Laporan : Anton
Papua, Poskota.net – Polres Nduga menggelar kegiatan tatap muka bersama perwakilan para pedagang di Kabupaten Nduga yang membahas tentang ketersediaan bahan makanan di Kabupaten Nduga buntut dari Serangan KKB, Kamis (21/07).
Kegiatan tersebut di pimpin langsung oleh Kapolres Nduga AKBP Rio Alexander Panelewen, S.IK yang didampingi Kabag Ops Polres Nduga Iptu Bernadus Yunus. ICK, S.H, Kasat Reskrim Polres Nduga Iptu Andi Basuki Rahmad, SH, MH dan Kasat Binmas Ipda Murtono, SH. Selain itu kegiatan juga dihadiri oleh personil Polres Nduga dan 11 orang perwakilan pedagang yang berdomisili di Kabupaten Nduga.
Dalam dialog tersebut, Kapolres menuturkan pasca terjadinya serangan KKB terhadap warga sipil beberapa waktu lalu berpengaruh pada ketersediaan bahan makanan. Kapolres meminta para pedagang diminta untuk tidak memainkan harga bahan pokok. Pihaknya akan rutin mengontrol harga Sembako setiap harinya.
“Kami meminta untuk para pedagang agar bekerjasama dengan ikut menjaga kemanan dan ketertiban serta tidak memainkan harga Sembako, yang dapat memicu ketidak stabilan situasi di Kabupaten Nduga,” ungkap Kapolres.
Selain itu, dirinya juga menyebutkan bahwa peran masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban sangat diperlukan, mengingat beberapa kejadian terakhir lambatnya informasi yang masuk menyebabkan terlambatnya respon dari TNI-Polri.
Ia juga menyebutkan bahwa TNI-Polri selalu siap membantu dan melayani masyarakat, dalam hal ini akan menyediakan kendaraan untuk mengangkut sekaligus mengawal barang pedagang yang sudah ada di Batas Batu untuk di geser menuju Kota Kenyam.
“Untuk saat ini mari kita semua fokus pada ketersediaan bahan pokok masyarakat, mengingat ketersediaan Bama yang sudah menipis pasca serangan KKB,” ucapnya saat memberikan himbauan kepada para pedagang.
Dilokasi yang sama, Sahabudin selaku perwakilan para pedangang mengucapkan terimakasih kepada Bapak Kapolres atas kepeduliannya terhadap masyarakat khususnya membantu menemukan solusi untuk ketersediaan bahan pokok makanan di Kabupaten Nduga.
Ia juga membeberkan kebutuhan di kota Kenyam dalam jangka waktu 1 bulan itu diperkirakan membutuhkan 150 ton beras, saat ini stok beras sudah sangat sedikit. Kebutuhan yang saat ini harus diutamakan yaitu beras, minyak goreng dan juga mie instan.
“Kami para Pedagang di Kota Kenyam siap membantu TNI-Polri menjaga keamanan dan ketertiban Kabupaten Nduga dalam bentuk apapun,” jelas Sahabudin.
Dilokasi yang berbeda, Kabid Humas selaku Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz II Kombes Pol Drs. Ahmad Mustofa Kamal, SH saat dikonfirmasi mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan Polres Nduga ini sebagai upaya Polri dalam menciptakan situasi kondusif pasca penyerangan yang dilakukan KKB.
“Selain upaya memulihkan situasi Kamtibmas, kita juga melakukan berbagai upaya antisipasi pasca penyerangan KKB dengan mempersiapkan langkah pencegahan dalam mengatasi hal-hal yang dapat menimbulkan situasi di Nduga tidak Kondusif,” tandas Kabid Humas yang juga Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz.




































































