DEPOK | POSKOTA.NET – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Depok menggelar kegiatan refleksi akhir tahun 2025 sebagai bentuk evaluasi kinerja sekaligus penyampaian capaian selama satu tahun terakhir. Dalam kegiatan tersebut, Imigrasi Depok memaparkan berbagai keberhasilan, baik di bidang pelayanan publik, pencegahan tindak pidana, maupun capaian keuangan negara.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Depok, Irvan Triansyah, menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui berbagai inovasi. Salah satunya dengan membuka layanan paspor di Lounge Pesona Square yang beroperasi setiap hari Sabtu untuk mengakomodasi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu di hari kerja.
Selain itu, saat ini Imigrasi Depok telah memiliki empat cabang layanan, dan berencana membuka cabang baru di wilayah Sawangan pada tahun mendatang. Cabang tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan bagi masyarakat Depok, Tangerang, dan Kabupaten Bogor.
Dalam upaya pencegahan tindak pidana, Imigrasi Depok juga aktif melakukan sosialisasi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) ke berbagai sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelajar agar tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan ilegal dari pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Temen-temen juga dapat melaporkan kepada kami apabila mengetahui ada nya orang asing yang terindikasi menyalahi aturan atau pelanggaran,” kata Irvan saat memberikan keterangan refleksi akhir tahun di kantor Imigrasi, Rabu (31/12/2025).
Tak hanya itu, Imigrasi Depok turut bekerja sama dengan Polres, Kodim, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya narkoba. Program kolaboratif tersebut direncanakan akan kembali dilaksanakan pada tahun 2026.
Dari sisi kinerja keuangan, capaian Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun 2025 melampaui target yang ditetapkan. Dengan target awal sebesar Rp40.290.840.000, realisasi PNBP mencapai Rp73.462.115.370. Sementara itu, penyerapan anggaran tercatat sebesar 98,35 persen dari total pagu Rp14.846.845.000.
Dalam pelayanan keimigrasian, Imigrasi Depok menerbitkan sebanyak 69.962 paspor sepanjang tahun 2025. Tercatat pula 757 permohonan paspor yang ditolak atau dibatalkan karena berbagai faktor, seperti ketidaksesuaian data, kelengkapan berkas yang tidak memenuhi persyaratan, serta adanya keterangan yang tidak benar.
Menutup kegiatan refleksi akhir tahun, Irvan Triansyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pegawai dan insan pers atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin. Menurutnya, peran media sangat penting dalam mendukung kinerja dan transparansi pelayanan Imigrasi kepada masyarakat.
“Imigrasi bisa besar karena media dan bisa hancur karena media,sehingga kami sangat menghargai peran serta dan kerja sama yang terjalin,” tandasnya (Yopi)







































































