KKB Kembali Beraksi di Kabupaten Puncak, Satu Orang Anggota TNI Tertembak

Laporan: Anton

Papua//Poskota.net – Bertempat di Kampung Yenggemok, Distrik Gome, Kabupaten Puncak telah terjadi penembakan terhadap Aparat TNI-Polri yang diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata Pimpinan Numbuk Telenggen, Minggu (13/11).

Penembakan yang terjadi sekitar pukul 11.37 WIT tersebut dilakukan saat Aparat TNI-Polri sedang melaksanakan Patroli dan cipta kondisi di sekitaran Distrik Gome, Kabupaten Puncak dan terdengar arah tembakan dari Bukit Tepuk.

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2022 Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, S.H membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan gangguan tersebut kemudian direspon aparat dengan memberikan tembakan balasan sehingga terjadi kontak tembak antara Aparat TNI-Polri dengan Kelompok KKB tersebut.

“Akibat penyerangan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata Pimpinan Numbuk Telenggen, seorang anggota TNI terkena tembakan dibagian paha kanan sehingga dengan cepat personel mengevakuasi korban ke Puskesmas Ilaga,” jelasnya.

Kombes Pol Kamal melanjutkan, setelah mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Ilaga, Korban kemudian dilarikan menuju Bandara Ilaga untuk bergeser ke Kabupaten Mimika guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

“Untuk korban dalam keadaan sadar dan telah dievakuasi menggunakan Helikopter Kadal milik TNI AU untuk dilanjutkan penanganan medis di Rumah Sakit Timika,” ujar Kasatgas Humas.

Diakhir penyampaiannya, ia mengatakan bahwa pelaku penembakan masih dalam penyelidikan dan pengejaran, dugaan aksi ini dilakukan oleh KKB Pimpinan Numbuk Telenggen.

Polres Puncak Dalami Kasus Pembakaran Bangunan Pos Polisi di Tanjakan Lapar, Kabupaten Puncak

Laporan: Anton

Papua//Poskota.net – Telah terjadi pembakaran terhadap Pos Polisi yang sementara sedang dalam tahap pembangunan, di Tanjakan Lapar, Kabupaten Puncak, Minggu (13/11).

Pembakaran tersebut diduga dilakukan oleh Kelompok KKB Kepala Air Pimpinan Jecky Waker sekitar pukul 21.05 atas keterangan salah satu informan.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, S.H saat dimintai keterangan, membenarkan kejadian tersebut.

Kabid humas menjelaskan bahwa pada pukul 20.55 WIT terdengar suara letusan senjata api jenis Revolver sebanyak 2 kali dari arah Pos Polisi yang sementara dibangun tersebut.

Lanjutnya, kemudian sekitar pukul 21.05 WIT Kapolsek Ilaga mendapat informasi dari seorang informan melalui telefon bahwa Pos Polisi tersebut sedang di bakar oleh kelompok KKB kemudian dengan cepat Kapolsek bersam anggotanya menuju TKP untuk mengecek kebenaran informasi tersebut.

“Saat Kapolsek bersama anggotanya tiba, tidak ditemui adanya pembakaran seperti yang diinfokan sehingga setelah mengecek keadaan sekitar, Personel balik ke Polsek,” ucapya.

Kombes Pol Kamal menjelaskan, keesokan paginya sekitar pukul 08.30 Wakapolres Puncak bersama personel menuju TKP untuk kembali mengecek informasi yang diberikan.

“Setibanya di TKP, Wakapolres bersama personel kemudian melihat adanya indikasi dilakukan pembakaran terhadap Pos Polisi yang sedang dibangun tersebut, karena ditemukan pohon ranting berserakan dalam keadaan terbakar berada di dalam Pos,” ungkap Kabid Humas.

Ia mengatakan, Pospol tersebut tidak ikut terbakar dikarenakan api yang tidak membesar sehingga kondisi bangunan masih dalam keadaan utuh.

Tidak hanya itu, pada lokasi tersebut juga ditemukan 1 buah parang, kertas yang bertuliskan “Dari Nokia : Kalau Mau Cari Nokia Cari Di Atas” serta jejak kaki yang diduga milik Pok KKB.

“Diduga Pok KKB yang melakukan pembakaran tidak terima dengan ada nya pospol yang di bangun di kompleks Pancuran Tanjakan lapar yang menjadi akses perlintasan Pok KKB tersebut,” jelas Kabid Humas.

Kabid Humas menyampaikan bahwa aparat Kepolisian akan segera melakukan pengembangan kasus serta patroli disekitar TKP agar mengantisipasi adanya aksi serangan dan menutup pergerakan KKB agar tidak masuk ke dalam Kota Illaga.

 

Polisi Bekuk Pelaku Curas di Jalan Baru, BB Milik Korban Turut Diamankan

Laporan: Anton

Papua//Poskota.net – Tim Opsnal Polsek Abepura dipimpin Kanit Reskrim Ipda Aditama Tantowi M.K, S.Tr.K berhasil membekuk seorang pria berinisial RG (40) atas Perkara Pencurian dengan Kekerasan (Curas), ia tak berkutik saat diamankan di Terminal Mesran Distrik Jayapura Selatan, Jumat (11/11) siang.

Saat dikonfirmasi, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Dr. Victor D. Mackbon, S.H., S.IK., M.H., M.Si melalui Kapolsek Abepura AKP Soeparmanto, S.H membenarkan penangkapan terhadap RG tersebut.

Kapolsek mengatakan, penangkapan RG berdasarkan hasil penyelidikan unit reskrimnya atas Laporan Polisi Nomor : LP / 877 / XI / 2022 / Papua / Resta Jpr Kota / Polsek Abepura, tanggal 8 November 2022 tentang Curas terhadap korban bernama Mevalisa Marlin (25) warga Jalan Baru.

“RG berdarah hasil penyelidikan diduga kuat merupakan pelaku curas yang beraksi pada Selasa 8 November lalu sekitar Pukul 04.00 WIT, dimana ia masuk ke dalam rumah korban yang sedang tertidur, kemudian korban kaget dan pelaku mengancam korban menggunakan parang agar tidak berteriak,” terangnya.

Lebih lanjut kata Kapolsek, setelah mengancam korban kemudian pelaku meminta uang namun korban mengatakan tidak ada, melihat handphone milik korban berupa Iphone 14 Promax dan Jam Tangan kemudian pelaku langsung mengambilnya dan kabur meninggalkan TKP.

“Kini RG telah mengakui perbuatannya tersebut melalui pemeriksaan dan sudah diamankan di Mapolsek Abepura guna pemeriksaan lebih lanjut atas perbuatannya tersebut. Ia pun akan tetap dilakukan proses hukum sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegas Kapolsek.

Kapolsek menambahkan, barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan pelaku berupa 1 (satu) Unit HP Warna Putih Merk iPhone 14 Pro Max dan 1 Buah Jam Tangan Warna Putih Merk Alexander Crhistie beserta 1 Buah senjata tajam Jenis Parang / Golok yang digunakan pelaku.

“Atas Perbuatannya tersebut Pelaku disangakakan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dengan ancaman hukuman penjara paling lama 9 tahun penjara,” pungkas Kapolsek.

 

KKB Kembali Berulah Serang dan Bakar Camp Mining 81, Pegunungan Bintang

Laporan: Anton

Jayapura – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua kembali berulah, kali ini melakukan penyerangan dan pembakaran lokasi camp mining 81 Kampung Kawe Distrik Awimbon Kabupaten Pegunungan Bintang Sabtu (05/11) sekitar pukul 18.00 WIT.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, S.H saat dihubungi via Whatsapp pada Minggu (06/11) membenarkan kejadian tersebut.

“Tadi malam sekira pukul 18.00 WIT, kami mendapat laporan bahwa telah terjadi penyerangan dan pembakaran oleh Kelompok Kriminal Bersenjata di Kampung Kawe Kabupaten Pegunungan Bintang,” ucap Kabid Humas.

Kabid Humas menjelaskan bahwa pelaku adalah kelompok Bocor Sobolim dari Yahukimo yang mana lokasi TKP bersebelahan dengan TKP sebelumnya yang mana salah satu pekerja dipenggal kepalanya.

“Pelaku yang melakukan pembakaran tersebut adalah kelompok Bocor Sobolim dari Yahukimo, dan lokasi TKP bersebelahan dengan TKP sebelumnya yang mana salah satu penambang dipenggal kepalanya,” ungkap Kombes Kamal.

Lebih lanjut, Kombes Kamal mengatakan bahwa dari kejadian tersebut terdapat satu korban jiwa an. Rolmo Aldus Tuenoa (29).

“Korban mengalami luka sabetan sajam pada pergelangan tangan hingga putus dan menyebabkan korban kehabisan darah,” jelas Kombes Kamal.

Sementara untuk korban meninggal dunia, kata Kamal, saat ini sudah di evakuasi ke Tanah Merah Kabupaten Boven Digoel.

“Saat ini korban dan saksi-saksi di evakuasi ke Tanah Merah Kabupaten Boven Digoel, selanjutnya para saksi akan dimintai keterangan,” tandasnya.

Kabid Humas menerangkan saat ini situasi di Kabupaten Pegunungan Bintang relatif aman dan kondusif.

“Situasi di Kampung Kawe Kabupaten Pegunungan Bintang relatif aman don kondusif, personel gabungan terus meningkatkan penjagaan dan patroli,” pungkasnya.

 

Polisi Kawal Ketat Pemindahan DPO Napi Yentinus Kogoya ke Wamena Jayawijaya

Laporan: Anton

Papua//Poskota.net – DPO Narapidana (Napi) Yentinus Kogoya alias Leher Bolong tiba di Bandara Wamena Kabupaten Jayawijaya. DPO Lapas Wamena ini dipindahkan dari RSUD Yahukimo menuju Wamena menggunakan Pesawat Trigana Air PK- YSP, Rabu (2/11/22).

Dalam pemindahannya, tersangka DPO Lapas Wamena ini dikawal ketat oleh anggota Satgas Ops Damai Cartenz yang dipimpin oleh Iptu Hendra Wahyudi, SH. Tersangka tiba di Bandara Wamena pada pukul 13.30 WIT.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal, SH saat dikonfirmasi mengatakan tersangka tiba dibandara di Wamena dengan aman dan lancar. Selanjutnya, DPO Napi Yentinus Kogoya ini kembali di bawa menuju Lapas kelas II B Wamena.

“Kita serahkan DPO Napi ini ke Lapas kelas II B Wamena untuk menjalani proses hukum yang seharusnya Dia Jalani,” ungkap Kombes Kamal.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan bahwa tersangka Yentinus Kogoya terlibat beberapa kasus. diantaranya berperan sebagai penyuplai Bahan makanan KKB dan koordinator penarikan Upeti kepada para penambang dan juga merupakan Pok KKB Yahukimo pimpinan Tendinus Wijangge yang sempat melarikan diri.

“Proses penyerahan ditandai dengan berita serah terima. Dan untuk saat ini tersangka sudah di tahan di Lapas II B Wamena. Selanjutnya tersangka menjalani proses hukum sesuai dengan perbuatannya,” pungkas Kabid Humas.

Polisi Selidiki Penemuan Mayat Laki-laki Tanpa Identitas di Pantai Naomi

Laporan: Anton

Papua//Poskota.net – Kepolisian Resor Nabire saat ini tengah mendalami kasus penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki tanpa identitas yang berada di temukan di Pantai Naomi, Kabupaten Nabire, Selasa (01/11).

Sekitar pukul 08.00 WIT, sesosok mayat tersebut ditemukan oleh dua pemuda yang tidak diketahui identitasnya kemudian melaporkan kepada Ibu Erni Susana Mawane (44).

Mendengar informasi tersebut, kemudian Ibu Erni memanggil Kepala Kamung yakni Ibu Fransina (46) untuk memastikan informasi tersebut benar atau tidak.

Tidak lama kemudian, Ibu Fransina bersama Ibu Erni dan masyarakat sekitar hendak memastikan di Pantai Naomi, namun ternyata benar informasi yang disampaikan dua pemuda tadi bahwa terdapat sebuah mayat yang tergeletak dan segera melaporkannya kepada pihak Penjagaan Polres Nabire.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, S.H saat dimintai keterangan juga membenarkan penemuan tersebut.

Kabid Humas mengatakan bahwa pada pukul 08.17 Wit Setelah menerima laporan dari warga, Piket Pawas yang di pimpin oleh Iptu Jefri loso dan Ipda Zulkifli Kawi beserta piket Fungsi tiba di TKP, untuk melakukan pengamanan dan oleh TKP oleh Anggota piket Fungsi Sat Reskrim.

“Saat ditemukan, mayat dalam posisi terlentang dengan menggunakan pakaian kaos olahraga berwarna hijau yang bertuliskan SMP N 6 Nabire dan menggunakan celana pendek abu-abu,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, mayat tersebut setelah dilakukan penggeledahan tidak ditemukan identitas apapun selain baju yang bertuliskan nama sekolah tersebut.

“Tidak tunggu lama, mayat setelah dilakukan penggeledahan kemudian dibawa menuju RSUD Nabire untuk segera dilakukan Visum agar dapat diketahui penyebab kematiannya,” ucap Kombes Pol Kamal.

Polres Yahukimo Amankan Yentinus Kogoya DPO Narapidana Kepemilikan Amunisi yang Kabur dari Lapas Wamena

Laporan: Anton

Papua//Poskota.net,– Tim gabungan Polres Yahukimo dan Satgas Damai Cartenz berhasil mengamankan DPO narapidana an. Yentinus Kogoya alias Kumis Kogoya yang melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wamena.

Yentinus Kogoya ditangkap di Depan Toko Emas Himalaya, Jalan Pemukiman Jalur 1 Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Senin (31/10/2022), sekitar pukul 07.47 WIT.

Adapun yang menjadi dasar hukum penangkapan Yentinus Kogoya alias Kumis terkait tindak pidana pasal I Ayat (I) UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 dan Laporan Polisi Nomor: LP/67/XI/2021/Papua/Res Yahukimo tanggal 02 November 2021. Serta permohonan bantuan penangkapan narapidana an. Yentinus Kogoya dan Yaluk Heluka dengan No : W30.Ef.PK.01.02-21 tertanggal 13 Juni 2022 yang kabur dari lapas Wamena tanggal 13 Juni 2022.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal saat dihubungi Senin siang membenarkan penangkapan itu. Ia mengatakan bahwa penangkapan dilakukan tim gabungan setelah mendapat laporan dari masyarakat.

“Setelah menerima laporan dari masyarakat, tim gabungan kemudian bergerak ke Jalan Pemukiman Jalur 1 Distrik Dekai, dan melakukan penangkapan terhadap pelaku,” kata Kombes Kamal.

Saat akan diamankan, kata Kamal, Yentinus Kogoya alias kumis melakukan perlawanan kepada petugas, sehingga anggota mengeluarkan tembakan peringatan namun tidak diindahkan selanjutnya anggota melumpuhkan DPO dengan tembakan terukur kearah lutut sebelah kanan dan kiri.

“Saat ini Yentinus Kogoya alias kumis sudah dievakuasi ke RSUD Yahukimo, untuk mendapat perawatan medis,” ujarnya.

Kabid Humas menjelaskan, Yentinus Kogoya alias Kumis Kogoya merupakan DPO narapidana Lapas Wamena yang melarikan diri pada tanggal 13 Juni 2022, bersama narapidana an. Yaluk Heluka.

“Yentinus Kogoya ditangkap oleh personel gabungan Polres Yahukimo dan Satgas Nemangkawi pada tanggal 02 November 2021 lalu, kemudian kasusnya telah di limpahkan ke Kejaksaan Negeri Jayawijaya dan Yentinus Koyoga telah disidang mendapatkan Vonis hukuman 1 tahun 3 bulan,” ucapnya.

Direncanakan pada Rabu, 2 November 2022, Yetinus Kogoya alias Kumis akan diberangkatkan ke Kabupaten Wamena guna proses lebih lanjut.

“Pasca penangkapan, situasi kamtibmas di Kabupaten Yahukimo aman kondusif. Aktifitas masyarakat berjalan seperti biasa,” pungkas Kombes Kamal.

Konvoi Acungkan Pedang, Enam Remaja Diamankan Polisi di Teluknaga

Laporan: Erwin Silitonga

“Saat melintas di Jalan Raya Teluknaga, anggota mendapati enam pelaku menggunakan dua sepeda motor berboncengan 3 dengan mengeluarkan senjata tajam jenis pedang,” terang Kapolres. Minggu (30/10) dalam keterangannya

TANGERANG //poskota.net  – Kepolisian Sektor (Polsek) Teluknaga, Polres Metro Tangerang Kota menangkap enam remaja yang mengacungkan pedang saat konvoi di Jalan Raya Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Banten.

Remaja usia belasan itu didapati membawa senjata tajam (sajam) dalam operasi dan patroli mobile antisipasi terjadinya tawuran. Minggu, (30/10/2022) dini hari.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan para remaja tersebut diduga hendak melakukan tawuran dengan menggunakan senjata tajam pedang sepanjang satu meter. Konvoi menggunakan 2 sepeda motor.

“Saat melintas di Jalan Raya Teluknaga, anggota mendapati enam pelaku menggunakan dua sepeda motor berboncengan 3 dengan mengeluarkan senjata tajam jenis pedang,” terang Kapolres. Minggu (30/10) dalam keterangannya.

Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 02.30 WIB, keenam pelaku yang diamankan yakni N (19), MYA (17), A (17), NF (17), MN (18) dan SN (17).

Mereka selanjutnya di bawa ke Polsek Teluknaga berikut barang bukti guna pengusutan dan pemeriksaan lebih lanjut.

“Karena membawa senjata sajam, salah satu remaja kita proses hukum, dengan memanggil orang tua dan pihak sekolah oleh unit PPA. tentunya dengan melibatkan PPTP2A dan Bapas atau Balai Pemasyarakatan,” tutup Zain.

Sapu Bersih Narkoba,; LAN Kota Tangerang Dukung Pemecatan Empat Polisi

Laporan Juniardi

TANGERANG- // Poskota.net. Empat anggota polisi Polres Metro Tangerang Kota diberhentikan dengan tidak hormat (PTDH), karena penyalagunaan narkoba.

Hal itu mendapat reaksi cepat dari Ketua Lembaga Anti Narkotika Kota Tangerang, Helmy Halim, saat dimintai tanggapannya mengenai hal itu, Kamis ( 27/10).

Menurut Helmy, penyalagunaan narkoba di Kota Tangerang harus disapu bersih, dan langkah Polres Metro Tangerang yang memecat anggotanya adalah langkah konkrit dalam memberantasan narkoba.

” Langkah Kapolrestro, sangat tepat, ini patut di apresiasi, karena pemberantasan narkoba, harus disemua lini, apalagi anggota Polisi, yang memamg menjadi pengayom masyarakat,” tegas Helmy.

Helmy juga, akan mendesak Kapolrestro untuk melakukan test urine kepada seluruh anggotanya, untuk melihat anggota polisi bersih dari narkoba.

Diketahui, keempat polisi yang dipecat itu, yakni Brigadir Yerisha Manurung anggota Polsek Sepatan, Briptu Adhytia anggota Polsek Tangerang, Bripka Andi Randika anggota Polsek Benda dan Bripka Sahlani anggota Polsek Ciledug.

Mereka dipecat lantaran melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika dan lari dari tugas.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan, Pemberhentian tidak dengan hormat atau PTDH terhadap empat anggotanya dilaksanakan pada hari ini, Kamis 27 Oktober 2022 saat apel pagi.

“Tiga orang terlibat tindak penyalahgunaan narkoba dan satu anggota karena disersi terkait kedinasan, karena tidak masuk selama 30 hari berturut-turut dan dilakukan secara berulang,” bebernya. Kamis (27/10) usai apel.

Zain mengungkap, Ini adalah bentuk dari ketegasan Polri sesuai arahan presiden RI Joko Widodo dan Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo. Keputusan tersebut berdasarkan hasil Dewan pertimbangan karier Polda Metro Jaya bahwa empat orang tersebut tidak layak untuk meneruskan kariernya sebagai anggota polri.

“Keputusan ini sudah kita terima dan sudah disampaikan kepada keluarga masing-masing,” tukasnya.

Kapolres menegaskan, PTDH anggotanya menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi seluruh jajaran agar selalu melakukan pengawasan dan pembinaan kepada anggota supaya tidak terjadi lagi di kemudian hari.

“Saya mengimbau dan mengingatkan kepada seluruh anggota untuk dapat melakukan perubahan dan introspeksi diri. supaya tidak melakukan hal yang dapat merusak citra polri di mata masyarakat,” tegasnya.

Tim Humas LAN Kota Tangerang
Abdul Rohman
081319330763

Polisi Amankan Satu Pelaku Perampokan dan Penyerang Anggota Koramil di Dogiyai

Laporan: Anton

Papua//Poskota.net,– Polisi berhasil mengamankan salah satu pelaku berinisial PT kasus perampokan Konter HP dan penganiayaan terhadap anggota Koramil Dogiyai. Pelaku diamankan pada Selasa (25/10) di Jalan Trans Nabire – Enarotali tepatnya di Terminal Moanemani pukul 08.30 WIT.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal saat ditemui di ruangan Media Center Bid Humas Polda Papua, Kamis (27/10) menjelaskan kejadian perampokan dan penganiayaan terhadap anggota koramil terjadi pada, Senin (24/10) pukul 11.30 Wit bertempat di Kompleks Pasar Ikebo, Kabupaten Dogiyai.

“Sekitar pukul 11.20 WIT sekelompok orang yang sedang berkumpul di depan Konter Amelia Cell tiba-tiba datang dan langsung ingin memasuki konter tersebut namun Saksi an. Haswim yang ingin menutup pintu langsung di serang menggunakan alat tajam berupa parang, namun saksi sempat menghindar dan tidak terkena serangan namun sekelompok warga ini berhasil masuk dan merampok seisi Konter,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan sekitar pukul 11.30 WIT Anggota Koramil Moanemani sebanyak 5 Personil mendatangi TKP guna mengecek kejadian tersebut tetapi setibanya di TKP anggota langsung di kejar oleh para pelaku menggunakan senjata tajam berupa parang, tombak dan beberapa sajam lainya.

”Akibat serang itu 1 personil TNI terkena sabetan senjata tajam An. Serma Sukma Doni mengalami luka pada bagian samping kepala sebelah kanan dan luka ringan di bawah dagu luka dan anggota tersebut sempat melakukan perlawanan sehingga dapat menyelamatkan diri,” Kata Kombes Kamal.

Kemudian pada Selasa (25/10), setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan korban penganiayaan diketahui ciri-ciri pelaku, selanjutnya anggota Polres Dogiyai di backup Satgas Preventif Damai Cartenz melakukan penangkapan terhadap salah satu pelaku.

Dikatakan, saat akan diamankan pelaku sempat melakukan perlawanan, namun berhasil diamankan dan dibawa ke Mapolres Dogiyai untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Pelaku PT saat ini sudah dititipkan ke Ruang Tahanan Polres Nabire dalam rangka menghindari adanya dampak gangguan kamtibmas di Kabupaten Dogiyai,” ucapnya.

Dari kejadian tersebut korban pemilik HP mengalami kerugian sekitar Rp. 98.450.0000, dari Handphone yang diambil saat kejadian.

“Situasi Pasca kejadian di Kabupaten Dogiyai saat ini aman kondusif. Aktifitas masyarakat berjalan seperti biasa,” pungkas Kombes Kamal.

Sumber: HPP