Korban Tenggelam di Kali Bekasi Berhasil ditemukan Meninggal

Laporan : Patupa Pakpahan

BEKASI,poskota.net- Korban tenggelam di kali Bekasi beberapa waktu lalu akhirnya berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan sejauh 4 kilometer dari tempat kejadian, tepatnya di wilayah Kampung Turi Desa Sriiamur Tambun utara dalam keadaan tak bernyawa. ( 04/02/2020) sekitar jam 07.00 WIB.

” Berkat sinergitas dari tim SAR gabungan korban tadi pagi kita temukan dan kami turut berduka cita karena korban kita temukan dalam keadaan meninggal dunia selanjutnya korban akan kita serahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya.” tegas Hendra Sudirman Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta selaku SAR Mission Coordinator.

Dia juga mengatakan bahwa sebelumnya tim SAR gabungan melanjutkan pencarian pada hari ketiga pagi ini dengan membagi area pencarian menjadi 3 (tiga) dimana SRU pertama melakukan pencarian dengan penyisiran menggunakan rubber boat dari lokasi kejadian hingga sejauh 4 km.

Kemudian SRU kedua melakukan pencarian dengan pengamatan secara visual dari lokasi kejadian hingga sejauh 4 km, dan SRU ketiga akan melakukan penyelaman apabila kondisi cuaca dan arus memungkinkan di kali tersebut hingga radius 10 meter.

Korban sebelumnya diketahui tenggelam ketika bersama dengan kedua rekannya sedang mencari ikan sapu-sapu hingga akhirnya terpeleset dan terbawa arus Kali Sasak, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Unsur-unsur yang terlibat dalam operasi SAR terdiri dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, BPBD Kab. Bekasi, KORGAD, Rumah Kebakaran, Polsek Tambun, Tagana Kota Bekasi, Lingkaran Peduli, PMI, Rajnah Riyadussalihin, Oi Crisis Centre (OCC), Jana Buana, Srigala Bekasi, SCRC, SAR MTA, ERS, SJL, Koramil Tambun, Rakomba, Hirpala, Cahaya Foundation, Pramuka Peduli Kota Bekasi, AFRI, Destana Bakot, MPB, IEA, Amphibi, Rescue Senkom, Kudanil Dive Club, Damkar Kab.Bekasi, Beras Rescue Bekasi, Tagana Kab.Bekasi, Kpranting, OWL Care, Hystrix Rescue, KSB Bakot, dan Pokdar.

Diketahui korban bernama Adfan Maulana Afandi ( 16 th ) warga Kampung Gudang, RT 002/02, Desa Karangsatria. Ia adalah pelajar kelas 1 SMK Tunas Teknologi .

Polres Jakarta Barat berhasil Ringkus Pelaku Curas Dengan Sanpi

Laporam : Erwin Silitonga

JAKARTA,poskota.net- Polres Jakarta Barat berhasil menangkap tiga pelaku Curas dengan senjata api di Jelambar Grogol Petamburan Jakarta Barat yang sempat viral di media sosial, Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Barat berhasil meringkus tiga pelaku yakni H (34), A (31) dan J (28).

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru mengatakan, penangkapan dilakukan akibat adanya video viral, kemudian anggota Satuan Reskrim membentuk Tim Khusus dengan bekerjasama Unit Reskrim Polsek Tanjung Duren.

“Hingga akhirnya anggota berhasil meringkus kawanan perampok di Jalan Semeru Raya, Grogol Petamburan Jakarta Barat dini hari tadi,” ungkapnya.

Saat dilakukan penangkapan, pelaku H dan A menyerang petugas dengan senjata api sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur. Pelaku H meninggal dunia saat dilarikan ke RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur, sedangkan pelaku A dan J (penadah) diberikan tindakan tegas di bagian kaki.

Berdasarkan informasi yang diterima, pelaku H, A dan I (DPO) merupakan residivis pelaku Curas bersenjata api yang melakukan kejahatan di wilayah hukum Jakarta Barat lebih dari 51 tempat kejadian perkara. Mereka juga melakukan tindak kejahatan tersebut semenjak akhir tahun 2019.

“Pelaku sudah melakukan aksinya sebanyak 51 kali dengan hasil curian sebanyak 48 unit sepeda motor. Hasil curian itu dijual ke penadah J lalu dijual kembali ke T (DPO),” paparnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi mengatakan, modus tersangka melakukan kejahatan menyamar dengan menggunakan jaket ojek online dan terkadang menggunakan masker untuk menutup wajahnya dari CCTV.

“Total sementara pelaku berjumlah lima orang dengan tiga pelaku eksekutor dan dua orang penadah. Kita juga masih memburu pelaku I dan T,” ucapnya.

Dijelaskannya pelaku dapat dikatakan sebagai pelaku berdarah dingin karena mereka tidak segan-segan melukai korbannya dengan menggunakan senjata api. Untuk itu, dirinya mengimbau kepada masyarakat pemilik ataupun pengguna sepeda motor agar memakirkan sepeda motornya jangan di tempat yang rendah keamanannya.

“Kami akan selalu memberangus segala tindakan kejahatan dan tidak segan-segan memberikam tindakan tegas dan terukur apabila mengancam petugas,” tegasnya.

Atas pengungkapan tersebut, Polisi mengamankan barang bukti berupa 1 buah senjata api rakitan jenis Revolver beserta peluru, 1 buah barel senpi rakitan milik DPO IH yang tertinggal di TKP, 1 buah Motor Honda Beat, 4 buah gagang kunci leter T, 4 buah anak kunci magnet

16 buah anak kunci leter T (Ujung Lancip), 5 kunci motor, 1 unit obeng plus warna kuning, 3 buah dompet kulit, 2 helai buff (masker), 2 bungkus jimat, 2 unit handphone, 8 pasang Nopol motor, 1 buah jaket Ojek Online, 2 tas samping dan 1 tas punggung.

Polres Bandara Amankan Tiga Pelaku Pemalsu Dokumen

Laporan : Erwin Silitonga

TANGERANG,poskota.net- Pemalsuan dokumen negara berupa KTP, NPWP, SIM dan Ijazah masih marak terjadi. Tidak sedikit pula masyarakat menjadi pengguna dokumen palsu tersebut.

Bahkan, informasi terkait adanya pihak yang dapat membantu membuat dokumen kependudukan dan dokumen pendidikan palsu beredar luas di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

Berbekal informasi tersebut, Team Garuda Sat Reskrim Polresta Bandara Soetta bergerak cepat. Penelusuran di media sosial pun langsung dilakukan dan berhasil dengan meringkus 3 orang tersangka yang berinisial FRN, AW dan DS. Ketiganya merupakan warga Tangerang.

Kapolresta Bandara Soetta, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra menjelaskan, ketika tersangka memiliki peran masing-masing dalam memalsukan dan memasarkan dokumen palsu tersebut.

“Tersangka dengan inisial FRN berperan sebagai pelaku yang menawarkan bahwa dapat membuat dokumen negara. Kemudian AW yang membuat dokumen-dokumen tersebut asli tapi palsu,” kata Adi di Mapolres Bandara Soetta, Tangerang, Selasa (4/2/2020).

Sementara DS berperan untuk menawarkan sekaligus juga memperjualbelikan dokumen negara yang asli tapi palsu tersebut melalui media sosial.

Kapolres menjelaskan, para tersangka mengaku mendapatkan bahan baku pembuatan Ijazah, SIM, KTP, Akta Cerai dan dokumen lainnya dari Jakarta.

“Dokumen palsu tersebut dicetak menggunakan printer dan bahan-bahannya dibeli di Jakarta. Para tersangka ini telah mencetak dokumen palsu atau beroperasi kurang lebih satu tahun,” ungkap Adi.

“Harganya bervariasi. Pengakuan tersangka, mereka menjual mulai dari harga Rp 400 hingga 3 jutaan,” tambahnya.

Selain ketiga pelaku pemalsuan dokumen, Polisi juga telah menetapkan 5 pengguna dokumen palsu sebagai tersangka. Sat Reskrim Polres Bandara Soetta masih mengembangkan kasus ini.

Dari ketiga tersangka, Polisi mengamankan sejumlah barang bukti antara lain, Laptop, Printer, kertas PVC, KTP Palsu, SIM Palsu, NPWP Palsu, KK Palsu, Akta Cerai Palsu, Kertas Ivori dan lain-lain.

Tim Elang juga berhasil mengamankan dokumen yang belum sempat diedarkan pelaku antara lain Akta Cerai Palau 2 Buah, KK palsu 1buah, KTP palsu 7 buah, SIM C Palsu 3 buah, NPWP Palau 3 Buah, SKHUN Palsu 6 Buah, ijasah paket C Palsu 1 Buah, SKHUN paket B palsu 1 buah, dan SKHUN paket C 1 Buah.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka kini ditahan di sel tahanan Polres Bandara Soetta. Mereka juga terancam kurungan penjara selama 8 tahun.

“Para tersangka dijerat dengan pasal berlapis dengan pasal 263 kemudian pasal 264 dan pasal 266 KUHP dengan ancaman penjara 8 tahun,” tandas Adi.

Terkait Dugaan Perdagangan Miras Alkohol Tinggi di Homestay Mojo Surf Camp Pulau Merah, Begini Sikap Perhutani KPH Banyuwangi Selatan

Laporan: Prasetyo

BANYUWANGI,poskota.net – Mendengar kabar adanya dugaan perdagangan minuman keras berkadar alkohol tinggi di homestay Mojo Surf Camp Pulau Merah, Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Nur Budi Susatyo, S Hut, MM, langsung angkat bicara.

“Kalau jual miras dilokasi wisata Pulau Merah kita larang,” tegasnya, Selasa (4/2/2020).

Menurutnya, homestay Mojo Surf Camp, tidak berdiri diwilayah wisata Pantai Pulau Merah. Tetapi berada dikawasan Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, yang sedang proses Tukar Menukar Kawasan Hutan (TMKH) dengan masyarakat Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.

“Sudah ada kesepakatan dari panitia TMKH, tapi mestinya tidak ada penambahan bangunan baru sampai proses TMKH selesai,” ungkapnya.

Data yang dihimpun wartawan terkait keberadaan homestay Mojo Surf Camp, yang diduga milik investor asing, diduga kuat menjual minuman keras dengan kandungan alkohol tinggi. Misal, Rum, Vodka, Smirnof Vodka, Captain Morgan dan lainnya. Padahal tempat usaha ini berdiri dilingkungan masyarakat yang religius.

Bahkan, keterangan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, praktik perdagangan miras di Mojo Surf Camp Pulau Merah, sudah diketahui.

Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Binamarga Cipta Karta dan Penataan Ruang Banyuwangi, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan Advice Plan untuk pembangunan homestay Mojo Surf Camp Pulau Merah.

Zainal Arifin, selaku pengelola homestay Mojo Surf Camp Pulau Merah, ketika dikonfirmasi wartawan menolak berkomentar. Pria yang juga kader Partai Nasdem Banyuwangi, ini justru seolah ingin membenturkan awak media dengan kelompok masyarakat di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, yang belakangan sedang menolak proyek Geolistrik PT Bumi Suksesindo (PT BSI) di gunung Salakan.

Padahal, proses wawancara yang dilakukan wartawan hanya terkait sekitar perizinan, dugaan perdagangan miras dengan kadar alkohol tinggi dan investasi Warga Negara Asing (WNA) yang ada di homestay Mojo Surf Camp Pulau Merah, tempat dia bekerja.

Tapi seakan-akan, aktivitas jurnalistik tersebut dikaitkan dengan aksi protes masyarakat.

“Saya nggak kenal sama wartawan!, kalau memang bener sampeyan wartawan, pasti sampeyan nengokin warga pancer yang sampai hari ini bertahan, kalau memang mau wawancara, kita ketemu, saya tunggu ditenda warga pancer,” kata pria asal Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo, tersebut.

“Saya senang komentar kalau ketemu sampeyan, saya di pancer, saya tunggu dipancer, kita ketemu ya, biar enak. Kalau komentar tapi nggak pernah ketemu sampeyan saya sangat keberatan,” imbuhnya.

Entah apa yang disembunyikan oleh pengelola homestay Mojo Surf Camp Pulau Merah, hingga membuatnya menolak berkomentar. Namun apa pun itu, masyarakat berharap adanya tindakan tegas dari instansi terkait khususnya dalam penegakan aturan dan regulasi.

Apalagi, wawancara yang dilakukan awak media memang sebagai tindak lanjut razia yang dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, sepanjang hari Senin kemarin (3/2/2020). Khususnya tentang keberadaan homestay Mojo Surf Camp, yang diduga milik WNA dan disinyalir berdiri tanpa izin diatas tanah negara, tepatnya Perhutani KPH Banyuwangi Selatan.

Termasuk tindak lanjut investigasi wartawan dimana di homestay Mojo Surf Camp, diduga menjual minuman keras dengan kandungan alkohol tinggi.

Polres taput amankan satu orang diduga pengedar narkoba Jenis ganja

Laporan : Amir Hutabarat

Tarutung – Poskota.net, Satuan reserse narkotika polres tapanuli utara, berhasil meringkus salah seorang diduga penggedar narkotika jenis ganja, senin 3/02/2020 pukul 21.00 wib, dari Jalan Diponegoro kelurahan hutatoruan X kecamatan tarutung taput.

Diduga Tersangka yang berhasil ditangkap Nicky Revaldo Sitanggang, 19 tahun warga pardangguran desa siraja oloan kecamatan tarutung taput.

Nicky berhasil ditangkap, pada saat hendak menunggu pembeli barang ganja tersebut kepada seseorang teman nya , dan menunggu berdiri di depan warnet di jalan diponegoro.

Sebelum sukses menjual barang dagangannya , team satuan narkoba polres taput segera menangkap tersangka, karena di kwatirkan tercium oleh nya pengintaian petugas sehingga melarikan diri.

Dari hasil penangkapan petugas, ditemukan barang bukti narkotika jenis ganja kering , yang di bungkus di ketas nasi seberat 3, 25 gram. Barang tersebut di bungkus dengan rapi dan di simpang di kantong celana.

Kapolres taput AKBP HM.SILAEN M.PSi melalui kasubbag humas AIPTU W. BARINGBING, membenarkan penangkapan tersebut.

Baringbing menambahkan, bahwa team operasional kita berhasil menangkap tersangka, berdasarkan informasi dari masyarakat.

Dari hasil pemeriksaan penyidik sat narkoba kita, bahwa tersangka mengakui sudah lama bermain sebagai penjual narkotika.

Saat ini, kita masih mengembangkan keterangan dari mana tersangka memiliki ganja tersebut untuk bisa di perjual belikan.

Tersangka saat ini sudah kita tahan , berdasarkan alat bukti yang kita miliki dan di kenakan melanggar pasal 111 UU NO 35 THN 2009 tentang Narkotika,”jelas Kapolres Taput melalui kasubbag humas.

Bea Cukai Soekarno-Hatta Gelar Tujuh Kasus Upaya Penyelundupan Narkoba di Bandara Soekarno-Hatta

Laporan : Erwin Silitonga

TANGERANG,poskota.net- Di tengah viralnya virus korona, Bea Cukai Soekarno-Hatta secara diam-diam menggelar tujuh kasus upaya penyelundupan narkoba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Untuk itu, Bea Cukai Berkolaborasi  dengsn Bareskrim Polri dan Polresta Bandara Soekarno Hatta yang terus menerus kerjasama menjaga perbatasan dari masuknya narkotika, sabu dan  barang haram lainnya.

“Walau penanganan virus korona viral di semua negara, kami tetap tak boleh lengah. Dan berhasil menegah tujuh kasus penyelundupan narkoba,” ujar Finari Manan, Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta dalam jumpa pers, Senin (3/2/2020).

Finari mengungkapkan penegahan tujuh kasus penyelundupan narkoba ini dilakukan selama Desember 2019-Januari 2020.

Dalam tujuh kasus tersebut, kata dia, pihaknya mengamankan 16 tersangka yang didominasi warga negara Indonesia (WNI). Sementara enam lainnya warga negara Nepal, Malaysia, Nigeria, dan India.

“Penegahan ini modusnya dilakukan dengan menyelundupkan narkoba melalui barang kiriman dan barang penumpang,” ungkapnya

Ia menuturkan rata-rata modus yang dilakukan dalam kasus penyelundupan ini merupakan modus lama, seperti menelan pil berisi sabu ke dalam perut.

“Ini semua modus lama. Tapi ada salahsatu, modusnya membawa barang (narkoba) dimasukkan ke dalam bantal kesehatan. Dan terdeteksi kami tegah,” tuturnya.

Ia menambahkan Bea Cukai beserta stakeholder terkait tetap berkomitmen untuk menegah barang-barang terlarang seperti narkoba meskipun beragam isu tengah ramai diperbincangkan.

“Kita tetap konsen menjaga Indonesia bebas dari narkoba,” pungkasnya

Finari menjelaskan berdasarkan UU honor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, para pelaku dapat diancam dengan Hukuman Pidana mati, seumur hidup atau Pidana penjara paling lama 20 tahun dan Pidana denda maksimal Rp 10 Miliar.

“Dalam upaya pembrantasan Narkotika ini bukan hanya merupakan tugas aparat hukum, perugas Bea Cukai yang selama 24 jam. Melainkan juga dibutuhkan peran aktif masyarakat dalam membendung peredaran narkotika Dan melindungi generasi Daenerys bangsa dari penyalahgunaan Narkotika itu sendiri,” tandasnya.

SPRI Meminta Kapolri Tegur Kapolda Sulsel terkait Kriminalisasi Wartawan Muhammad Asrul

Laporan : Daniel Apollo

MAKASSAR,poskota.net- Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pers Republik Indonesia (DPP SPRI) menyayangkan penahanan yang dilakukan penyidik Polda Sulawesi Selatan terhadap wartawan Media Berita News Muhamad Asrul sejak (29/01/2020) terkait masalah pemberitaan.

Ketua Umum DPP SPRI Hence Mandagi mempertanyakan alasan penyidik menahan tersangka yang nota bene adalah wartawan.

“Seharusnya penyidik Polri tidak sembarangan menerapkan pasal pidana pencemaran nama baik terhadap wartawan yang membuat berita kasus korupsi, terlebih melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan,” kata Mandagi dalam siaran persnya yang dikirim ke jaringan media Dewan Pers Indonesia.

Mandagi juga menegaskan, penyidik Polri seharusnya memahami bahwa wartawan dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahin 1999 tentang Pers di dalam menjalankan praktek jurnalistik.

Menurutnya, tidak ada alasan subyektif bagi penyidik untuk menahan wartawan Muh Asrul. “Seharusnya penyidik membuktikan dulu keterangan tersangka korupsi yang menyebutkan oknum anak Bupati terlibat kasus yang menjeratnya. Media kan hanya meneruskan informasi tersebut dan pihak yang diberitakan sudah diberi ruang hak jawab untuk meluruskan informasi yang dianggap merugikannya,” ujarnya.

Mandagi juga meminta Kapolri Idham Asiz segera menegur Kapolda Sulsel agar tidak mengkriminalisasi wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik.

“Kami justeru meminta Kapolda setempat mengusut tuntas apakah benar anak bupati (Farid Kasim Judas) terlibat kasus sebagaimana ramai diberitakan atau tidak,” imbuhnya.

Mandagi juga menyarankan kepada wartawan Muh Asrul agar segera membuat laporan balik atas dugaan kriminalisasi terhadap dirinya oleh anak bupati tersebut. Karena, menurut Mandagi, laporan balik terhadap upaya kriminalisasi praktek jurnalistik pernah dilakukan Ketua DPD SPRI Nusa Tenggara Timur Bonifasius Lerek terhadap salah satu Bupati di NTT yang sebelumnya melaporkannya dengan jerat UU ITE.

Terseret Arus Sungai Ibu Rumah Tangga Asal Tegaldlimo Ditemukan Tak Bernyawa

Laporan: Ahmad Sahroni

BANYUWANGI,poskota.net-Diduga terseret arus sungai Blombong, Rubinem (53) warga Dusun Sumberluhur, RT 06 RW 01 Desa Tegaldlimo, Kecamatan Tigaldlimo ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, Jum’at (31/01/2020) siang.

Kapolsek Tegaldlimo, AKP Priyono mengatakan, Riyadi saksi yang pertama kali mengetahui adanya sosok mayat mengambang di sungai. Melihat ada sosok orang yang mengambang di sungai, saksi memanggil warga yang lewat di areal tersebut, dan mengangkat korban ke daratan.

Awalnya, kata Kapolsek Tegaldlimo saksi tidak mengenali korban yang memakai baju kotak-kotak dan menggunakan celana pendek. Setelah salah satu saksi mengetahui kalau korban tersebut bernama Rubinem.

Menurut Misato juga salah satu saksi, lanjut AKP Priyono sekitar pukul 09.30 siang korban sedang mencuci karung di sungai Blombong ini. Padahal arus sungai ini sangat kencang, dan sungainya sangat dalam.

“Di duga korban terseret arus saat mencuci karung, dan menurut keluarga, korban mempunyai riwayat penyakit jantung,” paparnya.

Setelah diangkat didaratan, Polsek Tegaldlimo langsung membawa korban ke Puskesmas terdekat untuk dimintakan visum et revirtum.

Askab Banyuwangi Peduli Bencana Banjir Bondowoso

Laporan: Prasetyo

BANYUWANGI,poskota.net – Pasca bencana banjir bandang yang menimpa ratusan rumah warga di Kecamatan Ijen, Bondowoso, menjadi perhatian masyarakat. Salah satunya para Kepala Desa (Kades) Kader Nahdlatul Ulama (NU) di Banyuwangi.

Anton Sujarwo Kepala Desa (Kades) Aliyan, Kecamatan Rogojampi, menyampaikan, para Kades yang tergabung dalam Forum Komunikasi Nahdlatul Ulama (FKNU) di Banyuwangi sangat peduli terhadap masyarakat yang terdampak banjir di Bondowoso tersebut.

Mereka tampak antusias dan spontan membantu dengan penggalangan dana atas musibah yang terjadi di Kabupaten yang masih bertetangga dengan Banyuwangi itu.

“Alhamdulillah kemarin para Kades menyisihkan rezekinya, kemudian kami titipkan ke PCNU Banyuwangi,” ucap Anton Sujarwo yang juga Ketua Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi (Askab).Jum,at (31/1/2020).

Kades Anton, berharap bencana banjir bandang tidak terjadi lagi, dan masyarakat yang terdampak diberi kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi peristiwa ini.

“Semoga bantuan dari kami (Askab) ini berguna bagi masyarakat,” jelas Anton.

Seperti diketahui banjir bandang menerjang pemukiman warga Desa Sempol, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso pada Rabu siang sekitar pukul 13.00 WIB (29/1/2020) lalu.

Banjir bandang tersebut membuat warga desa terkejut karena air banjir yang berwarna hitam pekat tiba-tiba datang menerjang. Datangnya air yang melewati jalan beraspal membuat warga panik karena derasnya air menghanyutkan dan membawa semua yang dilaluinya seperti ranting dan kayu.

Laporan LP Bareskrim Mabes Polri Sudah Keluar Kasus penyerobotan Teras Resto

Laporan Yudi Ahyadi

JAKARTA,poskota.net- Sejak laporan pertama tanggal 20/1/2020, Syukur Alhamdullilah hari kamis (30/1/2020) sudah keluar Laporan Pengaduan no LP/B/005 /I/2020/ Bareskrim Mabes Polri untuk proses mencari keadilan kasus penyerobotan tanah di Teras Resto jalan Sudirman Pekanbaru seluas 4251 meter.

Dua terlapor yaitu saudara Mery Gunarti dan Salikun Jono dilaporkan kena pasal 167 ( memasuki pekarangan tanpa izin ) Demikian kata DR Rismauli Sihotang, SH dari Lembaga advokasi HAM Leadham International didampingi Pengacara Ulrikus Laja, SH, dan winda Isnaini Batubara saat ditemui poskota.net di SKPT Bareskrim Mabes Polri jalan Trunojoyo Blok M Jakarta selatan 30/1/2020.

Menurut DR Rismauli Sihotang,SH langkah selanjut nya setelah keluar nya LP dari Bareskrim kita kawal terus dilapangan agar tercipta proses hukum secara resmi / legal supaya keadilan dapat ditegakkan di bumi Indonesia yang tercinta ini

Karena kasus penyerobatan tanah Teras Resto Pekanbaru dapat dimenangkan dan bisa dikembalikan sebidang tanah seluas 4, 251 meter ke ahli waris yaitu winda isnaini Batubara semoga allah swt mendengar doa itulah harapan nya tegas DR Rismauli Sitohang.