DEPOK | POSKOTA.net – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Depok menjadi momentum strategis dalam menyatukan berbagai agenda pembangunan menuju arah yang lebih progresif. Tidak hanya sebatas perayaan, rangkaian kegiatan tahun ini mencerminkan integrasi antara penguatan ruang publik, pemberdayaan perempuan, hingga peningkatan prestasi olahraga.
Ketua Komisi B DPRD Depok, Hamzah, menilai seluruh rangkaian tersebut merupakan bagian dari satu desain besar pembangunan kota yang saling terhubung dan berkelanjutan.
“HUT ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum memperkuat fondasi pembangunan. Ruang publik, semangat Kartini, dan olahraga menjadi satu kesatuan dalam mendorong Depok yang lebih maju dan berdaya saing,” ujarnya di Lapangan Balai Kota kawasan Margonda, Minggu (26/4/2026).
Menurutnya, keberadaan ruang publik memiliki peran vital sebagai pusat aktivitas masyarakat yang inklusif. Selain menjadi tempat interaksi sosial, ruang publik juga berfungsi sebagai wadah pembinaan, termasuk dalam membangun budaya olahraga dan karakter generasi muda.
Ia juga menyoroti pentingnya nilai-nilai Hari Kartini sebagai penggerak peran perempuan dalam pembangunan. Keterlibatan perempuan, baik dalam sektor sosial maupun olahraga, dinilai menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang tangguh dan berdaya saing.
“Perempuan harus diberi ruang seluas-luasnya untuk berkontribusi. Semangat Kartini harus diwujudkan dalam kebijakan nyata,” tegasnya.
Dalam sektor olahraga, Hamzah melihat adanya peningkatan partisipasi masyarakat yang signifikan. Hal ini menjadi indikator tumbuhnya kesadaran kolektif akan pentingnya hidup sehat sekaligus dorongan untuk meraih prestasi.
“Antusiasme ini adalah modal besar. Kita optimistis Depok mampu menembus lima besar pada Porprov 2026,” katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pencapaian prestasi membutuhkan proses panjang dan sistem pembinaan yang terstruktur. Program latihan yang konsisten, berbasis ilmu pengetahuan, serta penguatan mental atlet menjadi faktor utama yang harus diperhatikan.
“Prestasi tidak instan. Dibutuhkan latihan terukur, disiplin, dan kesiapan mental yang kuat,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya literasi olahraga dalam menghadapi persaingan modern. Kemampuan analisis, strategi, serta pengambilan keputusan menjadi nilai tambah dalam setiap pertandingan.
Sebagai tuan rumah Porprov 2026, Depok dinilai memiliki peluang besar untuk menunjukkan kapasitasnya, baik dari sisi prestasi maupun penyelenggaraan event olahraga berskala provinsi.
“Kita harus siap dari segala aspek, mulai dari infrastruktur hingga manajemen event. Ini momentum penting untuk menunjukkan kualitas Depok,” jelasnya.
Ia menambahkan, kesuksesan Porprov tidak hanya diukur dari raihan medali, tetapi juga dampak jangka panjang bagi masyarakat, termasuk pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatnya budaya olahraga.
“Porprov harus meninggalkan legacy. Dampaknya harus terasa bagi masyarakat luas,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Hamzah mengajak seluruh elemen untuk bersinergi dalam menyukseskan Porprov 2026. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci utama untuk mencapai target besar tersebut.
“Ini tanggung jawab bersama. Jika kita bergerak solid, Depok tidak hanya sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga mampu mencetak sejarah prestasi,” tutupnya.(Yopi)







































































