Oleh : Pdt, Dr. S. Philip Buulolo. M.th
TANGERANG —- Kejadian 41 : 52 “Nama anak yang kedua itu diberinya Efraim, sebab katanya: ‘Allah membuat aku mendapat anak dalam negeri kesengsaraanku.’”
Hari ini kita melanjutkan firman Tuhan, khususnya tema “Kelimpahan di Masa Sulit” dari kehidupan Yusuf saat menjadi kuasa atas tanah Mesir.
Hidup Yusuf tidak lepas dari masa sulit.
Ia mengalami pengkhianatan, penolakan, dan penderitaan. Namun yang luar biasa, ia tidak hancur di masa sulit, justru ia bertumbuh dan menjadi kuat. Kekuatan Yusuf bukan berasal dari keadaan, tetapi dari cara ia menjaga hidupnya di hadapan Tuhan.
Senin tetap kuat mengingatkan kita bahwa kekuatan sejati tidak muncul saat keadaan mudah, tetapi justru dibentuk saat keadaan sulit.
Dalam kehidupan Yusuf, kita belajar tiga hal penting, yakni menjaga pikiran, menjaga iman, dan menjaga hati.
Tuhan rindu agar roh kita tetap kuat dalam iman kepada Tuhan, jiwa kita tidak dikuasai oleh pikiran yang negatif, dan tubuh kita tetap berdiri teguh menjalani setiap proses kehidupan.
Masa sulit bukan alasan untuk menyerah, tetapi kesempatan untuk menjadi lebih kuat di dalam Tuhan.
Yusuf tetap berpikir benar di tengah tekanan besar.
Ia tetap percaya kepada Tuhan di tengah ketidakpastian.
Ia tetap menjaga hatinya dari kepahitan. Itulah yang membuatnya tidak hanya bertahan, tetapi juga dipakai Tuhan secara luar biasa.
Hari ini, kita tentu sedang menghadapi tantangan. Namun kita harus ingat bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita.
Apa yang kita jaga hari ini akan menentukan masa depan kita.
Oleh sebab itu, kita harus kuat menjaga pikiran, iman, dan hati di setiap tantangan yang kita hadapi hari ini, baik tantangan personal maupun tantangan massal.
Selamat menjalani hari ini dengan kekuatan yang dari Tuhan!
Tetap kuat! Tetap percaya! Tetap berjalan! Tuhan selalu beserta kita, Imanuel.
#PsPhilipB
#3BMinistry
#YayasanSungaiBerkatMengalirCWCC
#ChristianThinkers







































































