DEPOK | POSKOTA.net – Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi D DPRD Kota Depok, Siswanto, menyambut positif wacana pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang Lebaran Depok. Ia menilai regulasi tersebut dapat menjadi instrumen strategis untuk melestarikan budaya lokal yang kian tergerus modernisasi.
“Saya sangat mendukung wacana ini, apalagi terkait pelestarian budaya yang memang menjadi leading sector atau bidang utama dari Komisi D,” ujar Siswanto saat dikonfirmasi, Rabu (6/5/2026).
Menurut dia, salah satu tradisi khas Depok yang patut dihidupkan kembali adalah “Ngubek Setu” atau kegiatan menangkap ikan di Situ Citayam. Tradisi tersebut, kata dia, pernah menjadi agenda tahunan yang mampu menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah.
“Dulu, Situ Citayam hampir setiap tahun mengadakan kegiatan Ngubek Setu. Ribuan orang tumpah ruah meramaikan acara tersebut, tidak hanya dari Depok, tetapi juga dari wilayah penyangga seperti Kabupaten Bogor, Jakarta, Tangerang Selatan, hingga Bekasi. Namun, terakhir kali dilaksanakan pada 2011,” ungkapnya.
Dorong Revitalisasi Fasilitas
Siswanto berharap tradisi Ngubek Setu dapat kembali digelar seiring meningkatnya perhatian pemerintah terhadap pengelolaan ruang publik.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya dukungan sarana dan prasarana yang memadai.
Ia mengusulkan agar kawasan Situ Citayam dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti jalur jogging, toilet yang bersih, serta taman yang tertata. Menurutnya, pembenahan tersebut akan mendorong kawasan itu menjadi destinasi wisata keluarga yang representatif.
“Kalau fasilitasnya lengkap, Situ Citayam berpotensi menjadi destinasi wisata unggulan di Depok. Ini bukan sekadar soal menangkap ikan, tetapi juga menciptakan ruang interaksi sosial yang sehat dan bernilai ekonomi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Siswanto menilai integrasi antara Perda Lebaran Depok dan revitalisasi ruang publik merupakan langkah konkret untuk menjaga identitas kota. Selain itu, upaya tersebut juga dinilai mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya.
(Yopi)







































































