Penanaman Pohon Dalam Rangka Polri Peduli Penghijauan

Laporan : Daniel Apollo Hutabarat

KALIMANTAN BARAT,posko.net- Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Irjen Pol Drs. Didi Haryono, S.H., M.H., memimpin langsung acara penanaman pohon dalam rangka Polri peduli lingkungan yang dilaksanakan di halaman Jananuraga Polda Kalbar. Senin (06/01/2020).

Turut hadir Wakapolda Kalbar Brigjen Pol Drs. Imam Sugianto, M.Si., Wakil Gubernur Kalimantan Barat Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., Jajaran Forkopimda Provinsi Kalbar, Pejabat Utama Polda Kalbar dan seluruh personel Polda Kalimantan Barat.

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini merupakan instruksi dari Kapolri dengan tujuan sebagai upaya Polri dalam mencegah berbagai bencana alam di Kalimantan Barat serta mengurangi polusi udara sehingga memberikan efek yang positif bagi masyarakat dan lingkungan hidup.

Penghijauan serentak di laksanakan untuk mensukseskan program penghijauan di seluruh Mako, asrama Polri dan fasilitas umum lainnya.

Kapolda mengatakan “saya sudah perintahkan kepada seluruh jajaran Polri Polda Kalimantan Barat untuk melaksanakan kegiatan penanaman pohon ini secara berkelanjutan. Tidak hanya di dalam mako dan asrama Polri, tetapi juga di lahan-lahan kosong baik milik dinas maupun fasilitas umum”.

Gerakan Polri Peduli Penghijauan merupakan salah satu langkah konkrit dan upaya nyata yang dilakukan secara serentak dan berkesinambungan untuk memulihkan kondisi alam yang tandus dan kering, sekaligus membangun kesadaran masyarakat untuk lebih aktif menanam pohon dan merawatnya.

“Provinsi Kalbar sering mengalami bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan angin puting beliung. Untuk mengantisipasi setiap kejadian diperlukannya sinergi antara pemerintah daerah, Pronvinsi dan TNI Polri guna melakukan langkah langkah pengevakuasian serta pendistribusian bantuan.” ujar Kapolda.

Kegiatan menanam pohon ini dapat dijadikan momentum strategis dalam upaya untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim global, degradasi dan deforestasi hutan dan lahan serta sebagai bagian dari upaya konservasi sumber daya air.

Diharapkan gerakan peduli penghijauan ini dapat membantu
mence3gah terjadinya bencana alam di Kalimantan Barat.

Kanit Bimmas Polsek Medan Helvetia Beserta Anggotanya Melaksanakan Sambang Dan Binluh Ke Sekolah Etislandia

Laporan : Erwin Silitonga

MEDAN,poskota.net- Kanit Bimmas Polsek Medan Helvetia.Ipda. Suparmin beserta beberapa anggotanya melaksanakan Binluh, tatap muka dan silaturahmi kepada guru – guru sekolah Etislandia yang terletak di jalan Gaperta Ujung Gang Berkat kelurahan Tanjung Gusta kecamatan Medan Helvetia.

Dalam kegiatan tersebut, Kanit Bimmas Polsek Medan Helvetia Ipda.Suparmin mengajak para Guru dan murid – murid sekolah Etislandia untuk turut serta didalam kamtibmas karena kamtibmas merupakan tanggung jawab kita bersama, sebagai masyarakat dan Bangsa Indonesia.

9

Kita ajak Guru dan murid – murid Sekolah Etislandia serta warga masyarakat agar kiranya peka dan tanggap dengan situasi kamtibmas yang pada saat ini sering tejadi di Media Sosial, dan jangan mudah percaya dengan berita Hoax atau berita bohong, dan menghimbau kepada Guru dan murid – murid untuk menolak ujaran Radikalisme berkembang di Masyarakat terutama di sekolah – sekolah, karena tujuannya untuk menghasut dan mengadu domba sesama warga masyarakat Bangsa Indonesia.ungkap Kanit Bimmas.

Dalam kesempatan itu kita minta kepada Guru – guru dan murid sekolah Etislandia untuk selalu memberikan informasi sekecil apapun kepada Pihak Kepolisian khususnya Polsek Medan Helvetia atau Personil Bhabinkamtinmas, apabila adanya mengetahui, melihat, mendengar kejadian atau masalah, baik itu tindak pidana atau kejadian bencana alam, disebabkan untuk saat ini begitu cepat perubahan cuaca yang kita hadapi saat ini.

Diduga Program “Kanggo Riko” 2019 Desa Kandangan Banyuwangi Diselewengkan

Laporan : Prasetyo

BANYUWANGI, Poskota.net – Lagi-lagi kabar miring menerpa kinerja Kepala Desa (Kades) Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Riyono. Kali ini dalam penyaluran bantuan program ‘Kanggo Riko’ ditahun 2019.

Program bantuan modal usaha kalangan masyarakat miskin ini, diduga diselewengkan. Atau diserahkan tidak sesuai dengan prosedur.

Informasi dilapangan, pada tahun 2019, Desa Kandangan, menerima bantuan program ‘Kanggo Riko’ sebesar Rp 100 juta, untuk 40 orang penerima. Dengan rincian, per penerima mendapat jatah Rp 2,5 juta dipotong pajak, atau sebesar Rp 2,25 juta.

Sesuai prosedur, Rp 250 ribu, diserahkan dalam bentuk sembako. Sedang sisanya, Rp 2 juta, diberikan untuk permodalan usaha. Baik dibidang peternakan atau usaha dagang.

Namun yang terjadi dilapangan, dana segar Rp 2 juta yang seharusnya diberikan dalam bentuk tunai, disinyalir diserahkan pada kalangan warga miskin penerima bantuan dalam bentuk barang.

“Namanya warga miskin kan tidak mungkin berani protes, pasti takut,” kata salah satu masyarakat, Selasa (7/1/2020).

Dikonfirmasi wartawan, Kades Kandangan, Riyono, mengaku tidak tahu-menahu terkait penyerahan bantuan modal usaha pada masyarakat ekonomi kurang beruntung tersebut. Menurutnya, pelaksanaan program ‘Kanggo Riko’ didesanya diserahkan sepenuhnya pada petugas pendamping.

“Semua data ada di pendamping, karena semua diserahkan oleh pendamping,” ucap Riyono, terkesan cuci tangan.

Tapi dari kabar yang beredar, oknum petugas pendamping program ‘Kanggo Riko’ di Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, disinyalir adalah orang tunjukan kades. Untuk itu, masyarakat berharap aparat penegak hukum bisa memelototi berbagai program dari Desa Kandangan.

Tujuannya guna meminimalisir adanya kecurangan dan penyelewengan yang berujung pada kerugian negara.

Cegah Potensi Banjir, Bhabinkamtibmas Kelurahan Bara Baraya Utara Koordinasi Bersama Warga

Laporan : Antho

MAKASSAR,poskota.net- Hujan deras dan angin kencang yang terus menerjang Kota Makassar beberapa hari terakhir berpotensi menimbulkan bencana banjir dan pohon tumbang, utamanya di daerah pemukiman padat penduduk seperti Kelurahan Bara Baraya Utara.

Untuk itu, pada hari Selasa (07/01/2020) Bhabinkamtibmas Kel. Bara Baraya Utara, Bripka Stenly Jerry turun ke lapangan berkoordinasi bersama warga dan Ketua FKPM guna mencegah terjadinya banjir dan pohon tumbang yang dapat menimbulkan korban.

Dalam kesempatan tersebut, Bripka Stenly Jerry juga melakukan pengecekan dan pengontrolan wilayah Kel. Bara Baraya Utara dan menghimbau warga agar tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta selalu siap siaga apabila terjadi angin kencang agar tidak menimbulkan kerugian dan korban jiwa.

Pembangunan Infrastuktur Desa Kandangan Banyuwangi Diduga Sarat Korupsi

Laporan : Prasetyo

BANYUWANGI,poskota.net–Pembangunan infrastuktur di Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, diduga sarat praktik korupsi. Salah satunya terkait penggunaan material jenis batu.

Informasi dilapangan, dalam menjalankan program pembangunan infrastuktur, Kepala Desa (Kades) Kandangan, Riyono, diduga diam-diam mengambil material batu dari bendungan Karang Tambak. Bahkan sejumlah material jenis batuan sungai tersebut sebagian ditumpuk dibelakang rumah Riyono.

“Masyarakat sini banyak yang tahu kalau material batu itu ditumpuk dibelakang rumah pak Kades Riyono, jika bilang tidak pernah ya bohong,” ucap salah satu masyarakat setempat, Selasa (7/1/2020).

Selanjutnya, material dari sungai yang disinyalir diambil dengan tanpa rekomendasi dari Dinas Pengairan Banyuwangi, tersebut diduga dijual belikan pada Pemerintah Desa Kandangan. Atau dengan kata lain, material jenis batu, bahan pembangunan infrastuktur, dibeli Pemerintah Desa Kandangan, dari Kades Kandangan, Riyono, sendiri.

Sementara itu, kepada awak media, Riyono, mengaku tidak tahu menahu terkait jual beli material jenis batu untuk proses pembangunan infrastuktur didesanya. Bahkan dia membantah jika pernah menumpuk material jenis batu yang diambil dari Bendungan Karang Tambak.

Meskipun banyak masyarakat yang tahu, dan sejumlah awak media juga pernah melihat sendiri tumpukan material jenis batu dibelakang rumah kades dua kali periode tersebut.

“Tidak ada, tidak benar. Kalau ditumpuk dibelakang rumah kan pasti ada bekasnya, bisa di cek,” katanya.

Menurut Riyono, dia memang pernah melakukan normalisasi di Bendungan Karang Tambak, namun itu hanya berlangsung selama 6 jam saja. Karena keterbatasan anggaran.

Walau Kades Riyono, membantah dan mengaku tidak tahu menahu terkait dugaan jual beli material jenis batu hasil normalisasi, masyarakat Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, berharap kepedulian aparat penegak hukum. Untuk bisa datang dan mengecek laporan program pembangunan infrastuktur di Desa Kandangan. Karena dari perilaku jual beli material jenis batuan tersebut, diduga kuat terjadi korupsi atau penyelewengan uang rakyat yang tidak sedikit.

Heboh ! Maju Askab, Riyono Dikabarkan Pernah Punya Hubungan Asmara dengan Sejumlah Artis Lokal Banyuwangi

Laporan: Prasetyo

BANYUWANGI,poskota.net – Kabar heboh menerpa Riyono, salah satu kandidat calon Ketua Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi (Askab).

Kepala Desa (Kades) Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, tersebut diisukan pernah punya hubungan asmara dengan Wanita Idaman Lain (WIL) dari kalangan artis lokal Bumi Blambangan.

Informasi yang berkembang dikalangan aktivis dan biduan Banyuwangi, sederet nama WIL tersebut diantaranya KP dan LA. Keduanya asal Kecamatan Gambiran. Bahkan, dari sumber terpercaya, kisah cinta dengan Riyono, sempat membuat LA telat datang bulan.

“Sebelum dengan LA, dia berhubungan dengan KP, banyak yang tahu kok,” ucap salah satu narasumber yang enggan disebut namanya, Selasa (7/1/2020).

Dikonfirmasi terpisah, Kades Riyono menampik kabar tak sedap tersebut. Namun dia mengakui jika dirinya memang mengenal kedua biduan tersebut.

“Iya, saya memang kenal, tidak kenal nanti dikira sombong,” katanya kepada wartawan.

Perkenalan dengan artis lokal KP dan LA, masih Riyono, bermula dari penampilan keduanya disalah satu acara di Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran. Tapi dia memastikan bahwa antara dirinya dengan kedua biduan adalah tidak benar. Meskipun dilingkaran artis berita tersebut memang berhembus cukup keras.

Kapolsek Mamajang Gebrak Rumah Seorang Nenek, Membuat Warga Sempat Panik di Kira penangkapan

Laporan : Daniel Apollo Hutabarat

Makassar – poskotanet,(Selasa, 7/1/2020), Di hari kedua setelah melaksanakan apel Pagi, Kapolsek Mamajang Kompol Daryanto langsung memimpin giat yakni Grebek Warga. Kali ini mendatangi salah satu rumah warga yang ditinggali oleh Nenek Sutina Dg.Ngasseng Jalan Onta 5, Kelurahan Mamajang Luar Kota Makassar.

Salah satu keluarga yang ditemui tim grebek ada seorang nenek hanya tinggal berdua bersama cucunya yang berumur sekitar 4 tahun semetera suami si Nenek telah duluan meninggalkannya menghadap Ilahi.

Berdasarkan info yang dihimmpun media ini dari warga setempat dan Bripka Sahir yang bertugas diwilayah (Binmas Kel.Mamajang luar) dicatat bahwa Si Nenek dan cucunya memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk makan hanya bersumber dari beberapa bantuan dari tetangganya. Karena Si Nenek sudah tidak kuat secara fisik untuk mencari nafkah.

“Kagetku Komandan (dialek makasar), kukira ada apa ?, Alhamdulillah. Makasih banyak Komandan luar biasa Polsek Mamajang,” Ucap Pak RT yang juga sempat keluar dari rumahnya kaget mendengar informasi bahwa di rumah Si Nenek banyak Polisi.

Kalimat terbatah-batah pun terucap dari Si Nenek yang kaget setelah di berikan bantuan Sembako dari Kapolsek Mamajang, Wakapolsek dan jajaran Binmasnya.

Si Nenekpun malu bercampur rasa haru ingin mempersilahkan Kapolsek untuk masuk di dalam rumahnya yang kondisinya memprihatinkan karena digenangi air dari sela-sela tembok/tegel, atap bocor, dan kelihatan berantakan. Keadaan tersebut tidak membuat Kapolsek menjadi risih, bahkan memeluk

Si Nenek sembari berkata “Nek, ini kami ada rezeki buat Nenek..” Ucap Kompol Daryanto yang didampingi oleh Akp. Idris Faisal^ (Wakapolsek), dan Akp Paris Yacobus (Kanit Binmas)

Di tempat terpisah Kapolsek Menjelaskan bahwa perhatian di aplikasikan dengan nyata sebagai bentuk Kepedulian POLRI kepada Masyarakat, sudah saatnya meningkatkan revolusi mental buat saya sebagai anggota Kepolisian dan seluruh anggota.

Hal ini telah kami lakukan, sebagai bentuk program pelaksanaan Tugas Kepolisian sekaligus beribadah tuk menanam kebaikan, dari dulu hingga saat ini bertugas sebagai ibadah, sangat nikmat keberkahan yang diberikan oleh Allah Swt.

“Terimakasih Pak, terimakasih Polsek Mamajang” ucapan terus di lontarkan sejumlah warga yang haru melihat kunjungan Kapolsek bersama anggotanya dan bangga melihat Polisi seperti itu.

Merekapun bergantian bersalaman kepada Kapolsek Mamajang. Bersedekahlah maka seribu kebaikan akan datang kepadamu.

Kades Tridaya Sakti Kecamatan Tambun Selatan Rakit Perahu Untuk Warga Yang Kebanjiran

Laporan : Patupa

BEKASI,poskota.net- Untuk antisipasi banjir susulan khususnya di Desa Tridayasakti Tambun Selatan Pemerintahan Desa Tridayasakti yang di kepalai Kades Suwardi Wada dengan jajarannya menginisiasi merakit perahu dari bahan bambu dan jerigen plastik.

Perahu rakitan ini dibuat karena keprihatinan kurangnya perahu untuk menolong warga yang terkena musibah banjir sebelum BPBD Kab Bekasi hadir dilokasi terdampak banjir.

Menurut Suwardi perahu rakitan ini dibuat dengan biaya seadannya dibawah anggaran sekitar Rp.3.500.000 atas inisiatif dirinya dan aparatur desa dan BPD.

Daerah Desa Tridayasakti pada masa banjir sekarang ini terdampak banjir hampir 70 persen wilayahnnya dan hampir mencapai 1,5 M terutama di daerah pinggiran kali.

Dengan pembuatan perahu rakitan ini masyarakat dapat terbantu melalui mobilisasi dari desa Tridayasakti Tambun Selatan.

Warga Kehilangan Dokumen Data Dukcapil Pemkab Bekasi Siap Proses Cepat

Laporan : Patupa

CIKARANG,poskota.net- Data kependudukan warga yang hilang ataupun rusak karena terkena banjir pemda Bekasi melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil berjanji mempercepat penerbitannya.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bekasi, Hudaya,

“Hari ini saya kirim surat ke seluruh camat untuk menginformasikan penggantian dokumen kependudukan yang rusak karena musibah banjir,” kata Hudaya, Senin (06/01).

Untuk mendapat pengganti dokumen kependudukan yang baru, warga harus menyerahkan persyaratan yang dibutuhkan, salah satunya yakni surat keterangan dari RT yang menyatakan jadi korban banjir.

“Kami akan mengganti atau membuatkan dokumen baru dengan syarat ada keterangan dari ketua RT bahwa yang bersangkutan korban banjir,” katanya.

 

Untuk pembuatan dokumen kependudukan yang baru bagi korban banjir dilakukan di Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat. Dilokasi inj dibangun posko, posko tersebut mulai dibuka sejak hari ini.

“Poskonya mulai hari ini sudah aktif di halaman Pemda Kabupaten Bekasi. Untuk persyaratan bisa juga dikirim lewat nomor WhatsApp 081381914314,” katanya.

Di posko tersebut, Dinas Dukcapil Kabupaten Bekasi melayani penggantian beberapa dokumen kependudukan. Seperti Kartu Keluarga dan KTP elektronik (e-KTP).

Hudaya mengatakan, hari ini pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Ditjen Dukcapil. Ia akan meminta blangko e-KTP untuk mengganti milik korban banjir.

Hari ini saya koordinasi ke Ditjen Dukcapil terkait blangko KTP elektronik. Kalau blangkonya diberikan kami akan ganti dengan KTP elektronik. Tapi kalau blangko tidak diberi, berarti kami ganti dengan suket (surat keterangan),” ungkapnya.

Soal jumlah blangko KTP elektronik yang diajukan, Hudaya belum bisa menjawab. Karena sampai saat ini belum diketahui jumlah kebutuhan blangko KTP elektronik untuk korban banjir.

“Nanti diajukan setelah koordinasi. Karena kami juga belum punya data berapa kebutuhan blangko untuk korban banjir. Mudah-mudahan ada kabar baik dari Ditjen Dukcapil,” ujarnya.

Seperti diketahui, banjir merendam 14 kecamatan di Kabupaten Bekasi beberapa hari yang lalu. Banjir tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tapi juga banyak dokumen kependudukan warga yang terendam dan hanyut terbawa banjir.

Kapolsek Dan Camat Mamajang Penuhi Perintah Kapolrestabes  Pantau Sampah dan Debit Air Kanal

Laporan : Antho

MAKASSAR,poskota.net- Kapolsek Mamajang (Kompol Daryanto) bersama Camat Mamajang (Fadly Wellang) bersinergi dengan beberapa jajaran lurah melaksanakan pemantauan Debit air dan Sampah di sepanjang Kanal wilayah Mamajang Kelurahan mamajang dalam hingga ke utara.

Pintu saluran air pun tak luput di cek, hingga mengangkat beberapa Sampah yang terapung di Kanal. Ketinggian debit air untuk sepanjang Kanal wilayah Mamajang hungga saat ini masih dalam status aman, mengingat curah hujan kadangkala sejenak berhenti sehingga cepat surut.

Intensnya hujan yang di sertai angin, membuat sinegritas Tripika Mamajang aktif memantau situasi di wilayahnya guna mengantisipasi dan kesigapan kita menghadapi hal hal yang tidak di inginkan, seperti banjir, Pohon tumbang, di beberapa jalan serta pemukiman masyarakat sekitaran Kanal.

Hal ini kita lakukan bersama dan gotong royong demi menciptakan situasi kamtibmas yang aman, demi melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat sebagai bentuk kepedulian Polri di tengah Masyarakat khususnya wilkum Polsek Mamajang.

“Memang ini adalah atensi dari Pimpinan yakni Kapolrestabes Makassar.”, Ungkap Kapolsek Mamajang yang didampingi oleh Camat Mamajang saat kontrol Pintu air kanal.

Sebagai Camat Mamajang sangat mendukung dengan kerjasama yang baik dengan pihak Kepolisian yakni Polsek Mamajang untuk menciptakan situasi guna mengantisipasi lokasi wilayah rawan banjir, kami akan terus bersinergi secara gotong royong. Dan hal tersebut akan kami lakukan bersama, sebagai pelayan Masyarakat.

“Terimakasih Pak Kapolsek..” Ucap Beliau di samping Pak Arifuddin Hamaru (Dirut PDAM Kota Makassar).

Dalam giat tersebut ada beberapa yang turut hadir di Lapangan yakni diantaranya Arifuddin Hamaru (Direktur PDAM Kota Makassar, AKP Paris Yacobus (Kanit Binmas), Ipda Hulman (Panit Binmas), Beberapa Lurah serta personil Binmas Polsek Mamajang.

“Masyarakat setempat bangga melihat aktifnya intansi Kepolisian dan Pemerintahan, yang sering mengontrol dan memantau Kebersihan serta debit Air Kanal di kelurahan kami.

“Demi mengantisipasi terjadinya banjir akibat tumpukan sampah/tersumbat, bahkan debit air kanal tumpah akibat curah hujan yang meningkat”. Tutur Salah satu warga Mamajang Dalam.