HONG KONG,poskota.net —–: Kebakaran hebat terjadi di kompleks apartemen di Hong Kong, China, yang sejauh ini telah menewaskan sedikitnya 44 orang dan ratusan lainnya masih hilang.
Seperti diberitakan Reuters, insiden ini terjadi pada Rabu (26/11) di kompleks apartemen Wang Fuk Court di distrik Tai Po. Total ada delapan tower dengan 32 lantai yang terdiri dari 2.000 apartemen dan dihuni sekitar 4.600 orang di kompleks tersebut.
Kebakaran yang menghanguskan tujuh dari delapan tower itu menjadi salah satu yang terparah dalam sejarah Hong Kong. Rekaman yang beredar menunjukkan bagaimana api menjilat apartemen sementara asap pekat mengepul tinggi.
Diberitakan Reuters, per Kamis pagi (27/11) aparat melaporkan bahwa api di empat tower telah berhasil dikendalikan setelah 15 jam. Upaya pemadaman masih terus berlangsung di tiga tower lainnya..

Di antara 44 orang yang tewas, terdapat petugas pemadam kebakaran. Sedikitnya 279 penghuni dinyatakan hilang, sekitar 900 warga lainnya telah diungsikan di delapan pos pengungsian.
Ini adalah kebakaran terhebat dengan korban jiwa terbanyak dalam puluhan tahun terakhir di Hong Kong. Kebakaran sebelumnya yang menewaskan 41 orang terjadi di kompleks perkantoran distrik Kowloon pada tahun 1996.
Insiden kali ini membuat beberapa jalan di Hong Kong ditutup. Setidaknya enam sekolah juga diliburkan pada Kamis di tengah upaya pemadaman api.
āPrioritas utama adalah memadamkan api dan menyelamatkan warga yang terjebak,ā kata pemimpin Hong Kong John Lee kepada wartawan. āKedua, memberikan dukungan bagi para korban luka. Ketiga, membantu pemulihan. Setelah itu, kami akan melakukan investigasi menyeluruh.ā
Penyelidikan atas penyebab kebakaran berujung pada penangkapan tiga orang dari sebuah perusahaan konstruksi. Berdasarkan penyelidikan polisi, kebakaran diduga kuat disebabkan oleh perancah bambu dan material busa yang digunakan dalam proyek renovasi apartemen.
Menurut polisi, perusahaan konstruksi juga menggunakan lembaran jaring pelindung dan plastik yang tidak memenuhi standar keamanan api. Sejak Maret lalu, pemerintah Hong Kong telah menganjurkan untuk tidak lagi menggunakan perancah bambu dan jaring pelindung demi alasan keamanan.
“Kami memiliki alasan untuk percaya bahwa pihak-pihak yang bertanggung jawab di perusahaan tersebut telah lalai secara serius, yang menyebabkan kecelakaan ini dan membuat api menyebar secara tak terkendali, mengakibatkan korban jiwa yang besar,” kata Eileen Chung, seorang perwira polisi Hong Kong.
Sumber Berita







































































