KABUPATEN Tangerang — Peristiwa mengejutkan terjadi di perumahan Teracce Grand Batavia, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Minggu (18/1/2026) saat mediasi terkait pintu mobil di gedor dan berkata lantang sambil menatap tajam pemilik mobil yang di bilang melaju kencang. Sekitar jam 12 malam.
Pada saat mediasi awal berjalan baik, pa Adit RT setempat memulai dengan membuka kata, saat itu pria yang berinisial E yang merupakan Ketua DPW Provinsi Banten Gaharu Nusantara Bersinar (GNB) menceritakan kejadian, sebenar -benarnya pada Minggu malam.
“Saya sudah menjelaskan pintu mobil di ketuk sambil menantang dengan tatapan tajam, bahkan pa RT juga mengakui saat dipanggil kerumahnya untuk dimintai keterangan,” ungkap E yang juga pimpinan redaksi poskota.net ini.
Namun pernyataan yang juga owner Media Nasional ini, dibantah tidak ada pengedoran pintu mobil, bahkan pengurus RT Irfan tersombong ini, sangat bisa berdusta sebab ibu dari pemilik media lintaspolisi ini juga sudah mengakui ada pegedoran pintu mobil dan tatapan menantang.
Mediasi ini sampai timbul ribut kembali karena pengurus RT arongan tersebut tidak mengakui perbuatan. Bahkan sang arogan tersebut memberikan keterangan palsu melihat mobil melaju kencang.
“Lari 30 km seberapa kencang sih, apalagi jam 12 malam, yang gak habis pikir sang arongan ini, merasa pihak terbantu sebagai pengurus RT,” papar E yang juga ketua PD Persatuan Wartawan Nasrani (Pewarna).
Yang tidak mengenakan dalam mengenakan dalam media tersebut disaat E yang merupakan pendiri Forwat ini menyela perkataan di marahin tetapi saat pengurus RT yang menyela didiemin, ini yang membuat kembali suasana memancing keributan
* Saya langsung minta pamit ke seluruh warga dan pa RT ini hanya saya yang ingin di salahkan dan dibatasi,* pungkasnya.
Menurut yang juga menjabat sekretaris Media Online Indonesia (MOI) ini, sebenarnya permasalah tidak terjadi konflik. Apabila peneguran sang arongan tersebut disaat mobil sudah mati dan sudah keluar dari mobil.
Apalagi dalam mediasi sang sok jagoan pengurus RT itu menantang seolah olah sudah kebal hukum dengan berkata ” ayok mau ke polisi mau ke media kemanapun saya Tidak takut, bikin surat tidak ada tuntutan kita main.
“Mendengar ini saya berdiri dari duduk dan menantang balik, ini mendakan sebagai pengurus RT, sangat disayangkan,” katanya
“Namun dengan arongan yang mengetuk pintu mobil dan menatap tajam yang menjadikan konflik terjadi, terutama pengakuan kebohongan Pengurus RT arogan tersebut yang berkilah tidak mengetuk,” tandasnya..
Kejadian bermula pada Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 12 malam, saat hari Minggu Pemilik media warta Indonesia Terkini ini berangkat ke Banten mengantarkan anak main bola hingga sore.
Setelah itu, langsung sampe dirumah, namun dalam perjalanan memang E yang mengemudikan mobil sepanjang jalan ngantuk, nah seteleh sampai di perumahan pukul 12 malam dengan kecepatan 30 km, tiba-tiba ada seseorang mengetuk pintu mobil sampai 4 kali, padahal sudah di depan parkir.
Seseorang yang di bilang itu, adalah pengurus RT dimana ketahuan setelah WA RT setempat yang mengakui nama Irfan seorang pengurus RT yang dikatakan arongan.
Seharusnya kalau memang mau menegur, harus matikan. Mobil dan di buka dan dengan nada melarang enak, ini bakal tidak terjadi keributan, namun ini sebaliknya menunjukkan arogannya yang tak pantas menjadi pengurus.







































































