Penebangan Pohon Merusak Atap Gedung Kantor Kecamatan Tindakan Tepat 

Laporan : Daniel Apollo Hutabarat

KABUPATEN BEKASI,poskota.net- Melihat kondisi akhr ahkir ini cuaca tidak menentu di beberapa wilayah di kabupaten bekasi dinilai sangat mengkwatirkan, cuaca yang tak menentu dengan curah hujan serta angin menerpah bumi bekasi.

Banyak kalangan berpendapat di wilayah lokal Bekasi cuaca saat ini tergolong ekstrem yang dapat berdapat pada masyarakat sebabnya curah hujan yang disertai angin memungkinkan dapat merusak bangunan pemukiman dan gedung yang ada di wilayah kabupaten bekasi, ketika dilangsir pendapat ini oleh poskotanet pada kamis ( 08/01/20).

Sementara itu pohon yang di anggap menganggu yang tumbuh dilingkungan kantor kecamatan Tambun Selatan di tebang guna menghindari kerusakan gedung bangunan kantor tersebut, puluhan pekerja yang melakukan penembangan pohon itu mengaku pada media ini dari dinas Pertamanan Kabupaten datang untuk melakukan kegiatan penebangan sudah mendapat perintah tugas.

Hendra ( kasie Ekbang ) yang .menyaksikan penebangan mengatakan ” hal itu dilakukan untuk menjaga gedung kantor agar tidak merusak atap atap gedug kantor kita ini bang,” ujar nya pada wartawan poskota.net.

 

Meski Diduga Tidak Dilengkapi Ijin Waterpark Cluring Terus Beroperasi

Laporan:Prasetyo

BANYUWANGI,poskota.net – Dua tahun beroperasi wisata Waterpark Cluring diduga masih belum mengantongi ijin.
Selain diduga perijinanya tidak lengkap, seperti, Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP), Surat Ijin Pemanfaatan Air (SIPA) Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) dan Nomor Induk Berusaha (NIB) Waterpark juga diduga Etiketingnya tidak terkoneksi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparta) Kabupaten Banyuwangi.

Sementara Dion Rosma Setiyabudi, Manager Sumberdaya Manusia (SDM) dan Operasional saat ditemui oleh awak media mengatakan, dirinya juga kaget saat mendengar jika tempat wisata Waterpark tidak lengkap ijinnya.

” Saya baru dengar dan tau dari media jika ijin – ijin Waterpark tidak lengkap,” ucapnya. Kamis (9/1/2019).

Menurut Dion, yang lebih dirinya tercengang adalah, Etiketing juga tidak terkoneksi dengan Disparta Kabupaten Banyuwangi.

Namun kendati demikian, Manager yang mulai bekerja pada Januari 2019 itu juga mengaku jika urusan perijinanya semua yang mengurus Bambang, salah seorang Manager Pembangunan dan Pengembangan.

“Jika urusan perijinan saya tidak tahu menahu mas, semua urusan perijinan yang mengatur Bambang,” ujarnya lagi.

Sementara MY Bramuda, Kadisbudparta Kabupaten Banyuwangi saat dikonfirmasi melalui sambungan Whatsapnya menuturkan, Pembinaan terus kita lakukan. Dengan mendatangi dan memberi penyuluhan untuk segera mengajukan perijinan sesuai ketentuan yang ada.

Bramudia, juga menjelaskan, Etiketing merupakan aplikasi yang dibangun Pemerintah Daerah (Pemda) guna membantu dan memudahkan destinasi dalam hal pencatatan tiket secata online.

Dan dengan demikian bapenda bisa melakukan penagihan pajaknya sesuai data yg terekam setiap bulanya.

“Ya bapenda tinggal cek saja direport sistem servernya mas. Jadi biar bisa dilihat apakah ada kesesuaian jumlah pengunjung dengan pajak yang dibayarkan,” jelentrehnya.

Namun sayang hingga berita ini ditulis, Bambang Manager Pembangunan dan Pengembangan Wisata Waterpark, Kecamatan Cluring belum bisa dikonfirmasi.

Dengan fenomena ini beberapa warga berharap agar intansti terkait bisa turun kelapangan, tujuanya untuk meminimalisir adanya dugaan penggelapan pajak yang dilakukan oleh tempat wisata Waterpark, sehingga bisa menimbulkan kerugian negara.

Dharma Pratiwi Dan OASE Bantu Korban Banjir di Cibitung

Laporan : Daniel Apollo Hutabarat

KABUPATEN BEKASI,poskota.net- Dharma Pertiwi dan Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE) serta Atase Militer negara-negara sahabat menggelar Bakti Sosial dalam rangka membantu warga yang mengalami musibah banjir beberapa waktu lalu di Cibitung, dengan memberikan bantuan berupa Sembilan Bahan Pokok (Sembako).

Ketua Umum (Ketum) Dharma Pertiwi Ny. Nanny Hadi Tjahjanto mewakili Ibu Negara Ny. Iriana Joko Widodo bersama istri para Atase Militer negara-negara sahabat meninjau langsung kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan di Perumahan Trias Estate Tambelang Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (8/1/2020).

Ketum Dharma Pertiwi dan Istri para Atase Militer negara sahabat seperti dari Spanyol, Singapura, Pakistan, India, Korea Selatan, Thailand, Netherland dan Myanmar menyempatkan diri memberikan bantuan secara simbolis kepada perwakilan warga yang terkena musibah banjir. Pemberian Sembako ini ditujukan kepada 1.688 Kepala Keluarga Perumahan Trias Desa Wanasari Cibitung yang mengalami banjir parah.

Bantuan yang diberikan tersebut berupa bahan pokok sembako, kasur, selimut, alat pembersih rumah, obat-obatan dan menyediakan dapur umum yang menyiapkan 2.000 nasi box untuk masyarakat setempat dengan melibatkan 500 prajurit TNI dari Mabes TNI dan Kodam Jaya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketum Dharma Pertiwi Ny. Nanny Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial kali ini dilaksanakan atas perintah dari Ibu Negara Ny. Iriana Joko Widodo, sebagai bagian dari kepedulian sosial antar sesama.

Ketum Dharma Pertiwi mengatakan bahwa keterlibatan prajurit TNI disini sudah sejak terjadi bencana banjir dan sampai hari ini masih membantu membuang sampah serta membersihkan sungai yang penuh dengan sampah dan lumpur. Bakti sosial kali ini, TNI mengerahkan 1 unit escavator, 5 unit truk, 2 unit dump truck, 3 unit mobil damkar dan operator serta 2 unit mobil tangki air bersih.

Kepada masyarakat yang berdomisili di Perumahan Trias Estate, Ny. Nanny Hadi Tjahjanto berpesan agar selalu menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan dan melaksanakan gotong-royong setiap hari Sabtu dan Minggu, agar sungai tidak menjadi dangkal yang menyebabkan air meluap dan banjir.

Warga Jatibening Protes Proyek KCIC Bandung – Jakarta

Laporan : Julham Harahap

BEKASI,poskota.net – Terkait Pembangunan Proyek Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) Bandung – Jakarta, yang mengudang polemik Warga Jatibening , Kecamatan Pondok Gede – Kota Bekasi, pasalanya Proyek tersebut dikeluhkan oleh Warga.

Bahwa Pembangunan Proyek
Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) Bandung – Jakarta tersebut, Warga Jatibening mengeluh dengan adanya suara bising dari lokasi Proyek serta Debu-debu yang berterbangan sehingga masuk ke dalam rumah warga.

Saat di temui Tonny, Warga Jatibening mengatakan, bahwa Pembangunan Proyek tersebut sudah berjalan lebih kurang dua Bulan dan sering kali mengeluarkan suara bising sehingga menimbulkan getaran hingga terasa ke bagian dalam rumah.

Tonny menjelaskan, akibat getaran Proyek tersebut tidak sedikit tembok rumah warga mengalami keretakan.

Sementara Rizal mengatakan dirinya sebagai Warga tidak menolak adanya Pembangunan Proyek Pemerintah, karena Warga menyadari dan memahami, bahwa dalam suatu Pembangunan harus ada dukung Masyarakat.

“Kami mengelukan adanya suatu getaran sampai terasa kerumah warga,” papar Rizal.

Rizal menegaskan, suatu Pembangunan harus ada Analisis mengenai dampak Lingkungan ( AMDAL), Kami sebagai Warga tidak akan melakukan perotes.

“Namun sampai saat ini masih saja di protes oleh warga dengan dampak Lingkungan membuat suara bising,” ungkap Rizal.

Dipaparkannya amdal saja tidak ada apalagi masalah Sosial Ekonomi buat Warga yang dekat dengan Pembangunan Proyek Jalur Kereta Cepat Indonesia China ( KCIC), karena Pedoman dalam membuat Amdal ada 3 faktor yaitu Ekologi , Sosial dan Ekonomi, jika ketiga unsur memenuhi artinya Pembangunan Proyek dapat berkelanjutan

“Kalau tidak dapat menjadi gejolak warga dengan adanya Proyek tersebut,” kata Rizal.

Ditegaskannya sebagai warga tidak menghalangi adanya Proyek Pemerintah, namun Pemerintah Daerah dan Pusat dapat memahami keluhan warga, karena dari pada warga menerima suara bising lebih baik Proyek di Stop dulu sampai Amdalnya selesai.

Dengan adanya Pembangunan Proyek Jalur Kereta Cepat Indonesia China ( KCIC) Bandung – Jakarta, seharusnya Pemerintah Kota Bekasi dapat melakukan Sosialisasi dan mempasilitasi sebagai Pendamping Warga.

Camat Cikbar Tinjau Lokasi Bencana Banjir

Laporan : julham Harahap

BEKASI,poskota.net – Akibat curah hujan yang sangat deras dan tak henti – henti, maka Masyarakat Kabupaten Bekasi telah dilanda Banjir sehingga ratusan rumah Penduduk di Kabupaten Bekasi terendam air akibat banjir yang terjadi di beberapa titik wilayah Kabupaten Bekasi.

Banjir yang melanda Masyarakat Cikarang Barat yang terdampak ada dua titik yaitu Desa Kali Jaya dan Desa Telajung ketinggian air kurang lebih 30 – 80 Cm.

Camat Cikarang Barat, Doddy Gandi, S.STP.M.Si mengatakan, pada saat banjir menimpa Masyarakat Kali Jaya dan Telajung bahwa Kami selaku Aparat Pemerintah Kecamatan dan Desa telah memberikan bantuan berupa Mie Instan dan Air Mineral serta Roti dan obat – obatan yang diperlukan oleh Masyarakat yang terkena banjir yang ada di wilayah Kecamatan Cikarang Barat,” ujar Doddy.

“Kami turut prihatin dengan bencana banjir yang menimpa masyarakat Kali Jaya dan Telajung serta tempat lain di wilayah Kabupaten Bekasi, maka Kami telah menyalurkan bantuan makanan dan Minuman Mineral kepada masyarakat yang terkena banjir yang sangat membutuhkan,” papar Doddy.

Dede Sulaeman selaku Kepala Desa Kali Jaya menjelaskan, bahwa saat terjadi banjir di wilayah Desa Kali Jaya, Kecamatan Cikarang Barat adalah akibat luapan Kali Mati yang berada di wilayah Desa Kali Jaya berdampak pada rumah warga di sepanjang bantaran Kali tersebut, sehingga mengakibatkan rumah warga tergenang air mencapai ketinggian lebih kurang 30 – 60 CM.

“Akibat dari dampak luapan Kali Mati yang mengenangi rumah warga yaitu
Kp.Pengkolan Rt.03/Rw.04
dan Kp.Ketapang Poncol Rt.02/Rw.02 Desa Kali Jaya yang tergenang air,” papar Dede.

Dede Sulaeman menjelaskan, meskipun rumah warga banyak yang tergenang air akibat luapan Kali Mati di Desa Kali Jaya, Kecamatan Cikarang Barat, namun sampai saat ini warga belum ada yang mengungsi.

“Kami pun memantau terus ketinggian debit air di Posko Siaga di Kantor Desa Kali Jaya beserta Team Satpol-PP dan para Aparat Desa,” terangnya.

Kepala Desa Kali Jaya, Dede Sulaeman mengharapkan agar Pemerintaha Daerah dapat melakukan Penangkalan dan Normalisasi Kali Mati dan juga memperbaiki Drenase – derenase saluaran air agar tidak akan lagi terjadi bencana banjir saat dimusim penghujan.

“Kami selaku Pemerintah Desa akan melakukan gotong royong untuk membersihkan saluaran air yang tersubat agar tidak terjadi banjir susulan,” ungkap Dede.

Solihin selaku Anggota Satpol-PP Kecamatan Cikarang Barat mengatakan, dengan terjadinya banjir di beberapa titik wilayah Cikarang Barat yaitu Kali Jaya dan Telajung.

“Kami sebagai Anggota Satpol-PP beserta Aparat Desa ikut serta menolong warga yang terkena banjir,” ujar Solihin.

“Kami turut perihatin melihat warga yang terkena musibah banjir, semoga dengan adanya musibah banjir tersebut tidak terjadi adanya korban,” tandasnya.

Mewakili Pimpinan KPH Banyuwangi Barat, Nova Alex Serahkan Bantuan Pada Penyadap Meninggal

Laporan: Prasetyo

BANYUWANGI,poskota.net – Perhutani Banyuwangi Barat, KRPH Sumbermanggis, BKPH Glenmore, berikan bantuan Asuransi Perhutani kepada Penyadap yang telah meninggal dunia.

Kali ini, asuransi tersebut diberikan kepada Pak Salha, Penyadap Pinus asal Dusun Kampung Baru, Desa Margomulyo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi.

Mewakili Pimpinan KPH Banyuwangi Barat, penyerahan asuransi kepada Penyadap Pinus yang sudah meninggal diberikan langsung oleh Nova Alex, Mantri KRPH Sumbermanggis, BKPH Glenmore.

Adapun penyerahan diserahkan di kediaman Pak Salha (Nursalim) Dusun Kampungbaru, Desa Margomulyo, Glenmore. Rabu (8/1/2019).

“Mewakili Pimpinan Perhutani Banyuwangi Barat, kami serahkan asuransi perhutani bagi penyadap yang sudah meninggal,” ucap Nova Alex, kepada Wartawan.

Menurut Mantri muda yang akrab disapa Nova tersebut, Pak Salha, adalah salah seorang Penyadap KRPH Sumbermanggis, diwilayah Tempat Pengumpulan Getah (TPG) Pekalongan. Beliau meninggal dunia beberapa waktu. Dan punya hak untuk mendapatkan bantuan asuransi dari perhutani.

“Bantuan sudah kami serahkan kepada keluarganya yang diterima langsung oleh istri almarhum,” Papar Nova.

Nova, juga menambahkan, kami berharap semoga apa yang kami berikan kepada keluaga Almarhum Pak Salha, bisa berguna dan bermanfaat.

“Mudahan bisa bermanfaat mas,”pungkasnya.

Seperti diketahui pihak Perhutani KRPH Sumbermanggis, BKPH Glenmore, KPH Banyuwangi Barat menyerahkan Asuransi Perhutani kepada Salha, salah satu penyadap pinus yang telah meninggal dunia berupa uang sejumlah 3. 800.00.

Camat Cikbar Himbau Kepada Kades Terkait Bencana Banjir

Laporan : Julham Harahap

BEKASI,poskota.net –
Terkait Pasca Banjir diwilayah Kabupaten Bekasi pada akhir Desember 2019, bahwa Masyarakat Kabupaten Bekasi telah tekena bencana banjir, namun bantuan yang di berikan kepada Masyarakat yang terkena musibah banjir diwilayah Cikarang Barat dari kalangan Danotur.

Namun sangat di sayangkan dan di sesalikan oleh Masyarakat, bahwa saat terjadi banjir di wilayah Desa Kali Jaya, Kecamatan Cikarang Barat, bahwa banjir tersebut adalah akibat luapan Kali Mati yang berada di wilayah Desa Kali Jaya berdampak pada rumah warga di sepanjang bantaran Kali tersebut, sehingga mengakibatkan rumah warga tergenang air mencapai ketinggian lebih kurang 50 Cm.

Dari dampak luapan Kali Mati yang mengenangi rumah warga di Desa Kali Jaya yaitu
* Kp.Pengkolan Rt.03/Rw.04
dan Kp.Ketapang Poncol Rt.02/Rw.02 Desa Kali Jaya yang tergenang air dan juga di wilayah Desa Telajung Kecamatan Cikarang Barat.

Camat Cikarang Barat, Doddy Gandi, S.STP.M.Si mengatakan, meskipun rumah warga banyak yang tergenang air akibat luapan Kali Mati di Desa Kali Jaya dan juga di Desa Telajung Kecamatan Cikarang Barat, namun sampai saat ini warga belum ada yang mengungsi,” kata Doddy.

“Kami pun memantau terus ketinggian debit air di Posko Siaga di Kantor Desa Kali Jaya serta Desa Telajung beserta Team Satpol-PP dan para Aparat Desa selalu Stanbay,” papar Doddy.

Camat Cikarang Barat, Doddy Gandi menjelaskan, bahwa untuk bantuan yang di berikan kepada korban banjir berupa Mie Instan dan Minuman Mineral, karena debit air di wilayah Desa Kali Jaya dan Desa Telajung masih dalam ambang batas, Kami selaku Aparat Pemerintahan Kecamatan dan Desa selalu Siaga dan Stanbay di Posko,” papar Doddy.

Doddy Gandi, S.STP.M.Si menghibau kepada Kepala Desa di wilayah Kecamatan Cikarang Barat agar dapat mengevaluasi kejadian banjir dari pengalaman yang ada, supaya dapat memperhatikan lingkungan dan Drenase -drenase saluaran air yang tersumbat semoga dapat di bersihkan agar tidak terjadi banjir,” ungkap Camat Doddy.

Solihin selaku Anggota Satpol-PP Kecamatan Cikarang Barat mengatakan, dengan terjadi nya banjir di beberapa titik wilayah Cikarang Barat yaitu Kali Jaya dan Telajung, Kami sebagai Anggota Satpol-PP beserta Aparat Desa ikut serta menolong warga yang terkena banjir,” ujar Solihin.

“Kami selaku Apartur Kecamatan dan Desa turut perihatin melihat warga yang terkena musibah banjir, semoga dengan adanya musibah banjir tersebut tidak terjadi adanya korban,” hibau Solihin.

BMKG Himbau Masyarakat Hadapi Cuaca Ekstrem Melanda Makassar

Laporan : Antho

MAKASSAR -poskota.net- Dari hasil pantauan informasi BMKG Kota Makassar dimana cuaca untuk Sulawesi Selatan dan khususnya di Kota Makassar mengalami perubahan cuaca yang sangat ekstrem sehingga di himbau untuk seluruh elemen masyarakat Kota Makassar untuk mengantisipasi hal tersebut.

Kita juga harus mempersiapkan diri untuk hal – hal yang harus diwaspadai termasuk barang – barang yang berharga dan hal – hal lain yang perlu di antisipasi untuk menjaga hal tersebut
Terkait cuaca ini kami Pelabuhan Perikanan Paotere khususnya menyangkut ketersediaan stok ikan mengalami sedikit penurunan dan harga mengalami peningkatan.

Dengan ada nya hal ini kami mengharapkan cuaca ekstrem tidak berlangsung lama, jika satu sampai tiga hari ini masih bisa teratasi tetapi jika sampai memasuki bulan februari otomatis sangat mempengaruhi ketersediaan ikan di pelabuhan ini.

Kami juga menghimbau kepada para nelayan yang akan melaksanakan penangkapan ikan di laut agar tetap berhati – hati dan selalu berkoordinasi khususnya menyangkut perkiraan cuaca karena di TPI Paotere sudah ada himbauan perkiraan cuaca selama tiga hari ke depan.

Beberapa Pesan Kapolresta Banyuwangi Pada Muskab Askab

Laporan : Prasetyo

BANYUWANGI – Sebanyak 189 Kepala Desa (Kades) di Banyuwangi, Jawa Timur melaksanakan Musyawarah Kabupaten Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi (MUSKAB-ASKAB), pada Rabu (8/1/2020).

Dalam kesempatan itu, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin menyampaikan beberapa pesan titipan yang mewakili Forpimda Banyuwangi.

“Ada beberapa pesan titipan bagi seluruh Kepala Desa dalam acara Muscab Askab ini,” kata Kapolresta saat di Ballroom Hotel El-Royale Banyuwangi.

Pertama, Arman, Tahun 2020 ini Banyuwangi akan punya event besar yakni kegiatan Pilkada. Pihaknya mengimbau agar selalu membantu menjaga ketertiban masyarakat. Bahkan, masyarakat agar terus menjaga regulasi perekonomian dan situasional.

“Kedua, di era revolusi 4.0 ini, tentunya juga disuport dengan kegiatan yang berhubungan dengan pelayanan terpadu, seperti apa yang telah disampaikan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas,” ucap Kapolres dihadapan ratusan Kepala Desa.

Selanjutnya, mengingat pada Bulan Januari-Februari 2020, BMKG mengeluarkan pengumuman akan terjadi cuaca yang ekstrem. Hal ini berkesinambungan dengan bencana alam, seperti puting beliung, banjir, dan luapan air.

“Mari kita antisipasi dengan bekerjasama dengan BPBD beserta steakholder untuk bersiaga bencana alam,” ujarnya.

Kapolresta juga mengajak seluruh Kades untuk kerjasama dengan Forkopimda agar lebih mensejahterakan Desa masing masing sesuai Program Pemerintah Daerah (Pemda) yakni fokus dengan wisata, dan investasi.

“Semoga dalam Pemilihan ASKAB ini tidak ada kericuhan dalam sebuah musayarah. Dan semoga ada kesepakatan. Siapa yang terpilih menjadi Ketua Askab, berarti sudah menjadi kesepakatan bersama.

Pilkades Berujung Penyegelan Sekolah Dasar di Desa Sagu

Laporan : Daniel Apollo Hutabarat/Sukur Tajudin

FLORES TIMUR,poskota- Penyelenggaraan demokrasi itu indah apabila prosesi perjalanan dapat berdampak positip dan dirasakan serta terukur, pesta demokrasi di beberapa daerah pada tingkat pemilihan kepala desa ( pilkades) justru berbuah negatif.

Salah satunya prosesi pelenggaraan pilkades di desa Sagu berdampak kurang baik untuk ditrukan apa sebabnya setelah usai acara pilkades beberapa fasilitas umum yakni sekolah diwilayah desa sagu tersebut disegel tidak resmi oleh kelompok kelompok tertentu yang di duga tidak menerima hasil kekalahnyanya.

Dari penelurusan informasi media di temukan fakta fakta insten penyegelan sekolah sekolah yang jadi sasaran ketidak puasan para kelompok2 tertentu dari hasil berita acara yang sudah ditanda tangani pihak terkait

Sementara itu, banyak kalangan berpendapat atas tidak tak terpuji itu bahkan di kesimpulkan suatu tindakan yang merugikan banyak pihak dan cendrung mengarah pada tindakan kriminal ( perusakan dan upaya tidak mengakui demokrasi yang syah).

Senada degan itu Taupik Nasrun mengatakan dengan tegas  ini adalah cara cara kaum feodal seperti di masa lalu dan cendrung mengarah pada tindakan kriminal, dan sampai saat ini dirinya mengakuinya, sekolah disegel SD sagu , SD Arang , SD Impres dan ada beberapa lagi yang tidak di tulis disini dan ini fakta untuk negara tidak perlu untuk kalah menghadapi kelompok kecil semacam itu.

Salah satu kadidat yang sempat di wawancari media ini pada hari selasa (7/01/20)dari pusat jakarta mengatakan pilkades lalu itu di desa sagu ini ada 4 orang ikut kompetisi pilkades dan berita acara itu sudah ditanda tangani para pihak terkait oleh panitia tetapi formulir keberatan atas pikades ada yang belum di tanda tangani, ujarnya pada media ini.