DEPOK | POSKOTA.net — Anggota Komisi A DPRD Kota Depok, Gerry Wahyu Riyanto, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan Arcadia pada Minggu (22/3/2026) guna menindaklanjuti keluhan warga terkait layanan pengangkutan sampah yang belum merata.
Dari hasil sidak tersebut, layanan pengangkutan sampah kini mulai menjangkau sekitar 100 kepala keluarga (KK) di Perumahan De Bale yang sebelumnya belum terlayani oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok.
Gerry mengungkapkan, pihaknya menemukan satu klaster yang belum mendapatkan layanan pengangkutan sampah. Kondisi itu membuat warga terpaksa menggunakan tempat penampungan sampah sementara (TPS), sehingga sempat terjadi penumpukan sampah.
“Ketika kami datang dan melihat langsung, memang ada penampungan sampah sementara di Arcadia karena salah satu klaster belum terlayani,” ujar Gerry.
Ia menegaskan, meskipun dalam masa libur Lebaran, komitmen untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan tidak boleh surut. Menurut dia, kehadiran langsung di lapangan menjadi bagian dari upaya menjawab keluhan masyarakat.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Gerry segera berkoordinasi dengan DLHK Kota Depok. Hasilnya, layanan pengangkutan sampah kini sudah mulai berjalan dan menjangkau warga di Perumahan De Bale.
“Sekarang sudah mulai dilayani. Sekitar 100 KK di De Bale sudah mendapatkan pengangkutan sampah oleh Pemerintah Kota Depok melalui DLHK,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Depok, khususnya DLHK, serta pihak pengembang Arcadia atas sinergi dalam menangani persoalan tersebut.
“Saya ucapkan terima kasih kepada developer, khususnya Arcadia, dan juga kepada DLHK Kota Depok atas kerja samanya dalam melayani masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan pemantauan di lokasi, TPS sementara yang sebelumnya digunakan kini sudah tidak difungsikan lagi. Ke depan, pihak pengembang berencana mengangkut seluruh sisa sampah dan merapikan area tersebut dengan menutupnya menggunakan tanah.
“Rencananya sampah yang ada akan diangkut seluruhnya, lalu lokasi dirapikan dan diuruk agar tidak menimbulkan dampak lingkungan,” kata Gerry.
Ia menegaskan, penanganan ini harus menjadi langkah awal untuk memastikan layanan kebersihan yang merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah.
“Tidak boleh ada lagi warga yang terlewat dari layanan dasar. Ini soal keadilan dan tanggung jawab pemerintah kepada seluruh masyarakat,” ucapnya. yopi)







































































