RENUNGAN KRISTEN
poskota.net —– siapa saja yang merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga.
Matius 18:4*
Pada Malam Natal tahun 1986, aku tak sabar lagi untuk pergi menghadiri ibadah pukul 11 di gereja bersama keluargaku. Beberapa bulan belakangan adalah masa yang penuh stres bagiku dan istriku.
Kami bekerja keras membangun rumah baru. Kadang kala, kami jadi sulit mencari waktu beristirahat karena harus bekerja di kantor, membangun rumah, dan merawat putri kami yang berusia 5 tahun dan putra kami yang berusia 18 bulan.
Ketika istriku memberi alasan logis mengapa kami sebaiknya tidak pergi ke ibadah malam itu dengan anak-anak kami yang masih kecil, aku marah. Lebih buruk lagi, aku melakukannya di depan anak-anak kami.
Kala amarahku masih bergelegak, putri kami, Monica, mendatangiku dan berkata, “Papa, kita bisa merayakan Natal di sini!” Aku terhenyak!
Maka, kami mengadakan ibadah kecil di rumah dan menyalakan lilin untuk memperingati kelahiran Kristus. Semua yang aku harapkan aku alami di gereja ada tepat di ruang keluarga kami di rumah.
Aku meyakini bahwa berkat yang aku terima malam itu berasal dari Allah melalui putriku. Sejak Malam Natal itu, aku berusaha melihat berkat Allah dalam cara-cara sederhana. Monica menyatakan esensi sejati beribadah kepada Kristus. Kita dapat merayakan kedatangan Kristus di mana pun kita berada.
*Pokok Pikiran:*
Berkat-berkat sederhana dari Allah sering kali adalah yang terbaik.
*Doa:* Allah yang Kudus, terima kasih atas kasih-Mu yang Engkau nyatakan melalui anak-anak. Tolonglah kami mengenali pelajaran apa yang dapat anak-anak berikan kepada kami. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.
*Doa Syafaat:* Anak-anak yang mengajarkan kepada kita tentang Allah.







































































