JAKARTA,poskota.net —- Segera ayah anak itu berteriak, “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini! Markus 9:24
Kami diberi tahu dokter bahwa putri kami yang berusia 2 tahun mengidap anemia berat. Kami diminta untuk membawanya ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan selanjutnya. Aku sangat takut! Apakah kami akan kehilangannya?
Aku mencoba untuk berdoa, tetapi keraguan dan ketidakpercayaan menguasai pikiranku sepanjang waktu. Satu-satunya doa yang mampu aku ucapkan adalah Markus 9:24, “Tolonglah aku yang tidak percaya ini!”
Aku membuka Alkitab dan membaca seluruh cerita tentang ayah dan anaknya yang kejang-kejang. Kemudian, sesuatu terjadi padaku: fokus cerita itu bukan si anak yang sakit, melainkan ayahnya yang putus asa!
Yesus menemuinya dengan kasih dan pengertian. Anak itu disembuhkan walaupun ayahnya tidak percaya. Kisah itu membuatku lega. Aku memercayakan putriku dalam tangan kasih Allah. Allah merawatnya. Kini, usianya 52 tahun dan ibu dari 6 anak yang luar biasa.
*Pokok Pikiran:*
“Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.” (2Tim. 2:13)
*Doa:* Ya Tuhan, kasih-Mu tiada batas. Terima kasih untuk karunia pengampunan dan penyembuhan-Mu. Kami berdoa di dalam nama Yesus yang mengajari kami berdoa, “Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga. Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari yang jahat. Karena Engkaulah yang punya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama lamanya. Amin” (Mat. 6:9-13).
*Doa Syafaat:* Para orang tua dari anak-anak yang sedang sakit.







































































