RENUNGAN KRISTEN
_Yesus berkata, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan Aku memberi kepadamu tidak seperti dunia memberi. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”_
*—Yohanes 14:27*
Ban kempes? Aduh, jangan sekarang! Aku ada pertemuan penting pagi itu di lokasi yang 140 km jauhnya. Aku hanya memiliki waktu satu jam untuk memperbaiki ban mobilku dan berangkat tepat waktu.
Satu-satunya toko ban di kota ini tampak ramai pelanggan. Aku pun berdoa agar ban mobilku dapat segera diperbaiki. Saat aku menunggu, kekhawatiranku makin menjadi-jadi seiring bunyi denting jam besar di dinding. Akhirnya, aku menyerah, “Tuhan, tidak ada lagi yang dapat aku lakukan. Semuanya ada dalam kendali-Mu. Tolong, beri aku kedamaian.”
Saat itu, aku mendengar ayat ini, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu.” Segera aku paham apa artinya. Allah telah memberikan kepada kita damai sejahtera. Kita tidak perlu terus memintanya, tetapi kita harus memasukkannya dalam diri kita.
Maka, di bengkel yang beraroma ban dan _popcorn,_ aku menghirup damai sejahtera Allah. Bahuku mulai rileks, kecemasan pun sirna. Dalam beberapa menit yang tersisa, mobilku selesai siap dipakai. Aku berhasil tiba di tempat pertemuan tepat waktu.
Ketegangan dalam hidup tetap saja terjadi, tetapi aku mengingat ayat itu. Kemudian, aku berdiam diri, menghirup damai sejahtera Allah, dan berkata pada diriku sendiri, “Tenang, Allah yang pegang kendali.”
*Pokok Pikiran:*
Tiap hari aku akan menghirup damai sejahtera Allah.
*Doa:* Tuhan Yesus, tolonglah kami agar tidak kehilangan fokus, tetapi mengingat bahwa Engkau telah memberikan kepada kami kedamaian. Dalam segala situasi, tolonglah kami agar berjalan dalam damai sejahtera-Mu, memercayai kuasa-Mu untuk menenangkan hati kami. Amin.
*Doa Syafaat:* Teknisi mobil.







































































