Mandi Balimo Limo: Tradisi mandi bersama menjelang Ramadhan dengan membawa bekal. Air yang digunakan dicampur limau dan pandan wangi.
Menjelang Ramadhan ini kebanyakan masyarakat Sibolga pergi ke sungai rame -reme untuk mandi bersama. Tujuannya untuk mengharumkan diri saat puasa nanti. Mandi balimo limo ini budaya Sibolga yang terus dipertahankan.
Malopeh: Tradisi akhir Ramadhan di mana keluarga membeli daging untuk dimasak sebagai persiapan menyambut Idul Fitri.
Malopeh ini adalah masakan yang akan dihidangkan di akhir Ramadhan dalam persiapan menyambut idul Fitri. Tujuan untuk makan bersama keluarga. Tradisi ini juga masih digunakan masyarakat Sibolga hingga saat ini.
Upa-upa: Acara yang mirip dengan tepung tawar sebagai wujud rasa syukur dan doa pada acara pernikahan atau penyambutan.
Turun Batu: Acara untuk orang yang meninggal dunia, di mana keluarga memasang batu nisan di kuburan.
Kesenian Sikambang: Kesenian pesisir yang memadukan musik, tarian, dan pantun. Sering ditampilkan pada upacara pernikahan, penyambutan, dan hari besar. Kesenian Sikambang ini masih lekat bagi masyarakat Sibolga dalam pernikahan.
Tarian Tor-Tor: Tarian tradisional yang juga dipertahankan di Sibolga. Tor tor ini merupakanadat Sibolga dari masyarakat Batak, selain digunakan dalam adat tor tor juga digunakan dalam gereja seperti hari natal.
Gordang Sambilan: Seni musik dari masyarakat Mandailing yang menggunakan sembilan gendang. Gondang Sembilan ini sering kita lihat pada saat adat Mandailing.
Kesenian Tulo-tulo: Seni tari dari masyarakat Nias yang biasanya ditampilkan pada hari-hari besar. Tolong tulo ini bagi masyarakat Nias masih terus di budidayakan sebagai tarian pada hari besar.
Kesenian Barongsai: Kesenian dari masyarakat Tionghoa yang dipadukan dengan seni tari dan musik, sering ditampilkan saat Hari Jadi Sibolga. Barongsai ini kerap dipamerkan saat Imlek dan hari jadinya Sibolga setiap tahunnya dan masih terjaga sampai sekarang.
Kesenian Talempong: Seni musik dan tari dari masyarakat Minang yang digunakan pada acara adat dan hari besar. Talempong ini selain diadakan di Minang juga di lakukan di Sibolga, sebab sebagian kecil masyarakat Minang menetap di Sibolga.
Keberagaman Etnis: Sibolga disebut “Negeri Berbilang Kaum” karena dihuni oleh berbagai etnis, seperti Batak, Minangkabau, Melayu, Nias, Tionghoa, dan lainnya.
Dialek Pesisir: Dialek pesisir Sibolga adalah hasil akulturasi dari berbagai bahasa. Bahasa ini dipengaruhi oleh Bahasa Melayu sebagai lingua franca di pesisir, dengan kosakata dari Bahasa Minangkabau, Batak, dan Aceh, serta intonasi yang lembut.






































































