Simalungun PosKota Net
9 April 2026 Proyek penanggulangan bencana alam yang sedang berlangsung di Kecamatan Haranggaol, Kabupaten Simalungun, tengah menuai kritikan tajam dari masyarakat setempat. CV Jordan sebagai pelaksana proyek dinilai abai terhadap standar keselamatan kerja. Fakta mencengangkan terungkap bahwa para pekerja di lokasi tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang merupakan hal mutlak demi menjaga keselamatan mereka di tengah pekerjaan berat dan kondisi lapangan yang berisiko tinggi.
Ketidakhadiran penggunaan APD ini bukan saja membahayakan keselamatan para pekerja, tetapi juga membuka peluang terjadinya kecelakaan kerja yang dapat menimbulkan kerugian besar, baik secara materi maupun dampak sosial. Warga sekitar yang mengamati langsung kondisi proyek tersebut menyatakan kekhawatiran mendalam atas sikap sembrono pihak kontraktor yang tampaknya terlalu mengutamakan kecepatan pengerjaan tanpa memperhatikan aspek keselamatan.
Masyarakat pun semakin gusar karena hingga saat ini pejabat pembuat komitmen (PPK) yang bertanggung jawab atas proyek ini belum melakukan inspeksi langsung ke lokasi. Kondisi ini membuat warga merasa diabaikan dan berharap agar PPK segera turun tangan untuk mengevaluasi pelaksanaan proyek serta memastikan agar prosedur keselamatan benar-benar diterapkan.
Dalam berbagai pertemuan dengan tokoh masyarakat dan aparat desa, warga menegaskan bahwa keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama. Mereka menilai bahwa proyek ini bukan hanya soal pembangunan fisik, melainkan juga soal membangun kepercayaan dan rasa aman bagi semua pihak yang terlibat. Apabila prosedur APD diabaikan, hal itu akan memberikan contoh buruk dan melemahkan upaya penanggulangan risiko bencana di masa depan.
Sebagian warga bahkan telah mendokumentasikan kondisi pekerja tanpa APD dan mengunggahnya ke media sosial sebagai bentuk protes terhadap pengabaian keselamatan kerja. Keberanian masyarakat ini menunjukkan betapa seriusnya mereka memandang masalah ini dan betapa mendesaknya perlunya tindakan nyata dari para pemangku kebijakan.
Pengawasan yang lemah dari pihak terkait serta kurangnya penegakan aturan membuat situasi semakin memprihatinkan. CV Jordan sebagai kontraktor seharusnya memahami pentingnya APD dalam melindungi tenaga kerja, namun sikap lalai ini menunjukkan lemahnya kontrol internal dan tanggung jawab profesional.
Dengan berbagai fakta tersebut, sudah saatnya Pemerintah Kabupaten Simalungun terutama PPK segera mengerahkan perhatian penuh, melakukan kunjungan lapangan, dan mengambil langkah tegas untuk memastikan pelaksanaan proyek ini berjalan sesuai standar keselamatan demi keberlangsungan proyek sekaligus melindungi hak dan keselamatan para pekerja yang menjadi ujung tombak keberhasilan program penanggulangan bencana alam di Haranggaol.
(Jhon E purba)







































































