SIMALUNGUN PosKota Net
13 Desember 2025 Proyek rekonstruksi Jalan Mintalim, Kelurahan Raya, Kabupaten Simalungun, yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Simalungun, menuai sorotan tajam. Proyek yang menelan biaya hampir Rp 400 Juta ini diduga sengaja dikerjakan secara tertutup dan minim transparansi, bahkan disinyalir melanggar spesifikasi teknis dan luput dari pengawasan.
🚧 Plang Proyek ‘Buntung’: Volume Pekerjaan Disembunyikan
Berdasarkan foto plang proyek yang didapatkan awak media, proyek dengan NAMA KEGIATAN: REKONSTRUKSI JALAN MINTALIM KEC. RAYA ini mencantumkan beberapa data, di antaranya:
* NO. KONTRAK: 600.1.5/3.23/\text{PPK-PAPBD.WIL.II}/2023
* TANGGAL KONTRAK: 27 NOVEMBER 2023
* SUMBER DANA: P. APBD PENDAPATAN BAGI HASIL TA. 2023
* BIAYA PELAKSANAAN: \text{Rp }398.252.900,00
* KONTRAKTOR PELAKSANA: CV. SIMANJA
Namun, kejanggalan utama terkuak pada informasi yang dihilangkan. Plang proyek tersebut tidak mencantumkan volume pekerjaan secara rinci, seperti panjang, ketebalan, dan lebar jalan yang akan direkonstruksi.
> “Plang proyek ini jelas-jelas tidak transparan, sengaja dibuat ‘buntung’ agar masyarakat dan insan pers kesulitan melakukan pengawasan. Ada apa dengan Dinas PUTR Simalungun dan CV. Simanja? Apakah ini upaya untuk memuluskan praktik curang?” ujar salah seorang pemerhati kebijakan publik setempat.
>
🛠️ Pengecoran ‘Cacat’: Diduga Tanpa Tulangan Besi dan Mutu Beton Diragukan
Ketika awak media turun langsung ke lokasi proyek, ditemukan fakta yang lebih mencengangkan dan mengkhawatirkan kualitas pembangunan:
* Pengecoran Tanpa Tulangan Besi: Para pekerja di lapangan terlihat sedang mengecor jalan dengan rabat beton tanpa menggunakan tulangan besi (non-wiremesh atau non-ferro reinforcement), sebuah praktik yang dapat mengurangi kekuatan dan daya tahan struktur jalan secara drastis.
* Ketebalan Rabat Beton Hanya 15 cm: Saat dikonfirmasi, pekerja menyebutkan ketebalan rabat beton yang diterapkan hanya 15 cm. Ketebalan ini, tanpa adanya tulangan besi, sangat diragukan untuk menahan beban lalu lintas dalam jangka panjang.
* Mutu Beton Misterius: Mutu beton yang digunakan juga dipertanyakan. Di lokasi proyek, tidak ditemukan adanya kubus sampel beton yang seharusnya disiapkan dan dibawa ke laboratorium untuk uji mutu. Kondisi ini memunculkan dugaan kuat bahwa proses pengujian mutu beton mungkin hanya dilakukan secara ‘di atas kertas’ atau ‘sesuai spek tanpa sesuai pelaksanaan’.
🛑 Pemborong Bungkam, Proyek Diduga Dibekingi Preman
Upaya konfirmasi kepada pemborong proyek, yang diketahui bermarga Manalu, tidak membuahkan hasil. Pesan melalui aplikasi WhatsApp yang dikirim awak media tidak mendapat balasan, menambah daftar panjang kecurigaan atas praktik tidak profesional dan tertutup yang dilakukan kontraktor.
Ironisnya, proses peliputan di lapangan juga diwarnai insiden intimidasi. Awak media sempat terlibat adu argumen dengan oknum preman yang diduga kuat membekap dan mengawal proyek tersebut.
“Jika kontraktor bekerja sesuai aturan dan transparan, mengapa harus bersembunyi dan melibatkan preman? Ini semakin memperkuat dugaan adanya praktik korupsi dan pengerjaan yang tidak sesuai spesifikasi. Kami menuntut Bupati Simalungun dan Aparat Penegak Hukum untuk segera mengaudit dan mengusut tuntas proyek siluman ini,” tegasnya.
(Jhon E purba)







































































