Presiden Jokowi Jamu Santap Malam Para Pemimpin dan Delegasi KTT WWF Ke-10 di GWK

Laporan : Anton

Bali, Poskota.net – Presiden Joko Widodo menggelar jamuan santap malam untuk para pemimpin dan delegasi yang hadir pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) World Water Forum (WWF) ke-10. Acara tersebut digelar di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK), Kabupaten Badung, Provinsi Bali, pada Minggu, 19 Mei 2024.

Presiden Jokowi yang mengenakan kemeja kain tenun sintang tiba di GWK, sekitar pukul 18.50 WITA. Presiden Jokowi kemudian menyambut kedatangan para tamu seraya berfoto bersama sebelum memasuki area jamuan.

Secara berurutan, Presiden Jokowi menyambut Presiden World Water Council Loic Fauchon, Wakil Perdana Menteri (PM) Papua Nugini John Rosso, Utusan Khusus Belanda Meike van Ginneken, Presiden Majelis Umum PBB Dennis Francis, Utusan Khusus Prancis Barbara Pompili, dan Utusan Khusus Persatuan Emirat Arab Suhail Mohamed Al Mazroui.

Setelah itu, Presiden menyambut Wakil PM Malaysia Dato Sri Haji Fadillah Bin Haji Yusof, Utusan Khusus yang juga Presiden Hungaria 2012-2022 János Áder, PM Tajikistan Qohir Rasulzoda, Presiden Sri Lanka Ranil Wickremesinghe, Presiden Fiji Ratu Wiliame Maivalili Katonivere, dan Ketua DPR RI Puan Maharani yang juga Perwakilan Presiden International Parliamentary Union (IPU).

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus apresiasinya atas kehadiran para pemimpin dan delegasi KTT WWF ke-10. Presiden Jokowi mengharapkan kolaborasi semua pihak dalam KTT yang akan dibuka esok hari tersebut.

“Saya berharap semangat kebersamaan pada malam ini dapat membawa kita menciptakan kolaborasi untuk menjamin akses terhadap air bersih dan sanitasi bagi semua orang,” ujar Presiden Jokowi sekaligus mempersilakan para undangan untuk menikmati sajian.

Sambil menikmati sajian santap malam, para tamu undangan disuguhi beragam penampilan musik, tarian kolosal, hingga _video mapping_. Sejumlah penampil bergantian bernyanyi dan menghibur para tamu undangan, mulai dari Reza Rahardian, Tompi, grup musik GAC, hingga RAN.

Di penghujung acara, kembang api bersahutan menyala di langit GWK, menutup malam dengan penuh kemeriahan. Presiden Jokowi juga turut menyapa para penampil dan bersalaman dengan mereka sebelum kemudian meninggalkan tempat acara.(hp/rd)

DPR Apresiasi Jenderal Sigit Atas Penghargaan Bagi Satrio

Laporan : Anton

Jakarta, Poskota.net – DPR RI mengapresiasi Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo yang memberikan penghargaan kepada calon siswa (casis) Bintara Polri, Satrio Mukti. Penghargaan berupa lolos seleksi Bintara jalur disabilitas itu diberikan usai Satrio menjadi korban begal di Jakarta Barat hingga jarinya putus.

Anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP Trimedya Panjaitan menyebut, langkah ini belum pernah dilakukan Kapolri lainnya sebelum Jenderal Sigit.

“Sangat memperhatikan hal-hal yang luput dari perhatian kita, karena selama ini kan semuanya berdasarkan formalitas dan prosedural karena syarat-syaratnya apa, tahap prosedurnya seperti apa, itu yang harus diikuti,” jelas Trimedya, Minggu (19/5/24).

Selain itu, dia memandang apa yang dilakukan Jenderal Sigit diharapkan juga bisa diberikan kepada disabilitas lainnya.

“Setelah dia dibegal lalu dia jadi disabilitas, kan begitu, itu juga bentuk perhatian Kapolri terhadap korban victim, mudah-mudahan itu memberikan semangat kepada yang lain dan seharusnya bukan disabilitas korban victim saja, tetapi juga disabilitas yang lain juga dapat mendapat porsi juga, tentu dengan sangat terukur,” ujarnya.

Di sisi lain, dia meminta Kapolda Metro Jaya Irjen. Pol. Karyoto memperhatikan persoalan begal. Irjen. Pol. Karyoto diharapkan memberikan keamanan kepada masyarakat dengan tak ada lagi kejadian seruoa.

“Fenomena begal ini ternyata di Jakarta belum selesai, itu tugas Kapolda Metro dan Pemprov DKI, harus sinergi. Tidak larut dalam argumen-argumen nggak perlu bahwa ini begini-begini, yang jelas begal itu secara faktual masih ada, ya selesaikan lah. Kita minta, karena ini Ibu Kota Negara, kita minta perhatian tinggi dari Pak Kapolda Metro,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo memberikan penghargaan kepada calon siswa (Casis) Bintara Polri yang menjadi korban begal hingga jari tangannya putus. Dia adalah Satrio Mukhti (18).

Jenderal Sigit merekrut Satrio untuk ikut pendidikan Bintara Polri melalui jalur khusus disabilitas.

“Bapak Kapolri prihatin dengan kejadian yang dialami casis tersebut. Namun Bapak Kapolri pun bangga, casis tersebut memiliki keberanian melawan komplotan begal, dan casis tersebut tetap semangat ingin mengikuti rekrutmen,” ungkap Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri) Irjen. Pol. Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulis, Jumat (17/5/24).(hp/rd)

Penyidik Krimsus Polres Metro Tangerang Kota Dinilai Tidak Profesional dan Kompeten

Laporan : Forwat

KOTA TANGERANG, poskota.net -– Percuma lapor Polisi, demikian sindiran yang di lontarkan Andi Lala Ketua Forum Wartawan Tangerang (Forwat) kepada Jajaran Sat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya.

Meski sebagai mitra baik Polri selama ini, kata Lala, pihaknya merasa diabaikan, karena hingga saat ini laporan polisi dengan Nomor: LP/B/1513/XI/2022/SPKT/Polres Metro Tangerang Kota/Polda Metro Jaya, tanggal 27 November 2022 tidak ada kejelasan.

“Sudah hampir 2 tahun laporan kami (Forwat.red) atas dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik Pasal 27 ayat 3 UU RI No 19 tahun 2016 perubahan atas UU RI 11 tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 311 KUHP tidak ada kejelasan. Ya, percuma lapor polisi, laporan kami saja (Wartawan.red) sebagai mitranya diabaikan, bagaimana dengan masyarakat lain,” ujar Lala kepada para wartawan, Jumat (17/5/2024).

Selain tidak ada kejelasan, Lala juga menyorot tidak profesionalnya kinerja jajaran Unit Krimsus, Sat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota dalam penanganan kasus pidana itu. Menurut dia, lambatnya penanganan kasus yang hampir 2 tahun berjalan ini adalah salah satu bukti tidak profesional dan kompetennya oknum penyidik Polisi dalam menangani kasus tersebut.

“Hampir 2 tahun laporan kami diabaikan, padahal kami sudah pertanyakan dan bersurat resmi kepada Kanit Krimsus beberapa bulan lalu, tapi tidak di respon. Kinerja petugas mesti dievaluasi dan kami minta agar ada keterangan resmi dari Kasat Reskrim. Kami nilai penyidik kasus ini tidak profesional dan tidak kompeten,” tegas Lala.

Dikatakan Lala, sampai hari ini, pihaknya hanya menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) ke 5, November tahun 2023 lalu.

“Dari situ tidak ada lagi pemberitahuan kepada kami. Penyidik sudah melakukan pemeriksaan saksi ahli dan gelar perkara Bulan November tahun 2023,tapi sampai pertengahan tahun 2024 ini belum ada pemberitahuan administrasi hasil gelar perkaranya. Ya, bagaimana dengan kepastian hukumnya?. Saya yang mewakili kawan kawan Forwat kecewa dan minta kasus hukum ini dengan jelas,” tegas Lala.

Bukan hanya laporan pihaknya, laporan perkara dugaan tindak pidana pencemaran nama baik lainnya juga tidak ada kejelasan, yaitu Laporan Polisi No LP/B/1077/VIII 2023/SPKT/Polda Metro Jaya/ tanggal 24 Agustus 2023 a.n. Andik Eko Supriyadi.

Atas dasar itu, Andi Lala yang juga aktivis jurnalis berencana akan menyambangi Gedung Polres Metro Tangerang Kota untuk menggelar aksi simpatik atas bobroknya kinerja jajaran Sat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota.
“Harus transparan dan jangan diabaikan. Semua itu harus ada kepastian hukum. Kami akan menggelar aksi simpatik atas minusnya kinerja jajaran Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota menangani kasus ini,” pungkas Lala

Sementara terkait hal tersebut, saat di konfirmasi melalui telepon whatsapp Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Rio Mikael L Tobing tidak merespon dan tidak menjawab

Soal Tudingan Laporan Tak Jelas, Polsek Jatiuwung: Henti Lidik Sudah Sesuai SOP dan Gelar Perkara

Laporan : Erwin s

TANGERANG,poskota.net — Terkait tudingan penanganan kasus yang dinilai oleh pelapor tidak jelas dan melakukan praperadilan mendapat tanggapan dari Polsek Jatiuwung yang menyebut bahwa penyelidikan sudah sesuai SOP (standar operasional prosedur) dan hasil gelar perkara.

Dimana Polsek Jatiuwung, telah berkoordinasi dengan Kepala Seksi Hukum (Kasikum) Polres Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya dan menyatakan siap menghadapi gugatan praperadilan pelapor berinisial EDWR melalui Pengadilan Negeri (PN) Tangerang.

Diketahui, praperadilan diajukan EDWR atas dugaan kasus pencurian pasal 362 KUHP  dinilainya tak jelas penanganannya. Informasi itu disebarkan EDWR melalui pemberitaan media.

“Penanganan perkara tersebut sudah sesuai dengan prosedur dan on the track,”  kata Kapolsek Jatiuwung, Kompol Donni Bagus Wibisono, Jumat (17/5/2024) malam.

Atas pemberitaan itu, kata Donni, Polsek Jatiuwung telah berkoordinasi dengan instansi terkait, yakni bagian hukum Polres Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya. Ia menyatakan akan menyampaikan fakta yang sebenarnya dalam penanganan kasus tersebut.

“Secara teknis dan fakta disampaikan silahkan hubungi dan tanyakan Kanit Reskrim, ya mas,” ujar Donni di Konfirmasi sejumlah wartawan.

“Yang jelas kami, (Polsek Jatiuwung,red) bahwa perkara tersebut sudah di tangani sejak bulan Juni 2021 dan berjalan sesuai mekanisme,” imbuhnya.

Terpisah, Kanit Reskrim, AKP Prapto Lasono, dihubungi menyebutkan bahwa narasi pemberitaan media yang disampaikan EDWR adalah tidak sesuai fakta yang terjadi. Kemudian menyampaikan kronologi kejadian tersebut secara rinci.

“Pada tanggal 20 Juni 2021, Pelapor EDWR melaporkan saudari E atas dugaan pencurian pasal 362 KUHP. dimana kedua orang ini tergabung dalam satu LSM LPK-RI yang berdomisili di perumnas 2, Kota Tangerang,” terangnya.

Antara Pelapor dan Terlapor, lanjut Prapto merupakan teman satu tim pada LSM tersebut. Dimana keduanya juga merupakan pasangan suami-Istri yang mengaku telah menikah secara siri.

“Awalnya, mereka berhasil menenangkan suatu perkara perdata dan mendapatkan fee dari kliennya senilai ratusan juta. Dan berjalan waktu uang itu mereka belikan perhiasan emas berupa kalung dan gelang untuk dipakaikan kepada terlapor,” ungkapnya.

Namun, lanjut Prapto, sebagai pasangan nikah siri rupanya hubungan keduanya tak semulus yang diharapkan. Mereka berpisah dan sudah tidak tinggal serumah lagi.

“Setelah berpisah, ternyata saudara EDWR melaporkan saudari E sebagai pelaku pencurian emas yang mereka beli bersama itu,” paparnya.

Menindaklanjuti laporan diterima, Polsek Jatiuwung, sesuai dengan SOP kemudian melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan ahli. Kata Prapto terdiri dari 8 orang saksi dan 1 orang ahli. Selanjutnya hasil pemeriksaan saksi-saksi dan ahli tersebut tidak menemukan atau terpenuhinya unsur pencurian dilakukan E atas laporan EDWR ini.

“Lalu kami melakukan gelar perkara di Polres Metro Tangerang Kota dihadiri oleh unsur terkait. Hasil gelar perkara itu karena tidak memenuhi unsur kami menyepakati perkara harus berhenti Lidik atau biasa kami kenal SP2 Lid,  dan hasil tersebut ditandatangani oleh Kapolres Metro Tangerang Kota,” bebernya.

Setelah pemberhentian Lidik itu, Polisi pun langsung memberitahukan kepada pelapor terkait perkembangan kasusnya.

“Tak puas dengan hasil itu, beberapa hari kemudian pelapor (EDWR) datang lagi ke Polsek Jatiuwung dengan memberikan surat bukti baru yang menyatakan bahwa terlapor adalah orang lain karena masih berstatus Istri orang lain,” kata Prapto.

Bekerja profesional, Laporan tersebut pun kembali ditindak lanjuti jajaran Polsek Jatiuwung. Dan digelar kembali perkara itu dengan memeriksa saksi dan ahli  yang sama pada kasus itu.

“Gelar hasil perkara itu pun menyatakan bahwa bukti baru yang diajukan tidak memiliki korelasinya dengan unsur perkara yang dilaporkan sehingga kami (Polisi) tetap berpendirian mengesahkan henti Lidik,” tambahnya.

Prapto menegaskan, Pihaknya menghargai berbagai upaya hukum yang dilakukan oleh EDWR. Termasuk mengajukan praperadilan ke PN Tangerang. Maka itu, Ia pun menyatakan telah siap menghadapi dan mengurai fakta jika gugatan itu diterima oleh PN Tangerang.

“Atas pemberitaan menyudutkan Polsek Jatiuwung, Selama menjabat sebagai Kanit Reskrim saya belum mendapatkan laporan adanya laporan penyalahgunaan BBM jenis solar di wilayah, baik dari EDWR maupun masyarakat,” pungkasnya.

Ultah Ke-10 Forwat dibanjiri Ucapan Selamat dari PJ Walikota dan Mantan Walikota

Laporan : Erwin S

TANGERANG,poskota.net –Forum Wartawan Tangerang (Forwat ) berulang tahun pada Selasa (14/5/2024) hari ini. Usia Forwat kini mencapai 10 tahun. Ucapan dan pujian doa pun dibanjiri dari sejumlah tokoh, seperti mantan walikota Tangerang dan DPRD Tangerang dan lainnya.

Ucapan dan doa salah satunya datang dari PJ Walikota Tangerang H. Nurdin menyampaikan selamat Ulang Tahun bagi Forwat. “Selamat ulang tahun Forum Wartaaan Tangerang (Forwat) semoga bisa terus mengawal pembangunan kota Tangerang untuk masy Tangerang yg lebih maju dan sejahtera… Aamiin yra🤲

Tak luput juga mantan walikota Tangerang Arief R Wismansyah melalui instagram pribadi miliknya yang belakangan kerap disebut-sebut sebagai sosok potensial pada Pilgub Banten 2024.

Arief R Wismansyah mengunggah video ucapan berdurasi 26 detik. “Selamat Ulang Tahun buat sahabat – sahabat Forum Wartawan Tangerang (forwat) yang ke 10, semoga organisasi forwat samakin kompak, semakin bersinergi dan terus memberikan informasi yang akurat.

Ucapan terlontar juga dari Mantan anak Gubernur Banten Fadlin WH yang menuliskan. “Selamat ulang tahun yang ke-10 bagi Forwat, terus semangat, terus berkarya, dan gemati kepada pemarintah dan masyarakat. Semoga setiap gerak dan langkah Forwat menjadi inspirasi dan berkah bagi kita semua,” kata

Selamat Ulang Tahun Ke-10, Presiden Forwat Ucapan serupa juga disampaikan Kapolres Metro Tangerang Kombes Pol Zein DwiDwi Nugroho Kapolres, mengunggah foto ucapan dirinya dengan ucapan dan doa melalui poster yang dikirim.

“Forwat terus berkontribusi bagi pembangunan nasional dan daerah melalui peran media di masyarakat, ”

“Selamat Ulang Tahun untuk Forwat. mendoakan agar Forwat senantiasa diberikan kesuksesan dalam menjalankan tugasnya dalam pemberitaan. “Maklum Umur Kita Semakin Tua, Semoga Ada Regenerasi Yang Tangguh Agar Forwat Semakin Gagah Perkasa…Sebab Yang Tua Makin Rapuh, …🙏🙏 dituliskan oleh Gus Nur di Group WA Forwat.

Calon Walikota/wakil Walikota Tangerang dan Owner Tangerang Raya Helmi Halim juga mengucapkan selamat ulang tahun bagi Forwat “Selamat hari jadi Forum WartawanTangerang ke-10”

Ucapan yang sama juga di berikan oleh Titi Khoiriah badan ekonomi syariah Kadin Indonesia, “Selamat hari jadi Forum WartawanTangerang ke-10”

Ucapan juga banyak disematkan dari para pemangku jabatan di Kota Tangerang, kalangan sesama wartawan dan lainnya.

Pengukuhan Guru Besar UIN Alauddin Makassar

Laporan : Piyan Sopyan

Makassar, Poskota.net – Sidang senat terbuka luar biasa digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar untuk mengukuhkan jabatan guru besar tetap, Rabu (24/4/2024), Acara yang diselenggarakan secara daring ini menjadi momen bersejarah bagi institusi tersebut.

Dalam acara yang penuh khidmat dan keagungan, Rektor UIN Alauddin Makassar bersama dengan Ketua dan anggota senat, serta para guru besar memasuki ruangan upacara. Hadirin yang terhormat diminta untuk berdiri,

Menyanyikan lagu kebangsaan, serta mengikuti prosesi pengukuhan dengan penuh hikmat. Gurunya yang Terhormat Prof. Dr. Muhammad Sabri, M.Ag. (Bidang Ilmu Filsafat Islam) adalah tokoh yang memiliki latar belakang pendidikan yang cemerlang dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Beliau telah memberikan kontribusi besar dalam dunia akademik, khususnya dalam bidang komunikasi politik dan keilmuan Islam. Dalam pidato pengukuhan, Prof. Sabri menyampaikan pesan tentang pentingnya demokrasi dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, sambil merujuk pada pandangan-pandangan filosofis yang mendalam.

Prof. Dr. H. Firdaus, M.Ag. (Bidang Ilmu Komunikasi Politik Islam) merupakan tokoh yang dihormati dalam lingkungan akademik. Kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan beragama membuatnya menjadi sosok yang sangat dihargai. Kehadirannya sebagai guru besar turut memperkaya pantheon akademik UIN Alauddin Makassar.

Prof. Dr. Sohrah., M.Ag. (Bidang Ilmu Tafsir) merupakan figur penting dalam dunia akademik. Seperti Prof. Sabri dan Prof. Firdaus, beliau juga telah memberikan kontribusi yang berarti dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan beragama. Pengukuhan Prof. Sohra sebagai guru besar menunjukkan bahwa UIN Alauddin Makassar mengakui dan menghargai dedikasi serta prestasi para akademisi yang luar biasa.

Selain pengukuhan guru besar, acara tersebut juga dihadiri oleh tokoh-tokoh terkemuka dalam dunia pendidikan dan keagamaan, serta perwakilan dari berbagai instansi terkait. Dalam sambutannya,

Mereka memberikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi para guru besar yang diukuhkan. Penutupan Acara Sidang senat terbuka luar biasa ini ditutup dengan penampilan yang indah, diakhiri dengan doa dan harapan akan kesuksesan para guru besar dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka.

Para hadirin diminta untuk merapat ke depan auditorium untuk pengambilan dokumentasi yang akan menjadi sejarah bagi UIN Alauddin Makassar.Acara pengukuhan ini menandai langkah penting dalam pengembangan sumber daya manusia unggul di lingkungan UIN Alauddin Makassar, serta menjadi momentum untuk terus berprestasi dan berkontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan agama. Dengan bertambahnya tiga orang guru besar ini, berarti UIN Alauddin Makassar telah memiliki sebanyak 76 orang Guru Besar,

Nenegaskan posisinya sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi yang membanggakan dengan kualitas dan keunggulan akademik yang tinggi. Dengan kehadiran mereka yang berasal dari Fakultas Syariah dan Hukum serta Fakultas Dakwah dan Komunikasi, institusi ini semakin kuat dalam menyediakan keahlian lintas disiplin ilmu yang beragam, memberikan kontribusi yang berharga bagi perkembangan keilmuan dan keagamaan di Indonesia.

Sadis, Tante Habisi Nyawa Bocah 7 Tahun di Tangerang, Motifnya Bikin Miris

Polisi Tangerang Ungkap Pembunuhan Sadis Bocah 7 Tahun oleh Tante Sendiri, Kapolres: Ini motifnya

Laporan : Erwin Silitonga, S. Sos

TANGERANG — LN (40) seorang ibu rumah tangga di Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Banten, ditangkap Polisi atas kasus kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan meninggal dunia (korban pembunuhan) Senin, (22/4) kemarin.

Korban adalah EV, bocah perempuan berusia 7 tahun yang tercatat sebagai pelajar kelas 1 sekolah dasar (SD) beralamat di Kampung Salembaran, Desa Cengklong Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.

Miris, terduga pelaku LN  tega menghabisi nyawa korban yang merupakan keponakannya sendiri secara sadis, karena sakit hati terhadap ibu korban yang merupakan adik kandungnya itu.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho didampingi Kasihumas, Kompol Aryono dan Kapolsek Teluknaga, AKP Wahyu Hidayat dalam keterangannya mengatakan, pihaknya menerima laporan masyarakat terkait bahwa telah ditemukan korban EV dengan posisi tertutup terpal yang berada tidak jauh dari rumahnya.

“Peristiwa itu terjadi pada hari Senin, 22 april 2024 kemarin, sekira pukul 20.00 WIB. Dan dilaporkan pukul 21.00 WIB,” terang Kapolres, Rabu (24/4/2024).

Korban EV terakhir kali terlihat pada pukul 07.00 WIB. Namun, hingga pukul 11.30 WIB korban tidak kunjung pulang ke rumah. Lantaran curiga ibu korban WN menelpon suaminya A memberitahukan bahwa anaknya EV keluar rumah dan bermain sejak jam 07.00 WIB hingga jam 11.30 WIB tidak pulang-pulang.

Kemudian, sesampainya di rumah kedua orang tua korban bersama warga berusaha mencari keberadaan korban.

“Pada pukul 20.00 WIB ditemukan sesosok anak tak jauh dari tempat tinggal korban. sekira 10 meter dari rumahnya. Korban diketemukan didalam terpal tempat penyimpanan hio (dupa sembayang,red) dengan posisi sudah dalam keadaan lemas,’ kata Zain.

Mendapati kondisi anak yang lemas dan tidak bergerak, kedua orang tua korban berupaya melakukan pertolongan dengan membawa korban ke Rumah Sakit BUN di wilayah Kosambi. Namun sesampainya di Rumah Sakit tersebut korban dinyatakan meninggal dunia.

Atas kejadian tersebut orang tua anak lalu melapor ke Polsek Teluknaga, Polres Metro Tangerang Kota guna pengusutan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan barang bukti serta analisa CCTV di sekitar lokasi kejadian, Polisi mencurigai wanita berinisial LN (40) tersebut dan berhasil mengamankannya.

“Dari hasil keterangan saksi-saksi dan analisa CCTV  disekitar TKP, anggota reskrim mencurigai seseorang yang diduga pelaku LN yang merupakan tante dari korban, Pelaku ditangkap dirumahnya di wilayah Kosambi, Kabupaten Tangerang,” jelas Kapolres.

Setelah dilakukan interogasi, LN mengakui perbuatannya yang telah menghabisi nyawa korban dengan cara membekap korban menggunakan bantal selama kurang lebih 10 menit. Lalu berupaya menghilangkan jejak dengan mencopot anting korban dan disimpannya di bawah ember deket dengan kamar mandi lokasi, tujuannya agar korban dikira merupakan korban pencurian emas yang dihabisi nyawanya.

“Untuk motif sementara didapatkan, pelaku melakukan perbuatannya karena sakit hati kepada ibu korban. saat ingin meminjam uang Rp300 ribu, tetapi tidak diberikan,” jelas Zain.

Dari hasil autopsi di RSUD Kabupaten Tangerang, disimpulkan bahwa penyebab kematian korban anak akibat kekerasan tumpul pada leher yg menyebabkan tersumbatnya jalan napas.

Saat ini pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Polsek Teluknaga, untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut oleh Unit PPA Sat Reskrim dan Unit Reskrim Polsek Teluknaga.

“Terhadap pelaku akan di persangkakan dengan pasal kekerasan terhadap anak yang menyebabkan anak meninggal dunia (pembunuhan) sebagaimana dimaksud dalam pasal 80 ayat (3) jo pasal 76 C UU No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak atau pasal 338 KUHP, dengan ancaman hukuman pidana penjara 15 tahun,” tutupnya.

Wah Apakah Benar di Rutan Jambe Bebas Wifi bagi Narapidana tapi Bayar Rp 800 Ribu ? Simak beritanya.

Laporan : Erwin Silitonga, S.sos/ Firnus Gulo

TANGERANG,poskota.net — Awal Maret 2024, seorang sumber  mengungkap praktik pemakaian wifi bayar di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Jambe Kabupaten Tangerang, Banten. Ia mengaku seorang sumber berinisial B menuturkan kepada jurnalis

Entah apa tujuannya, B membeberkan biaya yang mesti dikeluarkan oleh narapidana untuk mendapatkan wifi. Narapudana sampai mengeluarkan kocek Rp 800 ribu per bulan untuk bebas untuk mengakses hp untuk video call dan telpon menggunakan hp dan melihat berita melalui google dan media sosial seperti Face Book dll.

Saat ditanya, kepada siapa uang itu diserahkan? “Menurut sumber saat korban di meminta uang wifi bebas di berikan kepada oknum sipir,” ungkap nara sumber berinisial B tersebut.

Istilahnya, Napi yang membayar wifi maka bebas mengakses penggunaan HP.  Nara sumber mengatakan untuk kebenaran berita yang di laporkannya agar menanyakan langsung ke Rutan Jambe. “Terpenting informasi yang saya sampaikan sesuai apa yang terjadi, ada pengkhususkan pemakain wifi gratis di Rutan Jambe apabila membayarkan uang sesuai keterangan diatas” paparnya

Konfirmasi poskota.net ke humas Rutan Kelas 1  Jambe Enrico membantah bahwa berita pungutan liar itu tidak benar (Hoax). Sebab di hutan jambe sendiri tidak ada pungli-pungli untuk WiFi dengan meminta uang senila diatas 800 ribu. Tidak pernah meminta apapun kepada penghuni rutan.

“Hoaks itu, untuk pungli-pungli kami bersih,” pungkasnya.

Sementara Ketua DPD L Garuda Guntur Hutabarat mengatakan Sudah bukan rahasia lagi bahwasanya Lapas atau Rutan di Jadikan ajang pungli oleh para oknum petugas hanya terkadang Nara sumber tidak berani untuk menceritakan yang di alaminya karena khawatir akan mendapatkan intimidasi dari pihak pihak tertentu.

Untuk itu, Kata Guntur Hutabarat berharap kepada Kementerian Hukum dan Ham agar dapat meningkatkan pengawasan di Lapas atau di Rutan terutama di Rutan kelas 1 Tangerang dengan memberikan sanksi yang tegas bagi para oknum petugas.

“Terlibat dalam dugaan pungli tersebut sesuai peraturan perundangan undangan yang berlaku,” tegasnya.

“Untuk melakukan pungutan kepada warga binaan oknum petugas Rutan biasanya menggunakan Tumping atau Kepala Kamar meskipun terkadang oknum petugas meminta langsung kepada warga binaan, kalau istilahnya uang gaulan,” tandasnya.

Puncak Peringatan Hari Pers Nasional 2024, Ketua MPR RI Bamsoet Apresiasi Ditandatanganinya Perpres Hak Cipta Penerbit

Laporan : Anton

Jakarta, Poskota.net – Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo bersama Menkominfo Budi Arie Setiadi, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu serta Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Hendry Ch Bangun, mendampingi Presiden Joko Widodo membuka Puncak Peringatan Hari Pers Nasional 2024. Sekaligus mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo yang telah menandatangani Peraturan Presiden terkait Regulasi Hak Cipta Penerbit atau Publisher Right. Serta memprioritaskan belanja iklan pemerintah kepada perusahaan pers sebagai kebijakan afirmatif dalam menumbuhkembangkan usaha pers di dalam negeri.

Peraturan Presiden terkait publisher right menjadi angin segar bagi kalangan pers. Setelah tiga tahun lamanya dibahas dan diformulasikan, akhirnya pers bisa mendapatkan keadilan ekonomi terkait berita yang mereka buat yang ditampilkan oleh berbagai platform digital.

“Sebagaimana disampaikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), bahwa problem utama pers bukanlah pada defisit kebebasan pers mengingat hingga saat ini pers tetap mampu menjalankan fungsinya sebagai pilar keempat demokrasi. Problem utama pers saat ini adalah pada disrupsi digital yang menurunkan daya bisnis pers, khususnya dari pemasukan iklan. Melalui Perpres tersebut, mewajibkan platform digital untuk melayani negosiasi nilai ekonomi dari kalangan pers. Tidak menutup kemungkinan, Perpres tersebut kedepannya dapat ditingkatkan menjadi Undang-Undang,” ujar Bamsoet usai menghadiri Puncak Peringatan Hari Pers Nasional 2024, di Jakarta, Selasa (20/2/24).

Turut hadir Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, peraturan mengenai publisher right dapat menciptakan ekosistem kompetisi yang adil antara pers dengan platform digital global seperti Google, Facebook, Youtube, Twitter dan lainnya. Sehingga bisa memperkuat pers nasional yang tidak hanya sehat secara ketentuan jurnalistik, melainkan juga sehat secara ekonomi. Sekaligus mencegah terjadinya digital feodalisme.

“Seperti halnya Indonesia, berbagai negara lain juga sudah merancang regulasi terkait publisher right. Antara lain Australia yang telah mengesahkan News Media Bargaining Code, serta Korea Selatan yang baru saja menerapkan amandemen undang undang bisnis telekomunikasi, Telecommunication Business Act,” jelas Bamsoet.

Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) 2012-2017 dan Kepala Badan Polhukam KADIN Indonesia ini menerangkan pentingnya penerapan prinsip ko-eksistensi (hidup bersama) serta konsep hak pengelola media dan hak cipta jurnalistik (publisher rights). Bukan hanya untuk melindungi kepentingan pers nasional menghadapi dominasi platform digital global, ko-eksistensi dan publisher rights juga menjadi unsur penting membangun kedaulatan nasional di bidang digital.

“Penting diingat oleh kalangan pers, bahwa memutuskan hubungan sama sekali dengan platform digital global, atau sikap menolak transformasi digital, merupakan sikap yang tidak realistis. Karenanya, kebijakan publisher right bukan ditujukan untuk melawan platform digital global. Melainkan untuk menciptakan persaingan usaha yang sehat, untuk mewujudkan keseimbangan dalam relasi kekuasaan, menegakkan prinsip persamaan di depan hukum, serta kesetaraan level kedudukan pada area bisnis yang sebidangp,” pungkas Bamsoet. (*)

RAPI, Satu Lagi Relawan untuk Pemenangan Prabowo

Laporan : Rocky

Jakarta , Poskota.net – Gelombang dukungan untuk memenangkan pasangan calon presiden Prabowo Subianto/Gibran Rakabuming Raka masih terus mengalir. Terbaru, Relawan Pemimpin Indonesia (RAPI) mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo-Gibran untuk menang “sekali” putaran pada Pemilihan Umum 2024 yang akan diselenggarakan pada Rabu, 14 Februari mendatang.

Pendiri RAPI Jimmy Oentoro mengklaim jumlah relawan yang bergabung bersama mereka mencapai 1500 orang. “Tersebar di Jakarta dan sekitarnya serta lima provinsi besar lainnya,” ungkap Jimmy saat deklarasi digelar di Balai Sarbini, Jakarta Selatan. Deklarasi turut dihadiri Hasyim Djoyohadikusumo, mantan Pangkostrad Dudung Abdulrachman, dan politikus Maruarar Sirait serta para pengurus RAPI yang terdiri dari Mayjen (P) Jan Pieter Ate (Ketua Umum) dan Roy Maningkas (Sekretaris Umum).

Dalam konperensi pers yang berlangsung sebelum deklarasi, Jimmy Oentoro mengatakan RAPI lahir sudah cukup lama dan sudah menjalin komunikasi dengan tim sukses pasangan Prabowo-Gibran sejak jauh-jauh hari, hanya baru belakangan hari saja deklarasi bertepatan dengan tanggal 2 Februari 2024.

Jimmy menambahkan pihaknya mendukung Prabowo-Gibran karena menilai visi dan misi serta program-program kerja yang dimiliki pasangan tersebut sejalan dengan komitmen RAPI didirikan. “Komitmen kita adalah mensejahterakan dan melayani lewat kesehatan dan pendidikan rakyat tanpa membedakan suku dan agama. Tujuan supaya Indonesia cerdas dan ceria menjadi pemimpin bangsa Indonesia di masa depan,” kata Jimmy.

Jimmy menyatakan mendirikan dengan penggunaan dana transpran. Para pengurus tidak menerima gaji. Meski demikian tetap komit menjadi bagian untuk ikut ambil bagian dan turut mendorong Indonesia Emas 2045.

Ditambahkan Ketua Umum RAPI, Mayjen (Purn) Jan Pieter bahwa hari adalah deklarasi dukungan untuk Prabowo-Gibran.

“Terima kasih atas dukungan semua pihak. Kalau kita mencintai Indonesia dengan bersatu dalam kebersamaan pasti menuju dan mewujudkan Indonesia unggul dan hebat,” tandasnya.

Hal yang sama disampaikan Roy Maringkas selaku Sekretaris Umum, selama ini kita bersama-sama melakukan konsolidasi di berbagai daerah. Bukan untuk manusia saja, tetapi kita ingin bangsa ini tahu yang baik di masa mendatang. Kita sekarang ada di satu titik persimpangan, apakah berhasil atau tidak menuju Indonesia emas 2045. Karena itu, kita mendorong anak-anak muda lebih peduli dalam berbangsa dan bernegara.

Menurut Jimmy, RAPI hadir memberi warna sendiri. Relawan akar rumput, langsung terjun ke masyarakat. Aktivis RAPI langsung tahu apa yang diharapkan rakyat Indonesia. Ini sesuai dengan visi menuju masyarakat sejahtera dengan memperkuat SDM melalui pelayanan pendidikan dan kesehatan. Selain itu, bermitra dengan pemimpin pemerintahan atau dengan calon pemerintah.

“Kita ingin melahirkan pemimpin berkarakter baik yang kelak duduk di eksekutif, legislatif dan yudikatif,” tambah Jimmy.