Polisi Tangani Kasus Penikaman Tukang Ojek Oleh OTK di Paniai

Laporan : Anton

Papua, Poskota.net – Seorang tukang ojek ditikam oleh Orang Tak Dikenal (OTK) di Pelabuhan Aikai, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah, Selasa (16/4/2024) sekitar pukul 10.30 WIT.

Kapolres Paniai AKBP Abdus Syukur Felani, S.I.K saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

Kapolres mengatakan kejadian bermula saat korban bernama Mansyur HY (65) mengantar seorang penumpang dari Pelabuhan Aikai dengan tujuan Kampung Nunubado. Di perjalanan korban melihat sesama pengguna motor yang tiba-tiba hendak ditikam oleh seseorang yang sedang berdiri dipinggir jalan dekat dermaga penyeberangan Aikai, namun berhasil menghindar. Nahasnya, justru Mansyur yang menjadi korban ditikam oleh pelaku.

“Melihat korban ditikam oleh OTK menggunakan pisau sangkur, penumpang ojek langsung turun dan lari,” ucap Kapolres

Setelah kejadian tersebut, korban langsung menuju ke rumah dan meminta istrinya untuk mengecek keadaan punggungnya yang sudah berlumuran darah.

“Akibat aksi penikaman itu, korban mengalami luka di bagian punggung dan harus dilarikan ke RSUD Paniai untuk diberikan pertolongan,” bebernya.

Lebih lanjut, Kapolres mengatakan saat ini kasus penikaman tersebut tengah diselidiki guna mengetahui siapa pelaku penikaman tersebut dan apa motifnya.

“Saat ini Sat Reskrim Polres Paniai masih menyelidiki kasus penikaman tersebut,” tutupnya.(hp/rd)

Polres Yahukimo Lakukan Penyelidikan Kasus Penganiayaan Berat Terhadap Anggota Polri

Laporan : Anton

Papua, Poskota.net – Kepolisian Resor Yahukimo saat ini tengah menyelidiki kasus penganiayaan berat yang dilakukan oleh Orang Tak Dikenal (OTK) terhadap anggota Polisi Polres Yahukimo Bripda Oktovianus Buara di pertigaan jalan sekitar ruko Block B, Jalan Papua, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Selasa (16/4/2024).

Kapolres Yahukimo AKBP Heru Hidayanto, S.Sos., M.M, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

“Bripda Oktavianus ditemukan meninggal dunia yang diduga akibat dianiaya OTK dan rencana jenazah akan dievakuasi ke Jayapura,” kata Kapolres Yahukimo.

Kapolres menjelaskan sekitar pukul 05.30 WIT menerima laporan adanya penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di depan Ruko Blok B Jalan Pasar Baru atau sekitar 200 meter dari Polres Yahukimo, Distrik Dekai Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

“Korban mengalami luka tusukan di sekujur tubuh pada sisi tangan kanan dan kiri, bagian belakang dan luka sobekan pada bagian belakang leher korban, yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Anggota masih melakukan penyelidikan dan melaksanakan olah TKP guna mengungkap kasus tersebut,” tuturnya.

“Atas kejadian itu, terdapat tiga orang sementara diamankan, yakni saudara UH (18), ARH (19) dan RW (21),” imbuhnya.

Lebih lanjut, Kapolres mengatakan beberapa langkah telah dilakukan pihaknya dalam menangani kejadian ini, seperti melakukan penyisiran di area kejadian sebagai upaya pengejaran terhadap pelaku, melakukan lidik dan pendalaman untuk mengungkap pelaku dan motifnya, serta meningkatkan patroli di seputaran kota Dekai.

“Pasca insiden itu, anggota dari Polres Yahukimo dan Satgas Damai Cartenz melakukan penyisiran dan mengamankan tiga orang di sekitar lokasi. Ketiganya lalu dibawa ke Mapolres Yahukimo untuk dimintai keterangan,” terangnya.(hp/rd)

Gegara Informasi Masyarakat, Polres Jayapura Berhasil Gerebek Arena Judi Sabung Ayam

Laporan : Anton

Papua, Poskota.net – Tim gabungan dari Polres Jayapura berhasil menggerebek arena judi sabung ayam yang beroperasi di Komplek BTN Ariau Hawai Sentani, Kabupaten Jayapura,(11/4).

Penggerebekan dilakukan setelah mendapat informasi dari masyarakat terkait keberlangsungan praktik perjudian tersebut, yang berlangsung pada hari kedua Idul Fitri 1445 H.

Kapolres Jayapura, AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen, S.IK., MH, melalui Kasat Reskrim AKP Sugarda A.B Trenggoro, S.TK., MH, menjelaskan bahwa penggerebekan dilakukan setelah mendapat informasi dari masyarakat.

“Dari hasil penggerebekan, terbukti bahwa ada aktivitas perjudian sabung ayam di lokasi tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kasat Reskrim mengungkapkan bahwa dalam penggerebekan tersebut berhasil diamankan empat orang warga yang diduga terlibat, dengan inisial W (41), U (21), D (23), dan A (54). Mereka saat ini masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.

“Tidak hanya itu, kami juga berhasil menyita delapan ekor ayam yang diduga digunakan dalam kegiatan perjudian tersebut,” tutup Kasat Reskrim.

Penggerebekan ini menunjukkan komitmen Polres Jayapura dalam memberantas praktik perjudian yang meresahkan masyarakat. Kapolres Fredrickus juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan langkah-langkah tegas untuk menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah hukum Polres Jayapura.(hp/rd)

Pasca Sebby Sambom dan 2 WNA menyusup Ilegal ke Pegunungan Oksibil Papua, OPM Bunuh Satu warga dan Dua Orang Lainnya luka Tembak

Laporan : Anton

Papua, Poskota.net – Sebby Sambom, Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) bersama 2 WNA tertangkap kamera  video telah menyusup lintas negara masuk wilayah Papua di awal 2024. Sebuah video tertanggal 9 Maret 2024 muncul dengan visual kegiatan sejumlah anggota OPM menyambut kedatangan Sebby Sambom dan 2 WNA di Tanah Papua, tepatnya di wilayah Oksibil, Kampung Mimin Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Dalam rekaman video tersebut, terlihat jelas keinginan OPM untuk merdeka, menyerang Aparat Keamanan serta melawan NKRI. Keinginan tersebut diteriakkan oleh para anggota OPM dan terdengar jelas dalam rekaman video.

Melalui penyusupan Sebby Sambom dan 2 WNA ke wilayah Papua, telah menyebabkan munculnya dua insiden berdarah di pihak masyarakat Papua. Insiden pertama, telah terbunuhnya seorang warga Orang Asli Papua (OAP) atas nama Timotius Kasipmabin, akibat tembakan anggota OPM Kodap XXXV Bintang Timur, pada hari Senin tanggal 8 April 2024 sekitar pukul 21.00 WIT di Kampung Modusit, Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang Papua Pegunungan. Alm. Timotius Kasipmabin merupakan anggota Satpol PP Kab. Pegunungan Bintang, dan merupakan anak Kepala Suku dari Marcel Kasilmabin.

Insiden berikutnya, di lokasi yang berbeda, tepatnya di Kios, Jembatan Yersey Mersey, Jl. Kago-Kimak, Kampung Kago, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, telah terjadi aksi penembakan yang dilakukan oleh Orang Tidak diKenal (OTK), diduga OPM Kabupaten Puncak, terhadap Sdr. Pampang (masyarakat pendatang/Suku Toraja) dan seorang OAP atas nama Sdr. Nortinus Tabuni. Akibat aksi penembakan tersebut, Sdr. Pampang mengalami luka tembak pada kepala bagian kanan dan saat ini dalam kondisi kritis. Sedangkan, Sdr. Nortinus Tabuni mengalami luka tembak akibat rekoset munisi pada bagian pinggang sebelah kiri dan dalam kondisi sadar. Hingga kini, posisi kedua korban tembakan masih dalam penanganan medis pihak RSUD Ilaga.(rd)

Satgas Damai Cartenz Berhasil Lumpuhkan 2 KKB Kelompok Yotam Bugiangge di Yahukimo. Inilah Catatan Kriminalnya

Laporan : Anton

Papua, Poskota.net – Satgas Operasi Damai Cartenz-2024 Wilayah Yahukimo berhasil melumpuhkan 2 anggota KKB aktif kelompok Kopi Tua Heluka dan kelompok Yotam Bugiangge pada Kamis, 11 April 2024 di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Kaops Damai Cartenz 2024 Kombes Pol. Dr. Faizal Ramadhani saat dikofirmasi mengatakan, KKB yang pertama berhasil dilumpuhkan aparat adalah Afrika Heluka, anggota KKB aktif kelompok Yahukimo pimpinan Kopi Tua Heluka.

“KKB Aktif Afrika Heluka merupakan DPO kasus penembakan anggota Polres Yahukimo atas nama Brigpol Usdar yang menyebabkan korban meninggal dunia pada 29 November 2022, penembakan terhadap anggota Brimob Satgas Preventif Operasi Damai Cartenz 2022 yang menyebabkan 1 personel meninggal dunia dan 1 personel mengalami luka berat pada 30 November 2022, penembakan Mako Polres Yahukimo pada 30 Desember 2022, penyerangan Dandim 1715/Yahukimo yang menyebabkan 1 orang anggota TNI meninggal dunia pada 1 Maret 2023 dan penembakan pesawat Trigana Air B737 PK-YSC pada 11 Maret 2023, serta ” ungkap Faizal

Sementara itu, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2024 AKBP Dr. Bayu Suseno saat dimintai keterangan menerangkan bahwa KKB aktif kedua yang berhasil dilumpuhkan adalah Toni Wetapo alias Toni Giban, anggota KKB aktif kelompok Yahukimo pimpinan Yotam Bugiangge.

“Sedangkan KKB aktif yang kedua bernama Toni Wetapo alias Toni Giban yang termasuk dalam kelompok KKB Yotam Gwijangge. Yang bersangkutan diduga terlibat pembantaian terhadap masyarakat pendulang emas di Kali I pada 16 Oktober 2023 dengan korban masyarakat sipil sebanyak 13 orang meninggal dunia, 1 orang luka-luka dan 2 orang lainnya tidak ditemukan serta terakhir terlibat dalam penembakan Pesawat Wings Air di bandara Nop Goliat Dekai, Yahukimo pada tanggal 17 Februari 2024,” terang Bayu.

Lebih lanjut AKBP Bayu membenarkan adanya penindakan terhadap 2 anggota KKB aktif di kabupaten Yahukimo yakni KKB Afrika Heluka dan Toni Wetapo alias Toni Giban serta pihaknya berhasil mengamankan 6 orang lainnya dari TKP penindakan yang diduga merupakan anggota KKB aktif. Untuk saat ini keenam orang tersebut telah diamankan di posko Operasi Damai Cartenz wilayah Yahukimo untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami juga mengamankan sejumlah barang bukti di TKP penindakan antara lain 5 buah parang, 1 pucuk senapan angin, 2 buah busur panah, 1 bilah pisau dengan gagang berwarna merah, 1 bilah samurai dengan sarung terbuat dari kayu berwarna merah, 1 bilah pisau dan HP berbagi jenis serta aksesoris lainya yang bermotif Bintang Kejora,” jelas Bayu.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz menegaskan bahwa penindakan tersebut merupakan peringatan keras kepada KKB agar menghentikan tindakan-tindakan gangguan keamanan di Tanah Papua.

“Tindakan Satgas Damai Cartenz ini memberikan pesan yang kuat kepada para pelaku kejahatan dalam hal ini KKB bahwa tindakan mereka tidak akan ditoleransi dan akan dihadapi dengan tindakan hukum yang tegas,” tutup Kasatgas Humas.(hp/rd)

Jelang Lebaran, Sat Narkoba Amankan Ratusan Miras Ilegal Di Abepura

Laporan : Anton

Papua, Poskota.net – Jelang hari raya Idul Fitri Sat Narkoba Polresta Jayapura Kota amankan ratusan miras ilegal yang di jual di pinggiran jalan dengan kode “ada-ada” di wilayah Abepura, (08/04/2024).

Tentu, berikut ini narasi yang telah diperbaiki dengan lebih rapi:

“Kegiatan penertiban miras ilegal dipimpin langsung oleh AKP Irene Aronggear, Kasat Narkoba Polresta Jayapura Kota, bersama dengan timnya,” ungkapnya.

AKP Irene menjelaskan bahwa penertiban tersebut dilakukan atas perintah langsung dari Kapolresta Jayapura Kota, yang mengkhawatirkan penyebaran miras ilegal di wilayah tersebut.

“Dari malam hingga subuh, kami berhasil mengamankan 790 miras ilegal di wilayah Abepura, dan satu orang penjual dengan inisial A,” ujar AKP Irene.

Selain itu, barang bukti yang diamankan termasuk berbagai jenis miras seperti Anggur Api, Kawa Kawa, Anggur Merah Gold, hingga berbagai jenis bir dan minuman beralkohol lainnya dalam jumlah yang cukup besar.

“Ibu Irene menegaskan bahwa pelaku beserta barang bukti sudah diamankan ke Mapolresta Jayapura Kota untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” tambahnya.

“AKP Irene juga menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan dan ketertiban menjelang Hari Raya Lebaran, serta memastikan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap pelaku penjualan miras ilegal demi menjaga kondusifitas kamtibmas di Kota Jayapura,” tutupnya.(hp/rd)

Kebiadaban KKB di Yahukimo, Bunuh 2 Warga Pendatang

Laporan : Anton

Papua, Poskota.net – Dalam kurun waktu kurang lebih dua minggu terakhir, serangkaian aksi kejahatan telah dilakukan KKB yang menyebabkan hilangnya nyawa masyarakat sipil di Papua. Di antaranya adalah pembunuhan 2 warga sipil asal Toraja, Sulawesi Selatan di Kabupaten Yahukimo

Kepada awak media, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2024 AKBP Dr. Bayu Suseno, S.H., S.I.K, M.M., M.H. mengungkapkan rincian 2 kejadian tersebut.

“Kejadian yang pertama tanggal 30 Maret 2024 dengan korban atas nama Jhonsep Salempang, Laki-laki, usia 23 tahun, pekerjaan sopir pengantar air galon, TKP di sekitar Kompleks Bandara Nop Goliat Dekai. Sedangkan pada kejadian kedua pada tanggal 4 April 2024 yang menjadi korban atas nama Yosep Pulung, Laki-laki, usia 55 tahun, pekerjaan ASN Inspektorat Kabupaten Yahukimo, TKP di depan SD Negeri Dekai, Yahukimo,” jelas Bayu.

Lebih lanjut Kasatgas Humas membeberkan kondisi korban pasca terjadinya 2 aksi penyerangan oleh KKB tersebut.

“Korban pertama atas nama Jhonsep Salempang mengalami luka sabetan di belakang pundak bagian kanan bawah dan luka sabetan di perut bagian depan sebelah kanan hingga ususnya terburai dan meninggal dunia. Sementara korban yang kedua mengalami penikaman pada bagian perut yang pada akhirnya mengakibatkan korban meninggal dunia,” ungkap Bayu

Kaops Damai Cartenz 2024 Kombes Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H. menegaskan bahwa kedua korban sama sekali bukanlah intel TNI maupun Polri seperti yang dituduhkan pihak KKB. Dirinya juga menyayangkan kekejaman yang dilakukan oleh KKB di Kabupaten Yahukimo tersebut.

“Kami sangat berempati terhadap meninggalnya para korban dari 2 kasus tindak pidana pembunuhan yang dilakukan oleh KKB di Kabupaten Yahukimo tersebut. Kami tegaskan bahwa kedua korban sama sekali bukan intel TNI atau Polri seperti tuduhan KKB. Sampai dengan saat ini kami masih terus melakukan pengejaran dan penyelidikan guna mengungkap para pelaku pembunuhan tersebut,” Jelas Faizal.(hp/rd)

KKB Eksekusi Mati Satu Kepala Kampung di Pegunungan Bintang

Laporan : Anton

Papua, Poskota.net – Pada Senin malam, 8 April 2024 pukul 21.05 WIT, dilaporkan telah terjadi tindak pidana pembunuhan oleh KKB Kodap XXXV/Bintang Timur pimpinan Ananias Ati Mimin di Kampung Modusit, Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Adapun identitas korban yaitu Timo Kasipmabin, usia 45 tahun yang sehari-hari bertugas sebagai Kepala Kampung Modusit sekaligus Satpol PP Kabupaten Pegunungan Bintang dengan modus pembunuhan KKB mencurigai korban sebagai mata-mata yang membantu aparat keamanan dalam menumpas 5 anggota KKB di wilayah tersebut sepanjang tahun 2024.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2024 AKBP Dr. Bayu Suseno, S.H., S.I.K, M.M., M.H. membenarkan adanya kejadian pembunuhan tersebut.

“Ya, berdasarkan informasi yang kami terima, telah terjadi pembunuhan terhadap seorang Kepala Kampung atas nama Timo Kasipmabin oleh KKB pimpinan Ananias Ati Mimin di Kampung Modusit, Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang” ujar Bayu.

Bayu juga menegaskan bahwa korban bukanlah seorang mata-mata aparat.

“Kami tegaskan bahwa korban sama sekali bukanlah mata-mata aparat. KKB memang biadab, mereka mencari-cari alasan agar bisa membunuh sesuka hati. Korban difitnah sebagai mata-mata padahal tujuan mereka hanyalah menghabisi sesama OAP itu sendiri,” tegas Bayu.

Kasatgas Humas kemudian menyatakan bahwa aparat keamanan di Kabupaten Pegunungan Bintang masih terus bersiaga setelah dilaporkannya kejadian tersebut

“Pasca terjadinya pembunuhan tersebut, aparat keamanan baik TNI maupun Polri masih terus bersiaga guna meningkatkan kewaspadaan dan keamanan di Kabupaten Pegunungan Bintang,” jelas Kasatgas Humas.

Kaops Damai Cartenz 2024 Kombes Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H. menambahkan bahwa kekejaman KKB di Distrik Serambakon tersebut menambah daftar panjang aksi pembunuhan KKB terhadap masyarakat sipil termasuk Orang Asli Papua (OAP).

“Perlu diketahui bahwa kasus ini menambah daftar panjang pembunuhan yang dilakukan oleh KKB terhadap warga sipil baik Orang Asli Papua maupun masyarakat non-Papua setelah dalam kurun waktu kurang lebih 2 minggu terakhir serangan mereka telah menewaskan 3 warga sipil di Yahukimo dan Intan Jaya,” Jelas Faizal.

Mengakhiri pernyataannya, Kaops Damai Cartenz menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya masyarakat yang menjadi korban kekejaman KKB tersebut serta akan terus melakukan pengejaran guna mengungkap kejahatan pelakun pembunuhan tersebut.

“Kami turut prihatin dan berduka cita atas meninggalnya korban akibat serangan KKB di Kabupaten Pegunungan Bintang ini. Dan tentu saja pihak kami akan terus melakukan investigasi dan pengejaran terhadap para pelaku pembunuhan tersebut,” pungkas Faizal.(hp/rd)

Diserang KKB, 2 Warga Sipil Tertembak di Ilaga

Laporan : Anton

Papua, Poskota.net – Pada tanggal 9 April 2024, sekitar pukul 14.52 WIT, telah terjadi insiden penembakan terhadap dua warga sipil di kios jembatan Yesey Mersey, Kampung Kago, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz AKBP Dr. Bayu Suseno, S.H., S.I.K, M.M., M.H. dalam keterangan resminya menjelaskan kronologi kejadian tersebut.

“Korban bernama Pampang mengalami luka tembak pada bagian kepala sebelah kanan dan saat ini dalam kondisi kritis di RSUD Ilaga. Sementara, satu warga asli Papua bernama Nortinus, mengalami luka akibat rekoset peluru pada pinggang sebelah kiri dan kondisinya stabil setelah mendapatkan perawatan medis di RSUD Ilaga,” ujar Bayu.

Kasatgas Humas menambahkan bahwa sampai saat ini, pihaknya akan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan.

“Kami masih terus melakukan penyelidikan intensif dengan melakukan olah TKP guna mengumpulkan bukti-bukti terkait serta melakukan pengejaran terhadap para pelaku penembakan,” tambah Kasatgas.

Kaops Damai Cartenz Kombes Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H. menyayangkan aksi KKB yang terus memberi teror kepada masyarakat.

“Kami sangat menyayangkan insiden penembakan yang dilakukan oleh KKB terhadap warga sipil dan aparat. Tindakan ini tidak dapat dibenarkan. Kami berkomitmen untuk terus melakukan upaya penegakan hukum serta menangkap para pelaku,” pungkas Faizal.(hp/rd)

Inilah Identitas Korban Serangan KKB di Intan Jaya dan Yahukimo

Laporan : Anton

Papua, Poskota.net – Pasca penyerangan terhadap pos keamanan Bank Papua di Intan Jaya oleh Kelompok yang diduga KKB wilayah Intan Jaya pimpinan Undius Kogoya, terdapat 2 masyarakat menjadi korban, (08/04).

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2024 AKBP Dr. Bayu Suseno, S.H., S.I.K, M.M., M.H. menjelaskan kejadian tersebut berawal dari upaya pihak KKB membebaskan Bui Wonda alias Bossman Wenda yang sebelumnya berhasil diamankan oleh Satgas Gakkum Operasi Damai Cartenz terkait senjata dan amunisi.

“Akibat penyerangan yang dilakukan oleh KKB tersebut, dua warga dilaporkan tertembak dan telah dievakuasi ke Puskesmas Bilogai untuk mendapatkan pertolongan medis,” ujar Bayu.

Bayu kemudian menyebutkan identitas korban yaitu Nando Duwitau, berusia 12 tahun yang dinyatakan meninggal dunia, serta Nopina Duwitau, 6 tahun, yang mengalami luka tembak di tangan sebelah kiri.

“Korban Nando Duwitau telah dibawa oleh keluarganya ke Gereja Agape Kampung Wandoga untuk disemayamkan, sementara korban Nopina Duwitau masih berada di Puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” jelas Kasatgas Humas.

Kaops Damai Cartenz 2024 Kombes Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H. menambahkan bahwa kekejaman KKB tidak hanya dilakukan terhadap aparat keamanan namun juga dilakukan terhadap masyarakat sipil.

“Perlu diketahui bahwa dalam kurun waktu seminggu terakhir telah terjadi penusukan yang dilakukan oleh KKB Kelompok Elkius Kobak dan Yotam Bugiangge yang berada di Yahukimo dan mengakibatkan dua orang masyarakat sipil meninggal dunia,” Jelas Faizal.

Lebih lanjut Kasatgas humas menjelaskan kejadian yang pertama tanggal 30 April dengan korban atas nama Jhonsep Salempang, Laki-laki, usia 23 tahun, pekerjaan sopir pengantar air galon di seputaran Kompleks Bandara Nop Goliat Dekai. Sedangkan pada kejadian kedua yang menjadi korban atas nama Yosep Pulung, Laki-laki, usia 55 tahun, pekerjaan ASN Inspektorat Kabupaten Yahukimo di depan SD Negeri Dekai, Yahukimo.

Mengakhiri pernyataannya, Kasatgas Humas menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya masyarakat yang menjadi korban kekejaman KKB.

“Kami turut prihatin atas jatuhnya korban jiwa dari masyarakat sipil akibat serangan KKB yg membabi buta. Kami akan terus memberikan dukungan untuk para korban dengan segera melakukan investigasi secara intensif agar kasus ini segera terungkap dengan terang” pungkas Bayu.(hp/rd)