Garut — Dalam rangka optimalisasi tugas pengamanan dan peningkatan kulaitas layan Pemasyarakatan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut terus memperkuat sinergi lintas sektor, hal tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Lapas Garut dengan Aparat Penegak Hukum (APH) serta Dinas terkait pada Pemerintah Daerah Kabupaten Garut, yang dilaksanakan pada Kamis,(29/1/2026) bertempat di Kantor Imigrasi Non TPI Garut
Penandatanganan PKS ini melibatkan APH yang terdiri dari Polres Garut, Kodim 0611/Garut, dan BNNK Garut,serta perangkat daerah Kabupaten Garut, yakni Dinas Lingkungan Hidup(PKS tentang penerapan ECO Office),Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (penanggulangan bencana kebakaran di Lapas Garut), BPBD Kabupaten Garu (PKS tentang Tanggap Bencana), serta Satpol PP Garut terkait optimalisasi tugas pengamanan melalui keikutsertaan dalam apel pengamanan dan kegiatan razia blok hunian Lapas Garut
Kegiatan ini dirangkaikan dengan peresmian Kantor Imigrasi Non TPI Garut, acara ini turut dihadirii serta disaksikan langsung oleh Sekretaris Jenderal(Sekjen) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Asep Kurnia, Bupati Garut Abdusy Syakur,Wakil Bupati Garut Putri Karlina,Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Kusnali, serta para pimpinan dan komandan APH dan kepala dinas terkait di lingkungan Pemda Garut
Kepala Lapas Garut Rusdedy,dalam keterangannya menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam menciptakan Lapas yang aman, tertib, dan responsif terhadap potensi gangguan keamanan maupun bencana.
*“Penandatanganan PKS ini merupakan bentuk komitmen nyata kami untuk memperkuat pengamanan Lapas Garut melalui kolaborasi dengan APH dan Pemda. Sinergi ini sejalan dengan arah kebijakan Kemenimipas dalam menciptakan pemasyarakatan yang aman, bersih, dan berkelanjutan,”ujar Rusdedy
Sementara itu Sekjen Kemenimipas Asep Kurnia,menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci utama keberhasilan pelaksanaan tugas pemasyarakatan.
“Lapas tidak dapat bekerja sendiri. Sinergi dengan APH dan pemerintah daerah merupakan bagian dari implementasi 15 Program Aksi Kemenimipas, khususnya dalam penguatan pengamanan, pencegahan gangguan kamtib, mitigasi bencana, serta pembangunan tata kelola pemasyarakatan yang modern dan humanis,”tegasnya
Hal senada disampaikan oleh Kakanwil Ditjenpas Jawa Barat, Kusnali, yang mengapresiasi inisiatif Lapas Garut dalam membangun kerja sama lintas instansi.
“PKS ini menjadi contoh konkret pelaksanaan 15 Program Aksi Kemenimipas di wilayah Jawa Barat. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan pengamanan serta mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan secara optimal,* ungkapnya.
Usai kegiatan penandatanganan PKS dan peresmian Kantor Imigrasi Non TPI Garut, Sekjen Kemenimipas Asep Kurnia,
melanjutkan agenda dengan meninjau Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Garut, di antaranya peternakan ayam petelur dan ayam pedaging,Kunjungan ini menjadi bentuk dukungan terhadap program pembinaan kemandirian Warga Binaan yang juga merupakan bagian dari 15 Program Aksi Kemenimipas dalam mendorong pemasyarakatan yang produktif dan berdaya guna
Dengan terjalinnya kerja sama ini, Lapas Garut optimistis dapat mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tanggap bencana, ramah lingkungan, serta selaras dengan visi besar Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam menghadirkan pelayanan publik yang profesional dan berintegritas.
VAN


































































