TANGERANG,poskota.net —- Pimpinan Redaksi (Pimred) Poskota.Net Erwin Silitonga,S.Sos mengaku prihatin atas musibah banjir parah yang melanda kawasan Sibolga dan sekitarnya.
Hal tersebut disampaikan Owner Poskota.Net ini saat melihat hampir seluruh wilayah Sumatra Utara (Sumut) wilayahnya tergenang banjir. Terutama bagi keluarga yang masih tinggal di Sibolga.
“Saya turut prihatin atas musibah banjir yang melanda berbagai daerah Sumut terutama kota kelahiran saya Sibolga,” ungkapnya kepada media online ini, Selasa (25/11/2025).
Untuk itu, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Gaharu Nusantara Bersinar (GNB) Provinsi Banten ini, berharap pemerintah akan merespons cepat dan membantu masyarakat yang terdampak.

” Saya berharap pemerintah akan terus hadir, merespons cepat, dan mengambil tindakan nyata untuk membantu masyarakat yang terdampak,” imbuhnya.
Ditambahkannya banjir yang melanda sekitar Sibolga saat ini cukup parah, banyak rumah hanyut akibat air yang cukup dalam. Warga juga mengungsi ada yang dirumah yang bertingkat maupun ke gunung. Mereka juga ada mengungsi di atas tepat di lonceng gereja berjumlah ratusan sambil meminta tolong.
“Ini banjir terparah yang melanda di Sibolga, untuk itu, pemerintah pusat dan kota/kabupaten bergerak cepat dalam membantu para korban,” paparnya.
Bantuan yang dibutuhkan, berupa pakaian, bahan pangan, kesehatan dan salahsatunya tempat pengungsian. Dimana dalam informasi ada korban banjir yang menyelamatkan diri dari terjangan banjir hingga di suatu tempat dengan ratusan pengungsi.

“Intinya pemerintah gerakan cepat untuk menyelamatkan pengungsi, ini tangung jawab pemerintah untuk menyelamatkan warganya,” tegas pria kelahiran Sibolga 45 tahun lalu.

Dari informasi yang didapat banyak warga yang meninggal akibat longsor, salahsatunya di desa Mardame kecamatan Sitahuis Tapanuli Tengah, Sumatra Utara ada satu keluarga yang berjumlah 4 orang meninggal. Begitu juga di depan sekolah Matauli Pandan diberitakan ada sekitar puluhan orang tertibu. Longsor akibat banjir melanda.
“Korban juga dari informasi yang didapat ada di daerah lain yang tunggal sekitaran Sumatra Utara,” tegasnya.
Bahkan bisa diperkirakan lebih dari ratusan rumah hanyut akibat banjir, dampaknya nanti para pengungsi ke bingungan akibat kehilangan tempat tinggal setelah banjir surut. Nantinya ini sebagai tugas pemerintah untuk memberikan para korban banjir yang kehilangan rumah agar memberikan tempat mengungsi atau perbaikan rumah yang rusak
“Semoga korban yang rumahnya rusak akibat banjir dapat perhatian dari pemerintah setempat,” tandasnya







































































