Laporan : Anton
Wamena, Poskota.net – Pasca aksi saling serang antara masyarakat Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo dengan masyarakat dari Distrik Asolokobal dan Asotipo, Kabupaten Jayawijaya yang terjadi di Wouma, Kamis (12/06) kemarin, Polres Jayawijaya lakukan upaya antisipasi.
Pertikaian yang diduga dipicu kasus Laka Lantas tersebut menyebabkan 2 orang meninggal dunia dan 5 orang lainnya mengalami luka-luka akibat saling serang menggunakan alat tajam, batu serta alat perang tradisional.
Kapolres Jayawijaya AKBP Heri Wibowo, S.IK saat dikonfirmasi menyatakan bahwa untuk mencegah adanya aksi susulan pihaknya telah melakukan penyekatan antara kedua belah pihak, sementara itu pihaknya juga berupaya melakukan pendekatan terhadap para tokoh di kedua belah pihak untuk dapat mengendalikan masyarakatnya agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Kami masih berupaya untuk mengundang para tokoh masyarakat dari kedua belah pihak untuk dapat menyelesaikan permasalah ini serta menahan massanya masing-masing, selain itu kami juga meminta bantuan para tokoh agar permasalahan ini dapat cepat diselesaikan sehingga situasi di Wouma dapat kembali kondusif,” ujar Kapolres.
Kapolres juga menambahkan untuk mencegah aksi susulan pihaknya telah menempatkan personel di pertigaan Yagara, Jalan Baru Lokasi Kantor Gubernur Provinsi Papua Pegunungan dan Wouma sambil menunggu hasil negosiasi antara dua belah pihak yang bertikai.





































































