DEPOK | POSKOTA.NET — Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat dari Partai Amanat Nasional, H.M. Hasbullah Rahmad, menilai tahun pertama kepemimpinan Wali Kota Supian Suri dan Wakil Wali Kota Chandra Rahmansyah difokuskan pada peletakan fondasi pembangunan di Depok.
Menurut Hasbullah, publik kerap keliru menilai kinerja kepala daerah karena mengharapkan hasil instan. Padahal, tahun pertama merupakan fase konsolidasi birokrasi, penataan kebijakan, dan penyusunan prioritas jangka menengah.
“Janji kepala daerah diselesaikan dalam lima tahun. Tahun pertama adalah fase meletakkan fondasi,” ujarnya, Selasa (23/2/2026).
Ia menjelaskan, ruang gerak pemerintah kota masih terbatas karena struktur APBD merupakan warisan pemerintahan sebelumnya di bawah Mohammad Idris.
Salah satu program prioritas yang disiapkan adalah bantuan Rp 300 juta per RW mulai 2026. Skema ini dinilai memberi kewenangan lebih besar kepada warga untuk menentukan kebutuhan pembangunan di lingkungannya.
Di sektor infrastruktur, ia menyoroti rencana pembebasan lahan perlintasan Citayem pada 2026 dan pembangunan underpass Margonda pada 2027, serta pelebaran Jalan Sawangan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru.
Hasbullah juga mendorong perluasan layanan TransJakarta ke Depok dan penguatan komunikasi dengan Bappenas serta Kementerian Perhubungan terkait rencana pengembangan LRT.
Ia menegaskan, reformasi birokrasi melalui rotasi dan mutasi aparatur harus bermuara pada peningkatan pelayanan publik. “Fondasi pembangunan sedang dipersiapkan agar hasilnya dapat dirasakan pada tahun-tahun berikutnya,” kata dia.(yopi)






































































