SIMALUNGUN PosKota Net
Polres Simalungun sekali lagi menunjukkan komitmennya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dengan aksi responsif dan solutif di lapangan. Pada Jumat, 05 Desember 2025, mulai pukul 18.00 WIB hingga larut malam, jajaran Polres Simalungun bahu membahu mengamankan dan mengatur arus kendaraan di SPBU Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun. Aksi ini dilakukan untuk meredam antrean panjang kendaraan yang hendak mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan memastikan kelancaran lalu lintas tetap terjaga.
Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada pukul 19.40 WIB, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap kenyamanan masyarakat, terutama terkait situasi antrean pengisian BBM yang kerap kali membludak di akhir pekan. Polres Simalungun menyadari betul bahwa ketersediaan dan kelancaran pengisian BBM merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang bergantung pada kendaraan untuk beraktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, Polres Simalungun selalu siap siaga untuk turun tangan mengatasi permasalahan yang timbul akibat antrean panjang di SPBU.
AKP Verry Purba menegaskan bahwa Polres Simalungun selalu siap sedia memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat kapan pun dan di mana pun dibutuhkan. Ia juga menekankan bahwa pelayanan cepat dan tepat merupakan prioritas utama Polri, khususnya dalam menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat. Polres Simalungun memahami bahwa masyarakat membutuhkan kehadiran polisi untuk menciptakan rasa aman dan nyaman dalam beraktivitas. Oleh karena itu, setiap informasi atau kondisi mendesak di lapangan akan langsung direspons dengan cepat dan tepat oleh jajaran Polres Simalungun.
Kasat Samapta Polres Simalungun, AKP Rudi Handoko, SH, MH, yang terjun langsung memimpin kegiatan ini, mengungkapkan bahwa jajaran Sat Samapta diterjunkan untuk memastikan kondisi antrean BBM tetap tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas utama di wilayah tersebut. AKP Rudi Handoko menjelaskan bahwa antrean panjang sempat terjadi karena stok solar di SPBU Raya telah habis, sementara pertalite masih tersedia. Hal ini menyebabkan peningkatan volume kendaraan roda empat dan roda dua yang ingin mengisi bahan bakar, sehingga antrean menjadi semakin panjang dan berpotensi menimbulkan kemacetan.
AKP Rudi Handoko menekankan bahwa kehadiran polisi di tengah-tengah antrean panjang kendaraan yang hendak mengisi BBM sangat penting untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Selain itu, kehadiran polisi juga bertujuan untuk memastikan antrean berjalan dengan tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas utama di wilayah tersebut. Sat Samapta Polres Simalungun juga melakukan pengaturan lalu lintas dengan sistem buka tutup agar tidak terjadi kemacetan di jalur lintas utama Pemkab Raya.

Dalam kegiatan yang berlangsung hingga malam hari itu, sejumlah personel Sat Samapta ditempatkan di titik-titik yang dianggap rawan kemacetan. Personel tampak sigap mengatur kendaraan, sesekali memberikan imbauan kepada para pengendara agar tetap tertib dan sabar dalam antrean. Kehadiran polisi yang humanis dan profesional mampu menenangkan masyarakat yang sedang mengantre dan menciptakan suasana yang kondusif.
AKP Rudi Handoko menjelaskan bahwa sistem buka tutup diterapkan karena peningkatan kendaraan yang cukup signifikan. Dengan metode ini, kendaraan yang hendak memasuki area SPBU diatur secara bergiliran agar tidak menyebabkan penumpukan di badan jalan. Sistem buka tutup ini terbukti efektif dalam mengurai kemacetan dan menjaga kelancaran lalu lintas di sekitar SPBU Raya.
Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan kondisi yang positif. Arus lalu lintas di sekitar SPBU Raya dilaporkan tetap lancar tanpa kemacetan berarti. Antrean kendaraan di SPBU pun berjalan tertib
(Jep)







































































