JAKARTA ,poskota.net — Ketua DPW Gaharu Nusantara Bersinar (GNB) Erwin Silitonga, S.Sos menyampaikan duka mendalam atas bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga, Sumatera Utara.
Meski tidak tinggal di wilayah tersebut, Owner Poskota.Net ini menegaskan rasa solidaritasnya sebagai seseorang yang memiliki darah Sumatera Utara. Ia menganggap seluruh korban terdampak sebagai keluarganya sendiri.
“Saya lahir di Sibolga sangat prihatin akibat banjir dan longsor di kota kelahiran saja, selama lahir hanya sekarang lah banjir dan longsor yang begitu parah,” ungkap ketua GNB Provinsi Banten, kepada media online ini,” Kamis (27/11/2025).
Kejadian ini semua anak rantau asal Sibolga sekitarnya pasti bersedih, karena masih ada keluarga yang menetap di sana, termasuk orang tua. Dari informasi yang di dapat dari kepolisian akibat banjir dan longsor ini terdata ada 8 orang meninggal.
“Saya turut berdukacita dan prihatin atas yang terjadi di Sumatera Utara, khususnya Sibolga dan Tapanuli Tengah dan sekitarnya. Saya dengar banjir longsornya sangat luar biasa menimpah masyarakat,” paparnya.
Pria kelahiran Sibolga 46 silam itu menyadari bahwa mayoritas warga terdampak merupakan sesama suku Batak. Bahkan etnis juga dan warga pesisir juga terkena. Hal tersebut membuat ikatan emosionalnya semakin kuat, meskipun ia belum memastikan apakah ada kerabat dekat yang menjadi korban.
“Kalau dibilang keluarga ada yang terpengaruh, kebetulan di sana itu banyak saudara saya, termasuk banjir terparah di Tukka disana juga ada saudara,” tegasnya dengan nada bersedih.
Saat ini, keluarga yang terkenal banjir dan longsor belum bisa dihubungi akibat mati lampu atau kemungkinan masih mengungsi di gunung. Untuk keluarga dekat, belum tahu datanya seperti apa karena masih sulut di telpon.
Pimred poskota.net ini juga menjelaskan kampung halamannya berada dekat dengan banjir, namun untuk longsor masih agak jauh.
“Kampungku di Sibolga dekat laut, Jadi memang pasti terkena banjir, tapi belum tahu nasib rumah orang tua disana apakah terendam,” tegasnya.dambik mengatakan orangtuanya sudah tinggal di Cikarang sejak bapaknya pensiun dari kepolisian.
Dikatakan memang rumah orang tua masih ada di Sibolga, saat ini dikontrakan, namun saat di telpon dengan orang pengkontrak belum tersambung hingga berita ini di turunkan.
Meski demikian, ia berharap masyarakat Tapanuli Tengah dan sekitarnya diberi ketabahan menghadapi musibah tersebut.Ini adalah sebuah ujian agar baik lagi.
“Saya berharap semua keluarga yang kena bencana alam di sana dikuatkan, ditabahkan, dan bisa kembali normal seperti sediakala,” tandasnya.







































































