DEPOK | POSKOTA.net – Pemerintah Kota Depok meluncurkan program Ruang Bersama Indonesia (RBI) pada Minggu (26/4/2026). Peluncuran yang bertepatan dengan HUT ke-27 tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk membangun ekosistem sosial berbasis keluarga dan komunitas.
Program ini hadir sebagai upaya konkret untuk memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput. Sebagai bagian dari inisiatif nasional, implementasi RBI di Depok menjadi salah satu percontohan awal yang diharapkan dapat direplikasi oleh daerah lain.
Wakil Ketua DPRD Depok sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan, Yuni Indriany, menegaskan komitmennya untuk mengawal keberlangsungan program tersebut agar memberikan dampak nyata bagi warga.
“RBI bukan sekadar program, tetapi gerakan kolaboratif yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kami siap mendukung dan memastikan implementasinya berjalan berkelanjutan,” ujar Yuni usai kegiatan di kawasan Balai Kota Depok, Minggu (26/4/2026).
Integrasi Fungsi Sosial dan Ekonomi
Menurut Yuni, keberadaan RBI dirancang sebagai ruang strategis yang mengintegrasikan berbagai fungsi sosial. Fasilitas ini mencakup pusat kegiatan masyarakat, ruang ramah anak, hingga wadah pengembangan keterampilan berbasis potensi lokal.
Ia menilai, program ini mampu menjawab sejumlah persoalan sosial, mulai dari isu perlindungan perempuan dan anak, penguatan ekonomi keluarga, hingga peningkatan kualitas generasi muda.
“Melalui RBI, kita ingin menciptakan ruang aman sekaligus ruang produktif bagi masyarakat. Ini adalah investasi jangka panjang untuk membangun generasi yang sehat dan berdaya,” jelasnya.
Di Depok, RBI dikemas sebagai pusat aktivitas yang inklusif. Sejumlah layanan yang ditawarkan meliputi pelatihan kewirausahaan khusus perempuan, pendampingan bagi pelaku UMKM, edukasi pengasuhan anak, serta layanan perlindungan sosial.
Sinergi Multisektor Kunci Keberhasilan
Yuni menekankan bahwa keberhasilan RBI sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, legislatif, dunia usaha, dan masyarakat. Kolaborasi multisektor ini menjadi kunci agar program tidak hanya berjalan sesaat, tetapi berkembang secara berkelanjutan.
Respons positif datang dari masyarakat yang melihat RBI sebagai ruang baru untuk belajar, berinteraksi, dan meningkatkan produktivitas sehari-hari.
Yuni optimistis, dengan dukungan dan komitmen bersama, RBI Depok dapat melampaui skala lokal dan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.
“Dengan kolaborasi yang kuat, saya yakin RBI Depok bisa menjadi role model nasional dalam pemberdayaan masyarakat,” tutupnya. (yopi)







































































