Renungan Kristen, poskota.net —-_“Jadi, jikalau Aku, Tuhan dan Gurumu, membasuh kakimu, kamu pun wajib saling membasuh kakimu.”_
*—Yohanes 13:14*
Kakekku menjadi pendeta di gereja setempat selama 20 tahun. Selama bertahun-tahun, ia menjadi seorang figur ayah bagi mereka. Ketika ia meninggal, “keluarga persekutuan iman ini” dan “keluarga biologis kami” mengalami duka mendalam.
Saat aku berduka dan mencurahkan isi hatiku kepada Allah untuk mencari penghiburan, Allah mengalihkan kasih sayang dan perhatianku kepada saudara-saudaraku di gereja itu. Aku merasa dituntun menuju penghiburan dan melayani mereka, bahkan di tengah kedukaanku.
Aku diingatkan pada momen Yesus mengisi sebuah baskom dengan air dan mulai membasuh kaki para murid, memberikan contoh kepemimpinan yang melayani kepada para murid-Nya dan kita.
Setelah merefeksikannya lebih dalam, aku mulai mengerti inti ajaran ini walaupun membasuh kaki orang lain bukan bagian dari budayaku. Yesus memanggil kita agar mencari berbagai cara melayani sesama, bersedia dan siap menanggapi kebutuhan mereka.
Dalam kasusku, aku merasa terpanggil untuk hadir di tengah komunitas, untuk menjadi pendengar yang baik, untuk berduka bersama mereka, serta untuk memberi dan menerima penghiburan dalam masa-masa sulit. Ini adalah panggilan Yesus dalam jalan hidup kita—kehidupan yang mencerminkan hati seorang hamba.
*Pokok Pikiran:*
Aku akan mencontoh Yesus dengan memberikan waktu dan tenagaku untuk melayani sesama.
*Doa:* Ya Allah, tolonglah kami mencari cara-cara untuk melayani sesama dan menanggapi kebutuhan sesama sebagai cerminan pribadi Yesus. Amin.
*Doa Syafaat:* Warga jemaat di gereja setempat.







































































