Oyong,poskota.net —– Oyong, seorang pria yang berumur 30an, yang jomblo kronis, sudah mencoba segala cara untuk mendapatkan pasangan. Mulai dari dikenalkan teman, ikut acara kencan kilat, sampai pasang iklan di koran (iya, sekuno itu). Semua gagal total.
Suatu hari, seorang teman menyarankan aplikasi kencan online terbaru bernama “Jodoh Kilat”. “Dijamin cepat dapat, Bro! Banyak yang sukses!” kata temannya meyakinkan.
Dengan semangat baru, Oyong mengunduh aplikasi itu dan mulai mengisi data diri. Dia memasang foto profil terbaiknya: selfie dengan latar belakang mobil mewah (padahal mobil pinjaman pamannya).
Di kolom “hobi”, dia menulis: “Menjelajahi dunia, hiking, dan pencinta binatang” (padahal hobinya cuma rebahan sambil nonton TV dan main sama kucing tetangga).
Dia mulai swipe kanan dengan penuh harap. Tak disangka, langsung ada yang cocok (match)! Namanya Mawar. Fotonya cantik sekali, dengan latar belakang gunung salju.
Mereka pun mulai chatting. Mawar terlihat cerdas dan tertarik dengan hobi “hiking” Oyong
Mawar: “Wah, kamu suka hiking juga? Terakhir mendaki gunung mana?”
Oyong: (Mulai panik, dia browsing nama gunung) “Emm, Gunung Everest! Puncaknya keren banget!”
Mawar: “Serius? Aku juga pernah ke sana! Lewat jalur mana?”
Oyong: (Makin panik, keringat dingin mulai bercucuran) “Lewat… jalur yang banyak saljunya itu lho! Pokoknya epic!”
Akhirnya mereka memutuskan untuk bertemu di sebuah kafe. Oyong sudah membayangkan kencan yang romantis.
Saat Mawar datang, Bayu terkejut. Mawar ternyata berbeda jauh dari fotonya. Dia terlihat lebih tua dari yang Bayu bayangkan, dan gaya berpakaiannya sangat santai, jauh dari kesan glamor di foto profilnya.
“Hai, Oyong! Maaf ya, foto di aplikasi itu sudah lama sekali,” kata Mawar sambil tertawa.
Bayu merasa sedikit kecewa, tetapi dia mencoba bersikap ramah. Mereka pun mulai mengobrol.
Ternyata, Mawar sangat asik diajak bicara.
Dia punya banyak cerita lucu tentang pengalamannya bekerja di kebun binatang, yang sangat bertolak belakang dengan hobi “menjelajahi dunia” Oyong yang fiktif.
Oyong merasa malu dengan kebohongannya di profil. Saat Mawar bertanya lagi tentang pengalamannya mendaki Everest, Oyong akhirnya jujur.
“Sebenarnya, Mawar… aku belum pernah mendaki gunung. Hobi asliku cuma rebahan sambil nonton TV dan main sama kucing tetangga,” kata Oyong pelan.
Mawar terdiam sejenak, lalu dia tertawa terbahak-bahak.
“Ya ampun, Oyong! Aku juga sebenarnya lebih suka rebahan kok! Foto di gunung salju itu waktu aku ikut acara kantor dan cuma sampai kaki gunung!” balas Mawar sambil menyeka air mata tawanya.
Mereka pun akhirnya menghabiskan sisa kencan dengan jujur dan penuh tawa, menyadari bahwa mencari jodoh itu memang butuh kejujuran, bahkan jika itu artinya mengakui kalau hobi aslimu adalah rebahan.




































































