Patroli Polisi Temukan Live Instagram Janjian Tawuran, 16 Remaja Diamankan Berikut Sajam di Tangerang

Polsek Ciledug Amankan 16 Remaja Live Medsos Hendak Tawuran, 4 Sajam Disita

Laporan : Erwin S.Sos

TANGERANG – Patroli Polsek Ciledug, Polres Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya berhasil mencegah dan mengamankan 16 remaja membawa senjata tajam (sajam) diduga hendak tawuran.

Ke- enam belas remaja menunjukan senjata tajam saat live Instagram berupa 2 buah celurit, 1 samurai dan 1 stik golf itu berhasil diamankan pada Kamis, 13 Juni 2024 jam 03.30 WIB tadi hingga tawuran pun dapat dicegah.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho bersama Kapolsek Ciledug, Kompol Saiful Anwar dan Kasi Humas, Kompol Aryono mengungkapkan upaya antisipasi dan pencegahan dilakukan polisi di dua TKP yakni, di Jalan Raya Parung Serab, Kecamatan Ciledug,  Kota Tangerang dan Kampung Kebantenan, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.

“Sebelumnya diketahui ada kelompok remaja yang sedang live di instagram dengan akun REGENSI28STRESS, dan menayangkan kegiatan mereka dengan memperlihatkan beberapa sajam serta janjian akan melakukan tawuran di daerah Parung Serab, Ciledug,” terangnya Kamis, (13/6/2024).

Selanjutnya, Tim Opsnal Reskrim dan Unit Patroli Polsek Ciledug melakukan penyisiran di daerah Parung Serab, TKP pertama dan mendapati sekelompok remaja sedang berkumpul dan minum-minuman keras. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata para remaja tersebut akan melakukan tawuran yang tergabung dalam kelompok akun REGENSI28STRESS.

“Setelah dilakukan penelusuran, kami (Polisi) lalu mencari admin dari akun  REGENSI28STRESS yang sedang live itu. Dan berhasil kami deteksi dan temukan base camp  di daerah Pondok Aren, Tangerang Selatan. Dari Basecamp kelompok tersebut ditemukan para remaja yang sedang berkumpul dan diamankan beberapa senjata tajam yang sebelumnya diperlihatkan pada saat live di instagram,” beber Kapolres.

Kemudian, dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa kelompok remaja dengan akun REGENCI28STRESS ini beraliansi dengan 7 akun kelompok lain yaitu, Akun LOERAH CITY, Akun Depan21kuburan, Akun Rektoferso2026, Akun Belanda21official, Akun Triple_H23team, Akun PEREMPATAN21TOS dan Akun SouthAreaCemen, janjian untuk tawuran dengan kelompok lawan. Polisi akan panggil admin akun-akun tersebut untuk dimintai keterangan.

“Mereka itu sudah janjian akan melakukan tawuran melawan kelompok dengan akun Selatan31Mistery. Petugas tidak menemukan keberadaan kelompok lawan ini sebab mereka telah membatalkan janjian tawuran,” terang Zain.

Lalu, terhadap 16 remaja yang diamankan tersebut berikut barang bukti sajam, segera dibawa ke Polsek Ciledug, Polres Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya, guna proses penyelidikan lebih lanjut.

“Kami akan mendata dan melakukan pemeriksaan, memanggil pihak orang tua maupun sekolah, serta akan memproses secara tegas bila terbukti melakukan tindak pidana agar para remaja tersebut mendapat efek jera,” tegasnya.

Zain berkata, pihaknya akan secara tegas menindak segala bentuk aksi tawuran, geng motor, maupun tidak kejahatan lainnya. Ia berharap orang tua lebih berperan dan ketat melakukan pengawasan terhadap pergaulan anak di luar rumah. Lakukan pemeriksaan terhadap telepon seluler yang mereka miliki, termasuk mengetahui akun medsos yang anaknya miliki guna mencegah mereka terlibat tawuran.

“Manfaatkan pengaduan polisi baik melalui WA di 082211110110 maupun Call Center 110 Polres Metro Tangerang, atau segera menghubungi kantor Polsek terdekat jika menemukan kejadian mencurigakan dan aksi kejahatan jalanan, tawuran maupun gangster,” tutup Zain.

Tabrakan Beruntun di Ruas Tol Sedyatmo Tepatnya di Depan Hotel Orchad., Berakhir Damai

Lakalantas Beruntun di Tol Ir Sedyatmo Arah Bandara Soekarno-Hatta Libatkan 4 Mobil, Berakhir Damai di Kantor Polisi

Laporan : Erwin S.Sos

TANGERANG, poskota.net — Tabrakan beruntun terjadi Ruas Tol Jalan Ir Sedyatmo Tepatnya di Depan Hotel Orchad, Wilayah Hukum Polsek Benda, Polres Metro Tangerang Kota, Senin (10/6/2024) siang.

Peristiwa Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang terjadi sekira pukul 13.30 WIB itu sempat membuat macet arus lalu lintas dan video kejadian tersebut beredar di media sosial (medsos).

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, membenarkan perihal kejadian laka lantas tersebut.

Ia membeberkan bahwa kejadian itu melibatkan 4 (empat) unit mobil yang berada di jalur yang sama, yakni Ruas Tol Jalan Ir.Sedyatmo Tepatnya di depan Hotel Orchad, arah Jakarta menuju Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

Tabrakan beruntun ini berawal dari adanya kendaraan Toyota Innova Zenix bernomor polisi B 1534 DKN melaju ke arah Bandara Soekarno-Hatta berada di jalur ketiga, kaget melihat ada kendaraan lain yang tidak diketahui identitasnya mendahului dari sebelah kanan.

Sehingga pengemudi Innova Zenix itu menabrak kendaraan toyota Avanza B 2868 UYE, kemudian menabrak toyota Avanza Veloz, B 2182 KOE, Lalu toyota Veloz   menabrak lagi mobil yang berada di depannya yakni toyota Calya B 1025 RKP. Atas kejadian tersebut 4 (empat) unit  kendaraan mengalami kerusakan (kerugian materiil) dan tidak ada korban jiwa.

“Semuanya kendaraan ini datang dari arah yang sama, yaitu menuju Bandara Soetta,” ungkap Zain Selasa, (11/6/2024).

Kasus itu, kata Kapolres langsung segera ditangani anggotanya baik Unit Gakkum Polres Metro Tangerang Kota dibantu Unit Lantas Polsek Benda dan Polresta Bandara Soetta yang lakukan olah TKP dan mengurai kemacetan yang terjadi. Saat ini semua kendaraan berikut sopir semua kendaraan yang terlibat dibawa ke kantor Mapolsek Benda, Polres Metro Tangerang, Polda Metro Jaya, untuk penanganan lebih lanjut.

Kata Zain didampingi Kasat Lantas Kompol Joko Sembodo dan PLH Kapolsek Benda Akp Matsani, di sana semua pihak yang terlibat kecelakaan beruntun tersebut dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui  kronologis kejadian dan penyebabnya. Setelah dilakukan pemeriksaan semua, pengemudi Toyota Zenix siap bertanggung jawab atas kerugian materiil yang terjadi dan semua pihak sepakat menyelesaikan kejadian tersebut secara kekeluargaan (berdamai).

“Kejadian itu juga telah kita (Polisi) menangani dan melakukan pemeriksaan semua pihak, dan semua sepakat untuk diselesaikan secara kekeluargaan dan kerugian materi/kerusakan mobil ditanggung oleh pengemudi mobil toyota Innova Zenix,”tandasnya.

Polisi Amankan 23 Pelajar di Kawasan Modernland Bawa Sajam Diduga Hendak Tawuran

Puluhan Remaja Bawa Sajam Diduga Hendak Tawuran Diamankan Polres Metro Tangerang Kota

TANGERANG,poskota-.net — Sebanyak 23 pelajar tingkat SMA dan SMP diduga hendak tawuran diamankan polisi di pinggir danau Metropolis, Kawasan Modernland, Kota Tangerang, Banten. Polisi menyita sejumlah senjata tajam (sajam) jenis celurit berbagi ukuran.

“Hasil operasi tim gabungan semalam. Ada 23 remaja yang kita amankan,” kata Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho saat dikonfirmasi, Jumat (7/6/2024).

Puluhan remaja ini diamankan di Jalan Baru Kelapa Indah, Arah RSU Kota Tangerang, Pinggir Danau Metropolis, Kelurahan Kelapa Indah, Kecamatan Tangerang, Kamis, (6/7) sekira jam 22.30 WIB.

Polisi menduga, puluhan remaja yang masih duduk di bangku SMP dan SMA akan tawuran antar pelajar janjian memalui media sosial (medsos).

“Puluhan remaja telah diamankan ke Mako Polres Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya diduga hendak tawuran, Ada beberapa sajam yang didapat saat dilakukan pengeledahan. Kami menduga senjata tajam tersebut akan di gunakan untuk tawuran dengan pelajar dari kelompok lain,” tegas Zain.

Mereka diamankan berkat informasi dari masyarakat, anggota Samapta Polres Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya yang sedang melakukan patroli langsung mendatangi TKP.

“Patroli adalah kegiatan yang paling efektif dalam rangka pencegahan kejahatan (crime preventif,red). Namun, peran masyarakat kami butuhkan untuk memberikan informasi sekecil apapun potensi tindak kejahatan, gengster maupun aksi tawuran,” kata dia.

Sebanyak 33 personil gabungan satuan fungsi (satfung) Polres Metro Tangerang Kota, langsung mendatangi lokasi berkumpul mereka. 23 remaja itu pun berhasil diamankan berikut senjata tajam yang dibawa. Polisi langsung menggiring mereka ke Mapolres untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk mendata mereka yang membawa sajam itu.

“Adapun barang bukti diamankan berupa 4 bilah sajam jenis celurit, 1 Penggaris besi, 18 Handphone dan 10 unit Sepeda motor yang digunakan,” ujarnya.

Kini upaya yang dilakukan Polisi memberikan pembinaan, kemudian memanggil orang tua masing-masing, memanggil dinas pendidikan provinsi dan kota. Selanjutnya, didata diberikan catatan dalam SKCK.

“Kami (Polisi) tegas mengimbau para orangtua pentingnya pengawasan dan pembatasan penggunaan Teknologi Informasi. Kepada para pelajar maupun remaja berhenti melakukan aksi tawuran. Jika terbukti ada pasal yang dilanggar, maka pidana menanti,”tandas Zain.

Usai Dirawat selama 8 Hari, ART Lompat dari Atap Rumah Majikan Meninggal Dunia

ART Lompat dari Lantai Atap Rumah Majikan di Karawaci Meninggal Dunia, Berikut Penjelasan Kapolres dan Dirut RSUD Kabupaten Tangerang

TANGERANG — Usai mendapatkan perawatan medis selama 8 hari sejak tanggal 29 Mei 2024 hingga 5 Juni 2024  CC (16) asisten rumah tangga atau ART yang nekat lompat dari rumah majikannya meninggal dunia di RSUD Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (5/6/2024) siang pukul 14.18 WIB di Ruang ICU.

Jenazah remaja berusia 16 tahun tersebut telah menjalani autopsi untuk kepentingan penyidikan Kepolisian Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya.

“Tindakan penanganan medis yang telah kami dilakukan setelah menerima laporan korban melompat dari atap rumah majikannya itu, di tanggal 29 Mei, korban segera kami bawa ke RS Tiara. Lalu keesokan hari 30 Mei 2024 korban dipindahkan ke RSUD Kabupaten Tangerang, untuk perawatan lebih intensif, 1 Juni pihak RSUD menyatakan jika korban tidak sadarkan diri dan dimasukkan ke ruang ICU, dan di hari Rabu, 5 Juni 2024 pihak RS menyatakan jika korban meninggal dunia,” terang Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, bersama Dirut  RSUD kabupaten Tangerang, Asisten 3 Pemkot Tangerang dan Kadinsos Kota Tangerang, dalam press release di depan ruang Instalasi Pemulasaraan Jenazah. Rabu (5/6/2024) malam WIB.

Selanjutnya, usai melengkapi administrasi pengambilan jenazah dan melakukan autopsi. Dinsos Kota Tangerang dan Polres Metro Tangerang Kota membantu pemulangan dan pengawalan Jenasah ke tempat asal korban di Kerawang.

“Almarhumah hari ini dimakamkan di kampung halamannya, yakni Karawang, Jawa Barat. Kami turut berdukacita atas meninggalnya korban,” kata Kapolres.

Dalam kasus ini, kepolisian Polres Metro Tangerang Kota sudah menetapkan 4 orang sebagai tersangka, termasuk majikan korban berinisial L.

Sementara, Direktur RSU Kabupaten Tangerang Endang Widyastiwi menjelaskan penyebab meninggalnya CC, meskipun sempat menjalani perawatan medis.

Kata dia, dari hasil pemeriksaan medis menunjukan salah satu penyebab pasien meninggal dunia karena mengalami luka memar di bagian paru-paru yang cukup serius, untuk lebih pastinya akan dilakukan autopsi terhadap korban guna mengetahui penyebab kematiannya.

“Kondisi ini bisa membuat penggumpalan darah di situ, ada trauma yang cukup dalam, yang akhirnya menyebabkan kematian,”kata Widyastiwi, Rabu (5/6/2024) malam.

ART Lompat dari Lantai Atap Rumah Majikan di Karawaci Meninggal Dunia, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Innalilahi, ART Lompat dari Atap Rumah Majikan di Karawaci Meninggal Dunia, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Laporan : Erwin S.Sos

TANGERANG — Polisi berhasil mengusut tuntas atas meninggalnya asisten rumah tangga atau ART berinisial CC (16) yang melompat dari atap rumah bertingkat milik majikannya di kawasan Cimone Permai, Karawaci, Kota Tangerang, Banten, pada (29/5/2024) lalu.

Korban CC dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis selama 8 hari di ruang ICU RSUD Kabupaten Tangerang, setelah upaya besar dilakukan oleh Polres Metro Tangerang Kota bersama PJ Walikota Tangerang untuk kesembuhannya.

Kini, Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya, telah menetapkan 4 (Empat) orang pelaku menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Zain Dwi Nugroho, didampingi Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Rio Tobing mengatakan 4 (empat) tersangka itu berinisial J, K, H dan L.

“Hingga saat ini, dari hasil gelar perkara yang kami (polisi) lakukan, kami telah menetapkan 4 orang pelaku menjadi tersangka, mereka berinisial J, K, H dan L (majikan korban),” kata Zain, dalam keterangannya. Kamis, (6/6/2024).

Zain menyebutkan empat tersangka tersebut  memiliki peran masing-masing dalam kasus ART yang nekad melompat dari atap rumah bertingkat lantai 3 milik majikannya.

“Untuk tersangka J berperan sebagai penyalur dan menyiapkan KTP palsu untuk korban yang usianya diubah. Dari yang sebenarnya berdasarkan ijazah asli dan KK korban berusia 16 tahun, diubah menjadi dewasa usia 21 tahun,” terang Zain.

Lanjut Zain, berdasarkan pengakuan tersangka J dalam membuat KTP palsu ini, meminta bantuan kepada tersangka K dengan imbalan Rp350 ribu.

“Selanjutnya tersangka K menghubungi tersangka H alias RT atau babeh untuk membuat KTP palsu dengan Imbalan Rp250 ribu. Dan tersangka H ini baru kita tangkap semalam, di Kampung Rawa Sawah, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat ,” papar Kapolres.

Dari penangkapan H disita 40 blangko data identitas KTP, 70 striker transparan, gunting, botol bekas bensin untuk bersihkan dasar KTP, 6 banner bertuliskan “Service KTP Buram – SIM – KTA -KIS -NPWP – KIA” dan silet/ pisau.

Kepada petugas tersangka H tersebut mengaku sudah membuatkan KTP palsu sebanyak 20 KTP untuk diberikan kepada K, dengan hanya mengirimkan Pas Photo dan Kartu Keluarga melalui pesan WhatsApp.

“Tersangka H ini mengakui proses pembuatan KTP palsu tersebut hanya membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit,” jelasnya.

Sementara itu untuk tersangka L adalah majikan dari ART tersebut. Dia diduga melakukan kekerasan fisik dan psikis terhadap anak, eksploitasi anak dan merampas hak kemerdekaan orang, sehingga korban merasa tertekan memutuskan kabur dan melompat dari lantai 3 rumahnya.

“Diduga L ini telah melakukan kekerasan fisik dan psikis terhadap korban. Sehingga korban tertekan dan berusaha kabur. Dengan cara melompat dari lantai atas rumah ke bawah sehingga mengalami luka-luka, baik itu patah di kaki dan punggung,” ujarnya.

Atas perbuatannya ke-empat tersangka tersebut pelaku dijerat dengan Pasal 2 UU No 21 tahun 2007 tentang perdagangan orang, Pasal 76 Jo Pasal 88 atau Pasal 76 Jo Pasal 80 UU No 35 tahun 2014 sebagaimana diubah menjadi UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan Anak, Pasal 44 atau 45 UU No 23 tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT, Pasal 68 Jo Pasal 185 UU No 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, dan atau pasal 263 KUHP atau Pasal 264 KUHP dan atau Pasal 333 KUHP.

“Ancaman hukumannya pidana penjara selama 15 tahun,” pungkas Zain.

Penyidik Krimsus Polres Metro Tangerang Kota Dinilai Tidak Profesional dan Kompeten

Laporan : Forwat

KOTA TANGERANG, poskota.net -– Percuma lapor Polisi, demikian sindiran yang di lontarkan Andi Lala Ketua Forum Wartawan Tangerang (Forwat) kepada Jajaran Sat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya.

Meski sebagai mitra baik Polri selama ini, kata Lala, pihaknya merasa diabaikan, karena hingga saat ini laporan polisi dengan Nomor: LP/B/1513/XI/2022/SPKT/Polres Metro Tangerang Kota/Polda Metro Jaya, tanggal 27 November 2022 tidak ada kejelasan.

“Sudah hampir 2 tahun laporan kami (Forwat.red) atas dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik Pasal 27 ayat 3 UU RI No 19 tahun 2016 perubahan atas UU RI 11 tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 311 KUHP tidak ada kejelasan. Ya, percuma lapor polisi, laporan kami saja (Wartawan.red) sebagai mitranya diabaikan, bagaimana dengan masyarakat lain,” ujar Lala kepada para wartawan, Jumat (17/5/2024).

Selain tidak ada kejelasan, Lala juga menyorot tidak profesionalnya kinerja jajaran Unit Krimsus, Sat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota dalam penanganan kasus pidana itu. Menurut dia, lambatnya penanganan kasus yang hampir 2 tahun berjalan ini adalah salah satu bukti tidak profesional dan kompetennya oknum penyidik Polisi dalam menangani kasus tersebut.

“Hampir 2 tahun laporan kami diabaikan, padahal kami sudah pertanyakan dan bersurat resmi kepada Kanit Krimsus beberapa bulan lalu, tapi tidak di respon. Kinerja petugas mesti dievaluasi dan kami minta agar ada keterangan resmi dari Kasat Reskrim. Kami nilai penyidik kasus ini tidak profesional dan tidak kompeten,” tegas Lala.

Dikatakan Lala, sampai hari ini, pihaknya hanya menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) ke 5, November tahun 2023 lalu.

“Dari situ tidak ada lagi pemberitahuan kepada kami. Penyidik sudah melakukan pemeriksaan saksi ahli dan gelar perkara Bulan November tahun 2023,tapi sampai pertengahan tahun 2024 ini belum ada pemberitahuan administrasi hasil gelar perkaranya. Ya, bagaimana dengan kepastian hukumnya?. Saya yang mewakili kawan kawan Forwat kecewa dan minta kasus hukum ini dengan jelas,” tegas Lala.

Bukan hanya laporan pihaknya, laporan perkara dugaan tindak pidana pencemaran nama baik lainnya juga tidak ada kejelasan, yaitu Laporan Polisi No LP/B/1077/VIII 2023/SPKT/Polda Metro Jaya/ tanggal 24 Agustus 2023 a.n. Andik Eko Supriyadi.

Atas dasar itu, Andi Lala yang juga aktivis jurnalis berencana akan menyambangi Gedung Polres Metro Tangerang Kota untuk menggelar aksi simpatik atas bobroknya kinerja jajaran Sat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota.
“Harus transparan dan jangan diabaikan. Semua itu harus ada kepastian hukum. Kami akan menggelar aksi simpatik atas minusnya kinerja jajaran Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota menangani kasus ini,” pungkas Lala

Sementara terkait hal tersebut, saat di konfirmasi melalui telepon whatsapp Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Rio Mikael L Tobing tidak merespon dan tidak menjawab

Soal Tudingan Laporan Tak Jelas, Polsek Jatiuwung: Henti Lidik Sudah Sesuai SOP dan Gelar Perkara

Laporan : Erwin s

TANGERANG,poskota.net — Terkait tudingan penanganan kasus yang dinilai oleh pelapor tidak jelas dan melakukan praperadilan mendapat tanggapan dari Polsek Jatiuwung yang menyebut bahwa penyelidikan sudah sesuai SOP (standar operasional prosedur) dan hasil gelar perkara.

Dimana Polsek Jatiuwung, telah berkoordinasi dengan Kepala Seksi Hukum (Kasikum) Polres Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya dan menyatakan siap menghadapi gugatan praperadilan pelapor berinisial EDWR melalui Pengadilan Negeri (PN) Tangerang.

Diketahui, praperadilan diajukan EDWR atas dugaan kasus pencurian pasal 362 KUHP  dinilainya tak jelas penanganannya. Informasi itu disebarkan EDWR melalui pemberitaan media.

“Penanganan perkara tersebut sudah sesuai dengan prosedur dan on the track,”  kata Kapolsek Jatiuwung, Kompol Donni Bagus Wibisono, Jumat (17/5/2024) malam.

Atas pemberitaan itu, kata Donni, Polsek Jatiuwung telah berkoordinasi dengan instansi terkait, yakni bagian hukum Polres Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya. Ia menyatakan akan menyampaikan fakta yang sebenarnya dalam penanganan kasus tersebut.

“Secara teknis dan fakta disampaikan silahkan hubungi dan tanyakan Kanit Reskrim, ya mas,” ujar Donni di Konfirmasi sejumlah wartawan.

“Yang jelas kami, (Polsek Jatiuwung,red) bahwa perkara tersebut sudah di tangani sejak bulan Juni 2021 dan berjalan sesuai mekanisme,” imbuhnya.

Terpisah, Kanit Reskrim, AKP Prapto Lasono, dihubungi menyebutkan bahwa narasi pemberitaan media yang disampaikan EDWR adalah tidak sesuai fakta yang terjadi. Kemudian menyampaikan kronologi kejadian tersebut secara rinci.

“Pada tanggal 20 Juni 2021, Pelapor EDWR melaporkan saudari E atas dugaan pencurian pasal 362 KUHP. dimana kedua orang ini tergabung dalam satu LSM LPK-RI yang berdomisili di perumnas 2, Kota Tangerang,” terangnya.

Antara Pelapor dan Terlapor, lanjut Prapto merupakan teman satu tim pada LSM tersebut. Dimana keduanya juga merupakan pasangan suami-Istri yang mengaku telah menikah secara siri.

“Awalnya, mereka berhasil menenangkan suatu perkara perdata dan mendapatkan fee dari kliennya senilai ratusan juta. Dan berjalan waktu uang itu mereka belikan perhiasan emas berupa kalung dan gelang untuk dipakaikan kepada terlapor,” ungkapnya.

Namun, lanjut Prapto, sebagai pasangan nikah siri rupanya hubungan keduanya tak semulus yang diharapkan. Mereka berpisah dan sudah tidak tinggal serumah lagi.

“Setelah berpisah, ternyata saudara EDWR melaporkan saudari E sebagai pelaku pencurian emas yang mereka beli bersama itu,” paparnya.

Menindaklanjuti laporan diterima, Polsek Jatiuwung, sesuai dengan SOP kemudian melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan ahli. Kata Prapto terdiri dari 8 orang saksi dan 1 orang ahli. Selanjutnya hasil pemeriksaan saksi-saksi dan ahli tersebut tidak menemukan atau terpenuhinya unsur pencurian dilakukan E atas laporan EDWR ini.

“Lalu kami melakukan gelar perkara di Polres Metro Tangerang Kota dihadiri oleh unsur terkait. Hasil gelar perkara itu karena tidak memenuhi unsur kami menyepakati perkara harus berhenti Lidik atau biasa kami kenal SP2 Lid,  dan hasil tersebut ditandatangani oleh Kapolres Metro Tangerang Kota,” bebernya.

Setelah pemberhentian Lidik itu, Polisi pun langsung memberitahukan kepada pelapor terkait perkembangan kasusnya.

“Tak puas dengan hasil itu, beberapa hari kemudian pelapor (EDWR) datang lagi ke Polsek Jatiuwung dengan memberikan surat bukti baru yang menyatakan bahwa terlapor adalah orang lain karena masih berstatus Istri orang lain,” kata Prapto.

Bekerja profesional, Laporan tersebut pun kembali ditindak lanjuti jajaran Polsek Jatiuwung. Dan digelar kembali perkara itu dengan memeriksa saksi dan ahli  yang sama pada kasus itu.

“Gelar hasil perkara itu pun menyatakan bahwa bukti baru yang diajukan tidak memiliki korelasinya dengan unsur perkara yang dilaporkan sehingga kami (Polisi) tetap berpendirian mengesahkan henti Lidik,” tambahnya.

Prapto menegaskan, Pihaknya menghargai berbagai upaya hukum yang dilakukan oleh EDWR. Termasuk mengajukan praperadilan ke PN Tangerang. Maka itu, Ia pun menyatakan telah siap menghadapi dan mengurai fakta jika gugatan itu diterima oleh PN Tangerang.

“Atas pemberitaan menyudutkan Polsek Jatiuwung, Selama menjabat sebagai Kanit Reskrim saya belum mendapatkan laporan adanya laporan penyalahgunaan BBM jenis solar di wilayah, baik dari EDWR maupun masyarakat,” pungkasnya.

Terlibat Narkoba, Dua Polisi di Tangerang Kota di PTDH

3 Polisi Tangerang  di PTDH, Dua Terlibat Penyalahgunaan Narkoba, Ini Pesan Kapolres

Laporan : Erwin Silitonga, S.Sos

TANGERANG, poskota.net — Polres Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya, menggelar upacara pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap tiga anggotanya yang melanggar kode etik profesi Polri (KKEP). Selasa, (30/4/2024).

Upacara dipimpin langsung Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, dihadiri Wakapolres AKBP Yolanda Evalyn Sebayang dan Pejabat Utama (PJU) Polres Metro Tangerang Kota.

Ketiga polisi yang diberhentikan ini adalah Aipda EG, Bripka N, dan Bripka AS. Dua diantaranya dipecat karena terlibat kasus penyalahgunaan narkoba, dan satu lainnya terkait penelantaran terhadap anak dan istri sahnya.

Dalam upacara tersebut, ketiga anggota polisi yang dipecat tidak hadir, sehingga pelaksanaan Pemberhentian dilakukan secara simbolis dengan mencoret foto anggota berseragam itu.

Tiga anggota yang diberhentikan tersebut terbukti melanggar Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi setelah dilakukan pemeriksaan dan sidang oleh Komisi Kode Etik Polri.

Dalam amanatnya, Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Zain Dwi Nugroho menekankan kepada seluruh jajarannya untuk melaksanakan tugas sesuai aturan dan etika serta tidak melakukan pelanggaran dan tindak pidana.

“Pagi hari ini rekan-rekan dapat melihat ada tiga rekan kita yang kita PTDH dan sudah tidak menjadi keluarga kita lagi di lingkungan kepolisian akibat tindakannya sendiri, dimana di kepolisian sudah jelas ada aturan dan etika yang harus kita patuhi sebagai seorang anggota Polri” terangnya.

Zain berharap hari ini adalah terakhir kalinya Ia melakukan PTDH terhadap anggota, tidak ada lagi anggota yang diberhentikan dengan tidak hormat kedepannya.

Maka itu, Kapolres menegaskan kepada seluruh anggotanya, apabila akan melakukan pelanggaran maupun tindak pidana berpikirlah kembali. Apabila mau berbuat sesuatu kesalahan, Ingatlah istri, anak, orang tua dan keluarga, bahagiakan dan jangan sakiti mereka .

“Setiap dinas dimanapun ada pasti resikonya, maka, kita harus siap berkomitmen untuk punya hati, akal pikiran jernih, integritas tinggi, untuk itu kita harus ingat dengan keluarga supaya menjadi motivasi untuk menghindari hal-hal yang negatif,” tutur Zain

Dia lalu berpesan kepada anggotanya agar lebih mawas diri dan selalu saling menjaga serta mengingatkan. Sebab dengan begitu marwah kehormatan Polri akan tetap selalu terjaga.

“Bagi rekan-rekan personel yang lain, mari kita bersama-sama mawas diri dan saling mengingatkan untuk menjaga marwah kehormatan institusi Polri, tempat kita mengabdi bagi negara Indonesia tercinta,”tandas Kapolres.

Kinerja Kapolsek Pinang Disorot Warga, Ada Apa?

Laporan ;Erwin Silitonga, S.Sos

Kota Tangerang, poskota.net– Kinerja aparat Kepolisian Polsek Pinang, Polres Metro Tangerang Kota mendapat sorotan dari berbagai kalangan.Salah satunya dari warga Kelurahan Kunciran Indah, Kecamatan Pinang, Andi Lala.

Menurut Andi Lala, Kantor Polsek Pinang yang berada di Jalan Gempol Raya, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, diresmikan sejak tahun 2021 lalu, dianggap belum bisa memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat Kota Tangerang terlebih bagi warga Kecamatan Pinang.

Di katakan dia, salah satu peristiwa yang terjadi, Selasa (2/4/2024) lalu, tiga pemuda yang sedang berboncengan sepeda motor diduga menjadi korban begal di Kavling DPR, Kelurahan Neroktog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

Yang terbaru adalah peristiwa terbongkarnya sindikat penimbun pertalite yang sedang mengisi di POM Bensin, Jalan KH. Hasyim Ashari, Sudimara Pinang, Kecamatan Pinang, Jumat (19/4/2024) lalu.

Lala menganggap petugas Polsek Pinang lamban bertindak bahkan berdasarkan informasi rekan media, para terduga sindikat itu belum juga diamankan. Padahal jelas jelas, hal.itu adalah tindakan pidana.

“Ya, menurut saya Kapolres harus mengevaluasi kinerja Polsek Pinang dan publik boleh menilai. Ini bagian dari kritikan kami sebagai warga,” ujar pria yang kerap di sapa Lala, Selasa (23/4/2024).

Masih kata Lala, berdasarkan Pasal 13 UU Nomor 2 Tahun 2002, tugas pokok kepolisian yaitu diantaranya adalah, memelihara keamanan serta ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, memberi perlindungan dan pengayoman, serta pelayanan kepada masyarakat.

Untuk itu, Lala berharap aparat kepolisian Polsek Pinang bisa memberikan pelayanan paripurna untuk masyarakat, sehingga kedepan bisa menciptakan suasana yang aman dan nyaman.

“Selain melayani masyarakat, polisi juga harus bisa berkoordinasi dengan semua kalangan dan elemen masyarakat. Termasuk kepada wartawan,” ujarnya

“Membina masyarakat untuk meningkatkan partisipasi dalam bentuk pengamanan swakarsa. Semua kalangan harus bersinergi, informasi yang didapat dari berbagai komponen masyarakat juga harus segera direspon jangan diabaikan,” pungkas Lala.yang juga Ketua Umum Forum Wartawan Tangerang (Forwat).

Sementara terkait kritikan tersebut, Kapolsek Pinang, Iptu Diana berujar “Terimakasih atas kritikannya dan semoga jadi lebih baik kedepannya,” katanya singkat.

Polisi Sita 30.257 Butir Obat Terlarang dari Toko Kosmetik dan Sembako di Tangerang

Laporan : Erwin Silitonga

KOTA TANGERANG,poskota.net — Satresnarkoba Polres Metro Tangerang Kota, menyita 30.257 butir obat terlarang siap edar dalam penjualan dan pemasaran secara langsung dan online atau daring dengan sistem COD. , yang disamarkan dari sejumlah toko kosmetik dan toko sembako.

Seluruh barang bukti berupa obat terlarang sebanyak 30 ribu, 257 butir tersebut terdiri dari Tramadol, 19.232 butir, Hexymer 11.021 butir dan Alprazolam 4 butir.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho melalui Kasat Narkoba, Kompol Zazali Haryono, didampingi Kasi Humas Kompol Aryono mengungkap, ribuan butir obat terlarang daftar G yang dijual tanpa izin ini didapat dari 14 tersangka yang diamankan jajaran.

Adapun 14 tersangka ini berinisial, MR (24), MD (22), MU (21), MA (21), AM (30) RH (22) Th, IK (28), NN (25), KR (24), AS (21), NN (25) ZL (29), MK (25), MM (32), MH (26) dan RM (27).

“Dari tangan mereka disita berbagai jenis obat seperti Tramadol, Hexymer dan Alprazolam tanpa surat izin edar,” kata Zazali dalam konferensi pers, Jum’at (19/1/2024) digelar di Media Center Polres Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya Jalan Harapan III, Babakan, Kota Tangerang. Banten.

Zazali menyebutkan, pemasaran obat-obatan terlarang tersebut dilakukan secara langsung berkedok toko kosmetik dan toko sembako, termasuk dijual secara daring/online dengan sistem penjualan cash on delivery (COD) kepada penggunanya.

“Pengungkapan ini berdasarkan informasi masyarakat yang resah terhadap peredaran barang haram tersebut. Seluruh barang bukti dan tersangka didapat dari berbagai wilayah Polsek Jajaran, total jumlah didapat sebanyak 30.257 butir. Dari hasil ungkap kasus ini kita telah menyelamatkan ribuan orang/jiwa dari pengaruh obat terlarang,” paparnya.

Selanjutnya, Pasal yang disangkakan adalah Pasal 435 Subsider Pasal 436 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang kesehatan.

Dimana dijelaskan bahwa, setiap orang yang memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan /atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar persyaratan keamanan, khasiat/kefarmasian, dan mutu dipidana pidana penjara selama 12 Tahun.