DEPOK | POSKOTA.net – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Depok memastikan kesiapannya menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV Tahun 2026. Sebanyak 744 atlet dari berbagai cabang olahraga resmi lolos babak kualifikasi dan akan memperkuat Kota Depok pada ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
Jumlah atlet yang melaju ke babak utama menjadi sinyal kuat bahwa Depok tidak sekadar berpartisipasi, melainkan berambisi tampil kompetitif dan meraih hasil maksimal.
Ketua Umum KONI Kota Depok, Herry Suprianto, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang konsisten serta kerja kolektif seluruh elemen olahraga di Kota Depok.
“Lolosnya 744 atlet ke babak utama Porprov Jabar XV/2026 adalah capaian yang patut disyukuri, tetapi ini bukan titik akhir. Justru ini adalah awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk membuktikan bahwa Depok mampu bersaing di level yang lebih tinggi,” ujar Herry, Rabu (9/4/2026).
Menurut dia, KONI Kota Depok tidak ingin keikutsertaan dalam Porprov hanya menjadi agenda rutin. Ajang tahun 2026 harus dimanfaatkan sebagai momentum pembuktian untuk meningkatkan prestasi secara lebih terukur.
Karena itu, target masuk 10 besar Porprov Jabar XV/2026 ditegaskan sebagai komitmen yang harus diwujudkan.
“Ini bukan target biasa. Kita ingin Depok masuk 10 besar Porprov 2026. Itu hanya bisa dicapai jika semua pihak bergerak dengan keseriusan yang sama, memiliki disiplin yang kuat, dan menjaga soliditas sejak sekarang,” kata dia.
Selain itu, posisi Depok sebagai salah satu tuan rumah Porprov Jabar XV/2026 dinilai menjadi faktor strategis. Bersama Kota Bogor dan Kota Bekasi, Depok akan menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan ajang olahraga empat tahunan tersebut.
Kota Depok dijadwalkan menjadi tuan rumah untuk 10 cabang olahraga atau 13 subcabang, yang dinilai sebagai kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar.
Herry menekankan, status tuan rumah tidak hanya soal penyelenggaraan, tetapi juga harus menjadi pendorong kemajuan olahraga prestasi di daerah.
“Ada tiga kota yang menjadi tuan rumah, dan ini adalah kesempatan yang sangat penting bagi Depok. Kita harus memastikan momentum ini berdampak terhadap kemajuan olahraga, baik dari sisi prestasi, pembinaan, maupun kesiapan organisasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pencapaian prestasi tidak dapat diraih secara instan. Diperlukan pembinaan berkelanjutan, evaluasi yang ketat, serta peningkatan jam terbang atlet melalui berbagai kejuaraan di tingkat provinsi maupun nasional.
KONI Kota Depok juga mendorong masing-masing pengurus cabang olahraga untuk lebih fokus dalam membina atlet potensial yang diproyeksikan menjadi andalan.
“Prestasi tidak datang dengan sendirinya. Semua harus dipersiapkan dengan disiplin dan kesungguhan,” kata Herry.
Dengan jumlah atlet yang telah lolos kualifikasi serta status sebagai tuan rumah, Depok dinilai memiliki peluang besar untuk menciptakan lompatan prestasi pada Porprov Jabar 2026.
Namun demikian, peluang tersebut hanya dapat terwujud jika seluruh elemen olahraga di Kota Depok bergerak dalam satu arah, yakni meningkatkan prestasi dan daya saing.
Porprov 2026 pun tidak sekadar menjadi ajang perebutan medali, melainkan momentum bagi Kota Depok untuk menunjukkan kapasitas dan keseriusan dalam membangun olahraga berprestasi di Jawa Barat.(yopi)







































































