mudah, sederhana, dan terjangkau,” ungkap Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi Pelayanan Publik Wilayah I Noviana Andrina, saat _soft launching_ MPP Kota Payakumbuh, Selasa (17/12/2019).

Diharapkan, cita-cita kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat dalam mendapatkan berbagai jenis layanan di satu tempat, terwujud melalui konsep MPP. Tugas birokrasi adalah _making delivered_, menjamin agar manfaat program dirasakan oleh masyarakat.

Menurut Noviana, reformasi birokrasi berkontribusi pada kondisi perekonomian yang stabil, menimbulkan kepercayaan masyarakat, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan bahkan kebahagiaan masyarakat Indonesia.

Masyarakat hendaknya tidak lagi dipandang semata-mata sebagai pengguna layanan, melainkan sebagai pihak yang dapat diajak bekerja sama untuk menentukan arah kebijakan pelayanan publik untuk kemajuan bersama.

“Perspektif pelayanan publik harus kita arahkan pada terwujudnya pelayanan publik yang responsif dan berdaya saing global,” imbuh Noviana.

MPP Payakumbuh terdiri dari 17 instansi pelayanan yang melayani 167 jenis layanan. Rencananya, _grand launching_ MPP kedua di Sumatra Barat itu dilakukan pada April 2020.

Dengan ragam jenis layanan itu, tentu akan memudahkan masyarakat karena tidak perlu berpindah tempat untuk mengurus lebih dari satu layanan. Memasuki era revolusi industri 4.0, pelayanan MPP diharapkan dapat memanfaatkan sistem IT secara optimal sehingga dapat mewujudkan _smart governance_.

Oleh karena itu, penyelenggara pelayanan publik dituntut untuk mampu membaca harapan masyarakat dan memanfaatkan peluang yang ada untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan publik.

“Hal tersebut dapat mempercepat dan mempermudah pelayanan sehingga mampu meningkatkan kepuasan bahkan kebahagiaan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan,” ujar Noviana, di hadapan Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi dan jajarannya.

Perlu diketahui, MPP Payakumbuh adalah MPP ke-17 yang ada di Indonesia. Kementerian PANRB melihat bahwa pemerintah kabupaten dan kota di Indonesia mulai berlomba-lomba untuk membuat MPP di daerahnya masing-masing.

Hal ini menunjukkan niat serta usaha yang baik dari pemerintah untuk memberikan pelayanan publik yang berkualitas. Perkembangan MPP tak terlepas dari inovasi yang diciptakan oleh penyelenggaranya.

Kehadiran inovasi yang digabungkan dengan teknologi, memungkinkan pemerintah untuk mempercepat perbaikan pelayanan publiknya.

“Harusnya inovasi bukan hanya pengetahuan, inovasi adalah budaya,” tutup Noviana, menirukan arahan Presiden RI Joko Widodo.

Nataru Di Banyuwangi, Siap Diamankan 1800 Pasukan Pengamanan

Laporan : Prasetyo

BANYUWANGI,poskota.net-  Sebanyak 1.800 pasukan pengamanan dari Polri, TNI, dan Ormas Keagamaan siap mengamankan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020. Ribuan anggota pengamanan ini akan melakukan pengamanan di tempat-tempat ibadah dan tempat wisata yang ada di Kabupaten ujung timur Pulau Jawa.

Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, jalur yang menjadi prioritas pengamanan, adalah jalur yang menuju Bali, terminal dan tempat-tempat wisata.

“Prioritas pengamanan adalah jalur black sport, yakni jalur penyeberangan menuju Bali, obyek wisata dan terminal,” kata AKBP Arman Asmara Syarifuddin, Selasa (17/12/2019).

Sedangkan antisipasi adanya aksi teror jelang Nataru, lanjut Kapolresta Banyuwangi pihaknya sudah melakukan pendataan dan melakukan stirilisasi di tempat-tempat indah (gereja) dan tempat-tempat untuk kegiatan tahun baru.

“Agar tidak terjadi aksi teror, kami sudah melakukan pendataan dan melakukan stirilisasi di gereja-gereja maupun tempat wisata,” ujarnya.

Sedangkan pengamanan di tempat ibadah (gereja) menurut Kapolresta Banyuwangi banyak Ormas yang menawarkan diri untuk membantu pengamanan di gereja-gereja.
“Ada Ormas dari unsur keagamaan datang langsung ke Mapolresta menawarkan diri agar dilibatkan dalam pengamanan saat Natal dan tahun baru,” imbuhnya.

Pengamanan Nataru ini, tidak hanya dilakukan oleh Polri dan Ormas Keagamaan, namun untuk menjaga kondusifitas bumi Blambangan, TNI AL dan TNI AD juga turut menjaga keamanan. Bahkan agar bumi Blambangan damai, akan mendatangkan Alutsista.

Untuk membantu pengamanan ini, pangkalan TNI AL Banyuwangi memiliki Kapal Angkatan Laut (KAL) Tabuhan, juga akan mendatangkan KAL Rajag Besi yang baru saja diresmikan oleh KSAL.
“Dua KRI akan kami stanbayjan di perairan Banyuwangi. Bukan hanya kapal besar yang kami siagakan, kapal-kapal kecil juga kami siap siagakan di Pelabuhan Banyuwangi, diantara KRI Samparo dan KRI Gulana yang akan beroperasi di selat Bali,” ujar Danlanal Banyuwangi.

Banyak Dikritik Warga, Pemkab Banyuwangi Urungkan Niat Memotong Pohon Mangrove di Sungai Kalilo Banyuwangi

Laporan : Prasetyo

BANYUWANGI,poskota.net- Setelah mendapat kritik dari berbagai elemen masyakat. Akhirnya, Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mengurungkan niat memotong pohon mangrove di sungai Kalilo Banyuwangi.

Surat yang diluncurkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuwangi, yang ditandatangani Kepala Dinas DLH. Dra. Husnul Khatimah tertanggal, 17 Desember 2019, nomor : 660/4158/429.104/2019 perihal permohonan surat pencabutan rekomendasi pemotongan pohon mangrove yang ditujukan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim, beredar di Media Sosial (Medsos) Facebook maupun grup WhatsApp.

Dalam surat tersebut, Kadis DLH, Husnul khatimah meminta kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim agar tidak memproses surat permohonan penebangan hutan mangrove yang ada di sungai Kalilo.
Sebelum DLH mencabut surat permohonan penebangan pohon mangrove, terlebih dahulu,

Sementara Asisten Administrasi Umum Pemkab Banyuwangi, Guntur Priambodo berencana menormalisasi dan melebarkan sungai Kalilo, tanpa memotong pohon mangrove.

“Banyuwangi memiliki siklus banjir 25 tahunan yang debit airnya bisa mencapai 250 meter kubik per detik di Sungai Kalilo. Sedangkan saat ini, akibat sedimentasi, daya tampungnya hanya 50 m3/detik. Ini perlu diantisipasi dengan melakukan normalisasi di muara Sungai Kalilo yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami sedimentasi dan penyempitan,” ungkap Guntur Priambodo saat meninjau areal sungai Kalilo, Senin (16/12/2019)

Menurut Guntur Priambodo, normalisasi sungai Kalilo segera dilakukan, dengan membuat karena alur sungai hingga ke bibir pantai. Karena kondisi muara banyak ditumbuhi pohon mangrove. Sehingga mempercepat proses sedimentasi dan penyempitan aliran sungai.

“Dalam kajian ilmiah yang kita lakukan, sebenarnya tidak seharusnya mangrove ditanam di muara sungai. Apalagi jenis pantai di Boom ini bukan pantai yang mudah abrasi. Tetapi, pantai yang membawa sedimen, baik dari atas melalui Kalilo, atau dari angin utara Australia yang membawa pasir,” ujar Guntur yang juga doktor teknik lingkungan lulusan ITS Surabaya tersebut.

Guntur Priambodo menegaskan, saat dilaksanakan normalisasi sungai Kalilo tersebut, tidak memotong pohon mangrove yang telah ada.
“Bukan memotong ribuan mangrove ya. Tapi kita buat aliran sungai baru selebar 15 meter ke arah Utara,” ujar Guntur Priambodo yang juga Plt. Kadis PU Pengairan Banyuwangi.

Sigap, Satgas Yonif MR 411/PDW Kostrad Bantu Obati Korban Kecelakaan di Jalan Trans Papua

Laporan : Daniel Apollo Hutabatat

MERAUKE,poskota.net- Aksi sigap kembali diperlihatkan Personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/PDW Kostrad Pos Kaliwanggo saat mengobati korban kecelakaan lalu lintas, yang dialami dua pengendara sepeda motor Jupiter Z PA 5514 GX dengan sepeda motor Kawasaki KLX tanpa plat di Jalan Trans Papua, Distrik Sota.

Demikian disampaikan oleh Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/PDW Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han., dalam rilis tertulisnya di Bupul 1, Distrik Eligobel, Merauke, Papua, Selasa(17/12/2019).

Dansatgas mengungkapkan, pada hari Senin(16/12) pukul 16.20 WIT, telah datang ke Pos Kaliwanggo Wino Yeuyanan (38) bersama putrinya Fausta (8) warga Distrik Muting yang baru saja mengalami kecelakaan akibat ditabrak oleh seorang pengendara sepeda motor lain dari belakang, berjarak sekitar ±1,5 Km dari pos.

“Dengan sigap Bintara Kesehatan (Bakes) Serka Abdul Wahab dan Tamtama Kesehatan (Takes) Pos Kaliwanggo Pratu Willy Wijaya segera mengobati luka lecet pada lutut dan tangan kanan yang di alami korban dan putrinya yang lecet tangan kanan,” ucapnya.

Atas kejadian itu, sambung Mayor Inf Rizky Danki C Satgas (Danpos Kaliwanggo) Kapten Inf Adik Sunarto memerintahkan anggotanya untuk menjemput pelaku yang masih berada ditempat kejadian, setelah dibawa ke pos Tim Kesehatanpun segera mengobati (pelaku) Mikel Injelo (31) warga Kampung Erambu, Distrik Sota, yang diduga mabuk karena miras sehingga hilang konsentrasi dan menabrak pengendara didepannya.

Lanjutnya, sebagai anggota Satgas Pamtas yang bertugas di daerah perbatasan, apapun kesulitan yang dihadapi warga sudah menjadi kewajiban untuk segera dapat membantunya, karena keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.

“Kami (Satgas) bertugas menjaga wilayah perbatasan selalu mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Apapun kesulitan yang dihadapi warga merupakan prioritas Satgas, karena itulah bentuk perwujudan dari kemanunggalan TNI-Rakyat,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut, personel Pos Kaliwanggo berusaha menyelesaikan secara kekeluargaan, namun korban meminta agar masalahnya dengan pelaku diselesaikan di kepolisian karena merasa dirugikan, selanjutnya Kapten Inf Adik Sunarto bersama anggotanya membawa korban dan pelaku ke Pospol Subsektor Erambu-Toray untuk diselesaikan lebih lanjut.(neil)

Sambut Natal Dengan Berbagi, Polda Kalbar Bakti Sosial Dengan Donor Darah

Laporan : Daniel Apollo Hutabarat

KALBAR,poskota.net- Menyambut perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Polda Kalimantan Barat melaksanakan bakti sosial dengan donor darah yang diikuti oleh personel Polda Kalbar. Donor darah dilaksakan di Balai Kemitraan Polda Kalbar.

Akbp Tri Pamungkas selaku ketua panitia Natal Polda Kalbar mengatakan kegiatan donor darah ini bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).

“Donor darah yang dilaksanakan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Natal Polda Kalbar, sebelumnya juga ada kegiatan membersihkan tempat ibadah” jelasnya

Antusias personel Mapolda Kalbar tampak ramai dalam kegiatan donor darah yang engusung tema “Dalam Mendukung Tugas Kepolisian Hendaklah Kita Saling Mengasihi Sebagai Seorang Sahabat” ini.

“Yang pasti kami berharap kegiatan ini dapat membantu pihak PMI untuk memenuhi kebutuhan darah di wilayah Pontianak dan sekitarnya” tambah Tri

  • Ia juga mengatakan bahwa donor darah yang terkumpul akan langsung disalurkan kepada pihak PMI untuk diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Polres Gowa Gelar Rapat Kerja Teknis

Laporan : Fatma

GOWA,poskota.net- Dalam undang undang no 2 tahun 2002 dinyatakan “dalam melaksanakan tugas dan dan kewenangannya kepolisian negara Republik Indonesia berdasarkan norma hukum,kesopanan,kesusilaan dah mengindahkan hak azasi manusia (HAM).

Untuk itu Polres Gowa menggalar rapat kerja teknis, Selasa (17/12/2019) pukul 09.00.wita.Wakapolres Gowa Kompol Muh Fajri mengatakan meningkatkan kinerja setiap personal, indikator kinerja utama ( lKU ) Dan rencana kinerja tahunan ( RKT ) Polres kabupaten Gowa menyambut tahun 2020.

Hal ini Dikatakan Wakapolres Gowa Kompol Muh Fajri saat penyelenggaran kegiatan yang di tempat pada Aula Endra Dharmalaksana,ini satu bukti bagi masyarakat saat dibuka landingnya oleh Wakapolres Gowa Kompol Muh Fajri.

Acara ini dihadiri oleh seluruh yang turut hadir pejabat utama Polres Gowa juga Kapolresd dan tidak luput kehadiran Para kasat.,Kabag, Kasi dalan jajaran Polres kabupaten Gowa.

Dipastikan kegiatan RAT sangat penting karena forum ini dapat dijadikan sebagai wahana untuk mengevaluasi segala kegagalan maupun keberhasilan yang selama ini terlaksana.

“Kegiatan tersebut dilanjukan kembali dengan paparan perencanaan mampu serta evaluasi kinerja masing – masing kapolsek jajarang polres Gowa,” tandasnya.

Hal menjukan bahwa Polres kabupaten Gowa Konsisten melaksanakan amanah negara bagi masyarakat khususnya untuk warga kabupaten Gowa.

Pangdam III/Siliwangi Pimpin Syukuran Hari Juang TNI AD Tahun 2019

Laporan : Daniel Apollo Hutabarat

KABUPATEN BANDUNG,poskota.net- Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto memimpin acara syukuran dalam rangka memperingati Hari Juang TNI AD tahun 2019 yang bertempat di Secaba Rindam III/Siliwangi Bihbul Kab. Bandung, Selasa (17/12/2019).

Kegiatan diawali dengan Gowes Gembira Hari Juang TNI AD dan dibagi menjadi 2 route. Untuk peserta pria mengambil start dari Makodam III/Siliwangi Jalan Aceh dengan menempuh jarak lebih kurang 30 km sedangkan untuk ibu-ibu star dari Hubdam III/Siliwangi dengan jarak tempuh 23 km titik akhir Fhinis di Secaba Rindam III/Siliwangi Bihbul.

Mengawali sambutannya, Pangdam III/Siliwangi menyampaikan ucapan selamat datang kepada Wadan Kodiklat, Kapolda Jabar, Gubernur Jabar dan Forkopimda Jabar, Dansesko TNI, Danseskoad, Dansecapa, Kadisjarah, pejabat utama Kodam III/Siliwangi, pejabat utama Polda Jabat dan para peserta Gowes Gembira Hari Juang TNI AD.

Lebih lanjut Pangdam katakan,” syukuran Hari Juang TNI AD dilaksanakan dengan sederhana, namun diharapkan tidak meninggalkan esensi dari makna peringatan itu sendiri “.

” Ini adalah bentuk syukur kita atas anugerah yang telah diberikan oleh Tuhan YME sekaligus mempererat tali silaturahmi dan komunikasi yang selama ini telah terjalin dengan baik, ” ungkap Pangdam.

Selanjutnya, ” Saya mohon dukungannya agar prajurit TNI AD semakin profesional sehingga dapat menjadi kebanggaan rakyat serta dapat terus memberikan pengabdian terbaik kepada Bangsa dan Negara khususnya pada masyarakat Jawa Barat, “ucap Pangdam III/Siliwangi.

Sesuai dengan tema hari juang TNI AD tahun anggaran 2019 kali ini yakni *Angkatan Darat Adalah Kita* Angkatan Darat tidak bisa dipisahkan dengan masyarakat, TNI AD bersama rakyat harus kompak dan prajurit TNI AD merupakan bagian dari rakyat Indonesia yang berjuang bersama-sama untuk negara ini.

Dalam pengabdiannya, TNI AD telah dapat melaksanakan tugasnya dengan baik sehingga wajar jika masyarakat Bangsa dan Negara mengakui profesionalisme TNI AD.

Selain melaksanakan operasi dan kegiatan-kegiatan serta latihan dalam rangka menjalankan tugas pokok TNI AD, dalam mempertahankan keutuhan NKRI dan melindungi tumpah darah Indonesia dari berbagai ancaman dan gangguan, TNI AD juga turut serta dalam menjaga perdamaian dunia dengan mengirimkan pasukan Garuda dalam misi PBB ke berbagai negara, “jelas Pangdam.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng diberikan kepada prajurit yang berprestasi dalam bidang olah raga umum dan olah raga militer. Kemudian pemberian bingkisan kepada masyarakat dan anak yatim piatu sebagai wujud kepedulian terhadap anak-anak panti asuhan sebagai generasi penerus bangsa.

Presiden Apresiasi Dukungan Tokoh Masyarakat Kaltim untuk Ibu Kota Baru

Laporan : Fatma

Presiden Joko Widodo mengawali kunjungan kerjanya ke Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dengan berdialog bersama sejumlah tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama Kalimantan Timur. Pertemuan tersebut dihelat di Rumah Makan De Bandar Resto, Kota Balikpapan, Selasa, 17 Desember 2019.

“Yang pertama, saya ingin mengetuk pintu permisi, kalau di Jawa ini _kulo nuwun_, kepada seluruh tokoh yang hadir di sini atas keputusan yang telah kita ambil untuk memindahkan ibu kota kita, ibu kota negara ke Kalimantan Timur, lebih khusus lagi di Penajam Paser Utara dan juga Kutai Kartanegara,” kata Presiden.

Di hadapan para tokoh, Presiden menjelaskan bahwa rencana pemindahan ibu kota sudah melalui studi yang cukup lama. Bahkan, wacana terkait pemindahan ibu kota negara telah ada sejak zaman Presiden Soekarno, dan terus ada di setiap masa kepemimpinan presiden berikutnya.

“Kemudian Presiden berikut juga ingin memindahkan dari Jakarta, tetapi tetap masih di Jawa. Terakhir, Presiden sebelum saya juga ingin memindahkan ibu kota. Artinya memang ini sudah sebuah perjalanan panjang, keinginan kita untuk memindahkan ibu kota,” ungkapnya.

Kepala Negara lalu menjelaskan berbagai faktor yang mendorong inisiatif memindahkan ibu kota negara dari Jakarta. Misalnya faktor penduduk Indonesia yang sudah mencapai 267 juta jiwa, di mana 56 persennya atau sekitar 149 juta jiwa hidup di Jawa.

“PDB ekonomi itu 58 persen ada di Jawa, khususnya di Jakarta. Semua orang kalau urusan ekonomi berbondong-bondongnya pasti semuanya ke Jawa, lebih khusus lagi ke Jakarta. Sehingga Jakarta semakin hari tidak semakin longgar tetapi semakin padat karena memang penduduknya datang dari seluruh penjuru Tanah Air,” paparnya.

Menurut Presiden, lahan ibu kota baru nanti akan mencakup kurang lebih 193 ribu hektare. Meski demikian, Gubernur Kalimantan Timur sendiri telah menyiapkan lahan sekitar 410 ribu hektare untuk kepentingan jangka panjang.

“Itu memang konsesi-konsesi HTI (hutan tanaman industri) yang sudah diberikan kepada perusahaan dan kita minta kembali karena itu adalah hak milik negara,” jelasnya.

Presiden berharap pemindahan ibu kota ini tidak sekadar memindahkan fisik kantor atau gedung pemerintahan dari Jakarta. Menurutnya, dengan pindahnya ibu kota, diharapkan ada sebuah transformasi budaya kerja, sistem kerja, dan pola pikir bangsa.

“Sehingga semuanya nanti dengan kepindahan ini, saya sudah sampaikan kepada Menteri, agar kita install sistemnya. Sehingga waktu masuk birokrasi kita, sistem itulah yang nanti akan memberikan panduan sehingga bekerja kita lebih cepat dalam merespon setiap perubahan-perubahan,” ucapnya.

Di pengujung pengantarnya, Presiden menyampaikan apresiasinya kepada seluruh tokoh di Kalimantan Timur yang mendukung penuh rencana pemindahan ibu kota negara.

“Sekali lagi kami sangat menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tokoh di Kalimantan Timur yang, saya mendapatkan informasi dari Pak Gubernur, dukungan penuh terhadap kepindahan ibu kota ini,” tandasnya.

Turut mendampingi Presiden saat bertemu dengan tokoh masyarakat Kaltim yaitu Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri BUMN Erick Thohir, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor.

 

Proyek Jaling Dengan Hasil Tidak Akan di Bayar

Laporan : Choky

KABUPATEN BEKASI,poskota.net-
Kegiatan Jalan Lingkungan di Rt.01/Rw.022 Perumahan Permata Regency, Kecamatan Cibitung yang di kerjakan oleh CV.Jon & Co diduga tidak bekualitas dan bermutu, karena ingin mencari keuntungan besar agar dapat di indikasikan merampok uang rakyat.

Karena Pemborong CV.Jon & Co diindikasikan tidak berofesional mengerjakan Jalan Lingkungan di Perumahan Permata Regency Rt.01/ Rw.022 Kecamatan Cibitung, sebab Jalan tersebut saat pekerjaan dimulai, bahwa mutu beton di campur air sehingga terkesan encer dan Jalan teraebut banyak yang terlihat retak – retak.

Hal yang sangat disayangkan peran serta Pengawas dan Konsultan yang ditugaskan di kegiatan Jalan tersebut hanya sebagai pelengkap, sebab Konsultan dan Pengawas tidak berani menegor saat mutu beton di campur air dan jalan dimungkinkan banyak yang retak-retak.

Yang menjadi pertanyaan Media adalah pada saat Jalan di lakukan Cordill bisa mencapai ketebalan 20 CM, ini menjadi pertanyaan publik, karena PPTK dan Konsultan serta Tim Corddil diam seribu bahasa, diindikasikan sudah mendapat Upeti atau Uang Suap dari pihak Pemborong CV.Jon & Co sebelum Cordill.

Budi Setiawan selaku Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK ) mengatakan, bahwa pihak Dinas tidak akan membayar hasil pekerjaan tersebut, karena tidak sesuai dengan komitmen serta Spek, hal demikian pihak Dinas memberikan toleransi, agar Pemborong CV.Jon & Co dapat menambahkan pekerjaan dengan menghotmix permukaan Jalan yang retak – retak,” ujar Budi.

“Kami akan lakukan pemotongan kalau pekerjaan tidak maksimal, karena belum dibayarkan dan masih ada waktu pemeliharaan untuk melaksanakan penghotmixkan, sehingga yang retak-retak tidak terlihat,” papar Budi.

Budi Setiawan menegaskan, bahwa pihaknya meminta kepada Pelaksana dari CV.Jon & Co bermama Enek dalam waktu dekat agar melakukan pengaspalan (hotmix) segera, karena dikejar waktu sebelum dilakukan pencairan,” tegas Budi Setiawan.

Dengan terjadinya Jalan Lingkungan di Rt.01/022
Perumahan Permata Regency,
Kecamatan Cibitung tersebut dapat diduga bahwa PPTK dan PPK selaku pembuat Komitmen telah ” menganak Emaskan ” CV.Jon &Co untuk dapat diduga bersekongkol.Kerjakan Jaling Tidak Bermutu
CV. Jon & Co Anak Emas Dinas

Bekasi,
Kegiatan Jalan Lingkungan di Rt.01/Rw.022 Perumahan Permata Regency, Kecamatan Cibitung yang di kerjakan oleh CV.Jon & Co diduga tidak bekualitas dan bermutu, karena ingin mencari keuntungan besar agar dapat merampok uang rakyat.

Karena Pemborong CV.Jon & Co tidak berofesional mengerjakan Jalan Lingkungan di Perumahan Permata Regency Rt.01/ Rw.022 Kecamatan Cibitung, sebab Jalan tersebut saat pekerjaan dimulai, bahwa mutu beton di campur air sehingga encer dan Jalan teraebut banyak yang retak – retak.

Hal yang sangat disayangkan peran serta Pengawas dan Konsultan yang ditugaskan di kegiatan Jalan tersebut hanya sebagai pelengkap, sebab Konsultan dan Pengawas tidak berani menegor saat mutu beton di campur air dan jalan banyak yang retak-retak.

Yang menjadi pertanyaan Media adalah pada saat Jalan di lakukan Cordill bisa mencapai ketebalan 20 CM, ini menjadi pertanyaan publik, karena PPTK dan Konsultan serta Tim Corddil diam seribu bahasa, diindikasikan sudah mendapat Upeti atau Uang Suap dari pihak Pemborong CV.Jon & Co sebelum Cordill.

Budi Setiawan selaku Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK ) mengatakan, bahwa pihak Dinas tidak akan membayar hasil pekerjaan tersebut, karena tidak sesuai dengan komitmen serta Spek, hal demikian pihak Dinas memberikan toleransi, agar Pemborong CV.Jon & Co dapat menambahkan pekerjaan dengan menghotmix permukaan Jalan yang retak – retak,” ujar Budi.

“Kami akan lakukan pemotongan kalau pekerjaan tidak maksimal, karena belum dibayarkan dan masih ada waktu pemeliharaan untuk melaksanakan penghotmixkan, sehingga yang retak-retak tidak terlihat,” papar Budi.

Budi Setiawan menegaskan, bahwa pihaknya meminta kepada Pelaksana dari CV.Jon & Co bermama Enek dalam waktu dekat agar melakukan pengaspalan (hotmix) segera, karena dikejar waktu sebelum dilakukan pencairan,” tegas Budi Setiawan.

Dengan terjadinya Jalan Lingkungan di Rt.01/022
Perumahan Permata Regency,
Kecamatan Cibitung tersebut dapat diduga bahwa PPTK dan PPK selaku pembuat Komitmen telah menganak Emaskan CV.Jon &Co untuk dapat bersekongkol.

Bupati Tambrauw Gabriel asem ” Papua Barat Unggul Indonesia Maju”

Laporan : Yudi Ahyadi

JAKARTA,poskota. net-Pengolahan pasca panen merupakan bagian dari peningkata nilai ekonomi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dengan dengan mengoptimalkan sumber daya alam local dan penggunaan Tehnologi tepat guna dan kualitas produk dari hasil pertanian.

Ditingkatkan dan dicari bapak angkat atau investor supaya produk produk hasil pertanian bisa berkembang dengan baik,demikian kata bupati Tambrauw Papuan Barat seusai wawancara dengan wartawan poskota.net.

Sambungan hal kedia dengan penggunaan Tepat Guna TTG antara lain adalah pengolahan nilam menjadi minyak asiri kedua pengolahan daging kelapa VCO, minyak kelapa dan sabun mandi yang ketiga pengolahan limbah tempurung menjadi briket dan asam cair keempat pertanian terpadu pengolahan jerami.

“Permentasi menjadi pakan ternak menjadi bio gas itu semua produk unggulan dari kabupaten Tambrauw dijaga kualitas produk produk unggulan untuk memenuhi pasar local juga memenuhi pasar ekspor dimana peluangnya masih sangat besar” tandas Gabriel Asem saat ditemui di konferensi pembangunan papua 2019 di Hotel Mariot.